Tuesday, 28 March 2017

Cekdam "Ranukumbolove", Danau Asri Memikat Hati

Cekdam Sumedang
Cekdam tampak dari atas (Image by IG @dronesumedang)
Ranukumbolove? Apa pula itu? Dari namanya, terdengar seperti nama danau di Semeru sana ya. Ya, nama tersebut tak lain hanyalah pelesetan dari "Ranukumbolo", tuk menyebut suatu danau yang ada di Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Ranu sendiri dalam bahasa jawa, mempunyai arti danau. Entah, sebutan Ranukumbolove tersebut berasal dari mana. Tapi dari penelusuran admin, didapati nama itu tadinya hanya sebutan iseng dari para pendatang agar nama danau ini familiar dan tak terlalu asing di telinga kebanyakan orang.

Cekdam, dam, pamandian badak, pun anak-anak kekinian ada pula yang menyebutnya danau cinta, ada banyak nama tuk tempat ini. Namun kebanyakan, masyarakat menyebut danau di Kecamatan Pamulihan Sumedang ini dengan nama cekdam. Admin kurang mengetahui persisnya nama daerah tempat danau ini berada, namun katanya, lokasi danau yang mempunyai luas sekira lapangan bola ini termasuk ke dalam daerah Cinangerang, Desa Cimarias.

Bisa dikatakan, sekarang, di Sumedang cekdam Pamulihan ini termasuk spot yang sedang "happening" dan mulai banyak yang berdatangan tuk mengunjunginya. Padahal, sampai sekira akhir tahun 2015-an, tempat ini masih sangat-sangat asing bahkan bagi orang Sumedang sendiri. Lalu, kenapa sekarang cekdam ini mulai banyak yang mengunjungi? Tentu karena keindahan alamnya. Mulanya, karena ada yang mengupload foto cekdam ini ke media sosial. Dan karena dirasa "instagramable" maka akhirnya berbondong-bondonglah mereka yang hobi selfie, tuk mendatangi tempat ini.

Tentu, itu ada sisi positif, pun juga negatifnya. Baiknya, tempat ini jadi mulai dikenal, pun jika diarahkan dan dikelola dengan baik bukan tidak mungkin cekdam ini bisa mewujud sebagai salah satu potensi wisata Sumedang. Buruknya, kebersihan lokasi sekarang jadi tak senyaman dulu, karena nyatanya tak semua pengunjung bisa menjaga tata krama pada alam. Airnya yang mulai kotor, pun sampah dan buih (seperti bekas mandi) merusak keindahan yang ada. Padahal dulu, air dan lingkungan sekitar sangat bersih.

Cekdam Sumedang (Image by IG @asjohn98)
Walau seperti air menggenang atau tadah hujan, nyatanya air dari cekdam ini dialirkan ke sawah-sawah yang ada di bawahnya. Itu berarti, ada semacam mata air atau cinyusu yang mengisi air di cekdam ini secara kontinyu. Sangat disarankan untuk tidak mandi di tempat ini, karena belum banyak yang tahu genangan kolamnya dihuni oleh binatang apa saja, pun kedalamannya tak tampak secara kasat mata. Ditambah, suasana "hieum" atau angker masih sangat kentara di tempat ini meski sudah mulai banyak dikunjungi. Mitosnya, jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan di tempat ini, karena akan mengakibatkan banjir dan merugikan penduduk sekitar. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, tentunya kebersihan alam memang harus dijaga, bukan?

Menurut penuturan salah satu pengunjung, sebetulnya untuk menuju ke sini ada dua jalur yang bisa ditempuh. Jalur pertama yang paling mudah adalah melalui Cinangerang, yaitu dari pangkalan ojek Cinangerang, perjalanan tinggal dilanjut mengikuti jalur jalan sekira 15 menitan, pun sepeda motor bisa dititip di rumah warga ketika kondisi jalan tak lagi memungkinkan, setelahnya dilanjut berjalan kaki sekitar 5 menitan tuk sampai ke lokasi. Pangkalan ojek Cinangerang sendiri terlewati oleh jalur utama Bandung-Cirebon (kalau dari Sumedang Kota setelah Cadas Pangeran).

Pun jalur yang kedua, adalah melalui jalan setapak yang ada setelah KAS (Kawasan Agroteknobisnis Sumedang) di Kecamatan Sumedang Selatan. Namun jalur ini sangat tidak disarankan karena selain medan jalan yang buruk, juga menembus hutan sekira tiga jam perjalanan. Dari KAS, jika perjalanan terus dilanjut nantinya akan didapati jalan tembus menuju cekdam ini.

Pemandangan di sekitar cekdam sangat indah, kebun pinus, tanah yang berbukit-bukit, dan padatnya vegetasi tumbuhan kan bisa memanjakan mata kita. Pun lokasinya tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk. Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Cekdam di Cinangerang ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak, jangan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

Special thansk to IG @asjohn98 

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

This Is The Newest Post

2 komentar

Cekdam yang hanya berjarak 3 km dari Desa Cilembu merupakan tempat kami bersama warga DESA CILEMBU berpesta motong kambing dan acara-acara gembira lainnya..
komo basa harita basa pesta kemenangan jadi kuwu (baca: kepala Desa) beak bersih tah cekdam ku warga pemenang dijadikeun pamandian, aya nu buligir, aya nu pake jas nyaralempung ka eta cekdam teh atuh....kum
pokokna mah resep pisan...tah

Yang paling disesalkan dari mulai terkenalnya suatu tempat indah di indonesia itu adalah bermunculannya sampah dan rusaknya lingkungan.


EmoticonEmoticon