Sunday, 4 December 2016

Situ Cihayam Hideung, Surga Tersembunyi di Desa Jingkang

Situ Cihayam Hideung By IG @tajulapuy
Damai, itu yang pertama terlintas di benak jika kita mengunjungi tempat ini. Tak ada deru kendaraan, tak ada bising khas pinggiran jalan, bahkan di detik-detik tertentu hanya detak jantung sendiri saja yang terdengar disela desiran angin. Adapun suara lain yang menyela, itu khas dari alam dengan nada memanja, sahut-sahutan katak dan cerewetnya burung-burung.

Karenanya, situ (danau) Cihayam Hideung, situ yang terletak di Dusun Jingkang, Desa Jingkang Kecamatan Tanjungmedar ini memang dirasa cocok tuk menenangkan pikiran, merehatkan tegangnya syaraf akibat padatnya rutinitas, bagai surga bagi siapa saja yang merindukan ketenangan. Ya, karena danau ini terhitung masih perawan, masih sangat-sangat jarang yang berkunjung ke tempat ini, termasuk warga Tanjungmedarnya sendiri.

"Jangan sendiri kalau mau ke Cihayam Hideung," demikian nasehat penduduk sekitar ketika admin bertanya tentang situ ini. Itu sempat membuat admin penasaran, tapi ketika admin bertanya "kenapa?" Admin hanya menjawab jawaban simpel "Maklumlah, ini di lembur (pelosok desa), selalu ada saja cerita-cerita," demikian dan tak ada penjabaran lebih lanjut.

Nasehat itu memang multitafsir, tapi kebanyakan dari kita pasti menafsir dan mengkait-kaitkannya dengan hal mistis, begitu bukan? Apalagi nama situ ini "Cihayam Hideung"yang berarti Ayam Hitam. Ayam Hitam, bagi sebagian orang nama ini bisa saja menggiring pikiran ke  arah "klenik". Tapi itu sah-sah saja tergantung individunya, lagipula tempat ini jarang dikunjungi orang,

Hanya ada beberapa rumah saja di sekitaran situ ini, yang lain terpaut jauh terhalang kebun dan hutan. Mereka yang rumahnya dekat dengan situ ini pun siang hari pergi ke sawah atau ladang, sehingga praktis danau yang airnya dialirkan untuk kebutuhan warga ini hampir selalu sepi. Adapun pengunjung hanya mereka yang berniat memancing ikan, selebihnya tak ada yang lain.

Jika keadaan danau dihubungkan dengan nasehat tadi, jangan sendiri ke tempat ini, tentu itu bisa dimaknai agar kita lebih waspada, lebih konsentrasi dan "aya batur pakumaha" jika saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di danau yang selalau sepi ini. Itu lebih rasional.

Lalu soal nama, Cihayam Hideung, itu juga tak ada sangkut pautnya dengan hal mistis. Adapun dinamai demikian, karena memang berada di blok Cihayam Hideung, airnya juga terlihat hitam karena lumut dan tumbuhan air.

Untuk sampai ke danau ini, kita bisa menggunakan akses jalan dari Desa Jingkang ataupun dari Desa Kamal. Sebagian akses jalannya sudah bagus diplitur dan mudah dilalui kendaraan roda dua, tapi memang sebagian jalannya lagi tetap harus ditempuh dengan berjalan kaki dan akan sangat-sangat licin di musim penghujan, jadi memang, jangan sendiri jika ingin ke tempat ini, berbahaya!!

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.


EmoticonEmoticon