Thursday, 6 October 2016

Curug Cigarukgak, Potensi yang Sulit Digali

Curug Cigarukgak Sumedang. By instagram @herupastrana
Air terjun, atau dalam bahasa Sunda disebut dengan curug, dimana pun ia berada akan sangat menarik untuk dikunjungi. Daya tarik dari curahan airnya selalu bisa menggoda siapa saja untuk berkunjung. Tak hanya yang sudah dikenal dan familiar sebagai tempat wisata, banyak orang bahkan rela menempuh perjalanan jauh sampai menembus hutan, hanya  untuk mengagumi keindahan sebuah air terjun.

Karenanya, di daerah mana pun, ia mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Tapi, tidak demikian dengan Curug Cigarukgak yang terletak di Dusun Cipeureu Desa Awilega, Kabupaten Sumedang.

“Curug yang berada di perbatasan Kec. Tanjungkerta dan Kec. Buahdua ini, sepertinya tidak termasuk air terjun yang punya potensi untuk dikembangkan,” Setidaknya begitulah menurut salah seorang warga setempat, Juci.

Juci berpendapat, letak air terjun yang kurang strategis menjadikannya kurang punya daya jual.

“Masih mending (air terjun) yang di dalam hutan, ramai orang mengunjungi kita tidak akan heran. Nah ini, sejak saya kecil sampai sekarang sedikit sekali yang berkunjung ke sini. Ya karena letaknya itu, kurang merenah,” Ujarnya sambil menunjuk ke tempat air terjun berada.

Air terjun dengan tinggi kurang lebih sepuluh meter yang terbentuk dari aliran sungai Cigarukgak itu, menurutnya jadi kurang menarik karena tepat berada di bawah jembatan penghubung antara Kecamatan Tanjungkerta dan Kecamatan Buahdua. Dengan demikian pemandangan sekitarnya pun jadi tidak seindah air terjun kebanyakan.

“Ya bisa dibayangkan sendiri, itu adanya persis di bawah jembatan. Banyak bebatuan besar disana khas sungai-sungai. Nah, sungainya sendiri, di daerah hulu kan mungkin airnya dipakai untuk keperluan warga sehari-hari, bukan tidak mungkin airnya jadi kotor,” Jelasnya.

Karena itulah, meski tempat Curug Cigarukgak sangat mudah dijangkau, tidak serta merta menjadikannya populer sebagai tempat wisata. Adapun curug itu belakangan mulai ada yang mengunjungi, menurutnya itu tak lebih hanya sekedar untuk foto-foto, bukan untuk menikmati keindahan alam di sekitar air terjun.

“Kalau mau kesitu gampang, tinggal turun saja dari jembatan meniti galengan sawah. Sedang kendaraan bisa diparkir di pinggir jalan,” Cetusnya.

Curug Cigarukgak tak punya potensi untuk dikembangkan, menurutnya itu bisa dilihat dari tidak menularnya pamor Sirah Cilembang pada air terjun ini. Padahal, letak Sirah Cilembang dan air terjun tersebut relatif dekat.

“Bisa dilihat kemarin, ketika pengunjung situ biru Cilembang membludak, tidak demikian dengan pengunjung air terjun ini. Hanya ada satu dua saja yang datang,” pungkasnya.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.


EmoticonEmoticon