Monday, 8 August 2016

Sumedang di Tiga Zaman

Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Sumedang tempo dulu, atau dalam ejaan lama ditulis Soemedang tempoe doeloe, yang seringkali diidentikkan dengan Sumedang pada masa penjajahan - kemerdekaan, sampai sekarang tidak banyak yang terpublikasikan dari masa-masa tersebut. Adapun beberapa yang masih dapat diakses (dilihat/diketahui) oleh umum diantaranya adalah foto-foto lama yang tersebar di beberapa web/blog, atau juga akun-akun media sosial, yang itu pun sebetulnya berasal atau hasil meng-copy dari web-web luar negeri seperti Tropenmuseum dan KITLV.

Adapun teks-teks berupa cerita (sejarah) Sumedang pada masa itu pun juga mengalami hal yang serupa, ia luput begitu saja, hampir tak ada sumber bacaan yang menceritakan perjuangan rakyat Sumedang pada masa penjajahan sampai kemerdekaan. Uniknya, tentang Sumedang, masa yang jauh lebih ke belakang, yaitu masa-masa zaman kerajaan, justru lebih banyak tercatat, lebih banyak ditulis, tidak sulit jika kita ingin mencari tahu bagaimana Sumedang di masa kerajaan, bukan begitu?

Ya, tidak seperti daerah-daerah lain seperti Bandung, Surabaya, dan lain-lain yang cerita sejarah menjelang kemerdekaan (Indonesia)-nya begitu mengharu biru dan menasional, Sumedang menjadi salah satu daerah yang "padam", seolah tidak terlibat dalam kejadian demi kejadiannya. Sangat sedikit riwayat yang menceritakannya kalaulah tidak mau dibilang tak terdengar sama sekali. Adapun jika ada, itu hanya cerita dari mulut ke mulut di daerah Sumedang sendiri.

Padahal, banyaknya peninggalan Belanda dan Jepang di Sumedang berupa senjata-senjata berat/altileri sampai benteng-benteng pertahanan dan benteng serang menjadi bukti bahwa Sumedang menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dan dijaga super ketat oleh penjajah. Pada masa menjelang kemerdekaan pun demikian, tiap daerah di Sumedang tentu menjadi kantong-kantong bambu runcing sama seperti yang lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, admin mendapat kiriman dari akun Facebook Desa Nagrak tentang Sumedang tempoe doeloe yang terdokumentasikan dalam beberapa buah foto. Sedikit banyak foto tersebut memberikan gambaran bagaimana Sumedang di jaman penjajahan dan kemerdekaan. Baiklah, kita langsung saja, yang pertama adalah stempel tiga masa/zaman yang pernah berlaku di Sumedang ;
Stempel tiga zaman, Soemedang tempoe doeloe
Stempel tiga zaman, Sumedang tempo dulu
Dari kiri ke kanan secara berurutan merupakan specimen stempel tiga zaman yang pernah berlaku di Sumedang. Yang pertama atau yang paling kiri adalah stempel yang digunakan pemerintah daerah Sumedang pada zaman penjajahan Belanda. Bergeser ke tengah, merupakan stempel yang digunakan pemerintah daerah Sumedang pada zaman penjajahan Jepang. Dan yang terakhir yang berada paling kanan adalah stempel yang digunakan pemerintah daerah Sumedang pada masa-masa awal kemerdekaan.

Stempel sendiri merupakan alat untuk melakukan pengesahan, baik itu suatu data, catatan, berkas, atau surat keterangan resmi. Sebetulnya ia bisa dipergunakan seluruh kalangan mulai dari toko, sekolah, kantor, dinas pemerintah, dan instansi lainnya. Dan dengan stempel dari tiga zaman ini, menunjukkan bahwa Sumedang telah eksis menjadi sebuah daerah yang memiliki keteraturan hukum pada masanya. Adapun logo yang ada pada stempel, disesuaikan dengan pihak yang sedang berkuasa pada saat itu.

Foto Sumedang tempo dulu lainnya, memperlihatkan suasana pertemuan di sebuah ruangan. Tidak ada keterangan resmi tentang apa yang sedang dilakukan orang-orang dalam foto, namun menurut keterangan admin Desa Nagrak, foto ini memperlihatkan suasana rapat konsolidasi di gedung pemerintahan Sumedang pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Berikut beberapa diantaranya ;
Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Suasana rapat, Sumedang tempo dulu
Anak-anak muda sekarang mengatakan, salah satu cara untuk eksis adalah dengan berfoto dan rajin mengunggah foto-foto tersebut ke dunia maya. Karenanya, lewat mengunggah foto Sumedang tempo dulu yang special (karena belum pernah dipublikasikan lebih luas) ini dalam blog, semoga bisa menunjukkan, bahwa pada masa-masa yang sedikit sekali terceritakan itu, Sumedang juga telah eksis sebagai sebuah daerah yang ikut terlibat dalam kejadian demi kejadiannya.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.


EmoticonEmoticon