Saturday, 9 July 2016

Tanaman/Buah Harendong dan Manfaatnya

Tanaman Harendong
Tanaman Harendong
Jangan sepelekan kandungan buah lokal, buah lokal kaya manfaat bagi tubuh, dan lainnya, mungkin kita sering mendengar slogan-slogan semacam itu, yang intinya menegaskan buah lokal kaya akan manfaat, dan khasiat. Tentu, ini terkait dengan keberadaan buah-buahan  import yang membanjiri pasaran, tujuannya jelas, untuk mempromosikan kekayaan hasil bumi daerah, dalam hal ini buah-buahan, agar lebih dicintai dan dipilih masyarakat.

Sayang, sampai sekarang sepertinya belum ada slogan seperti “jangan sepelekan kandungan buah hutan”, “buah hutan kaya manfaat bagi tubuh”, dan lainnya. Bukan maksud admin mengada-ada, nyatanya, banyak buah-buah hutan, dalam hal ini buah-buahan yang tumbuh liar dan tidak begitu lazim dimakan sebagai buah konsumsi, justru mengandung banyak manfat bagi tubuh, seperti misal buah harendong atau senggani yang akan kita kupas berikut ini.

Ya, siapa sangka buah senggani, yang orang Sunda umumnya dan Sumedang khususnya biasa menyebutnya dengan buah harendong, ternyata sangat kaya akan manfaat. Buah yang jika sudah masak akan berwarna biru keunguan dan tanamannya tumbuh menyemak ini biasa tumbuh liar di daerah-daerah yang rimbun dan sejuk.

Di daerah admin, buah yang sedikit punya cita rasa manis ini seringkali iseng dimakan oleh anak-anak yang kebetulan menjumpainya. Itu jadi keisengan yang membawa berjuta manfaat tentunya, ya, seperti admin bilang tadi, karena buah dan daun harendong/senggani kaya akan manfaat, berikut manfaat buah dan daun/tumbuhan harendong/senggani yang admin sadur dari Smallcrab.com.

1. Keputihan 
  • ambil daun harendong/senggani segar sebanyak 2 genggam,
  • siapkan jahe, dan bengle masing-masing seukuran ibu jari, lalu dicuci bersih dan dipotong-potong agak kecil,
  • masukkan dalam 3 gelas air yang sudah ditambah 1 sendok makan cuka,
  • rebus sampai airnya tersisa 2 gelas, 
  • setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. 

Catatan : jahe dan bengle dapat diganti dengan 3 kuncup bunga cempaka dan 3 buah biji pinang yang tua. 

2. Disentri basiler 
  • siapkan daun senggani/harendong dan aseman (Polygonum chinense), yang masih segar sebanyak 60 g,
  • rebus kedua bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas,
  • setelah dingin airnya disaring, lalu diminum sekaligus.

3. Sariawan, diare 
  • siapkan daun senggani/harendong muda sebanyak 2 lembar, cuci bersih lalu bilas dengan air matang,
  • beri sedikit garam lalu kunyah daun tersebut,
  • telan airnya dan buang ampasnya (disepah). 

4. Diare 
  • siapkan daun senggani/harendong muda sebanyak 1 genggam, 5 gr kulit buah manggis, dan 3 lembar daun sembung yang masih segar,
  • semua bahan segar dicuci lalu direbus dengan 1 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas,
  • setelah dingin, saring dan bagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore. 

5. Bisul 
  • siapkan daun senggani/harendong segar sebanyak 50 gr, lalu direbus.
  • minum air rebusannya, sedang arnpasnya dilumatkan dan dibubuhkan pada bisul, balut agar terhindar dari debu,

6. Menetralkan racun 
  • siapkan singkong akar atau daun senggani/harendong sebanyak 60 gr direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas,
  • setelah dingin, disaring lalu minum sekaligus. 

7. Perdarahan rahim 
  • siapkan biji senggani sebanyak 15 gr, lalu digongseng/disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hitam,
  • rebus biji tersebut dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas,
  • setelah dingin, saring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas,
  • ulangi setiap hari sampai sembuh.
Demikian manfaat tanaman/buah harendong bagi kesehatan, semoga bermanfaat.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

2 komentar

Kalau ditempatku umumnya untuk obat bisul. Dilumatkan atau ditumbuh.

Banyak sekali ya mas manfaatnya..


EmoticonEmoticon