Thursday, 30 June 2016

Tugu Mahkota Binokasih, Landmark Baru Kota Sumedang

Tugu Mahkota Binokasih
Tugu Binokasih, Sumedang. By instagram @cepra_27
Tugu Mahkota Binokasih, adalah nama sebuah tugu yang kini berdiri gagah di tengah Bundaran Polres Sumedang, Kec. Sumedang Selatan, Ya, dulunya, ketika masih dalam proses pembangunan, bundaran tempat tugu ini berada seringkali disebut Bundaran Polres Sumedang (BPS) karena dibangun di bekas lingkungan kantor Polres Sumedang. Adapun kantor Polres Sumedang sendiri sejak jauh hari sudah dipindahkan ke daerah Karapyak, dekat kantor Induk Pusat Pemerintahan Sumedang.

Di pertengahan tahun 2016, bundaran plus tugu yang pembangunannya dimulai sejak September 2014 ini keindahannya sudah bisa dinikmati khalayak, itu ditandai dengan mulai diaktifkannya air mancur dan lampu-lampu yang menghiasinya. Dengan replika mahkota yang terpancang di puncak tugunya, besar kemungkinan nama bundaran ini juga akan berubah. Meski belum resmi digunakan, menurut kabar yang beredar namanya akan berganti menjadi Bundaran Binokasih, sesuai dengan apa yang tampak secara visual..

Bundaran seluas 7.836 meter persegi ini dibangun di pertemuan empat ruas jalan. Empat ruas jalan yang dimaksud terdiri dari dua ruas jalan nasional dan dua ruas jalan kabupaten, yaitu jalan Pangeran Kornel dan jalan Prabu Gajah Agung/Bypass (ruas jalan nasional), serta jalan Prabu Geusan Ulun dan jalan Cut Nyak Dhien (ruas jalan kabupaten). Dibangunnya bundaran di pertemuan empat ruas jalan diharapkan bisa mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi, dengannya kendaraan akan lebih mudah bermanuver ke arah yang dituju.

Kenapa disebut Tugu Mahkota Binokasih? Tentu, karena di puncaknya bertengger replika dari lambang kedigjayaan Kerajaan Padjadjaran dimasa lampau, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, yang pada masanya diwariskan ke Kerajaan Sumedang Larang. Masa yang dimaksud adalah masa pecah perang antara Padjadjaran dengan kerajaan lainnya, dimana ketika itu, Padjadjaran perlahan hancur digempur oleh gabungan kekuatan Banten, Cirebon, dan Demak. Terjadi bentrokan besar tak seimbang kala itu yang menyebabkan Padjadjaran porak poranda.
Wilujeng Sumping Makuta Binokasi
Mahkota Binokasih sebelum dipasang di atas tugu
(by instagram @eq_mendayun)
Oleh empat Kandaga Lante kepercayaan Prabu Siliwangi raja Padjadjaran, mahkota Binokasih diselamatkan dengan diboyong ke Sumedang. Mahkota itu lalu diserahkan, diamanatkan pada Prabu Geusan Ulun penguasa Sumedang Larang saat itu. Frame sejarah membingkainya sebagai simbol penyerahan "waris" tahta kerajaan Padjadjaran dan melegitimasi Sumedang Larang sebagai penerusnya. Karenanya, dikemudian hari Sumedang Larang juga mendapat sebutan Padjadjaran Anyar.


Tugu Binokasih dengan replika mahkota seberat 400kg berhiaskan batu giok sekarang menjadi semacam ikon atau landmark baru kota Sumedang setelah Museum Prabu Geusan Ulun, Monumen Lingga, dan Masjid Agung Sumedang di sekitaran alun-alun, dimana ketiganya menjadi saksi bisu perjalanan Sumedang dari masa ke masa. Mahkota Binokasih sendiri kini tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, yang teletak sekitar lima puluh meter dari tempat tugu ini berada.

Jauh sebelumnya ada diskusi panjang antara budayawan dengan pemegang otoritas, tentang apa yang akan menjadi objek inti dari tugu di Bundaran Polres Sumedang, yang diharapkan bisa menggambarkan Sumedang secara sempurna. Hingga akhirnya, dipilihlah (replika) Mahkota Binokasih untuk bertengger di puncak tugu karena dianggap mewakili kekayaan sejarah dan heritage Sumedang.

Selain bangunan tempo dulu seperti Lingga dan lainnya, di sekitaran Sumedang kota, tugu Binokasih ini menjadi landmark kedua yang dibuat setelah Taman Endog (yang dibangun sekitar tahun 90-an). Keduanya, tugu Binokasih dan Taman Endog, mempunyai filosofi tersendiri. Jika tugu Binokasih digadang untuk show up kekayaan sejarah Sumedang, maka Taman Endog sejak dulu dimaksudkan sebagai representasi kearifan lokal Sumedang, yang bahkan tak kalah dari konsep yang dikemukakan oleh ilmuwan modern.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

3 komentar

sip markisip review Tugu Binokasih SUmedang nya, sudah sejak lama pengen mengetangahkan tugu ini, ternyata disini lebih lengkap dan mendetail, tahun 2013-2014 kala say masih aktif di Bina Marga pernah diajakin urung rembug oleh Pemda mengenai tugu ini, dan sekarang hampir 95 persen selesai deh...sekali lagi sipmarkisip mang

Hatur nuhun mang...hayu ath cuang topoto di tugu ini?

Mantap kang... sumedang teh, panjang gening sajarahna....


EmoticonEmoticon