Sunday, 12 June 2016

Curug Cipelah, Air Terjun Menyusur Batu

Curug Cipelah di Desa Bangbayang, Situraja
Selamat berakhir pekan para pecinta alam. Kebanyakan dari kita sepakat, bahwa mengunjungi air terjun lebih mengasyikan di musim penghujan daripada di musim kemarau, bukan begitu? ya, apalagi alasannya jika bukan karena debit airnya. Di musim penghujan, sudah dapat dipastikan debit air terjun yang tercurah lebih besar, menjadikannya lebih menarik untuk dilihat.

Dengan debit air yang besar, gemuruhnya air di dasar air terjun akar terdengar lebih melenakan, ataupun jika air terjunnya berbatu-batu, maka benturan air pada batu-batu tersebut akan lebih banyak membuat cipratan, dimana selanjutnya, itu akan lebih mudah juga memunculkan pelangi pada saat-saat tertentu.

Berbicara tentang air terjun yang berbatu-batu, atau air terjunnya turun menyusur bebataun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, di Sumedang ada air terjun yang serupa dengan ilustrasi tersebut, Curug Cipelah namanya. Curug Cipelah, berlokasi di Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja, merupakan curug atau air terjun yang airnya tidak jatuh tercurah secara langsung seperti air terjun pada umumnya. Dari ketinggian sekitar dua puluh meter, air curug ini jatuh menyusur bebatuan yang disusun rapi oleh alam.

Mau menaiki bebatuan itu satu persatu hingga sampai ke atas, ke puncak air terjun? Mungkin bisa saja kalau sobat berani, tapi admin sarankan jangan lakukan itu, karena sangat berbahaya. Meski sepintas terlihat mudah, batu-batu yang ada tentunya sangat licin, berlumut, itu membahayakan keselamatan. Selain itu, dengan menaikinya bukan tidak mustahil pondasi batu yang ada bisa rusak, yang itu berarti akan merusak keindahan curug itu sendiri.

Sobat berminat datang ke lokasi? Rutenya cukup mudah, dari arah kota, dari jalan utama menuju Kecamatan Situraja, sebelum sampai ke pusat kecamatan sobat akan menemukan belokan ke arah kanan, belokan tersebut jadi jalan ke Ambit, hingga ke Desa Bangbayang. Patokannya, belokan tersebut menjadi tempat mangkal ojek, jalannya sedikit menanjak. Setelah sampai Desa Bangbayang, untuk memastikan sobat bisa bertanya dulu pada warga dimana letak Curug Cipelah.

Menuju air terjun yang dimaksud, setelah sampai Desa Bangbayang sobat terus saja melanjutkan perjalanan hingga jalan yang bisa dilalui kendaraan mentok. Nanti akan ada dua jalan, ke kanan ke arah Cikidang, sedang yang ke kiri ke Curug Cipelah. mengambil jalan ke arah kiri, nanti akan ada jembatan, dan jalannya sedikit berbukit, itu (jembatan dan sedikit berbukit) bisa kita jadikan patokan. Jika sobat menemukan ciri tersebut berarti jalan yang diambil sudah benar.

Sepeda motor atau kendaraan yang sobat gunakan bisa dititipkan di rumah-rumah warga terakhir yang bisa ditemui, selanjutnya tinggal melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua puluh menit, maka sobat akan sampai di lokasi. Pesan admin, karena air terjun ini masih jarang ada yang mengunjungi, banyak-banyaklah bertanya pada warga tentang akses jalannya.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk berkunjung ke Curug Cipelah di Desa Bangbayang ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

*special thanks to instagram @pancacitranugraha

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

5 komentar

Kalo ada waktu admin bisa explore curug tilu umpak di desa sukawening ganeas...
Persis dibawah dayeuhluhur.
Tapi kondisinya memprihatinkan mengingat sudah gundulnya hutan yang ada di sekitarnya.
Seandainya bisa di reactivasi mungkin salah satu curug 3 umpak tertinggi di sumedang

Wah seru banged ya kalau liat air terjun seperti ini. Seger rasanya bukan main. Sayang sekali kalau di Pontianak memang tidak ada air terjun Untuk mencapai air terjun yang terdekat saja jaraknya harus menempuh puluhan kilo atau kerena letaknya di luar kota hihihi. Jadi iri deh sama yang banyak air terjunnya seperti ini.

Iya kang, Insya Allah. Sepertinya curug tersebut masih jarang ada yang mengeksplore dan kurang terekspose keluar juga ya kang? admin sendiri baru mendengar tentang curug dimaksud. Semoga bisa cepat mendapat perhatian

Saya juga pernah di Kalbar kang, tepatnya di Putussibau, di sana memang agak susah ya mencari air terjun. Tapi borneo punya keunikan alam tersendiri yang sulit dilupakan oleh siapa saja yang pernah berkunjung ke sana, termasuk saya, kangen rasanya :D


EmoticonEmoticon