Wednesday, 1 June 2016

Curug Cimayani, Berwarna Biru?

Curug Cimayani, Sumedang
Curug Cimayani, Sumedang
Selamat pagi, siang, sore, malam para pecinta alam. Kebanyakan dari kita sepakat, bahwa mengunjungi air terjun (atau dalam bahasa Sunda disebut curug) lebih mengasyikan di musim penghujan daripada di musim kemarau, ya, apalagi alasannya jika bukan karena debit airnya. Di musim penghujan, sudah dapat dipastikan debit air terjun yang tercurah lebih besar, menjadikannya lebih menarik untuk dilihat.

Tapi bagaimana jika air terjun itu terbentuk dari sebuah sungai? Agak bingung juga ya pastinya, air terjun memang lebih greget dikunjungi pas musim penghujan, sedang sungai? Di musim hujan kan caah (meluap, banjir)? Akan berbaya jika kita bermain-main di sana saat musim penghujan, bisa-bisa hanyut terbawa aliran sungai. Tapi, tapi, memang ada air terjun yang terbentuk dari sungai? Jawabanya adalah, ada.

Setiap air terjun sebenarnya memang bermula dari aliran air yang awalnya membentuk sungai, hanya saja kondisi geografis berupa perbedaan tinggi dataran pada suatu titik di tempat mengalirnya lah, yang akhirnya mengharuskan si air meluncur jatuh ke tempat dimana ia akan meneruskan alirannya, yang kemudian itu disebut dengan air terjun. Biasanya, saking kentara perbedaan tinggi datarannya, seringkali kita hanya bisa memandangi air yang berdebur berjatuhan, tanpa bisa melihat dari mana air itu berasal (puncak air terjun).

Nah, di Sumedang, ada sebuah air terjun yang jelas sekali terlihat puncak dan dasarnya, dengan tinggi kurang lebih tiga meter malah jelas juga terlihat kalau air terjun itu terbentuk dari aliran sungai. Curug Cimayani namanya, berada di Desa Jembarwangi, lembur Cibengkung, Kecamatan Tomo, karena karakteristiknya itu malah jarang dikira sebagai sebuah air terjun, karena memang terlihat seperti aliran air biasa saja.

Admin kurang tahu sungai apa yang membentuk Curug Cimayani tersebut, tapi katanya nama sungainya sama dengan nama air terjunnya, Sungai Cimayani, dan ada pula warga yang menyebutnya Sungai Cimayang. Udara di daerah ini masih sangat segar, sangat cocok untuk refresh menenangkan pikiran.
Sungainya berwarna biru. Image By instagram @pancacitranugraha
Katanya, sungai di daerah ini seringkali terlihat berwarna biru mirip Sirah Cilembang, tapi itu sulit ditemui jika di musim penghujan, semakin deras airnya, semakin hilang juga warna birunya. Itu pula yang terjadi pada air terjunnya, deras dan memecahnya air di titik tercurahnya, menghilangkan warna birunya. Tapi siapa tahu sobat bisa berjodoh, bisa melihat air terjun yang berwarna biru ketika berkunjung ke sini.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Cimayani di Lembur Cibengkung, Desa Jembarwangi ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

*special thanks to instagram @srirahayuu

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.


EmoticonEmoticon