Saturday, 18 June 2016

Berkunjung ke "Pantai" Cisema

Tepian Waduk Jatigede di Kampung Cisema
Tepian Waduk Jatigede di Dusun/Kampung Cisema
Sobat warga Sumedang, pernah bermimpi atau berkeinginan Sumedang punya tempat wisata berupa pantai? Kalau admin pribadi, pernah. Dan admin yakin, yang lain juga demikian. Tidak sedikit orang Sumedang, khususnya anak usia sekolah, yang mungkin pernah terlintas dipikirannya “Kenapa kalau piknik (ke pantai) selalu ke Pangandaran? Memang di Sumedang enggak ada pantai ya? Yah, andai Sumedang punya pantai..”, dan ungkapan-ungkapan sejenis.

Pantai Sumedang sebetulnya memang ada, tapi itu bukan di Sumedang melainkan di Kecamatan Ranah Pesisir, Sumatera Barat. Kabupaten Sumedang sendiri termasuk salah satu daerah Priangan yang tidak mempunyai objek wisata berupa pantai. Adapun objek wisata yang ada, kebanyakan mengusung konsep wisata alam (wana wisata) dan wisata sejarah yang kurang menyedot animo wisatawan.

Itu sebabnya, beberapa dekade ke belakang sampai akhir tahun lalu, warga Sumedang hanya bisa bermimpi daerah tempat tinggalnya ini bisa memiliki pantai. Tapi sekarang, angan tersebut sedikitnya sudah bisa terwujud, Sumedang punya pantai! Tapi bukan pantai dalam artian sebenarnya tentunya, melainkan “pantai” yang terbentuk dari tepian/pinggiran Waduk Jatigede.

Ya, Waduk Jatigede, walaupun waduk penuh kontroversi ini belum diresmikan sebagai objek wisata, dan sampai saat ini pengisian airnya bahkan belum selesai, keberadaannya sudah menjadi daya tarik baru bagi Sumedang. Itu terbukti setiap harinya waduk yang jika sudah terisi penuh akan menjadi waduk terbesar ke dua di Indonesia ini, tepian-tepian waduknya yang menyerupa pantai selalu ramai dikunjungi.

Di sana, objek-objek wisata baru banyak bermunculan bak jamur di musim penghujan. Tapi tentu, objek wisata yang dimaksud bukan dikelola oleh swasta ataupun pemilik modal besar, melainkan oleh penduduk setempat yang coba memanfaatkan moment. Salah satu objek wisata seperti yang dimaksud adalah tempat wisata menyerupai pantai di dusun/kampung Cisema, yang bisa dibilang merupakan tempat wisata dadakan seiring tergenangnya area waduk.

Dusun/kampung Cisema di Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, sebagai salah satu tepian Waduk Jatigede, tempat ini ramai dikunjungi pada hari-hari libur. Mereka yang datang biasanya menghabiskan waktu di lokasi dengan memancing atau sekedar makan-makan, ada juga yang penasaran ingin menyusuri beberapa sudut Waduk Jatigede dengan berlayar, menyewa perahu.

Sebagai objek wisata dadakan di pinggiran genangan, tempat wisata ini belum permananen. Air waduk yang terus meninggi setiap harinya membuat warung-warung makan yang ada harus siap bergeser ke tempat yang aman, kapan saja. Sayang, kegiatan “bongkar pasang” warung dan kurangnya sarana kebersihan seperti toilet menjadikan tempat ini terkesan kumuh. Pohon-pohon menjulang tinggi yang belum terendam air sepenuhnya juga mengganggu pemandangan “pantai” yang ada.

Oh ya, di Cisema terdapat salah satu situs sejarah berupa sarkofagus kubur batu peninggalan dari masa Kerajaan Sumedang Larang, situs Cisema Landeuh namanya. Berhubung situs Cisema Landeuh ini berada dalam area genangan dan akan terendam seiring membengkaknya genangan waduk, situs tersebut menurut beberapa sumber akan direlokasi ke komplek situs Cisema Tonggoh (Puncak Damar) yang luput dari genangan.

Cisema hanya salah satu dari sekian banyak "pantai" yang terbentuk dari genangan Waduk Jatigede, seperti Puncak Damar dan Karang Pakuan. Tapi semua hampir sama, belum tertata dengan baik sebagai objek wisata, karena memang belum diperuntukkan/dikhususkan untuk itu. Kedepan, seiring pembenahan kawasan setelah Jatigede selesai digenangi, mudah-mudahan Cisema dan tempat-tempat wisata lain di pinggiran waduk bisa ikut ditata guna kenyamanan pengunjung.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

6 komentar

Waduk yang menjadi kontroversi. Ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Ya, kita ambil hikmahnya saja. Kini sumedang punya pantai.

tapi pangandaran kan ga punya tahu, mang...

maksudnya jadi kontroversi apa, mang? apa pernah terjadi demo masalah relokasi?

Iya, pantai-pantaian Mas Djangkaru :D Begitulah Mas Budy, serupa dengan itu dan masih banyak lagi, mirip benang kusut...

Tahuu bulat...digoreng dadakan :) ada kali Mang di Pangandaran juga


EmoticonEmoticon