Friday, 11 March 2016

Pangcalikan, Surga Arung Jeram di Sumedang

Sungai Cipeles, Sumedang kerap menjadi ajang arung jeram
Sungai Cipeles, Sumedang kerap menjadi ajang arung jeram. Image by : republika.co.id
Pangcalikan, Surga Arung Jeram 'Tersembunyi' di Sumedang - Sumedang memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, khususnya wisata alam dan sejarah. Namun, sayangnya, masih banyak tempat-tempat menarik yang belum terekspose dan  diketahui banyak orang. Salah satunya adalah daerah aliran Sungai Cipeles yang terletak di Desa Citepok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Padahal, ‘surga’ tersembunyi bagi para penggemar petualangan air dan pecinta alam ini sangat indah dan mirip Green Canyon Cukang Taneuh, Kabupaten Ciamis .

Surga tersembunyi tampaknya tepat disematkan pada daerah Citepok. Dianugerahi tanah yang subur, daerah tersebut menjadi salah satu daerah pertanian yang menjanjikan di wilayah Sumedang. Pemandangannya pun tak kalah hebat. Pemandangan khas pedesaan dengan sawah hijau berundak-undak, akan menyambut siapapun yang datang. Dan yang paling menarik adalah daerah aliran Sungai Cipeles yang menjadi batas desa antara Citepok dan Sukatali, Kecamatan Situraja.

Kawasan aliran sungai Cipeles tersebut disebut warga sebagai kawasan Pangcalikan. Menurut kepala desa Citepok, Abdul Majid. Dahulu kawasan tersebut merupakan tempat salah satu raja Sumedang, Pangeran Aria Kusumadinata duduk dan memancing berjam-jam. Warga sekitar percaya tempat tersebut menjadi salah satu tempat kesukaan raja-raja Sumedang untuk merenung.

Daerah aliran Sungai Cipeles yang melewati  Desa Citepok memiliki kontur yang menarik. Di beberapa kawasan Pangcalikan, sungai tersebut diapit oleh dua tebing batu. Di atas tebing batu, terdapat pepohonan rimbun yang batangannya menutupi tebing dan permukaan sungai. 

Ketika musim kemarau, air sungai menjadi jernih sehingga menambah keindahan kawasan sungai tersebut. Banyak warga Sumedang bahkan menyamakannya dengan Green Canyon.

“Mungkin memang belum se-wah Green Canyon, ya. Tapi, kalau kita tata sedikit saja, dibersihkan juga, saya yakin akan sama indahnya itu,” ujar Abdul Majid, Kepala Desa Citepok saat ditemui Republika, baru-baru ini.

Keindahan inilah yang dinilai Abdul Majid memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif kawasan wisata baru. Menggandeng organisasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sumedang, dia mulai berusaha untuk mengembangkan kawasan Sungai Cipeles. Rencananya, kawasan tersebut akan menjadi pusat rekreasi air yang memacu adrenalin, seperti arung jeram dan body rafting.

Kondisi bebatuan dan arus di Sungai Cipeles tersebut pun memang sangat cocok untuk dijadikan tempat arung jeram. Terdapat beberapa jeram di daerah aliran sungainya. Jeramnya tidak berbahaya, namun cukup menantang untuk para penggemar kegiatan arung jeram. 

Menurut Cecep, salah satu anggota Tagana, jalur arung jeram di kawasan tersebut masuk dalam grade 2 untuk ukuran jalur arung jeram. Kata dia, Tagana sudah sejak Januari lalu mulai melakukan kegiatan-kegiatan air seperti arung jeram di kawasan Pangcalikan sebagai bagian dari persiapan pemetaan jalur arung jeram.

Daerah Pangcalikan ini, kata Cecep, memiliki kedalaman yang bervariasi, mulai dari empat meter, hingga yang paling dalam di beberapa bagian, yaitu 12 meter. Jarak jalur yang akan digunakan untuk arung jeram juga cukup lumayan panjang, sekitar empat kilometer. 

Salah satu yang menjadi tantangan Tagana untuk menentukan jalur arung jeram adalah arah aliran air yang berubah-ubah di kawasan tersebut. Berubahnya arah aliran air dipengaruhi dengan jumlah debit air yang melewati sungai tersebut.

“Kalau malam atau hari kemarinnya hujan, besoknya arah aliran airnya juga akan berubah. Memang begitu karakteristik sungainya di sini. Tapi, itu salah satu tantangannya sih. Kami lihat sebagai tantangan, seninya,” ujar Cecep.

Daerah wisata ini, rencananya baru akan dibuka untuk umum pada tiga bulan mendatang. Pihak pengelola ingin memastikan dahulu daerah pangcalikan sudah matang untuk menjadi salah satu kawasan wisata, baik dari segi sumber daya manusianya maupun segi keamanannya. 

Namun, masyarakat yang ingin sekedar melihat keindahan kawasan tersebut maupun mencoba kegiatan arung jeram dapat datang langsung ke Pangcalikan. Sampai saat ini, pihak pengelola masih belum mematok atau menentukan harga bagi pengunjung yang berminat untuk melakukan kegiatan arung jeram.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

9 komentar

SAMPE saat ini baru ngimpi bisa ber arung jeram di pangcalikan da...hayu atuh kapan kang WS ngajak teh atuh

wah kelihatan nya seru sekali ya main arum jeram. kapan-kapan saya kesana deh hehehe

Waduh pasti itu seru bangat ya mas, saya belum pernah coba arum jeram jadi penasaran rasanya seperti apa, ajak2 donk mas kalo mau main arum jeram teh .. xixixi

karunya pisan ieu blog teh..siga nu disapirakeun...hadeuh sibuk banget nyak

Hmm jadi tertantang nih adrenalin saya untuk menjajal arum jeram di pangcalikan kayanya aliran airnya muantappp kencang banget.

bayar berapa ya gan sewa prahu kayak gitu? blum pernah sih,, hehe


EmoticonEmoticon