Sunday, 28 February 2016

Curug Kencana, Surga Tersembunyi di Desa Citengah

Memandangi Curug Kencana di Desa Citengah
Selamat sore sahabat, berbicara tentang curug atau  air terjun di Desa Citengah Sumedang, pikiran mereka para pecinta air terjun, utamanya anak muda Sumedang, pasti akan langsung tertuju pada Curug Gorobog, air terjun bertingkat tiga eksotis yang juga pernah dibahas di blog ini. Tidak heran, karena air terjun tersebut memang sudah dikenal sebagai destinasi wisata air terjun di Sumedang selain Curug Ciputrawangi di Desa Narimbang dan Curug Cinulang di Desa Sindulang.

Banyak yang belum tahu, bahwa di Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan masih banyak air terjun lain selain Curug Gorobog, sayang, kebanyakan air terjun itu berada di kedalaman hutan sehingga masih sangat jarang yang meng-eksplore, seperti curug yang akan admin ceritakan kali ini, Curug Kencana namanya. Curug Kencana, air terjun yang berada di blok Dewa RT 03 Dusun Cijolang, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan ini merupakan air terjun kedua di Desa Citengah yang baru muncul ke permukaan setelah Curug Gorobog. Masih sangat jarang yang mengetahui keberadaannya.

Admin kurang mengetahui kenapa air terjun ini dinamakan Curug Kencana, adapun kata "kencana" sendiri selalu identik dengan kemegahan dan keindahan, seperti halnya curug ini. Ya, air terjun dengan ketinggian kurang lebih dua puluh meter ini sangat indah dan akan memanjakan mata siapa saja yang mengunjunginya. Air terjun bertipe tunggal dengan curahan air yang melebar, jangan tanya bagaimana sensasi mendengar deru airnya ketika bertubrukan dengan kolam di dasar air terjunnya, itu sungguh mengesankan.

Sobat ingin berkunjung ke curug ini? Tenang, admin dan sahabat instagram @barkaaah akan tunjukkan rutenya. Jika sobat ingin mengunjungi curug ini, sobat bisa mengambil rute yang sama dengan arah ke Curug Gorobog, ya, ke arah Desa Citengah. Bagi sobat yang baru pertama kali akan mengunjungi Desa Citengah, desa ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Sumedang, dengan bertanya pada warga atau sopir angkutan, sobat akan dengan mudah menemukan arah jalannya.

Dari pusat kota (alun-alun Sumedang), sobat bisa mengambil rute menuju Desa Citengah, bagi sobat yang biasa berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di desa itu seperti Curug Gorobog, Cibingbin, ataupun kebun teh Margawindu, tentu sudah hapal sebelum memasuki tempat-tempat tersebut kita akan melewati sebuah titik dimana kita akan dimintai biaya karcis atau retribusi. Dari situlah perjalanan menuju Curug Kencana ini bisa dimulai.

Ya, sebelum masuk kawasan wisata Desa Citengah, biasanya kita akan dimintai biaya retribusi/bayar karcis oleh petugas yang berjaga. Titik tempat membayar karcis itu bisa kita jadikan patokan, karena sebelum tempat itu, kita akan melewati atau melihat jalan yang menanjak di arah kanan jalan, jalan itulah yang akan kita pakai untuk sampai ke Curug Kencana ini.

Perjalanan bisa dimulai dengan mengikuti jalan menanjak itu, jalannya sudah diaspal, cukup mudah untuk melewatinya dengan sepeda motor, jadi sobat tinggal mengikuti terus jalan itu hingga mentok dan jalan beraspal habis. Setelah jalan beraspal habis, ke arah kanan, sobat akan menjumpai jalan yang telah ditembok dengan lebar kira-kira satu meter-an, jalur itu yang diambil untuk meneruskan perjalanan. Di jalan tembok ini sobat masih bisa mengendarai sepeda motor, hanya saja harus lebih berhati-hati. Terus saja ikuti jalurnya hingga hingga jalan bertembok itu juga habis.

Sampai titik habisnya jalan tembok, sobat sudah tidak bisa lagi mengendarai sepeda motor. Sepeda motor bisa disimpan di lokasi, tapi jangan lupa dirapikan karena jalan itu ramai dilewati oleh petani yang akan pergi ke sawah atau ladangnya. Jangan lupa pula memasang kunci ganda agar lebih aman. dari situ, kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, jadi pakailah sepatu atau sandal yang nyaman untuk dipakai bertualang.

Setelah jalan tembok berganti dengan jalan setapak, sobat hanya harus berjalan mengikuti jalan setapak itu hingga menjumpai petakan sawah. Setelah sampai di sawah itu, kita akan menjumpai sebuah pertigaan, atau kita akan menjumpai dua jalur baru, ada yang ke atas, dan ada yang lurus. Di situ sobat jangan sampai salah mengambil arah, ambil arah jalan yang lurus dengan ciri adanya saung milik petani.

Jika lelah, sobat bisa beristirahat dulu di sekitaran saung. Selanjutnya, sobat tinggal mengikuti jalan setapak (yang lurus) hingga nanti akan menemui kebun pinus dan perlahan akan mendengar suara deru air terjun, jika sudah mendengar itu, maka perjalanan sudah tidak jauh lagi. Track jalan menuju air terjun ini bisa dibilang sedang dan mudah dilalui, tidak terlalu menantang, tapi kendati demikian tentunya sobat harus tetap berhati-hati dan jangan lupa membawa perbekalan, terutama air minum. Itu karena, walaupun tracknya bisa dibilang mudah, dijamin akan tetap membuat keringat bercucuran.

Jangan kaget juga jika di perjalanan sobat berjumpa dengan babi hutan ataupun monyet, karena meskipun sudah jarang, binatang-binatang itu sesekali masih suka menampakkan diri di sekitar area ini, dan jika beruntung, sobat akan menjumpai burung-burung liar dengan suara indahnya di sepanjang perjalanan.

Total, dari jalan utama menuju Desa Citengah (tempat karcis) sampai ke tempat Curug Kencana ini berada, kita akan menempuh perjalanan kurang lebih dua kilometer, dimana satu kilometer masih bisa dilalui dengan sepeda motor, dan satu kilometer lagi ditempuh dengan berjalan kaki, perjalanan yang masih bisa dikatakan mudah untuk petualangan menerabas hutan.

Sayang, meski relatif mudah dijangkau, Curug Kencana ini masih kurang tergali potensi wisatanya, padahal melihat kemegahannya, tidak mustahil Curug Kencana ini juga bisa menjadi wisata andalan Sumedang sama halnya dengan Curug Gorobog, selain itu jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Kencana ini? Jika iya, bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tidak mau disebut kampungan.

*special thanks to instagram @barkaaah

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.


EmoticonEmoticon