Friday, 12 February 2016

Curug Ciwangi, Curug Eksotis di Desa Krisik

Menikmati Dingin & Jernihnya Air Curug Ciwangi
Menikmati Dingin & Jernihnya Air Curug Ciwangi
Selamat pagi, siang, sore, malam para pecinta alam. Kebanyakan dari kita sepakat, bahwa mengunjungi air terjun (atau dalam bahasa Sunda disebut curug) lebih mengasyikan di musim penghujan dari pada di musim kemarau, ya, apalagi alasannya jika bukan karena debit airnya. Di musim penghujan, sudah dapat dipastikan debit air terjun yang tercurah jauh lebih besar.

Itu sebabnya, berhubung sekarang sedang musim penghujan, kali ini admin ingin mengajak sobat semua untuk mengeksplorasi salah satu air terjun yang ada di Kabupaten Sumedang. Air terjun yang satu ini keberadaannya belum diketahui banyak orang, belum dikelola, serta belum dimaksimalkan sebagai daya tarik wisata. Dengan demikian, curug ini 100% masih alami, belum tercemar tangan-tangan jahil, dan tentu saja tidak dipungut retribusi jika ingin mengunjungi serta mengagumi keindahannya.

Curug Ciwangi, begitulah nama air terjun ini biasa disebut. Curug yang berada di Desa Krisik, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang ini terdiri dari dua buah air terjun yang berdampingan dan terpisah dengan jarak kira-kira satu sampai dua meter saja. Airnya yang jernih dan tercurah deras, tentu akan memanjakan siapa saja yang mengunjunginya. Bagi yang ingin berbasah-basah ria di lokasi, tidak usah ditanya lagi bagaimana kesegaran airnya.

Dua air terjun di Curug Ciwangi ini memiliki ketinggian yang berbeda, yaitu sekitar 20 dan 15 meter. Keduanya masing-masing dialirkan ke daerah yang berbeda pula, untuk curug yang besar dengan tinggi kira-kira 20 meter dialirkan ke daerah Babakan, sedang yang lainnya dialirkan ke daerah Hampo.
Menikmati Dingin & Jernihnya Air Curug Ciwangi
Menikmati Dingin & Jernihnya Air Curug Ciwangi
Kendati dialirkan ke dua tempat yang berbeda, kedua air terjun ini tetap memiliki fungsi yang sama. Ya, air terjun yang terletak di sebuah hutan di Desa Krisik ini airnya baru dimanfaatkan sebatas untuk sarana pengairan, dimana sebagian besar dialirkan langsung ke sawah-sawah, dan sebagian kecilnya dimanfaatkan penduduk dengan dialirkan ke rumah-rumah.

Jangan dulu terkejut ketika mendengar curug ini berada di tengah hutan, jangan bayangkan kita akan berlelah-lelah jalan berjam-jam seperti menuju Curug Cipongkor, Curug Sabuk, Curug Ciwalur, Curug Cakra, dan curug-curug belantara lainnya di Sumedang. Karena meskipun terletak di tengah hutan, curug ini relatif lebih mudah dijangkau.

Dari pemukiman atau rumah penduduk terakhir yang bisa kita temui, terhitung hanya dengan kira-kira 20 menit perjalanan saja kita sudah bisa sampai di lokasi, dengan track jalan yang cukup mudah untuk kategori hutan. Tapi tentu, kendaraan yang kita bawa tidak akan bisa sampai ke lokasi, harus dititipkan di rumah penduduk yang bersedia. Jadi ketika sampai di Desa Krisik, tinggal tanya saja dimana Curug Ciwangi ini berada, pasti semua akan mengetahui dan mengarahkan kita ke lokasi. Di perjalanan, kita akan melewati sawah-sawah dan pemandangan yang akan memanjakan mata

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Ciwangi di Desa Krisik ini? Jika iya, bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tidak mau disebut kampungan.

*special thanks to : instagram @zulfyhn - @sumedang_juara - @rafimlkn - @rickynoerhikmah - @subhanmauludi - @aseprizal - @ridwanfauzulm - @sulthanadikusuma - @srijayantirahmah - @sheravinaoktaviani

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

11 komentar

anjirr...meni aluskitu euy curug ciwangi teh...
di luar negeri mah maol aya tah.

kesonoh ah Desa Krisik ya...
mang no hp na anu simpati atuh...aya?

Pastinya atuh moal aya di batuy mah kang...ho'oh, yuk?
Beuh, kemarin2 mah ada kang, baru saja hangus da teu kaeusian tea...
WA atau bbm ada teu kang?

curugnya alami banget, pasti suger banget diguyur air yang jatuh dari ketinggian

Google translate, Google translate mana...?

Pemandangan sejuk dan alami Kang, pokoknya pas buat ngadem. Harus kita jaga ya Kang, jangan sampai menjadi rusak dan kotor.

waw indah pisan, oh iya semalam ada acara tv misteri di sumedang.itu tuh ki prana, tapi lokasinya di gua yang dulu pernah di pakai belanda. nggak tahu gua apa.

Gua Gunung Kunci Kang Ajay, di sini juga sudah diulas kok, gua itu memang kaya aura mistik :D

ternyata, Sumedang kalo di telusuri banyak destinasinyaa :D nuhun ang tos nginfokeun Sumedang hehee
Hoyong atuh ngiringan menelusuri Sumedang :D
Nepangkeun we ang :)

Sami2 kang...
hayu atuh kita telusuri bersama Sumedang yang indah ini :)


EmoticonEmoticon