Friday, 19 February 2016

Curug Cadasri, Appetizer-nya Curug Ciwalur

Curug Cadasri Jatinunggal Sumedang
Memandangi Curug Cadasri, Jatinunggal
Selamat malam sahabat. Appetizer? maksudnya hidangan pembuka? Iya, hidangan pembuka, lalu apa hubungannya dengan curug atau air terjun dalam judul artikel kali ini? Kurang lebih maksudnya memang pembuka, atau pemanasan sebelum menuju menu air tejun utama yang akan dikunjungi.

Ya, apa sobat punya rencana menghabiskan akhir pekan dengan mengeksplorasi alam? Jika iya, sobat bisa coba berkunjung ke salah satu air terjun yang ada di Sumedang, Curug Ciwalur namanya. Air terjun yang berada di Dusun Pasir Padang, Desa Jatinunggal, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang ini belakangan memang sering dikunjungi dan dijadikan salah satu list adventure oleh mereka-mereka pecinta alam Sumedang yang hobi ngabolang atau jajarambahan.

Anggaplah Curug Ciwalur adalah menu utama yang akan dituju, di perjalanan menuju lokasi, sobat juga bisa menemukan curug lain yang tak kalah indah, di Cadasri, Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal, Curug Cadasri namanya. Curug Cadasri, air terjun ini memang lebih kecil dibanding Curug Ciwalur, tapi tentu tetap memiliki daya tarik seperti air terjun lainnya.

Ya, sebelum menikmati hidangan utama yaitu eksotisme Curug Ciwalur yang mempunyai ketinggian sekitar dua puluh meter-an, sobat bisa terlebih dahulu beristirahat dan memandangi Curug Cadasri yang mempunyai ketinggian sekitar sepuluh sampai tiga belas meter-an ini. Itu karena, keberadaan Curug Cadasri ini memang satu jalan, satu track dengan jalan menuju Curug Ciwalur. Sayangnya, seringnya air terjun ini terlewatkan begitu saja oleh mereka yang hendak menuju Curug Ciwalur karena mengambil track jalan yang berbeda.

Jika mengambil jalur yang benar, malah, untuk menikmati keindahan Curug Cadasri ini sebelumnya sobat tidak perlu bersusah payah menerobos sawah dan hutan seperti halnya jika akan menuju ke Curug Ciwalur, karena air terjun ini masih dapat dijangkau dengan menggunakan sepeda motor.

Barulah setelah lewat curug ini, kendaraan bisa disimpan di tempat yang aman untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Curug Ciwalur. Jika sudah hapal jalan dan medannya, dari Curug Cadasri lanjut ke Curug Ciwalur bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat puluh lima menitan. Tapi bagi yang belum hapal, tentu akan memakan waktu lebih lama dan harus banyak bertanya karena sama sekali tidak ada papan penunjuk jalan, apalagi, letak air terjun ini cukup jauh dari pemukiman penduduk.

Meski letaknya relatif mudah dijangkau daripada Curug Ciwalur, sampai saat ini Curug Cadasri masih sangat jarang dikunjungi, jangankan wisatawan dari luar kota, orang Sumedangnya sendiri mungkin belum banyak yang tahu tentang keberadaan air terjun ini karena memang kurang terekspose. Mereka yang datang ke curug ini hanya warga sekitar, dan para petualang yang mengetahui keberadaannya berdasar kabar atau berita dari mulut ke mulut.

Sama halnya seperti Curug Ciwalur, batuan dibalik air terjun yang tertutup “tirai” air itu dulunya terbentuk dari batuan vulkanik sisa-sisa letusan gunung api purba di Sumedang, ia terbentuk dari magma yang meleler keluar dari gunung api ke daerah yang lebih rendah. Batuan tersebut sekarang sebagian besar diselimuti lumut yang menjadi penghias “liar”nya Curug Cadasri ini.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Cadasri ini? Jika iya, bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tidak mau disebut kampungan.

*special thanks to instagram @zulfyhn - @sumedang_juara - @rafimlkn - @rickynoerhikmah -- @aseprizal -  @srijayantirahmah - @ascentindonesia

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

3 komentar

Kalau lihat air terjun bawaannya jadi adem

apalagi kalau ada model mojang Sumedangnya ya

Maaf sebelumnya, tapi anda keliru nama curug tersebut bukan curug Ciwalur, tapi lebih familiar dengan sebutan curug Cipicung karena adanya pohon picung (keluak) disana. Dan juga curug tersebut masih berada di wilayah RT 08 Cadasri, Desa Banjarsari, Kec.Jatinunggal, Sumedang. Mohon di ralat ! Terima kasih.


EmoticonEmoticon