Tuesday, 24 November 2015

Balap Kuda Kembali Digelar, Penonton Antusias

Para Peserta Lomba Pacuan Kuda Sedang Memacu Kudanya
Para Peserta Lomba Pacuan Kuda Sedang Memacu Kudanya di Lintasan Arena
Pada hari Sabtu sampai Minggu tanggal 21-22 November 2015 kemarin, Kabupaten Sumedang kembali mengadakan lomba balap kuda di lapangan pacuan kuda yang terletak di Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara. Puluhan ribu warga dari berbagai daerah di Sumedang tumpah ruah ke tempat itu untuk menyaksikan lomba pacuan kuda yang sudah lama tidak digelar di Sumedang.

Lomba balap kuda di arena pacuan kuda Sumedang ini, merupakan hiburan tradisional yang sudah menjadi tradisi dan melekat secara kultural di tengah masyarakat Sumedang. Tidak heran, karena olahraga ini sudah digelar sejak zaman leluhur dulu, ia mengalami masa jayanya pada masa pemerintahan Pangeran Aria Soeria Atmadja seperti pernah admin ceritakan di artikel berjudul Pacuan Kuda Dalam Cerita. Oleh karenanya, olahraga ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat Sumedang sejak Sumedang tempo dulu.


Karena hal itu pulalah, lapangan pacuan kuda Sumedang ini menjadi satu-satunya di Jawa Barat yang tidak akan mungkin tergusur untuk kepentingan apapun, termasuk untuk kepentingan pembangunan, baik oleh pembangunan perumahan rakyat, ataupun yang lainny. Itu karena, lapangan pacuan kuda Sumedang merupakan heritage peninggalan leluhur atau karuhun Sumedang yang telah dilindungi oleh undang-undang. Dengan itu, mudah-mudahan lapangan pacuan kuda ini tidak akan tergusur seperti pada kasus lapangan pacuan kuda di Arcamanik.

Dengan demikian, tidak heran momen hiburan tradisional rakyat Sumedang ini disambut dengan sangat antusias oleh warga, animo masyarakat ini seolah menegaskan bahwa budaya balap kuda di Sumedang tidak akan hilang begitu saja, meski sekarang sudah sangat jarang digelar. Itu terbukti dengan ribuan warga yang tumpah ruah ke tempat itu selama perhelatan digelar. Apalagi, para peserta lomba balap kuda kemarin berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, tentu ini membuat warga penasaran, bahkan banyak yang sampai masuk ke jalur lintasan balap kuda untuk melampiaskan rasa penasarannya..

Karena hal itu pula, petugas keamanan saat itu sepertinya dibuat sibuk, karena petugas dan jumlah penonton sangat tidak berimbang. Apalagi, lapangan pacuan kuda tradisional di Sumedang ini tidak dilengkapi pagar yang mengelilingi seluruh arena, dan tidak ada pula area yang disediakan khusus untuk penonton.

Akibatnya, selain menonton di arena lintasan, penonton juga meluber ke badan jalan yang ada di sekitaran arena itu. Belum lagi munculnya pedagang serta parkir dadakan yang menambah kesemrawutan di sekitaran area lomba, maka kemacetan di jalan-jalan yang berada sekitaran daerah itu pun tidak dapat dielakkan. Antusiasme itu sepertinya menunjukkan bahwa masyarakat Sumedang memang haus akan hiburan.

Event yang sama sekali tidak dipungut biaya untuk menyaksikannya itu, tentu saja semakin menyedot mereka yang memang haus akan hiburan khas daerahnya. Untungnya, meski di sekitaran area pacuan kuda itu dijejali penonton, tidak ada kejadian atau kecelakaan yang terjadi, itu tentu patut disyukuri.

Melihat antusiasme penonton itu, tentu ini menyimpan potensi dan bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata Kabupaten Sumedang, apalagi jika event tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga tampak lebih bergengsi. Tentu, itu hanya akan bisa terjadi jika event ini difasilitasi oleh pihak terkait dan tidak hanya menjadi kegiatan rutin saja. Event potensial ini bila dikemas sedemikian rupa, bisa menjadi pemasukan untuk kas daerah Sumedang. Seiring waktu, semoga hal tersebut bisa terwujud di masa yang akan datang.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

2 komentar

pacuan kuda ni..jadi inget di takengon, sumbawa dan sumba...cuman bedah jenis kudanya aja..memang menarik tuk ditonton...

Iya mas, memang seru sekali, walaupun untuk menontonnya harus panas-panasan :)
kuda di Sumedang untuk bibit unggulnya dulu juga berasal dari kuda Sumbawa mas, bupati Sumedang dulu mencari bibit kuda terbaik ke sana


EmoticonEmoticon