Monday, 19 October 2015

Kerupuk Melarat, Kenapa Disebut Kerupuk Melarat?

Kerupuk Melarat
Image By :
 top6akpermdn.wordpress.com
Kerupuk, tentu sebagian besar masyarakat Indonesia sangat familiar dengan makanan yang satu ini, makanan ringan ini menjadi teman makan yang bisa dikatakan "wajib ada" ketika kita akan menyantap nasi dengan lauk pauknya. "Kriuk-kriuk" nya akan menjadikan makan lebih nikmat dan lebih meriah, dan tentu akan terasa kurang lengkap jika makan tidak ditemani kerupuk sebagai salah satu lauknya.

Kerupuk sendiri biasanya merupakan camilan yang diolah menggunakan minyak goreng dalam wajan. Namun tidak demikian dengan kerupuk melarat, apa? kerupik melarat? iya, kerupuk melarat, kerupuk yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat ini memang bernama Kerupuk Melarat. Kerupuk yang berasal dari Cirebon dan telah menyebar hampir ke seluruh pelosok Jawa Barat sehingga bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari kuliner tradisional khas Jawa barat ini menggunakan pasir sebagai pengganti minyak dalam proses penggorengannya.

Karena proses pengolahan itulah, masyarakat Cirebon menyebutnya dengan sebutan kerupuk melarat. Lalu kenapa warga Cirebon menggunakan pasir untuk mengolah kerupuk ini? karena dulu nama kerupuk melarat  lahir ketika harga minyak goreng sangat mahal dan tidak semua lapisan masyarakat Cirebon kala itu mampu membelinyat. Karena hal itulah kemudian masyarakat Cirebon memasak kerupuk dengan cara yang lain, mereka berkreasi memasak kerupuk dengan menggunakan pasir, dan hasilnya memuaskan.

Tentu saja, pasir yang digunakan bukan sembarang pasir, melainkan pasir yang dijamin bersih, yang berasal dari pegunungan dan sudah melewati proses pengayakan dan penjemuran. Pengayakan dan penjemuran sendiri bertujuan untuk menghasilkan pasir yang bersih dan kering. Setelah itu, barulah pasir layak digunakan sebagai pengganti minyak.

Kerupuk melarat yang mempunyai rasa gurih ini mempunyai ciri khas, selain disangrai menggunakan pasir, ciri khas lainnya pada kerupuk melarat adalah warnanya yang beraneka ragam, seperti merah, putih, dan hijau. Dan, berbeda dengan kerupuk lainnya yang biasa dijadikan teman makan, kerupuk ini tidak hanya cocok dijadikan teman/lauk makan, tetapi juga biasa dimakan tanpa nasi atau makanan pokok, ia biasa dijadikan kudapan atau cemilan. Tertarik untuk mencoba, kawan?

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

6 komentar

ya saya taunya kerupuk warna warni aja mas, ternyata kerupuk melarat ya namanya

oo..jadi gituh ya kenapa disebut dengan sebutan kerupuk melarat, padahal mah maksudnya mah nggak jelek ya kang, cuman karena emang kerupuk ini seperti itu bentuk dan warnanya jadi yang makan kerupuk ini diharapkan mengingat kepada yang melarat...gituh kan maksudnya?

Kalau di surabaya ini namanya kerupuk pasir :)

Karena memang dibuat di dalam pasir ya :)


EmoticonEmoticon