Wednesday, 9 September 2015

Ucing Beling, Permainan Latih Fokus & Ketelitian Anak

Ucing Beling
Ucing Beling, Dimana Kira-kira Belingnya Disembunyikan?
Ucing Beling, adalah nama salah satu permainan tradisional di tanah Sunda. Dalam prakteknya, permainan ini biasanya dimainkan oleh dua sampai lima orang anak. Bentuk permainannya hampir sama dengan permainan Ucing Sumput, yang membedakan diantara keduanya adalah yang bersembunyi atau yang dicari. Dalam Ucing Sumput, yang dicari oleh "Ucing" adalah anak yang bersembunyi, sedangkan dalam Ucing Beling, yang dicari adalah pecahan/serpihan kaca yang disembunyikan.

Ya, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Ucing berarti kucing, dan Beling berarti pecahan/serpihan kaca, jadi anak yang jadi Ucing (bagian jaga) dalam permainan ini diharuskan mencari serpihan kaca yang telah disembunyikan pemain lainnya. Serpihan kacanya sendiri disembunyikan dalam area tertentu yang telah diberi tanda berbentuk lingkaran atau bidang dengan garis batas tak teratur.

Dalam area tersebut pecahan kaca disembunyikan atau disamarkan sampai tidak terlihat sama sekali, bisa diselipkan diantara rumput, ditutupi pasir, sampai ditindih batu. Adapun alat bantu yang biasa dipergunakan oleh anak yang Ucing dalam mencari pecahan kaca yang disembunyikan adalah rokrak (cabang tanaman yang telah mengering) atau bisa juga menggunakan sebatang lidi, yang terpenting alat bantu tersebut berbentuk memanjang dan berujung lancip untuk memudahkan mencongkel pasir/tempat pecahan kaca disembunyikan.

Yang membedakan permainan Ucing Beling dengan permainan Ucing lainnya (Ucing Sumput, Ucing Bancak, dan lain-lain) adalah tidak ada anak yang benar-benar menjadi Ucing/bagian jaga dalam permainan ini, dimana anak yang bagian jaga tersebut biasanya ditentukan oleh hompimpa atau nyanyian "cang kacang panjang anu panjang ucing,". Dalam permainan ini, masing-masing anak sama-sama membuat sebuah area dan menyembunyikan belingnya, dan mereka saling mencari beling satu sama lain secara bergantian, misal A mencari beling yang disembunyikan B, jika belingnya sudah ketemu giliran B mencari beling yang disembunyikan C, dan C mencari beling yang disembunyikan A (ini jika permainan dilakukan oleh tiga orang anak).

Anak-anak yang bermain permainan ini biasanya adalah anak berumur 5 - 8 tahun. Permainan ini biasa dilakukan untuk mengisi waktu jeda ketika anak-anak sedang melakukan permainan yang terfokus pada gerakan fisik, seperti Ucing Sumput, Sapintrong, dan lainnya. Atau dengan kata lain, permainan ini biasanya dilakukan untuk mengisi waktu "istirahat" ketika anak-anak sedang melakukan permainan yang membuat fisik mereka lelah, karena permainan ini bisa dibilang tidak menguras tenaga.

Namun demikian, bukan berarti permainan ini tidak bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, karena sama halnya dengan permainan tradisional lainnya, permainan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, permainan ini diantaranya saja melatih fokus, ketelitian, kesabaran, dan juga kebersamaan.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

7 komentar

perlu dicoba nih ....
hatur nuhun kang .... hehehe

kalau di daerah saya, nama permainannya sumput beling. teknisnya sih sama kang.
zaman sekarang mah sudah jarang anak yang main permainan ini

pengen mainan ini sama anak,tapi akhtar masih 3 tahun,jadi nelum terlalu bisa :D

dicoba sama anaknya ya kang hehe :D

iya, sudah jarang banget ya yang main permainan ini..
iya ada juga yang menyebutnya sumput beling, apalah arti sebuah nama ya :)

dua tahun lagi pasti bisa mbak :)

Sudah jarang anak-anak bermain seperti itu.. Sekarang seringnya main video games. Permainan tradisional harusnya dilestarikan.


EmoticonEmoticon