Monday, 3 August 2015

Menikmati Suasana Berbeda di Rest Area Gendéng

Rest Area Gendeng Sumedang
Salah satu pedagang Sedang Membuat Karedok di Rest Area Gendéng
Rest Area Gendéng, rest area yang sudah ada sejak tahun 1985 ini berdiri di lahan Perhutani yang berada di Dusun Bantargintung, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Tempat peristirahatan di Jalan Raya Tomo-Sumedang Km 29 dan berada di jalur tengah ini memadukan nuansa hutan dan sungai yang menjadikannya mempunyai ciri khas tersendiri, yang tetap bisa memberikan rasa sejuk dan rileks walau tempatnya berada di tepian jalan nasional.

Sebetulnya, sebagaimana kebanyakan rest area, Gendéng tidak mengedepankan konsep wisata seperti halnya tempat-tempat wisata pada umumnya. Hanya saja, tempatnya yang mengadaptasi dan mengedepankan nuansa alam menjadikannya hampir mirip dengan Wana Wisata. Walau barada di tepi jalan nasional yang ramai oleh kendaraan, tempat ini tetap bisa memberikan rasa sejuk karena diapit oleh hutan jati dan Sungai Cimanuk, salah satu sungai besar yang ada di Jawa Barat. Dengan begitu, pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati udara segar dan desiran angin, perpaduan rimbunnya hutan jati dan semilir angin di tepi sungai.

Pengunjung tak perlu takut tersapu aliran Sungai Cimanuk karena tempatnya menjorok ke daratan, dan ada sebagian yang yang berada di atas sungai dengan menggunakan penyangga-penyangga  yang kokoh. Warung-warung berada diantara deretan pohon mahoni yang rapat, ini menjadikan rest area  Gendéng semakin terasa teduh dan segar, dan tentu bisa merecharge para pengendara yang telah penat mengemudikan kendaraannya.

Di sini, pengunjung bisa beristirahat sambil selonjoran di dipan bambu yang tersedia di dalam warung, ya, warung-warung di sini mayoritas dibuat dari bambu dan menggunakan atap dari jerami, dilengkapi dengan dipan-dipan bambu yang dialasi karpet/tikar, hal itu tentu membuat pengunjung merasa semakin dekat dengan alam. Warung-warung yang bederet rapi di sepanjang bantaran sungai juga menjadi ciri khas tersendiri bagi kawasan rest area ini, ada sekitar 30 warung/kios yang cukup luas sehingga pengunjung bisa selonjoran sambil menikmati sajian kulinernya. Bagi mereka yang benar-benar lelah bahan bisa tiduran di sini. 

Kuliner yang disajikan di sini sebenarnya sederhana, setiap warung menyajikan menu yang hampir seragam, tidak jauh dari kelapa muda, lotek, karedok, dan kuliner khas Sunda lainnya, sementara hidangan pelengkapnya adalah ayam bakar, bakso, mie ayam, dan sebagainya yang juga banyak dijajakan di tempat lain. Dari kesemua pilihan kuliner yang ada, pengunjung kebanyakan biasanya memilih lotek/karedok dan kelapa muda/dawegan karena dirasa pas dengan suasana alam yang disajikan.
Rest Area Gendeng Sumedang
Sepi Pada Hari-hari Biasa
Kawasan Gendéng biasanya ramai dikunjungi pada musim-musim tertentu, seperti pada musim liburan ataupun mudik dan arus balik Idul Fitri. Pada musim arus balik, menurut salah seorang pedagang, setiap warungnya bisa memperoleh omset sampai 2 juta rupiah per-harinya, namun sayangnya pengunjung  sepi pada hari-hari biasa. Masih menurut pedagang yang sama, tempat tersebut perlu penataan agar lebih indah dan menarik, dan tentu harus lebih dipromosikan agar semakin dikenal.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

13 komentar

Selamat siang Kang Jery. wahh sambil berteduh enak nih nyantey disimni sambil Menikmati Suasana Berbeda di Rest Area Gendéng.. kamana saja Kang jarang kelihatan. moga baik dan sehat selalu sakulawargi :)

Naahhh asyik dapat segalanya dan utamanya dapat suasana yang sejuk di post Akang ini. salam sukses ya Kang Jery :)

Gendeng kalau dikampungku bisa bermakna, bodoh dan genting, tergantung vokal ucapannya :)
Tempat res area ini memang musiman, ramainya hari libur atau arus mudik. Mungkin karena kalau hari biasa harga tergolong mahal sehingga masyarakat sekitar enggan untuk jajan.

ralat mang, jalan nasional itu mah, kan tahun lalu saya yang jadi pengawasnya sebelum sekarang saya dialih tugaskan ke Bekasi...di rest area itu malahan saya mah udah punya cem-ceman kali...hehe

jadi pengen main ke rest area gedeng, kayanya enak ya kalo sambil istirahat terus kuliner

apalagi suasanya teduh seperti itu ya mas.. semakin membuat betah dengan suguhan es kelapa muda...

Iya kang Karrys saya jarang BW :D aamiin, hatur nhun kang :)
nha itu, bisa dicoba kang karrys n mas djangkaru :)

salam sukses juga kang Karrysta :)

iya mas, sama, makanya e kedua pakai koma diatas, jadi e dibaca seperti dalam kata medan, bukan e dalam kata menang. Kalau Gendeng e dibaca seperti dalam kata menang, berarti artinya bodoh atau gila ya :D
betul mas, begitulah

hatur nuhun kang koreksinya, jadi sudah berubah status ya jalannya :)
haddeuh, angger ah :D

enak mbak, apalagi kalau musim mudik :D

iya mbak, lumayan untuk melepas penat setelah seharian berkendara :)


EmoticonEmoticon