Friday, 10 July 2015

Situs Raden Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu

Situs Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu
Situs Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu
dan Juru Kuncinya, Suma Wirakrama
*Meneladani Sifat Putra Bungsu Pangeran Santri Yang Enggan Mononjolkan Diri

Siapa tidak mengenal Prabu Geusan Ulun, raja kharismatik putra dari Pangeran Santri tersebut tercatat sebagai raja Sumedang yang paling fenomenal, dan perjalanan hidupnya dikenang serta ditulis dengan tinta emas tidak hanya di Sumedang, tapi juga di seluruh tanah Sunda berkat kepemimpinannya yang arif dan bijaksana. Namun, tidak demikian dengan Raden Santowan Awiluar, meski memiliki ikatan darah dengan Prabu Geusan Ulun, sedikit sekali yang mengenal dan mengetahui perjalanan hidupnya. Siapa itu Raden Santowan Awiluar ?? berikut ulasannya

Jarang yang mengetahui, bahwa Kecamatan Cisarua mempunyai situs bersejarah berkaitan dengan awal mula Sumedang sebagai kabupaten yang berasal dari sebuah kerajaan, Kerajaan Sumedang Larang. Di Kecamatan ini, terdapat situs bernama Situs Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu, berupa makam Raden Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu.

Pangeran Bungsu merupakan anak bungsu dari Pangeran Santri bersama Ratu Pucuk Umun (Nyi Mas Dewi Inten Dewata), sekaligus menjadi adik dari Prabu Geusan Ulun. Pangeran Bungsu/Santowan Awiluar merupakan anak terakhir dari enam bersaudara, yaitu Pangeran Geusan Ulun, Kiai Rangga Haji, Kiai Demang Watang Walakung, Santowan Wirakusumah, Santowan Cikeruh, dan Santowan Awiluar.

Situs Raden Santowan Awiluar
Situs Raden Santowan Awiluar
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Kunci Situs Santowan Awiluar, Suma Wirakrama. Menurutnya, tidak heran jika nama Raden Santowan Awiluar kurang familiar di telinga warga Sumedang, sebab sejak zaman Sumedang mengalami masa jaya, Raden Santowan Awiluar dikenal sebagai sosok yang tidak mau jeneng (menampakkan diri, menonjolkan diri, terkenal).

“Beliau ikut mengantarkan Sumedang pada masa jayanya, ikut bertahan, berperang, memberikan sumbangsih pemikiran dalam pemerintahan, dan lainnya, tapi beliau tidak mau jeneng,” ujar Juru Kunci yang juga tergabung dalam PKPB (Paguyuban Kuncen Pancar Buana) ini.

Selain itu, lanjut Suma, sebagai generasi Islam pertama di Sumedang, Raden Santowan Awiluar memilih untuk menegakkan syiar Islam dan berdakwah ke daerah-daerah. Raden Santowan Awiluar lebih memilih berkelana untuk berdakwah daripada terjun dalam dunia politik kerajaan.

“Sampai akhirnya beliau wafat disini, di Dusun Awiluar, Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua. Itu pula mungkin yang menyebabkan nama beliau tidak begitu dikenal dibandingkan nama-nama besar seperti Prabu Geusan Ulun, Patih Jaya Perkosa, dan lainnya,” pungkasnya.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

6 komentar

Makamnya belum dibikin nisan ya ? Tokoh yang tenggelam oleh hiruk pikuknya zaman.

Situs Santowan Awiluar/Pangeran Bungsu ini baru saya tahu, selama ini tidak pernah saya dapatkan dalam literatur sejarah

Raden Santowan Awiluar berarti termasuk tokoh yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam ya..

untuk menjaga ke autentikannya pastinya mas

iya mas...tokoh daerah memang jarang yang ditulis ya

iya mas, menyebarkan Islam di Sumedang


EmoticonEmoticon