Wednesday, 1 July 2015

Asal Mula Nama Desa Belendung/Cipelang

Kantor Desa Cipelang
Kantor Desa Cipelang, Kecamatan Ujungjaya
Menurut cerita dari karuhun atau orang tua jaman dulu, dahulu di sebuah desa yang sangat jauh dari keramaian terdapat sebuah pohon belendung yang sangat-sangat besar, menurut cerita, saking besarnya, pohon tersebut bahkan sampai tidak bisa dipeluk atau dikelilingi oleh delapan orang dewasa sekalipun. Dan anehnya, barangsiapa orang (pendatang) baru di desa itu yang coba-coba mendekati pohon tersebut akan langsung sakit ketika dia pulang ke rumah.

Karena keanehannya itulah, lambat laun masyarakat sekitar mulai mengkeramatkan pohon tersebut, sampai akhirnya pohon bersangkutan dijadikan tempat bertapa, semedi, dan sejenisnya. Hingga pada suatu ketika, datanglah seorang tokoh agama yang tidak percaya terhadap takhayul, dan berniat menegakkan ajaran agama di tempat tersebut dengan terlebih dahulu menyingkirkan pohon keramat itu..

Untuk menghindari kesyirikan dan mengesakan Tuhan, pemuka agama itu menebang pohon belendung yang sudah dikeramatkan warga. Warga tidak bisa berbuat apa-apa, pohon yang tumbang pun hilang membusuk ditelan waktu, semua kembali berjalan seperti biasa.

Namun, sesudah pohon ditebang, kabarnya masih suka ada kejadian aneh di tempat tersebut, mungkin hal itu terkait dengan status "keramat" yang pernah dialamtkan pada pohon yang ditebang, atau hanya dihubung-hubungkan saja dan belum tentu kebenarannya. Nama pohon Belendung yang ditebang itu, akhirnya menjadi nama tempat dimana pohon tersebut berada, lembur (desa) Belendung, Kecamatan Ujungjaya.

Lambat laun, nama lembur Belendung pun berubah menjadi Desa Cipelang, Kecamatan Ujungjaya. Nama Cipelang diambil dari cerita bahwa di desa tersebut terdapat sebuah sungai yang airnya sangat jernih dan selalu mengalir walau di musim kemarau,itu terjadi karena airnya langsung berasal dari mata air di kaki gunung Tampomas. Begitulah asal mula nama desa Belendung/Cipelang berdasarkan cerita rakyat yang diceritakan secara turun menurun, semoga bermanfaat.

Narasumber : Sesepuh desa, Ibu Ukik Sukaesih (03 Desember 1972) - Cipelang, Ujung Jaya
*digubah dari liesganesti.blogspot.com

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

6 komentar

Asik di ceritani sama mas WS, kok berani ya nebang pohon itu, apa tidak dikejar penunggunya

berasal dari nama pohon rupanya, ada cerita dibalik nama

Pelang itu sendiri artinya apa, om..?
Seperti Citarik, artinya air yang kencang

wah saya kurang tau mas, soalnya saya ndak ikut nebang :D

pelang kayanya ndak artinya ya kang, mungkin dari kata ngagenclang, jernih...mungkin


EmoticonEmoticon