Monday, 1 June 2015

Mata Air Unik di Desa Cibubuan

Mata air Unik
H. Ali Fathoni, Pemilik Sawah Menunjukkan
Mata Air Panas Yang Berada di Tengah Sawah
Di Dusun Ciledre, Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang terdapat potensi daerah yang cukup unik, potensi keunikan daerah tersebut adalah mata air yang lain daripada yang lain. Ya, di Dusun Ciledre, Desa Cibubuan terdapat tiga mata air unik dengan posisi berjejer, dimana setiap mata airnya memiliki keunikan tersendiri yaitu mata air panas, mata air rasa asin dan mata air rasa masam. Semua mata air unik itu terdapat di satu lokasi, yaitu di blok sawah Cipanas.  

Ketiga mata air itu merupakan potensi yang belum terjamah dan dikelola oleh pihak manapun, keadaan alam di sekitar lokasi pun masih sangat asri dan indah. Lokasinya yang berada tepat di kaki gunung Tampomas dengan hamparan sawah yang hijau bisa memanjakan mata siapa saja yang memandangnya. Nun jauh disana terdapat pemukiman penduduk, merupakan pemukiman warga desa Cilangkap menambah indahnya pemandangan. 

Untuk menuju lokasi ketiga mata air tersebut sangatlah mudah, jika dari Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, terlebih dahulu kita harus menelusuri pematang sawah sejauh kurang lebih 500 meter, sedangkan dari Desa Cibubuan, dapat ditempuh dengan menggunakan ojeg atau motor pribadi dengan medan jalan yang relatif lebih mudah. 

Masyarakat setempat dan sebagian pengunjung percaya bahwa ketiga mata air itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit apabila dipakai mandi atau diminum, penyakit yang bisa disembuhkan diantaranya adalah penyakit kulit dan rematik. Pengunjung yang datang kebanyakan dari daerah Indramayu dan Cirebon, sebagian lainnya datang dari Bandung. kebanyakan, pengunjung datang pada musim acara kliwonan. 

H. Ali Fathoni, pemilik sawah yang terdapat mata air panas mengatakan kandungan air tidak banyak mengandung belerang hingga bisa langsung diminum. "Itu sudah dari dulu tradisi masyarakat, langsung diminum, apabila dikombinasikan antara mata air panas dengan mata air asam dan diminum dapat menyembuhkan penyakit rematik," kata Fathoni. 

Menurut Fathoni, ketiga mata air tersebut juga mempunyai keunikan lain, yaitu tak pernah berhenti mengalir meski musim kemarau, airnya tetap mengalir sepanjang waktu. "Meski musim kemarau air tetap ada dan banyak, tidak akan berhenti," tandasnya.

Lanjutnya, pernah ada investor dari pihak swasta yang datang, mereka tertarik untuk membuat lokasi  pariwisata di area tersebut. Disamping pengusaha dalam negeri,  ada juga orang asing (Korea) datang bersama aparat dari Pemda, mereka tertari  menjadikan lokasi itu sebagai tempat wisata, karena masih asri dan belum tercemar. "Tapi, belum tahu juga kelanjutannya bagaimana," pungkas Fathoni.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

5 komentar

keren ya mas pemandangannya sangat asri dan menyenangkan, airnya jernih sekali namun aneh bin ajaib karena panas :) tapi kalau panas pasti ikan2 disekitarnya pada mati ya mas :)

Jadi pengen mandi disana, biar terbebas dari penyakit kulit.

ada yang rasa asam dan asin juga lho mbak...pastinya itu mah :)

fenomena kyk gini selalu muncul di bnyk tempat ya mas.. lumayan tuh klo bisa buat mencukupi kebutuhan air sehari-hari :)


EmoticonEmoticon