Saturday, 9 May 2015

Mebel Desa Bongkok

Kepala Desa Bongkok, Endut Muhtar  di Salah Satu Tempat Pengrajin Mebel di Desa Bongkok
Kepala Desa Bongkok, Endut Muhtar
di Salah Satu Tempat Pengrajin Mebel di Desa Bongkok
Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, selain mempunyai Salak Bongkok dan Salak Slebong sebagai hasil perkebunan unggulan yang menjadi ciri khas desa, juga mempunyai kreasi mebel yang cukup menonjol di Sumedang. Oleh sebab itu  jika berbicara tentang mebel di Kabupaten Sumedang, maka kebanyakan orang akan teringat Desa Bongkok sebagai salah satu diantara sentra mebelnya. Bagaimana perkembangan mebel Desa Bongkok sekarang ? berikut ulasannya.

Melihat dari runtutan waktunya, Kepala Desa Bongkok, Endut Muhtar mengatakan bahwa dulunya sentra mebel di Kecamatan Paseh adalah Desa Pasir Reungit. Namun, seiring waktu pengusaha mebel di Desa Pasir Reungit banyak yang beralih ke usaha pembuatan oncom, sehingga lahirlah Oncom Pasir Reungit sebagai makanan khas dari Desa Pasir Reungit. Kemudian, usaha pembuatan mebel di Kecamatan Paseh bergeser ke Desa Bongkok, Desa Bongkok sendiri tidak terlalu jauh jaraknya dari Desa Pasir Reungit.

Hal tersebut terjadi karena Desa bongkok mempunyai SDM yang berpotensi di bidang per-mebel-an. Pusat-pusat pembuatan mebel pun sekarang tersebar di beberapa dusun di Desa Bongkok. Namun, karena sekarang  iklim usaha mebel sedang lesu  dan kurangnya modal dalam melakukan usaha, pelaku usaha mebel di Desa Bongkok banyak yang gulung tikar.

“Dulu, kita sampai punya enam puluh lima pengrajin (mebel) aktif, sekarang hanyak sekitar tiga puluh lima saja yang usahanya masih berjalan,” kata Endut.

Endut menambahkan, untuk bisa menyokong pelaku usaha mebel yang masih aktif, desa telah mengupayakan penambahan modal tiga kali lipat dari modal awal. Hal tersebut dimaksudkan, agar ketika pasar lesu (seperti sekarang) poses produksi masih bisa dilakukan. “Jangan sampai berhenti produksi, sayang kan, bagaimanapun ini (mebel)  sudah menjadi ‘khasnya’ Desa Bongkok selain salak,” tambah Endut.

Menurut Endut, mebel Desa Bongkok yang biasa dibuat dari kayu Jati, Mahoni, dan Tisuk tersebut sudah diakui kualitasnya dan sudah dijual ke berbagai daerah di pulau Jawa.  Bahkan, penjualan mebel Desa Bongkok bisa menembus sampai ke luar pulau Jawa.

“Hasilnya kita jual ke toko-toko mebel, kalau seperti Sumedang, Tasik, Bandung dan lainnya itu sudah tentu. Paling jauh kita pasok sampai ke Jawa (tengah dan timur) dan Lampung,” jelas Endut.

Ucapnya,  melihat potensi tersebut sangat disayangkan jika pengrajin dan produksi mebel Bongkok berkurang, karena prospek usahanya sangat bagus. Karena itu Endut berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan dalam hal permodalan dan fasilitasi dalam hal penjualan.

“Kalau dalam permodalan, kita berharap adanya bantuan kredit usaha khusus dengan bunga yang rendah. Sementara untuk fasilitasi, mungkin pemerintah bisa membukakan akses dalam hal penjualan, supaya ekspansi Mebel Desa Bongkok bisa lebih jauh lagi,” pungkas Endut.

*Diterbitkan di harian Sumedang Ekspres, 23 April 2015

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

3 komentar

kisah yang inspiratif nih, sangat memotivasi

perlu dibantu pihak berwajib utk memperluas pasaran produk ni...

perlu dibantu pihak berwajib utk memperluas pasaran produk ni...


EmoticonEmoticon