Monday, 4 May 2015

Album Guruku Pahlawanku Untuk Bu Een

Charlie Van Houten menyalami warga
 saat syukuran album “Guruku Pahlawanku di Rumah Pintar Al Barokah
“Uwa (Een Sukaesih), walaupun untuk duduk saja beliau kesulitan, tapi beliau selalu bisa menjadi sandaran bagi orang lain, beliau menjadi sandaran hati dan jiwa yang menenangkan bagi orang-orang di sekitarnya,” begitulah kata pertama yang terucap dari Teh Lela, begitu dia biasa disapa, salah seorang murid kesayangan Een Sukaesih (Almh) ketika ditanya oleh Charlie Van Houten, tentang kesannya selama bersama Een Sukaesih, Sang Guru Qalbu. Suasana keharuan begitu menyelimuti acara syukuran album bertajuk “Guruku Pahlawanku” itu. Bagaimana jalannya syukuran tersebut ?? berikut ulasannya :

Charlie Van Houten, vokalis SET14 Band berkunjung kembali ke Rumah Pintar Al Barokah di Dusun Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Jumat  1 Mei 2015 kemarin.  Kunjungan tersebut bertujuan untuk syukuran  album “Guruku Pahlawanku” sekaligus Soft Opening album tersebut. Sebelum kunjungan dan acara soft opening dimulai, terlebih dahulu  anak-anak Rumpin dari sentra panggung dan sentra bermain mempertontonkan kretifitasnya dari pukul 09.00 WIB.

Pendiri sekaligus pembina rumah pintar,  Mahdi mengatakan bahwa selama ini Charlie Van Houten sudah beberapa kali berkunjung ke Rumah Pintar Al Barokah. Dengan demikian, Charlie sudah cukup dekat dengan anak didik dan jajaran pengelola rumah pintar. “Dengan sekarang, Charlie sudah tiga kali ke sini, pertama ketika bulan Ramadhan tahun 2013, lalu yang kedua ketika Uwa (Een Sukaesih) meninggal 13 Desember 2014, dan yang ketiga ya sekarang ini,” kata Mahdi sebelum acara dimulai.

Suasana Saat Syukuran Berlangsung
Charlie Diapit Shafira dan Teh Lela,
Saat Syukuran Berlangsung
Mahdi menambahkan, lagu di album “Guruku Pahlawanku” dulu diciptakan Charlie ketika berkunjung ke rumah pintar di bulan Ramadhan, di hadapan Een Sukaesih. Namun, karena kesibukannya lagu di album tersebut baru bisa di release ketika Een sudah meninggal. “Diciptakannya dulu waktu Uwa masih ada, diciptakannya di depan Uwa juga. Sekarang Soft Opening dulu, Grand Openingnya nanti tanggal delapan,” tambah Mahdi.

Acara semakin hangat ketika menjelang sore Charlie tiba di lokasi rumah pintar dan langsung menyalami warga yang menunggu di sepanjang gang menuju Rumpin. Sebelum naik ke panggung dan menyapa warga, Charlie melakukan ziarah terlebih dahulu ke makam Een. “Maaf telat, tadi dijalan agak macet,” sapa Charlie dengan ramah yang disambut tepuk tangan warga. Dalam kunjungan itu, Charlie mengajak teman duetnya dalam lagu Guruku Pahlawanku, Shafira.

Dalam soft opening itu, Charlie mengajak murid kesayangan Een Sukaesih, Teh Lela, untuk duet bersama menyanyikan lagu berjudul “Saat Terakhir”. Suasana haru langsung menyelimuti ketika Charlie dan teh Lela menyanyikan lagu tersebut. “Uwa sekarang memang telah tiada, tapi semangatnya harus selalu tertanam dalam jiwa dan hati kita semua, kita teruskan perjuangan beliau,” kenang Charlie.

Acara berlanjut dengan duet Charlie dan Shafira menyanyikan lagu “Guruku Pahlawanku,”. Melalui lagu tersebut, banyak pesan yang ingin disampaikan Charlie, yang mana pesan itu  juga sesuai dengan amanat Alamarhumah Een Sukaesih. “Sesuai pesan Uwa, bahwa pendidikan di Indonesia harus berbasis kasih sayang, kita harus sama-sama berusaha wujudkan hal tersebut,” pungkas Charlie di akhir acara.

Video Kunjungan Charlie Ke Rumah Pintar, 1 Mei 2015

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

4 komentar

Semoga Album tersebut bisa membawa manfaat ya Kang WS..

Mantap album nya mas jery
Salam Kenal

kereeeen sekaligus terharu..bu EEN layak jd Pahlawan Pendidikan


EmoticonEmoticon