Sunday, 5 April 2015

Potensi Wisata Mata Air Cipaingeun

Mata Air Cipaingeun di Desa Paseh Kaler
Mata Air Cipaingeun di Desa Paseh Kaler
Mata Air Cipaingeun adalah salah satu potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumedang, mata air ini terletak di Dusun Parumasan, Desa Paseh Kaler. Tempat mata air ini berada relatif mudah dijangkau dari arah Kota Sumedang, namun demikian, ternyata sampai sekarang mata air ini belum ditata dan dikembangkan. Bagaimana keadaan mata air ini sekarang ? berikut ulasannya.

Mata air Cipaingeun yang bertempat di Dusun Parumasan, Desa Paseh Kaler, Kecamatan Paseh mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Hal itu didukung oleh suasana di sekitar mata air yang bersih dan rimbun dengan tanaman-tanaman besar. Namun demikian, sampai saat ini mata air tesebut masih belum bisa ditata dan dikembangkan.

Salah seroang warga sekitar, Enok mengatakan bahwa oleh warga sekitar mata air hanya dipergunakan untuk sarana irigasi dan keperluan sehari-hari. Adapun pengunjung biasanya hanya anak-anak sekitar dusun yang sengaja bermain di lokasi. “Sesekali ada sih remaja-remaja yang main ke atas (bukit di atas mata air) untuk sekedar ngobrol-ngobrol,” kata Enok.

Enok menambahkan, dengan adanya yang datang ke lokasi walau hanya sekedar untuk  ngobrol-ngobrol, itu membuktikan bahwa tempat tersebut memang mempunyai daya tarik. Jika dikembangkan, tidak mustahil mata air Cipaingeun bisa dijadikan objek wisata andalan di Desa Paseh Kaler. “Tempatnya memang enak untuk niis dan menenangkan pikiran, ini bisa dikembangkan,” tambah Enok.

Apalagi, Enok menuturkan bahwa pada bulan-bulan tertentu mata air Cipaingeun sangat ramai didatangi oleh pengunjung. Pengunjung yang datang saat itu bukan hanya yang ingin beristirahat, ada juga yang mencari keberkahan dari air Cipaingeun. “Bulan Mulud biasanya ramai dari sekitaran Indramayu ke sini, saya dengar langsung dari mereka, mereka percaya bahwa mata air ini mempunyai khasiat,” tutur Enok.

Menurut Enok, para pendatang yang mengambil air Cipaingeun untuk keberkahan menyebut mata air itu sebagai Cai Kahuripan (air kehidupan). Mereka biasa mengambil air dalam jumlah besar lewat jerigen dan sejenisnya. “Biasanya katanya dipakai untuk pertanian, jual beli, dan lainnya. Tapi kalau kita warga sekitar tidak (seperti itu), kita hanya menggunakan untuk keperluan sehari-hari,” ujar Enok.

Melihat hal tersebut, dengan banyaknya pengunjung dari luar daerah bukan tidak mungkin kawasan mata air Cipaingeun bisa ditata dan dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Enok berharap hal tersebut bisa cepat direalisasikan. “Mudah-mudahan saja ada pemilik modal yang mau mengembangkan, dulu juga pernah diajukan di musrenbang, tapi tidak terakomodir usulannya,,” pungkas Enok.

Dulunya, Enok menyebutkan  lubang tempat keluarnya mata air cukup besar sehingga bisa dimasuki manusia, sekarang, lubang besar tersebut sudah tertutupi oleh akar-akar tanaman. Di dalam mata air yang sekarang membentuk kolam melingkar tersebut banyak dihuni ikan yang awalnya sengaja ditanam/dipelihara oleh penduduk, seperti ikan mas, mujair, koi, dan lainnya. 

"Bahkan, dulu waktu saya masih kecil, ada satu pasang ikan mas berwarna hitam yang sangat besar, ikannya sampai berkumis saking tuanya, penduduk sekitar biasa memanggil ikan tersebut dengan nama si lutung. Sekarang dua ikan mas tersebut hilang entah kemana, tapi bagi yang kawenehan (beruntung, kebetulan) kadang masih bisa lihat ikan itu ada di sini," kata Euis sambil menunjuk kolam mata air.

Euis menuturkan, mata air Cipaingeun dulunya berasal dari penggalian yang dilakukan oleh buyut para penduduk. Diceritakan buyut warga Cipaingeun berniat mencari sumber air yang akan berguna bagi kehidupan penduduk secara turun menurun. Dengan niatan yang ikhlas demi kepentingan orang banyak akhirnya secara tidak sengaja penggalian memunculkan air yang memancar dari dalam tanah, konon kala itu buyut warga berucap "paingan, gening aya caian,", jadilah sumber mata air tersebut diberi nama Cipaingeun, asal dari kata paingan.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

13 komentar

Jernihnya... seger lek... waduh mau ambil PERTAMAX dulu ah

Alhamdulillah dapat juga PERTAMAx di blog wewengkongsumedang ini... makasih yah...

tempatnya terlihat eksotik ya mas.. bagus jg pemandangannya,kapan2 main kesana :)

tempatnya apa ramai dikunjungi orang jg mas tiap harinya?

Pasti sejuk banget deh di sana :D

kalau ada waktu harus kesana nih hehe :)

selayaknya orang Sumedang khususnya orang DESA CILEMBU wajib menyambangi dan bersantay di Mata Air Cipaingeun nan indah itu deh...ntar ah maen kaditu yeuh

ngawadul ah si mamang
waktu saya ke cilembu kenapa cuma disuruh ngerendem di kolam ikan..?

semoga bisa terjaga, mang
ga penuh sampah kaya beberapa danau lain

Resepnya meuni tiis kitu katinggalina teh. :D

ieu mah tempat ulin abdi keur alit hahaha jd ingett jaman ngoraa,,

Kampung halaman abdi, jadi hoyong uih����

Sami abi ge jadi hoyong uih ka conggeang


EmoticonEmoticon