Tuesday, 21 April 2015

Potensi Keunikan Daerah, Mata Air Asin di Desa Ciuyah

Ketua BPD Ciuyah, Bp. Ayub di mata air asin Desa Ciuyah
Ketua BPD Ciuyah, Bp. Ayub di mata air asin Desa Ciuyah
Asal mula nama tempat di sebuah daerah bisa berasal dari berbagai hal, bisa dari cerita rakyat, cerita sejarah, ataupun fenomena alam yang pernah atau masih terjadi di tempat tersebut. Begitupun dengan nama Desa Ciuyah yang berada di Kecamatan Cisarua, namanya berasal dari fenomena alam yang terjadi di tempatnya berada, bagaimana fenomena alam tersebut sampai-sampai fenomena itu dijadikan nama desa? berikut ulasannya :

Desa Ciuyah merupakan nama salah satu desa yang ada di Kecamatan Cisarua, nama desa ini terhitug unik, karena uyah dalam bahasa Indonesia berarti garam,  dan Ciuyah dalam bahasa Indonesia berarti air garam. Ternyata nama tersebut bukan sembarang nama, karena nyatanya Desa Ciuyah benar-benar mempunyai sumber mata air asin, padahal, Desa Ciuyah berada di daerah pegunungan dan jauh dari daerah pesisir. Mata air asin tersebut tepatnya berada di blok Ciseupan Desa Ciuyah. Dulunya, mata air asin itu disebut dengan panyeuseupan (tempet menete/menyusu) karena hewan-hewan sering berdatangan untuk minum di tempat tersebut.

Kepala Desa Ciuyah, Sutarja mengatakan adanya fenomena mata air asin di Desa Ciuyah merupakan kejadian alam semata, dan tidak terkait dengan hal-hal mistik yang biasanya dikaitkan dengan cerita-cerita rakyat. “Itu fenomena alam, saya rasa di tempat lain juga banyak (yang seperti itu), disini itu menjadi keunikan tersendiri,” kata Sutarja.

Kantor Desa Ciuyah
Kantor Desa Ciuyah
Sutarja menambahkan, belum pernah ada pihak yang meneliti kenapa mata air di blok Ciseupan Desa Ciuyah mengeluarkan air dengan rasa yang asin. Sampai sekarang, para pendatang yang singgah di Desa Ciuyah hampir selalu penasaran dengan kebenaran “air asin” yang ada di Desa tersebut.

“Yang penasaran walau tidak banyak tapi selalu ada, seperti mahasiswa yang kemarin KKN disini. Untuk itu, sekarang kita menyediakan sampel ‘air asin’ nya di kantor Desa, supaya yang penasaran bisa langsung tahu tanpa harus ke lokasi mata air,” jelas Sutarja

Sebagai salah satu keunikan daerah, yang bahkan keunikan tersebut sampai dijadikan nama desa, Sutarja mengaku sangat ingin menjadikan keunikan tersebut benar-benar menjadi ciri khas desa. Namun, hal tersebut terbentur dengan lahan tempat mata air asin berada yang statusnya masih milik warga. “Lahannya masih milik warga, jadi kita kurang bisa mengeksplorasinya untuk dikembangkan menjadi ciri khas Desa,” jelas Sutarja.

Mengenai hal tersebut, Sutarja berharap tanah milik warga tempat mata air asin itu berada bisa dibebaskan. Untuk selanjutnya, mata air asin bisa ditata dan dikelola guna menonjolkan ciri khas Desa Ciuyah. “Kalau sudah dibebaskan, mungkin kita bisa tata, bisa dibentuk kolam dengan ukuran yang cukup besar, dan lainnya, yang intinya ciri khas Desa Ciuyah bisa ditonjolkan,” pungkas Sutarja.

*Diterbitkan di Harian Sumedang Ekspres, 21 April 2015

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

2 komentar

meskipun tidak terkait dengan kejadian mistik, kalau boleh tahu asal-muasal berdasarkan cerita rakyat bagaimana ya mas

nuah itu dia mas, WS juga belum tahu tentang cerita rakyatnya :))


EmoticonEmoticon