Monday, 6 April 2015

Jamur Unik Pembawa Keberuntungan

Bah Kusen bersama jamur raksasa yang tumbuh di rumahnya
Bah Kusen bersama jamur raksasa yang tumbuh di rumahnya
Membawa keberuntungan, itulah yang dikatakan Bah Kusen ketika Admin pertamakali bertanya tentang jamur raksasa yang tumbuh di rumahnya. Keberuntungan yang dimaksud adalah, semakin larisnya barang dagangan bah Kusen karena semakin banyak orang yang berkunjung ke rumahnya karena penasaran akan jamur teresbut. Bagaimanakah awal mula tumbuhnya jamur raksasa tersebut ? berikut ulasannya ;

Pasca hujan besar yang terjadi beberapa hari belakangan ini, jamur berukuran jumbo tumbuh di rumah salah seorang warga Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang. Jamur raksasa yang ditemukan sejak hari Kamis (2/4/15) tersebut sekarang mempunyai tinggi sekitar lima puluh centimeter dengan diameter jamur paling besar duapulauh lima centimeter. Jamur raksasa tesrsebut banyak menarik perhatian warga.

Pemilik rumah, Bah Kusen mengatakan bahwa jamur raksasa itu ditemukan secara tidak sengaja dibalik kursi. Ketika akan membersihkan ruangan, Bah Kusen melihat sesuatu di balik kursi rumahnya. “Waktu kursi digeser, ternyata ada jamur lumayan besar, saat itu masih kuncup,” kata Bah Kusen saat ditemui di rumahnya.

Bah Kusen menambahkan, seiring waktu ternyata jamur tersebut bertambah besar dan mulai menarik perhatian warga. Kemarin, kuncup jamur baru saja mekar membentuk lingkaran yang cukup besar. “Sampai sekarang (jamur) sudah bertahan lima hari, ini aneh, jamur biasanya dua hari saja kan sudah layu,” tambah Bah Kusen.

Bah Kusen yang seorang pengrajin Koja itu mengaku tidak mengetahui jamur jenis apa yang tumbuh di rumahnya tersebut. Jamur akan dibiarkan hingga layu dengan sendirinya. “Bahkan saya sudah tanya pada yang biasa ngambil jamur ke hutan, mereka pun tidak tahu ini jamur jenis apa,” ujar Bah Kusen.

Menurutnya, tumbuhnya jamur raksasa di rumahnya itu  seolah membawa berkah. Sejak jamur tersebut mulai diperbincangkan, koja buatannya laris manis. “Sejak jamur ini tumbuh, koja buatan saya banyak yang beli. Karena makin banyak yang datang kesini, koja buatan saya pun jadi banyak yang lihat dan banyak juga yang jadi tertarik membeli,” jelas bah Kusen.

Uniknya, jamur raksasa tersebut bukan tumbuh di atas kayu atau bahan-bahan lembab/basah lain seperti jamur pada umumnya, tapi jamur tumbuh keluar dari sela-sela lantai dan tembok rumah. Perkiraan sementara, hal tersebut bisa terjadi saking lembabnya tanah dan udara akibat hujan yang mengguyur beberapa hari belakangan ini. “Mungkin saking basah dan lembabnya tanah di dasar lantai,” pungkas bah Kusen.

*Diterbitkan di Harian Sumedang Ekspres, April 2015

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

2 komentar

wah itu gede banget yaa .. tumbuh nya di dalem rumah di selasela lantai lagi .. kalau di hutan di selasela pohon atau kayu sih biasa ya emang gitu ..lah ini tumbuh di dalem rumah :D

Takut kedinginan sepertinya mas jamurnya :D


EmoticonEmoticon