Tuesday, 10 March 2015

Sekilas Peluang Bisnis Oncom Pasir Reungit

Epon, Salah Satu Pengrajin Oncom Pasir Reungit Bersama Oncom Yang Masih dalam Proses Fermentasi
Epon, Salah Satu Pengrajin Oncom Pasir Reungit
Bersama Oncom Yang Masih Dalam Proses Fermentasi
Oncom Pasir Reungit merupakan oleh-oleh khas Kabupaten Sumedang sangat laku di pasaran. Bahkan, oncom asal Desa Pasir reungit Kecamatan Paseh ini selain laris di pasar lokal Jawa barat juga laku sampai ke mancanegara, sampai ke arab misalnya. Bagaimana ketertarikan pasar dan peluang bisnis Oncom Pasir Reungit ?? berikut ulasannya :

Bisnis oncom Pasir Reungit sangat menjanjikan dan mempunyai prospek usaha yang bagus. Dalam satu kali pembuatan Oncom, bisa langsung habis terjual atau maksimal bertahan dua hari. Proses pembuatannya pun tak terkendala suhu dan cuaca.

Salah seorang pengusaha oncom, Andar (57), mengatakan bahwa selama dua puluh tahun dirinya menggeluti usaha oncom, tidak pernah sekalipun merugi. “Alhamdulillah, tidak pernah rugi, dan mudah-mudahan jangan pernah (rugi),” ucapnya saat ditemui di rumahnya di kawasan Dusun Pasir Reungit Tonggoh, Desa Pasir Reungit.

Andar mengungkapkan, Oncom Pasir Reungit sangat diminati konsumen karena memiliki ke-khasan dibanding jenis oncom lainnya. Kunci ke-khasannya terletak pada bahan dasarnya. “Sebetulnya kuncinya hanya satu, bahan dasarnya, dimana selain ampas ketela, kita memakai bungkil (olahan kacang tanah), sedangkan oncom lain biasanya memakai ampas tahu, jadi rasanya juga pasti beda,” ungkap Andar.

Selain bahan dasar yang sederhana, cara mengolah oncom cukup sederhana dan hanya perlu dua hari sampai oncom benar-benar jadi dan siap diolah. Cara produksinya sederhana, dengan bermodal dua puluh lima kilogram bangkil plus ongok (ampas ketela) bisa membuat 400 keping oncom. “Jumlah tersebut bisa habis terjual dalam satu hari. Kalau hari raya, modal setengah kuintal bahan saja tidak bisa memenuhi permintaan pasar,” jelas Andar.

Di tempat yang sama, istri Andar, Epon (55) mengatakan bahwa mereka tidak pernah menjual oncom secara langsung ke pasaran. Mereka hanya bertindak sebagai produsen. Konsumen yang datang membeli  ke rumahnya kebanyakan untuk menjualnya kembali. “Baik untuk dijual di lokal Sumedang, luar kota, bahkan sampai ke luar negeri seperti ke Arab,” jelas Epon.

Terkait keinginan memperluas penjualan dengan merambah pasar luar negeri, Epon mengatakan dirinya sama sekali tidak berminat untuk mengekspor Oncom Pasir Reungit. “Jadi biar menjadi lahan (usaha) orang lain saja,” kata Epon. Epon tidak berminat mengekspor oncom buatannya dikarenakan masa expired oncom yang cukup singkat. Mereka yang menjual Oncom Pasir Reungit keluar negeri dipastikan oncomnya sudah diolah kembali.

“Kalau kita tidak sanggup untuk itu, toh hanya untuk memproduksi saja kita kewalahan memenuhi permintaan pasar. Tapi kalau memang ada pengusaha lokal yang serius untuk itu (ekspor olahan oncom pasir reungit) Insya Allah pasti sukses, permintaan pasar sudah banyak, jalannya sudah terbuka, tinggal urus perizinan saja mungkin,” pungkas Epon.

*Diterbitkan di Harian Sumedang Ekspres, 9 Maret 2015

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

7 komentar

sangat menarik berbisnis oncom, peluang bisnis yang bagus

wow, berarti rasa oncomnya enak banget ya mas, sampe dikirim ke arab juga ya mas..

Bisnis oncom kayaknya cukup berpotensi untuk mendongkrak ekonomi, mas. Apalagi dalam kondisi perdagangan yang diributkan dengan berbagai virus dan zat kimia berbahaya.

Info kontak untuk pemesanan oncomnya donk? kalu bis untuk dikorim ke semarang. Di jawa tengah oncom tidak ada. Mohon infonya. No telp saya 081215515377

Atau pin bb saya 759d9684
Minta info secepatnya ya.... Trimakasih


EmoticonEmoticon