Thursday, 26 March 2015

Potensi Wisata Sirah Cipelang

Sirah Cipelang di Desa Cipamekar
Sirah Cipelang di Desa Cipamekar
Sirah Cipelang, begitulah nama mata air ini biasa disebut, mata air ini mempunyai daya tarik tersendiri dari segi wisata, selain airnya yang jernih, udara di sekitar mata air pun sangat sejuk dan teduh karena terdapat pohon-pohon yang sangat besar di sekelilingnya. Namun demikian, potensi wisata Sirah Cipelang ini ternyata belum begitu tergali. Kenapa demikian ?? berikut ulasannya.

Sirah (mata air) Cipelang sebagai salah satu potensi wisata di Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang belum dikelola dengan baik. Potensi yang ada belum tergali. Warga setempat menggunakan mata air ini sebatas untuk keperluan irigasi dan mandi, selebihnya pemanfaatan air dikelola oleh PDAM untuk dijadikan air baku dan disalurkan ke rumah-rumah penduduk.

Padahal, akses menuju Sirah Cipelang terhitung mudah baik dari arah Sumedang melalui Paseh ataupun dari arah Buahdua. Bahkan, jaraknya yang lebih dekat dengan kota Sumedang tetap masih kalah pamor jika dibandingkan dengan objek wisata air serupa seperti Wana Wisata Curug Ciputrawangi, Pemandian Cileungsing, atau bahkan dengan wisata mata air Cipulus.

Salah Satu Sudut Sirah Cipelang
Salah Satu Sudut Sirah Cipelang
Letak Sirah Cipelang tidak begitu jauh dari Kantor Desa Cipamekar, cukup mengikuti jalan setapak kurang lebih satu setengah kilometer pengunjung akan tiba di lokasi, jika menggunakan sepeda motor, waktu tempuh menuju mata air ini tidak lebih dari sepuluh menit dari kantor Desa Cipamekar. Namun demikian, ternyata mata air ini masih kurang dikenal sebagai tempat wisata.

Salah seorang warga sekitar, sebut saja Abah, mengatakan bahwa hal itu mungkin karena mata air yang membentuk kolam berukuran kurang lebih sepuluh meter persegi ini masih kurang disosialisasikan sebagai tempat wisata. “Mungkin kurang promosi,” kata Abah.

Selain itu, tidak tersedianya sarana dan prasarana yang wajib ada di tempat wisata juga mempengaruhi hal tersebut. “Kita lihat misal di mata air Cikandung, minimal ada warung/kantin untuk jajan dan ada tempat untuk ganti baju, disini tidak ada. Jadi yang memanfaatkan kebanyakan cuma warga sekitar saja untuk keperluan sehari-hari, yang menyengaja main kesini terhitung jarang,” jelas Abah.

Selain itu, kurangnya aktifitas penduduk  di mata air ini disinyalir membuat mata air  terkesan angker, hal itu ditambah dengan banyaknya pohon-pohon besar yang “jenggot”nya merumbai sampai ke mata air. “Itu membuat angker, kalau sore sudah tidak ada yang berani beraktifitas disini. Kalau tempat ini diramaikan, kesan angker itu sendiri pasti hilang. Tapi ini masih jauh lebih baik daripada dulu, dulu disini angker sekali,” ungkap Abah.

Karena hal tersebut, Abah selaku warga sekitar berharap potensi mata air bisa lebih diangkat lagi, karena akan berpengaruh langsung pada perekonomian penduduk. “Minimal kita bisa ikut buka warung disini, atau retribusi yang masuk ke kas,” pungkas Abah.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

6 komentar

Airnya terlihat sangat jernih ya..

hoyong nyukcruk ka palih dinya..... adem panginten nya

Caket pisan sareng tempat pun aki sarng pun nini di makam keun...

artikelnya bagus, ijin share di http://ksmtour.com ya. Terima kasih


EmoticonEmoticon