Sunday, 11 January 2015

Wanci Sareupna, Batas Waktu Bermain Anak

Wanci Sareupna, Situraja, Sumedang
Wanci Sareupna, Situraja, Sumedang
Tanah Sunda merupakan salah satu daerah yang kaya akan istilah dan peribahasa dalam perbendaharaan katanya, dimana biasanya istilah atau peribahasa tersebut membuat sebuah kata atau kalimat menjadi padat makna dan mengandung nilai-nilai filosofis. Banyak istilah dalam bahasa Sunda, salah satunya adalah istilah tentang penamaan rentang waktu, sebagaimana kita ketahui, salah satu pengertian dari waktu adalah interval antara dua buah keadaan atau kejadian, atau dengan kata lain waktu adalah lama berlangsungnya suatu kejadian, di tanah Sunda lama berlangsungnya suatu rentang waktu tersebut mempunyai nama-nama tersendiri seperti misal kira-kira pukul 05.00 disebut dengan wanci balebat, pukul 05.30 disebut dengan wanci carancang tihang, pukul 07.00 disebut dengan wanci murag ciibun, dan seterusnya dimana tenggang waktu diantara setiap jam mempunyai nama-nama tersendiri. Jaman dulu sebelum mengenal jam untuk mengetahui perputaran waktu, mungkin istilah-istilah ini berfungsi sebagai penanda atau patokan bergulirnya setiap fase dalam sehari semalam, supaya tetap bisa beraktifitas dan melakukan sesuatu sebagaimana mestinya.

Berkaitan dengan istilah-istilah penamaan rentang waktu tersebut, salah satu dari banyak nama waktu yang sering disebut adalah wanci sareupna atau wanci harieum beungeut, istilah wanci sareupna atau wanci harieum beungeut ini adalah penamaan rentang waktu untuk interval kurang lebih antara pukul 18.00 - 18.30 malam. JIka diartikan kedalam bahasa Indonesia, wanci artinya waktu, sedangkan sareupna berasal dari kata "reup" yang berarti tidur, dimana ketika tidur pandangan akan menjadi gelap, dengan demikian wanci sareupna bisa diartikan sebagai waktu dimana kegelapan mulai datang. Harieum beungeut juga mempunyai arti yang hampir sama dimana harieum berarti terlihat gelap, dan beungeut berarti wajah, jadi wanci harieum beungeut berarti waktu ketika wajah seseorang sudah sulit dilihat dengan jelas karena hari mulai gelap.

Menjelang Sore, Cimalaka, Sumedang
Menjelang Sore, Cimalaka, Sumedang
Bagi para orang tua, umumnya di perdesaan, dulu wanci sareupna ini adalah patokan batas waktu bermain bagi anaknya, jika hari sudah semakin sore mendekati wanci sareupna mereka akan memanggil anak-anaknya yang sedang bermain diluar rumah untuk segera masuk ke dalam rumah, biasanya mereka akan menakut-nakuti anaknya dengan suatu hal supaya anaknya cepat masuk ke dalam rumah, seperti misal menakut-nakutinya dengan hantu Sandekala, "cepat masuk ke rumah, nanti kamu diculik hantu Sandekala" begitu kira-kira para orang tua menakut-nakuti anaknya supaya cepat masuk rumah ketika wanci sareupna tiba. Lalu apa itu Sandekala ?? Sandekala adalah nama salah satu hantu dalam mitos di tanah Sunda, konon katanya makhluk ini mempunyai badan yang sangat besar, ia sangat menyeramkan dan gemar menculik anak kecil, mitos tentang hantu Sandekala ini mungkin akan  diceritakan disini lain waktu.

Cerita tentang Sandekala ini mungkin hanya mitos atau rekaan saja agar perintah untuk masuk rumah segera dituruti oleh anak, karena nyatanya sampai saat ini belum pernah ada orang yang pernah bertemu dengan hantu Sandekala ini. Para orang tua menginginkan anaknya cepat masuk ke rumah ketika waktu sareupana tiba tentu bukan karena takut anaknya diculik hantu Sandekala, tapi karena  mengkhawatirkan kesehatan dan keamanan anak-anak mereka, karena kita tahu sendiri angin malam sangat tidak baik bagi kesehatan anak dan ditakutkan binatang liar atau binatang buas mulai keluar  mencari mangsa, tentunya akan sangat rawan membiarkan seorang anak berada di luar rumah pada   waktu-waktu tersebut. Toh jika menjelang malam seorang anak pergi keluar rumah untuk shalat berjamaah atau mengaji di masjid, para orang tua tidak pernah menakut-nakutinya dengan hantu Sandekala.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

19 komentar

Duh.. Pas gugling tentang sandekala kok langsung takut.. T_T

Nambah wawasan saya tentang penamaan rentang waktu dalam bahasa Sunda mas Jery...Pada waktu wanci sereupna, di ranah minang, anak dilarang juga bermain-main di luar, ntar diganggu syaitan. Begitu lho mas...

memang jangankan anak-anak para orang tuwa seperti akang juga sareupna mah ngga boleh ada diluar rumah, kan waktunya bersiap untuk pergi ke masjid, sholat magrib,lagian sareupna mah, pamali atuh kang

itu bahasa sunda ya pak, kalo bahasa jawa di daerah jawa "wayah surup" / "waktu petang"

Kalo ditempat saya wanci sareupna mah waktu keluarnya wewe gombel he...

Wah pantesan ya waktu aku kecil tiap sore suka cepat cepat disuruh pulang kalau bermain..

memang sandekala itu apaan coba ??

tah itu kang...harusnya mah begitu pan

iya pak...hampir sama pak, di Sunda istilah tersebut juga dipakai

ya sama kang, intinya waktu keluarnya jurig ya :))

tapi emang pas waktu - waktu sore (sareupna) atau menjelang magrib setannya banyak keliaran,,, dan banyak juga yang ngomong kalau waktu tersebut sering digunakan oleh ahli sihir buat ngirim santet... iiihhh serem 8-)

iya juga sih ya...dan anak-anak kan masih "bersih" juga, katanya itu "wangi" dan makhluk halus suka itu...katanya para ortu sih begitu ;((

sdh sore sebaiknya udahan dulu mainnya.. waktu sore memang biasanya jadi batas akhir utk bermain anak2 mas,terutama di daerah pedesaan

Kalau di tempat saya, di Madura, orang menyebutnya "rop-sorop areh". :)

indah sekali,
kalo pas sunset pasti seru

Iya kaya aku lagi imut imut nya gitu takut ame sandekala 😂😂


EmoticonEmoticon