Thursday, 1 January 2015

Atraksi Kuda Silat

kuda silat
Patung Kuda Silat
Sebagai Ikon Budaya Sumedang
Di artikel terdahulu, admin pernah mencatat tentang kesenian Kuda Renggong di blog ini, pada artikel tersebut dikatakan bahwa Kuda Renggong adalah kesenian pertunjukan rakyat yang berasal dari desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang. Kata Renggong dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (keterampilan) cara berjalan kuda yang dilatih untuk seakan-akan menari mengikuti irama musik. Dengan demikian, kesimpulannya Kuda Renggong adalah kesenian yang memperlihatkan keahlian kuda dalam menari menikuti alunan musik.

Kesenian ini biasanya dilaksanakan ketika ada syukuran anak yang telah dikhitan, atau dalam bahasa Sunda-nya dikenal dengan istilah dikariakeun. Kuda yang menari dalam kesenian ini tidak diam di satu tempat, melainkan diarak keliling kampung menyusuri jalan raya bersama pengantin sunat yang duduk diatasnya, kudanya akan menari berjingkrak-jingkrak disepanjang jalan diiringi tabuhan musik dari rombongan grup keseniannya. Dalam sebuah rombongan arak-arakan Kuda Renggong, jumlah Kuda Renggongnya bervariasi mulai dari 2, 4, atau sampai 8 ekor bahkan lebih, tergantung dari keinginan dan kemampuan si empunya hajat (syukuran).


Namun atraksi Kuda Renggong tak berhenti sampai disitu, ada satu atraksi yang selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang dalam kesenian ini yaitu atraksi kuda silat, ya, atraksi kuda silat adalah salah satu variasi atraksi dalam kesenian Kuda Renggong yang biasanya paling ditunggu-tunggu dalam pergelaran kesenian ini.

Diantara beberapa kuda yang digunakan untuk kesenian Kuda Renggong memang ada kuda-kuda tertentu yang dilatih jurus-jurus silat layaknya untuk berkelahi, ia bisa berdiri, menyerang dengan kaki depannya, sampai mengunci dan mencekik lawan tandingnya. Lawan tanding sang kuda dalam atraksi ini adalah pawangnya sendiri, jadi mungkin kudanya sudah mengerti bahwa jurus silat dan perkelahian yang dilakukan dalam atraksi tersebut bukan untuk melukai tapi hanya untuk pertunjukan seni, dan hebatnya kuda-kuda itu seolah benar-benar mengerti, bisa dibayangkan jika kuda nya tidak mengerti hal tersebut, mungkin sudah berapa korban pawang yang berjatuhan, jadi dalam kesenian ini kedekatan sang kuda dengan pawangnya mutlak sangat-sangat diperlukan.

Gambar diatas adalah Patung Kuda Silat sebagai ikon kebudayaan yang mencirikan bahwa Sumedang mempunyai atraksi kuda silat yang unik, patung tersebut berada di pertigaan Samoja, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan. Sobat penasaran ingin melihat bagaimana aksi sang kuda dalam memperagakan jurus-jurus silat ?? salah satu atraksinya bisa dilihat di video berikut :

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

10 komentar

Ih.. Agak serem ya, Bang. Gimana kalok kudanya beneran ngamuk trus tampol kita. Wkwkwk.. :D

Oh, atraksi kuda silat ini merupakan bagian dari rangkaian atraksi kuda renggong ya mas Jery? Wah, pasti menarik bagi penonton...

patung kuda di samping Pom bensin itu udah berulang kali ganti warna yang jadi perlambang atraksi kuda silat sumedang...mari kita budaya dan membudayakan kuda silat

Wah keren disumedang mas, disana ada atraksi kuda yang kayak gtu kerennya.. hehe
Didaerah saya gak ada yang kayak gtu

pasti nggak mudah ngelatih kuda bisa punya keahlian silat seperti itu...

nuah itu juga yang sering saya pikirkan :)) tapi pastinya ndak lah, kan pawang n kudanya sudah apet, sehati n merasa saling memiliki, seperti beby sama kuro lah gitu :)

tapi didaerahnya mas pasti ada sesuatu yang istimewa juga kaan


EmoticonEmoticon