Thursday, 11 December 2014

Panakawan, Penebar Canda Dalam Cerita

Tokoh Panakawan Wayang Golek
Dari Kiri Ke Kanan : Semar, Dawala, Cepot, Gareng
Image By :
desakaliangsana.blogspot.com
Bagi sobat yang suka menonton wayang golek tentunya sudah tidak asing lagi dengan tokoh-tokoh panakawan wayang golek yang sedang berpose diatas, kalau diurut dari kiri ke kanan nama dari tokoh-tokoh wayang golek diatas adalah Semar, Dawala, Cepot, dan Gareng. Bagi kebanyakan pecinta wayang golek, kemunculan tokoh-tokoh diatas dalam sebuah pertunjukan wayang sangatlah dinantikan, bahkan banyak yang menonton wayang golek hanya untuk melihat aksi-aksi lucu mereka saja.

Banyak yang menunggu kemunculan mereka ditengah cerita karena tingkah jenaka para Panakawan ini mencairkan suasana cerita wayang yang serius, mereka kerap melontarkan kata-kata yang lucu dan candaan di tengah-tengah jalinan cerita, guyonan-guyonan para Panakaawan ini lebih bisa mengobati stress dibandingkan dengan cerita wayang goleknya sendiri. Mengutip dari Wikipedia :
"Panakawan atau punakawan (KBBI) adalah sebutan umum untuk para pengikut kesatria dalam khasanah kesusastraan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Pada umumnya para panakawan ditampilkan dalam pementasan wayang, baik itu wayang kulit, wayang golek, ataupun wayang orang sebagai kelompok penebar humor untuk mencairkan suasana. Namun di samping itu, para panakawan juga berperan penting sebagai penasihat nonformal kesatria yang menjadi asuhan mereka"
Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tokoh Panakawan selain sebagai pengiring dan penasihat para ksatria, peran mereka juga ditujukan untuk mencairkan suasana dengan guyonan-guyonan ditengah kisah yang sedang diceritakan dalam pertunjukan wayang, dimana dalam pertunjukan wayang golek sendiri biasanya berkisah tentang epic Mahabharata atau Ramayana yang berlatar serius bahkan kadang menyedihkan. Berikut adalah tokoh Panakawan dalam Wayang Golek :

1. Semar
Tokoh Panakawan yang pertama bernama Semar, tokoh ini sebenarnya adalah penjelmaan Dewa Batara Ismaya, namun dalam lakonnya menjadi panakawan ia menjelma menjadi seorang tokoh bernama Semar Badranaya. Dalam cerita wayang golek Semar mempunyai istri bernama Sutiragen yang merupakan putri dari Kerajaan Sekarumbe, dari istrinya tersebut Semar mempunyai tiga orang anak yaitu Cepot, Dawala, dan Gareng, ketiga anaknya ini menjadi tokoh panakawan lain selain dirinya.

Secara fisik, Semar berkulit hitam dan berwajah putih, kulit yang hitam difilosofikan hitam-hitam kulit mangis, dimana kulit manggis yang sudah menghitam tandanya sudah matang, dan wajahnya yang putih difilosofikan sebagai hati yang suci dan bersih, jauh dari sifat-sifat buruk manusia.

Tokoh Punakawan Wayang Golek
Dawala, Cepot, Gareng
Image By :
en.wikipedia.org
2. Cepot
Tokoh Panakawan yang kedua bernama Cepot. Cepot adalah anak pertama dari Semar, sebenarnya dia adalah seorang pangeran bernama Astrajingga yang mewujud menjadi seorang tokoh yang humoris dan suka ngabodor (ngebanyol), Cepot tak pandang bulu dalam melontarkan candaan-candaannya, tak peduli siapa yang ada dihadapannya mulai dari sesama panakawan, ksatria, sampai raja. Namun candanya bukan sembarang canda karena candaannya pasti mengandung petuah ataupun kritik sosial terhapad peristiwa kekinian.

Secara fisik Cepot berwarna merah, konon katanya warnanya ini mencerminkan namanya Astrajingga, dimana astra berarti sastra/tulisan dan jingga berarti merah, filosofinya adalah karakter atau perbuatan buruk atau jelek, seperti nilai raport sekolah yang berwarna merah berarti nilainya jelek, admin kurang tahu kenapa filosofinya demikian tapi kalau tidak salah waktu kecil saya pernah mendengar bahwa Cepot ini sebenarnya adalah dewa yang dihukum karena kesalahannya/perbuatan buruknya, dan untuk menebus kesalahannya tersebut dia dihukum dalam bentuk dan rupa Cepot, dengan itu ia belajar bersikap baik dan ramah bahkan sering bercanda, tapi entahlah, itu hanya sepengetahuan dan seingat admin saja. Cepot adalah tokoh rekaan dalang fenomenal almarhum Asep Sunandar Sunarya, suaranya sebagai Cepot pun menjadi ciri khas dan sangat sulit disamai oleh dalang-dalang lainnya.

3. Dawala
Tokoh Panakawan yang ketiga bernama Dawala. Dawala adalah anak kedua dari Semar dan Sutiragen, atau anak kedua dari tiga bersaudara Cepot, Dawala, dan Gareng. Dawala mempunyai ciri khas hidung yang panjang dan mempunyai sifat yang lebih bijak daripada Cepot, ketika Cepot emosi dialah yang sering menenangkannya, dan layaknya adik kakak Dawala ini hampir selalu menemani Cepot kemanapun ia pergi dan tak segan menolongnya jika Cepot mengalami kesulitan.

4. Gareng
Tokoh Panakawan yang keempat bernama Gareng. Gareng adalah anak bungsu dari pasangan Semar dan Sutiragen atau anak ketiga dari tiga bersaudara. Tidak seperti kakaknya Cepot dan Dawala yang hampir selalu bersama-sama kemanapun, Gareng biasa diam di rumah bersama ibunya Sutiragen untuk membantunya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah. Gareng mempunyai ciri khas hidung yang pesek dan besar.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

14 komentar

Saya suka edisi ini karena lucu mereka hehe...

Cepot adalah nama kecil saya Pemberian dari almarhum kakek saya. Sampai sekarang sebutan cepot adalah nama kecil say di waktu kecil. Senang rasanya tokoh Cepot juga digambarkan di sini. Pencerahan yang luar biasa

oh ternyata wayang golek juga ada punakawannya yamas.cuman beda tipis dengan wayang kulit penakawannya bernama semar,petruk,gareng,bagong

Tokoh pewayangan punakawan sejak kecil saya sering di dongengi ayah saya Kang. cerita Semar cepot astrajingga dan bagong, sangat lucu dan dan menarik tapa katanya jika seseorang yang memiliki ajian semar mesem gak boleh dengar dan lihat cerita punakawan itu. beneran apa mitos itu Kang Jery :) Mohon pencerahanya coba .......

Edisi apa Mas Iqro..? harian apamingguan ini cerita candaan Punakawan yang menggambar kan cerita Rakyat Jawa Bart jika Wayang Golek Mah.. kalau gak salah :)

kalau baca artikel akang ini saya jadi ingat wkt dulu suka lihat ditv. :>)

jadi cepot nama panggilan akang waktu kecil ya...wah pas dong :)) terima kasih kang

wah kalau itu saya ndak tau kang...ndak pakai semar mesem juga sih :-)

dulu mah acara paporit ya kang :-)

Dari ke mepat itu yang baru saya dengar itu Dawala.


EmoticonEmoticon