Saturday, 27 December 2014

Jeruk Cikoneng, Flora Identitas Sumedang

Kios Jeruk Cikoneng
Kios Jeruk Cikoneng
Jika kita berbicara tentang jeruk yang buahnya berukuran besar, kebanyakan dari kita pasti menebak bahwa jeruk yang dimaksud adalah Jeruk Bali, ya, kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa buah jeruk yang berukuran besar adalah Jeruk Bali. Tapi tahukah sobat bahwa Sumedang juga mempunyai varietas unggul dari buah jeruk yang berukuran besar ini ? belum banyak yang tahu bahwa Sumedang juga mempunyai jeruk unggulan yang mempunyai ukuran besar seperti Jeruk Bali, jeruk tersebut bernama Jeruk Cikoneng. Sesuai dengan namanya, jeruk ini berasal dari Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, dan seperti layaknya sesuatu yang dinobatkan sebagai "unggulan" pastilah ia mempunyai kelebihan, kelebihan dari Jeruk Cikoneng ini adalah ia mempunyai rasa yang khas manis dan segar serta tidak meninggalkan sensasi pahit setelah memakannya.

Mainan Dari Kulit Jeruk
Mainan Dari Kulit Jeruk
Source :
promomainan.com
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menikmati kesegaran Jeruk Cikoneng ini, ia bisa disantap sebagai buah segar tanpa mengolahnya terlebih dahulu, dan juga bisa dihidangkan dalam berbagai variasi sesuai dengan kreasi ataupun selera kita seperti misal dibuat rujak, campuran eskrim, campuran agar-agar,  diblender untuk dijadikan juice, dan lain-lain. Dan ternyata bukan hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi, karena kabarnya bunganya yang harum pun bisa dijadikan parfum, sementara daun, bunga, buah dan bijinya dapat dimanfaatkan juga untuk mengobati sakit batuk, demam dan sakit perut, dan kulitnya bisa dijadikan mainan tradisional anak-anak sama seperti mainan tradisional dari kulit Jeruk Bali. Dengan kata lain tak ada yang terbuang begitu saja dari buah ini jika kita memang mau mempergunakannya, semua bagian tumbuhannya bisa memberikan manfaat.

Buah berbentuk jeruk besar dengan suku rutaceae ini tersebar diberbagai kawasan mulai dari Indo China, China bagian selatan, Jepang, dan bahkan sampai ke India, namun ternyata walaupun jeruk dengan suku rutaceae ini telah menyebar ke berbagai belahan dunia, konon asal mula tempat buah ini berasal belum diketahui sampai sekarang. Sementara di Indonesia, Jeruk Cikoneng ini menjadi bagian dari 3 kultivar jeruk besar yang populer, ketiga jeruk besar terebut adalah Jeruk Bali, Jeruk Madiun, dan Jeruk Cikoneng.

Kios Jeruk Cikoneng
Kios Jeruk Cikoneng
Jeruk Cikoneng merupakan buah musiman, ia hanya berbuah pada waktu-waktu tertentu, musim berbuahnya adalah pada bulan april sampai bulan juni. Dewasa ini walau sedang dalam musimnya (april-juni), Jeruk Cikoneng relatif agak sulit ditemui jika dibandingkan buah musiman lainnya, produksinya terbatas dan kurang bisa memasok penjualan ke berbagai daerah. Banyak cara yang telah ditempuh Pemerintah Daerah dalam usaha pengembangan dan pelestarian Jeruk Cikoneng ini untuk menggenjot dan menggairahkan produksinya, salah satu caranya adalah dengan memilih jeruk ini sebagai flora identitas daerah. Dengan dipilihnya Jeruk Cikoneng sebagai flora identitas Kabupaten Sumedang diharapkan akan berimbas pada peningkatan produksi yang pada akhirnya akan menambah penghasilan petani jeruk dan juga menambah pendapatan daerah Sumedang.

Warga Desa Cikoneng dan sekitarnya biasa menanam jeruk ini di pekarangan rumah untuk konsumsi pribadi, sedangkan untuk dijual biasa ditanam dikebun-kebun. Banyak yang menanamnya di pekarangan rumah karena cara membudidayakannya relatif mudah yaitu dengan cara dicangkok atau dengan pertunasan sama seperti kebanyakan tanaman buah lainnya, sedangkan perbanyakan tanaman melalui biji jarang dilakukan karena pohonnya akan tumbuh lebih lambat, dimana diperkirakan baru bisa berbuah pada umur 7-8 tahun jika perbanyakannya dilakukan melalui biji.

Jeruk Cikoneng Yang Sudah Masak
Source :
 tatangkostaman.blogspot.com
Jeruk ini akan tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 400 m di atas permukaan laut dengan iklim tropis, suhu rata-rata antara 25◦ dan 30◦ C dengan curah hujan tahunan 1500 – 1800 mm. Tanamannya relatif mudah dibudidayakan karena tidak rewel alias toleran terhadap berbagai tipe tanah mulai dari tanah pasir kasar sampai tanah liat asalkan habitatnya sesuai. Daging buah dari Jeruk Cikoneng ini akan berwarna merah cerah menggoda selera jika sudah masak dan tanpa lemari pendingin buahnya kuat disimpan selama kurang lebih satu bulan setelah dipetik dari pohonnya.

*Reff : bk.menlh.go.id

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

19 komentar

Belom pernah makan ini. Liat gambarnya aja baru. Hahah :D

Ternyata jeruk yang dikenal di daerah saya sebagai "jeruk besar" masih banyak di Sumedang ya mas? Sekarang sudah jarang melihat jeruk ini...

cerita tentang jeruk nih.. jadi haus... hehehe

sekilas kelihatan siga jeruk bali, rata rata jeruk kaya akan vitamin C nya, buah inipun juga dan terbukti jeruk inipun bisa ngobati batuk dan lainnya.. identitas cikoneng ya, semakin bangga aku sebagai warga jabar hehe..

kalau yang ini memang berasal dari Sumedang pak, tepatnya dri desa cikoneng

iya teh, pastinya kita harus makin bangga :)

selain campuran untuk rujak, es jeruk, bisa dibuat juice juga ya kang. memang jeruk tidak ada matinya, selain bisa menyegarkan, yang jelas kandungan vitaminnya juga sangat berguna buat kesehatan tubuh. makasih infonya gan.

jadi kalo saya main ke sumedang, saya bakalan disuguhi jeruk luar biasa ini kan kang?

nuah nanti kita tanya sama mas budi purnomo

siap kang, tapi kesininya pas lagi musimnya yah..


EmoticonEmoticon