Tuesday, 23 December 2014

Bedil Lodong, Alternatif Pengganti Petasan di Bulan Ramadhan

Permainan Tradisional Bedil Lodong
Image By :
kaskus.co.id
Permainan tradisional Bedil Lodong, di Sumedang permainan khas tanah Sunda ini rasa-rasanya sekarang sudah semakin jarang dimainkan, jangankan oleh anak-anak di daerah kota, di desa-desa pun sudah jarang anak yang memainkan permainan tradisional ini. Bedil Lodong, kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia bedil artinya senapan, dan lodong  adalah bilah bambu yang berlubang disalah satu sisinya (biasanya di desa-desa lodong dipakai untuk menyimpan air), jadi bedil lodong kurang lebih artinya adalah senapan bambu, atau lebih tepatnya meriam bambu.

Disebut meriam bambu karena bentuknya memang seperti meriam dan bisa mengeluarkan suara yang menggelegar seperti meriam pula, cara menggunakan dan menyimpannya pun sama yaitu disimpan diatas tanah dengan lubang bedil agak mendongak ke atas (supaya bedilnya agak mendongak ke atas biasanya diujung bedil diganjal dengan batu dan sejenisnya), sementara cara membunyikannya adalah dengan menyulut api di pangkal bedilnya.

Bedil lodong ini kan cuma sebatang bambu, jadi darimana asal suara meriamnya? jawabannya adalah dari air tercampur karbit yang dimasukan kedalam bedil lodong ini, karena ketika air tercampur karbit ia akan menghasilkan gas yang akan mudah terbakar. Tempat mencampur air dan karbit ini berada di pangkal bedil lodong, jadi ketika air bercampur karbit tersebut disulut api, gas yang dihasilkan akan terbakar dan keluar dalam bentuk suara menggelegar di ujung moncong meriam bambu.

Dua Orang Anak Sedang Bermain Bedil Lodong
Image By :
kaskus.co.id
Ya, permainannya cukup sederhana seperti yang telah disebutkan diatas, cukup menyiapkan lodong bambu yang agak besar, lubangi sedikit di dekat pangkalnya, masukan air ke lubang tersebut, lalu masukan karbit terakhir sulut dengan api...maka ledakan-ledakan meriam pun sudah bisa didengar.

Sangat sederhana dan murah meriah kan permainan tradisional ini ?? dan tentunya sangat mengasyikan, apalagi jika ada banyak bedil lodong, bedil-bedil tersebut bisa diurut berjajar ataupun berhadapan dengan jarak tertentu seolah sedang berperang, "bumm !! bumm !! bumm !!" ledakan-ledakan itupun akan bercampur dengan tawa riang dan teriakan-teriakan anak-anak yang memainkannya. Tenang saja, tak akan ada yang terluka dalam permainan meriam ini karena tak ada apapun yang terlontar dari mulut meriam kecuali dentuman suara dan sedikit kepulan asap.

Seperti halnya petasan, bedil lodong adalah permainan musiman yang biasanya hanya ada ketika bulan Ramadhan tiba dan dimainkan ketika ngabuburit atau menunggu adzan magrib berkumandang. Meskipun sama-sama "meledak", bedil lodong ini jauh lebih aman jika dibandingkan dengan petasan karena tidak membahayakan tangan ketika menyulutnya, selain itu bunyi ledakannya pun lebih "soft" dan tidak terlalu memekakkan telinga seperti petasan, ini karena suara ledakan di bedil lodong terjadi didalam lodong dan dikeluarkan melalui lubang lodong/moncong meriam ke satu arah.

Selain mengasyikkan dan lebih aman, cara membuat bedil lodong pun tergolong mudah, bagi sobat yang tertarik untuk membuat bedil lodong, berikut adalah cara membuat bedil lodong :
  • Siapkan bambu yang sudah tua dan berdiameter besar, bambu yang tua dipilih agar kuat dan tidak mudah pecah ketika terjadi ledakan, dan semakin besar diameter bambunya akan semakin bagus suara ledakan yang dihasilkan
  • Bambu yang sudah disiapkan dipotong antara 1 - 2 meter sesuai selera, panjang pendeknya bambu yang dipergunakan juga akan mempengaruhi suara ledakan yang dihasilkan karena akan mempengaruhi tekanan gas didalam lodong, semakin panjang bambunya akan semain menggelegar ledakan yang dihasilkan. Bambu yang dipotong salah satu ujungnya harus tertutup buku/ruas bambu, dan yang satunya lagi tidak tertutup ruas bambu, dibiarkan terbuka untuk dijadikan moncong meriam/lodong
  • Lubangi bambu sekitar 10 cm-an dari arah pangkal bambu yang tertutup buku/ruas bambu, lubangnya cukup sebesar ibu jari, lubang ini dipergunakan untuk memasukkan sedikit air dan karbit, ketika menarruh bedil lodong ditanah lubang kecil ini diposisikan disebelah atas
  • Bedil lodong sudah siap digunakan, simpan diatas tanah dengan posisi lubang meriam agak mendongak ke atas, ini dimaksudkan agar air yang dimasukkan kedalam lubang kecil di pangkal bambu bisa tertampung dan tergenang didasar, untuk selanjutnya akan menghasilkan gas dari karbit yang dimasukkan kemudian

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

16 komentar

nanti buat persiapan puasa...masih lama :)

asyik nih buat perang kenceng2an

itu termasuk permainan sy dan kawan wktu kecil ...heheheh ... aplg pas bln puasa ... sambil nunggu mgrib maenan itu ,,,hehe

Bedil lodong ini sekilas mempunyai kemiripan yang amat tinggi dengan Tradisi Meriam Karbit di Pontianak. Kalau di Pontianak sendiri tradisi Meriam karbit ini sangat kental dengan adat dan istiadat daerah setempat. Selain semarak di bulan Ramadhan, tradisi meriam karbit Pontianak juga ramai di saat Hajat Kota, atau Ulang Tahun kota Pontianak yang jatuh setiap bulan Oktober

di kampung saya juga ada lho tapi udah jarang yang bikin

kalo di tempat saya namanya mercon bumbung Kang.
keren kayak perang Padri rasanya deh
hehe

beda Kang kalo karbit mah biasanya pake tanah atau semen kan ya

yuk kita coba sekarang serang2an?

nuah, sepertinya memang sama kang...cuma beda nama saja

hayuk atuh kita semarakkan lagi bikin bedil lodong ??

iya kang, mletus mletus mbeleduk beduk ya :)

Hehehe... bebeledugan nya.


EmoticonEmoticon