Sunday, 21 December 2014

Bebeletokan, Permainan Tradisional Senapan Bambu

Ilustrasi Permainan Bebeletokan
Image By :
deviantart.com
Apa diantara sobat ada yang suka bermain perang-perangan sewaktu masih kecil? kalau admin pribadi, ya, admin sangat suka main perang-perangan sewaktu masih kecil, kebetulan waktu itu mainan berupa pistol-pistolan plastik masih jarang masuk ke desa-desa seperti tempat admin tinggal, sebagai alternatif untuk main perang-perangan, anak-anak di desa tempat admin tinggal menggunakan senapan bambu sebagai penggnti pistol-pistolan, senapan bambu tersebut bernama bebeletokan.

Senapan bambu, apa itu senapan bambu? ya senapan yang terbuat dari bambu pastinya, namun tentu bentuknya tidak menyerupai senapan asli, disebut senapan karena bisa menembakkan peluru berupa butiran kertas, dan ketika pelurunya keluar dari moncong bambu akan terdengar suara tembakan, jadi persis seperti senapan betulan, dalam artian bisa menembakkan peluru dan berbunyi ketika pelurunya ditembakkan. Ya, senapan bambu ini adalah mainan tradisional yang berukuran kira-kira 20-30 cm-an dan menggunakan peluru dari kertas koran yang sudah dibasahi dan dibentuk bulat-bulat, permainan ini merata banyak dimainkan di daerah Sunda dengan nama bebeletokan.

Untuk membuat senapan bambu atau bebeletokan ini cukup mudah dan sederhana, kita hanya harus membuat bambu senapan dan bambu pendorong peluru, bambu yang dipergunakan untuk membuat bagian senapan adalah bambu yang sudah tua tapi berukuran kecil dan mempunyai diameter atau garis tengah yang kecil pula, upayakan bambu yang dipilih telah mempunyai dinding bambu yang cukup tebal supaya kuat menahan tekanan, bambu yang pertama ini adalah bambu senapan untuk menempatkan dan menembakkan peluru dari kertas koran.

Setelah itu kita membuat bambu yang kedua yaitu bambu pendorong peluru, bambu yang kedua ini dibuat dari sepotong bambu dengan sambungan sebatang bambu yang cukup kuat ditengahnya, batang bambu di bambu yang kedua harus seukuran dengan lubang di bambu yang pertama, batang bambu ini berfungsi untuk mendorong peluru kertas ke dalam bambu yang pertama.

Panjang batang bambu ini dikurangi panjangnya kira-kira 2cm-an dari bambu yang pertama, tujuannya agar peluru kertas yang didorong tidak jatuh keluar dari moncong senapan dan berhenti hanya sampai di ujung moncong senapan.

Membuat Bebeletokan
Image By :
hutanrimbun.wordpress.com
Cara memainkannya pun sangat sederhana, untuk dapat melontarkan peluru pertama-tama dibuat dulu dua peluru kertas, peluru kertas dibuat dari kertas koran yang dibasahi dan dibentuk bulat seukuran dengan lubang senapan bambu, tujuan kertas korannya dibasahi yaitu agar lebih padat dan dapat mengisi seluruh lingkaran lubang senapan.

Peluru kertas yang pertama didorong dulu oleh batang bambu sampai ke ujung senapan, setelah itu baru masukan peluru kertas yang kedua dipangkal senapan, jadi sebelum mulai menembak ada dua peluru satu diujung dan satu dipangkal senapan, karena kedua peluru ini terbuat dari kertas basah yang mengisi seluruh lingkaran lubang senapan, maka otomatis udara didalam senapan atau ditengah kedua peluru akan tertahan dan tak bisa keluar, udara yang tertahan ditengah senapan ini akan menghasilkan tekanan ketika salah satu peluru didorong.

Setelah ujung dan pangkal senapan terisi peluru kertas, dorong dengan cepat peluru dipangkal senapan menggunakan batang bambu pendorong peluru, maka peluru yang ada diujung senapan akan langsung terlontar keluar dan mengeluarkan suara "tok" atau "bletok" seolah-olah seperti senapan yang menembakkan pelurunya, dari suaranya tersebutlah orang Sunda menamakannya bebeletokan. Setelah itu, otomatis peluru yang tadinya ada di pangkal senapan berubah posisi jadi di ujung senapan, selanjutnya kita tinggal buat peluru kertas lagi dan masukkan di pangkal senapan, dorong hingga peluru diujung senapan terlontar keluar, dan begitu seterusnya.

Peluru di ujung senapan bisa terlontar dan seolah-olah ditembakkan karena di dalam senapan atau ditengah kedua peluru ada udara yang tertahan dan tak bisa keluar, dan tentunya ini akan menghasilkan tekanan ketika salah satu peluru didorong seperti yang telah disebutkan diatas. Dengan kata lain dorongan cepat dari batang bambu pada peluru kertas di pangkal senapan mengakibatkan pemampatan ruang dalam lubang bambu karena disisi lain ujung bambu yang satunya juga tersumbat peluru kertas, ini menyebabkan tekanan di dalam bambu naik sementara ruang dalam bambu semakin kecil, tekanan ini akan memaksa peluru kertas yang berada di ujung senapan terlontar keluar dengan cepat disertai bunyi "bletok".

Semakin panjang bambu semakin jauh juga peluru kertas bisa terlontar karena semakin panjang bambu maka semakin besar juga tenaga dorong yang dapat dilakukan oleh tangan pemain bebeletokan ini.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

31 komentar

Pernah bikin ini pas masih kecil.. Eh. Tapi dibikinin deng. Aku tinggal main doank. Wkwkwk :D

Sumpeh itu gue banget, waktu kecil suka maen ini, kalo gak ada kelapa pake kertas dibasahin, seru deh

hahaii, Kang Jerry berhasil membawa saya ke alam nostalgia.
bebeletokan isdebes banget pada masanya ya Kang
yuk mainan ini lagi?

iya, kalo saya sih selalu pake kertas koran

perang menggunakan senjata pepeletokan bambu ini sangat menyerukan banget kang, saya pernah berkelahi gara-gara temen yang kini jadi kolonel ngga mau mati,padahal udah ketembak...saya kesel tak kasih bogemmentah ajah hingga dia terjengkang.

sekarang kalau ketemu dia suka ngajakin berantem, karena udah jadi kolonel dan badannya tinggi gede..saya cuman tersenyum manis saja menanggapi tantangannya...sambil tak bisikin,"gimana ge' luh udah pernah gue bikin KO..bro"...sambil ngeloyor. 8-)

klo di tempat saya disebutnya pletokan/tulup mas :D

Di tiap daerah kayaknya ada, cuma sebutan namanya aja yg beda

wah ?? pelurunya pakai kelapa kang ?? ndak kebesaran itu pelurunya ?? :))

iya mas, bebeletokan atau pletokan :)

iya mas, begitulah...tiap daerah beda namanya yah

hayuk, siap2 saya tembak ya kang...tapi akang jangan nembak saya, kan saya sudah punya pacar, punya istri malah :-)

(m) kalu sekarang mah ndak tau siapa yg bakal terjengkang ya kang, jadi karena rumasa, mending ngibrit aja dah ya :-)

ahai, senapan bambu...saya dulu sering main Kang, pelurunya pakai biji lempeni...apa ya bahasa sundanya...jangan-jangan di sana nggak ada lempeni ya...itu lho yang kecil-kecil mirip buah berry, mentahnya ijo, matengnya hitam...bisa dimakan, manis-manis sepet rasanya

aneka ragam budaya...aneka ragam bahasa...

tulup tu kalau di tempat saya plurunya pake besi...itu lho yang untuk berburu...(manusia hutan MODE ON)

Pak Ci kan punya senjata...tuh, tembak aja pake ubi sekarung

;( ho ho ho, ada yang tembak menembak...
* ngaciiirr..takut kena tembak

kalau kurang gede, pakai gajah aja...

wah saya jadi inget nih pas waktu kecil dulu minta dibuatin mainan kayak gini :D

pakai kandang gajah kalau ingin lebih gede lagi

oh itu kalau di sunda namanya hanjeli mbak khusna...hhemh pastinyah ada ddong

mmmm jangan2 mbak yang dulu minta dibuatin sama saya yah ?? (m)

Pas sim kuring di SD mah (taon 1999-an) ieu teh paranti ngajailan batur, he...


EmoticonEmoticon