Sunday, 7 December 2014

Bancakan Atau Ucing Bancak, Bentuk Lain Ucing Sumput

Seorang Anak Sedang Menyusun Genting (Benteng) Dalam Permainan Ucing Bancak
Image By :
pikiran-rakyat.com
Bancakan dalam bahasa Sunda artinya adalah makan bersama dimana alas makannya biasanya menggunakan daun pohon pisang, bancakan ini seringnya dilakukan ditempat-tempat tertentu yang suasananya segar seperti di pinggir sawah, dekat sungai, di saung, atau bisa juga di rumah, nasi beserta lauknya dimakan bersama di hamparan daun pisang tersebut. Tapi, bukan bancakan itu yang akan admin tulis sekarang melainkan Bancakan atau Ucing Bancak yang merupakan salah satu permainan tradisional Sunda.

Bancakan atau ucing bancak ini cara bermainnya hampir sama dengan ucing sumput, hanya bedanya, permainan ini menggunakan pecahan genting atau keramik sebagai pengganti waktu yang diberikan untuk bersembunyi. Dimana diawal permainan pecahan genting disusun vertikal bertumpuk ke atas, lalu seorang anak melempar "senjata" berupa batu ke arah genting yang bertumpuk tersebut, otomatis genting yang tersusun tersebut akan berserak kembali, anak yang menjadi ucing harus menyusunnya kembali secara sempurna, waktu selama anak yang ucing menyusun kembali gentingnya inilah yang dijadikan patokan waktu anak-anak lainnya untuk bersembunyi, semakin cepat anak yang ucing menyusun gentengnya semakin cepat juga dia bisa mencari teman-temannya. 

Pecahan genting atau keramik yang disusun keatas tersebut disebut dengan benteng, ketika anak yang ucing telah selesai menyusun gentingnya dia harus langsung mencari teman-temannya yang bersembunyi dan meninggalkan bentengnya. Pemain lain yang tempat bersembunyinya sudah diketahui harus "dimatikan" dengan cara menyebut namanya sambil melompati benteng yang telah disusun, misal anak yang ketahuan tempat bersembunyinya itu bernama ujang maka anak yang ucing harus cepat berlari menuju bentengnya lalu melompatinya dengan menyebut " UJANG !! BANCAK !!" maka pemian yang bernama ujang sudah "mati" dan tidak bisa bersembunyi lagi, dia harus menunggu sampai teman-teman lainnya ditemukan.

Anak yang ucing harus tetap mengawasi bentengnya dari jauh ketika dia mencari teman-temannya yang bersembunyi, selain mencari teman-temannya pandangannya juga tidak boleh lepas dari bentengnya karena bisa saja ketika ia lengah anak lain yang sedang bersembunyi tiba-tiba muncul di dekat benteng dan menghancurkan bentengnya kembali, sedangkan ia berada jauh dari bentengnya. Jika hal tersebut terjadi maka anak yang ucing harus menyusun bentengnya lagi, anak yang sebelumnya sudah "dimatikan" pun boleh bersembunyi lagi dan seolah permainan diulang lagi dari awal, kalau hal tersebut terjadi maka anak yang ucing itu akan semakin lama menjadi ucing dalam permainan ini.

Pecahan Genting Yang Disusun Dalam Permainan Ucing Bancak
Image By :
kaskus.co.id
Permainan ucing bancak ini melatih anak-anak tentang tanggung jawab, kewaspadaan, kejelian, dan kesabaran, dimana anak yang ucing harus bisa menjaga dan melindungi bentengnya dari pemain lain yang bersembunyi, permainan ini juga mengajarkan kejelian dan kecepatan dimana anak yang ucing harus jeli mencari tempat anak yang lain bersembunyi, dan harus cepat kembali ke bentengnya ketika ada anak bersembunyi yang ditemukan, jika ia kalah cepat maka bentengnya akan dihancurkan kembali oleh temannya, kalau sudah begitu teman yang sudah "dimatikan" pun boleh bersembunyi kembali.

Kalau sampai kejadian seperti itu terus berulang, mungkin anak yang ucing akan kesal dengan hal tersebut, disinlah kesabaran dan keikhlasan dilatih, dia pun dituntut untuk lebih cepat, lebih jeli, dan waspada, dimana ia baru akan keluar dari status ucing ketika bentengnya terjaga dengan sempurna dan teman-temannya yang bersembunyi berhasil ditemukan semua, .inilah pelajaran yang bisa diambil dari permainan tradisional ucing bancak atau bancakan ini.

Cara menentukan pemain pertama yang menjadi ucing dalam permainan ini juga sama dengan ucing sumput yaitu dengan menggunakan cara hompimpah atau melagukan kata-kata "cang kacang panjang anu panjang ucing", pemain yang pertama kali diketahui tempat persembunyiannya oleh ucing maka dia akan menjadi ucing dironde selanjutnya. 

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

13 komentar

Permainan bersejarah karya anak negeri, dan saya sendiri pernah mengalami masa itu, namun kini saya sudah sulit melihatnya meski hanya di iklan saja hehe

Neng kagak tahu tuh mang mainan gitu...

memang sekarang mah sudah jarang anak yang bermain ucing bancak ya...

hampir mirip dengan permainan waktu kecil dulu, hanya saja da beberapa bagian yg berbeda ,,, :)

mainan dulu waktu kecil, semakin jarang aja anak anak memainkannya jaman sekarang

ooo hiyah jadi langsung inget, yang dimaksudkan dengan bancakan ini, mengacak-acak tumpukan genteng yang jadi objek uncing sumput tea nya kang, soalnya bancakan menurut bahasa jawa mah rebutan atau ngacak-ngacak makanan/tumpeng...heuydeuh

saya dulu pernah memainkan permainan diatas, seru sekali, ternyata ada manfaatnya :)

iya kang pastinya, beda daerah pasti beda juga :)

iya mas, sekarang mah jamannya gadget =))

heah kang gitu kira2, lha da di Sunda juga sama atuh pan bancakan...bancakan yu ah di kebun ubi enak geura :))

pastinya kang, setiap permainan tradisional pasti ada manfaatnya kang :)

Kalok di Medan namanya 'pecah piring'.. :D

wah sayang dong piringnya dipecah-pecah :-)


EmoticonEmoticon