Monday, 1 September 2014

Legenda Leled Samak

Sungai Cimanuk di Jatigede
Ilustrasi, Sungai Cimanuk
Legenda Leled Samak, bagi sobat yang berdomisili di Sumedang atau daerah sekitarnya seperti Garut, Tasikmalaya, dan lainnya apa pernah mendengar tentang legenda ini? admin pribadi mulai mengetahui adanya legenda ini pada masa sekolah menengah pertama, admin tidak ingat siapa yang pertama memberitahu dan kapan, tapi kalau tidak salah admin mengetahuinya lewat teguran seseorang ketika bermain ditepian sungai di sore hari.

Memang kenapa dengan bermain ditepian sungai sore hari? apa ada yang salah? sebetulnya tidak, tapi di Sumedang dan sekitarnya ada sebuah legenda atau mitos yang berkaitan dengan aliran sungai, nama legenda tersebut adalah Legenda Leled Samak (Leled = menggulung, Samak = tikar), legenda ini konon berasal dari daerah Dusun Tenjolaya, Desa Sukagalih, Sumedang dan ceritanya menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Barat.

Cerita tentang Leled Samak ini berawal dari mitos atau kepercayaan di daerah tersebut yang mengatakan bahwa di sungai-sungai yang mengalir pasti ada makhluk halus yang menghuninya, makhluk ini dinamakan "Leled Samak". Admin pribadi dari kecil sampai sekarang belum pernah melihat bagaimana wujud dari Leled Samak ini sebenarnya, namun dari cerita turun temurun dan menurut mereka yang sudah pernah melihatnya, makhluk tersebut berwujud seperti tikar biasa yang menggulung.

Konon katanya, makhluk ini berasal dari arwah orang yang sudah meninggal namun belum rela meninggalkan dunia ini dengan berbagai alasan, atau menurut istilah mistisnya biasa disebut dengan orang mati penasaran. Memang apa hubungannya dengan tikar yang menggulung? kita semua tentunya tahu bahwa sebelum jenazah dikebumikan, jenazah harus dimandikan terlebih dahulu, dan alas yang digunakan untuk memandikan tersebut biasanya adalah sebuah tikar dan sejenisnya.

Dulu di Tenjolaya ada kebiasaan tikar bekas memandikan jenazah ini dibuang ke sungai. Tikar yang dipergunakan untuk memandikan jenazah yang masih belum rela meninggalkan dunia inilah yang kemudian dipercaya menjadi Leled Samak atau makhluk halus penghuni sungai yang selanjutnya bergentayangan mencari mangsa. Entah bagaimana ceritanya, setelah jatuh  korban yaitu orang-orang yang sering berada dipinggir sungai (yang dipercaya akibat perbuatan Leled Samak), akhirnya dibuatlah larangan untuk tidak membuang tikar bekas memandikan jenazah kesungai agar tidak membahayakan orang lain.

Samak Dari Anyaman Bambu
Samak Dari Anyaman Bambu
Source archive.kaskus.co.id/
Membuang tikar bekas memandikan jenazah ini dianggap berbahaya karena tikar tersebut dipercaya bisa menjadi Leled Samak, ia bisa meminta nyawa manusia dengan berbagai cara, biasanya ia menjebak calon mangsanya dengan hanyut mengikuti aliran sungai, jika kemudian secara tidak sengaja ada seseorang yang menginjak samak tersebut, maka seketika si samak akan menggulung orang tersebut dan menariknya ke dasar sungai hingga meninggal karena kehabisan nafas akibat tenggelam.

Tak hanya orang yang menginjaknya, orang yang berada dipinggiran sungai pun bisa menjadi korban. Entah suatu kebetulan atau bagaimana, di Tenjolaya dulu katanya sering ada orang meninggal akibat tenggelam di sungai, yang pada akhirnya dihubung-hubungkan dengan cerita Legenda Leled Samak ini, dan akibat hal tersebut maka dikemudian hari banyak orang yang menghindari untuk berada di tepian sungai bertepatan dengan waktu-waktu Leled Samak ini mencari mangsa.

Dari nasihat yang diberikan secara turun menurun agar tidak diganggu Leled Samak ketika kita berada di tepian sungai, kita harus menghindari waktu-waktu kemunculan Leled Samak tersebut, waktu yang harus dihindari adalah ketika waktu SAMALANGSA atau waktu yang disukai oleh mahluk halus untuk berkeliaran, waktu-waktu tersebut konon adalah pada jam 10.00 siang sampai 12, jam 14.30 sampai 15.30 dan pada jam 16.30 sampai 18.00. Dan tentu saja pencegahan yang paling utama yang harus dilakukan agar tidak menjadi korban dari Leled Samak ini adalah jangan pernah mengambil atau memegang, apalagi menaiki samak atau tikar yang mengapung terbawa arus sungai karena bisa saja samak itu adalah Leled Samak yang sedang mencari korban. untuk ditenggelamkan ke dasar sungai.

Namun sekarang, seiring perkembangan zaman orang-orang sudah tidak pernah lagi membuang samak bekas memandikan jenazah ke sungai, dan akhirnya Legenda Leled Samak ini pun sudah jarang terdengar lagi. Admin percaya cerita ini bukan semata-mata cerita horor yang dibuat tanpa maksud tertentu, karena mungkin saja orang-orang dulu pun sebenarnya percaya bahwa hantu Leled Samak ini tidak ada, namun ceritanya dibuat sedemikian rupa agar orang-orang semakin waspada ketika berada dekat aliran sungai karena berbagai kemungkinan bisa saja terjadi jika kita berada di dekat aliran sungai yang deras. Hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini tentu adalah "Hati-hati bila berada dipinggiran sungai !!" admin rasa memang begitu maksud yang ingin disampaikan dari cerita Legenda Leled Samak ini.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

56 komentar

Bahasa dari kisaan sebauh cerita legenda ini memberikan sebuah pembelajaran yang ke arah positif, dan sebenarnya itu merupakan sebuah pengejawantahan dari sebuah pesan kali ya mas, jangan main di sungai yang sedang pasang atau yang memiliki arus deras, nanti takut kegulung dan terbawa arus ya....

Salam

saya baru denger kang adanya legenda Leled Samak ini, membaca makna dari isi legenda tersebut memang betul seperti diutarakan di atas, kita harus waspada dan berhati-hati kalo berada dipinggiran sungai, apalagi kalo sungainya deras dan dalam ... :)

Benar juga kata guru kita di sekolah, legenda itu sarat dengan nilai-nilai pendidikan terhadap anak. Legenda Leled Samak juga demikian agar anak-anak memperhatikan lingkungan supaya tidak mendatangkan bencana...

wah saya mah baru denger nie kang ada legenda leled samak ini, ulang lagi ah bacanya biar lebih paham maksudnya :)

biasanya anak kecil itu susah kalau dilarang main di sungai mas, kemudian para rang tua mengarang sebuah cerita untuk menakuti anak-anak supaya menurut kalau dilarang. kan berbahaya juga kalau main di sungai :))

Legenda itu mungkin juga ada kejadiannya ya.. Kalau logikanya kan kalau tikar dinaiki di atas sungai ya bakal tenggelam.

Bener.. Cerita itu dibuat mungkin biar anak-anak ngga mandi di sungai di jam yang sepi.. :D

saya baru mendengarnya dari Kang Jerry nih soal legenda ini.
tapi apapun yang bisa kita petik hikmah untuk selalu berhati2 dan waspada.

saya baru gabung bikin blog nih blogwalking yuk

suatu legenda apabila diyakini maka bisa menjadi kenyataan,tinggal kita masing2 yamas

waspada waspadalah samak bisa meleled juga

baru denger juga saya Legenda Leled Samak yang begitu seremnya
Memeng banyak cerita yang berbau mistis di sungai berkembang di masyarakat mana saja kayaknya. namun yang pasti dari senua cerita terutama di tujukan pada anak anak agar tidak bermain main di sungai karena banyak bahaya yang bisa terjadi di sungai

Saya teringat sekali pada waktu masih di pesantren, memang mitos sebetulnya harus di pecahkan sebelum mitos tersebut menjadi suatu yang di takutkan, saya sendiri serat teman-teman yang lain sering membawa tikar pandan dari bekas pemakaman, setiap malam kami buat tidur sampai sekarang mitos tersebut tidak lagi melegenda, ini kebetulan atau sebab lain saya tidak tahu yang pasti saya dan teman teman sudah memecahkan mitos tersebut. karena mitos tersebut sangat ngeri, katanya sih, jika tikar bekas mayat kita akan mati dalam waktu dekat. itulah yang membuat angan-angan saya tidak sampai disana dan saya dan teman teman sudah buktikan bhawa semua itu hanya isu

Wah.. saya baru tau legenda ini. Unik ya,biasanya makhluk halus sering diwujudkan yg menyeramkan,kalo ini malah berwujud tikar bambu. Hihi.. lucu.. :D

tikar motif seperti itu kok buat orang meninggal iya mas, suka takut kalo liat tikat seperti itu hehe

Waktu kecil saya sering di bilangin jangan suka main di kali katanya suka ada leled samak, makanya sampai sekarang saya ngak bisa berenang he....

Saya setuju hantu seperti itu hanya mitos, dan dibuat agar kita terutama anak-anak harus berhati hati saat main di sungai :)

Apa kabarna Kang Jery..? semoga baik" saja :)
Tikar leled samak ada sejarahnya ya Kang Jery, baru tau deh saya Kang
Makasih sekali sudah berbagi pengalamanya Kang Jery. sukses selalu
Salam Kota Sumedang :)

Assalamuallaikum Kanggo/Buat Saudara/Rekan blogging semua
Kang Jery dan saparakanca. salam sukses selalu cheer

Kalau mendengr yang namanya kata hantu pasti bikin merinding bulu kuduk kita, dan walaupun hanya sebatas tikar yang menjadi tokoh hantunya tetap saj bikin menyeramkan bila diceritakan, hiiii....moga aja hanya mitos dan legenda!

Di kampung saya, ada cukup banyak hal-hal dan legenda semacam ini dan kita tidak pernah tahu apakah semua legenda yang diceritakan itu pernah ada. Hanya saja, setiap larangan dan perbuatan yang membahayakan anak anak agar nggak dilanggar, paling gampang diberikan sisipan cerita cemacam itu

wah saya malah baru dengar legenda leled ini mas. hmm ternyata sumedang menyimpan banyak cerita ya mas...

termakasih mas sharenya, saya jadi tahu legen leled samak, sblum saya tidak tah sama smkali
skalian mampir lama g bw, hehe

mampir ya mas dipostq :)

baru tau legenda nya , jadi jangan buang samak sembarangan ya

salam kembali untuk semuanya :)

iya pak Indra, pasti ada maksud atau pesan lain namun pesannya dibungkus ke dalam cerita tersebut, mungkin :))

jadi harus bisa mencerna maksud sebenarnya dari mitos2 yang ada ya pak, karena walaupun itu cerita mitos ataupun legenda, pasti ada pesan khusus yg disampaikan yg membawa pada kebaikan

sok atu kang mangga dihaturanan hehe :)

iya kang, cari jalan pintas yg mudah diterima ya...biar hemat waktu hemat tenaga dan keselamatan anak tetap terjaga hehe :))

kalau dipikir-pikir....iya juga ya mas :-)

biar terhindar dari hal-hal yg tidak diinginkan pastinya ya :))

iya kang pastinya...waspadalah...waspadalah ya :))

kalau mas yanto yakin ndak sama legenda leled samak ini ?? :)

iya mas, tuh kan apalagi ini sudah dibuktikan sama mas n ndak tejadi apa2 ya...
terimakasih mas atas sharingnya, ini jadi mmberikan pencerahan juga pada kita-kita karena mas sudah mebuktikan secara langsung

iya mbak...malah mungkin nanti dimasa depan bakal ada hantu berbentuk lolipop juga :-)

euheuheu kalau terlalu percaya mitos ternyata ada efek negatifnya juga ya kang...jadi takut-takut kalau mau ngapa2in walhasil kita susah berkembang weh...iya kang setuju :)

selamat malam kang...kabar baik...gimana kabarnya juga kang ?? mudah2an cing sehat selalu ya :)
sama-sama kang...salam

iya kang, memang cuma mitos kok (m)

iya kang, biar hemat waktu hemat tenaga dan ampuh juga ya larangannya :)

mmm...rasanya lebih banyak cerita yang terendap di dalam dada ini mas hiks =))

siapp mas, nanti pasti mampir, ditunggu ya :)

tapi sepertinya lebih makjleb kalau jangan buang sampah sembarangan ya mas :)

sekarang masyarakat sebagian masih taat sama tradisi, dan yang lain sudah modern, jadi mungkin sedikit ada perubahan kali ya mas mengenai budaya dan mitos masyarakat :)

Di saya (Indramayu) juga ada cerita semacam hantu tikar ini di sungai kang.. Tapi gak terlalu wow cerita nya... Mungkin karena alhamdulilah relatif sedikit yang meninggal karena tenggelam...
Jika ada yang tenggelam, Biasanya lebih dihubungkan ke Lembu (mahluk halus semacam kuda nil, katanya)

Didaerah saya juga demikian mas, tikar bekas memandikan jenazah di anggap memiliki pengaruh lain, dan kebanyakan langsung ikut di kubur bersama dengan si jenazah tersebut.

di daerah saya ( Garut ) dulu ada istilah ini itu waktu saya masih kecil,tapi untuk sekrang sudah tidak terdengar lagi,,,,,

jadi inget semasa sd suka di takut takutin ama ibu, jangan main ke sungai nanti di liliti jurig leled samak (p)

Legenda ini skarang sudah gaka ada apa di tempat Kang Jery masih ada Kang?
Lhamdulilah di tempat saya tinggal gak ada nih Kang Jery. makasih atas berbaginya Kang :)

Kunjungan Malam di priode 15 oktober Kang Jery hayu lebih semangat Kang
Kita berbagi seperti kita baru pertama kenal Akang sangat agresip sekali
Sekarang Akang kaya nya sibuk, jadi jarang ngeblog ya Kang Jery :)

leled samak. bukan hanya di sungai tapi juga di danau (situ). khususnya yang pernah dialami. di daerah garut tepatnya di cipanas sekitar tahun 1998/99. disebuah danau yang bernama situ gede dan sirandeg (sekarang jalan menuju tempat wisata cipanas. dibelakang gedung mutiara hingga jemani resto/ dariza) leled samak memang tergelar seperti tikar tapi bentuknya merupakan hewan seperti lintah pipih dan berlendir namun bagian yang tergulung kesat dan sedikit berduri kecil (mirip anduk jeroan domba gening ^_^ ) berada sedikit dibawah permukaan air seperti ganggang bila selintas. dan ketika kita berenang di atasnya ia tidak langsung melilit. namun ketika sudah sebagian besar badan di atasnya baru leled samak ini melilit. (hanya berbagi)

wah ternyata ada makhluk seperti itu y sob? dari ciri-cirinya memang seperti binatang ya, dan bukan makhluk halus seperti leled samak yang selama ini hanya ada dalam mitos. Kira-kira itu binatang apa ya? pastinya sangat unik, dari ciri-cirinya menggulung sangat mirip dengan cerita leled samak, dari gambarannya...sepertinya binatangnya geunyal-geunyal gimana gitu ya :D
terima kasih telah berbagi pengalaman, sobat :)

setiap daerah punya mitos makhluk halus yang berbeda-beda ya sob...saya jadi penasaran dengan cerita makhlus halus Lembu itu..

Waktu kecil pernah diperingatkan oleh nenek saya untuk berhati-hati kalau masuk ke sungai atau danau karena ada makhluk yg nenek saya menyebutnya lulud samak. Katanya itu sebenarnya kumpulan banyak binatang mirip lintah (bukan satu) yg bergabung dan membentuk seperti tikar. Kalau terinjak, kita akan ditarik oleh binatang-binatang ini dan digulung. Dan kemudian setelah tenggelam, dimangsa beramai-ramai..


EmoticonEmoticon