Tuesday, 12 August 2014

Wikana, Sosok Dibalik Proklamasi RI

Wikana, Sosok Dibalik Proklamasi RI
Wikana, Sosok Dibalik Proklamasi RI
Tokoh dibalik layar, apa yang terlintas dipikiran kita ketika mendengar kata tersebut? secara sederhananya kita akan menyimpulkan bahwa tokoh di balik layar adalah seseorang yang mempunyai peran yang sangat besar dalam suatu hal tetapi keberadaannya tidak banyak diketahui oleh khalayak, atau kalaupun ada yang mengetahui, keberadaannya seringkali diacuhkan dan perhatian khalayak tetap terfokus pada tokoh sentral. 

Dibalik peristiwa-peristiwa besar di dunia sampai kejadian-kejadian sederhana dilingkup kecil seperti dalam keluarga pasti ada seseorang yang berperan menjadi tokoh dibalik layar, seperti misal seorang anak yang berprestasi di sekolah pasti banyak yang berperan dalam prosesnya, sang anak yang menjelma menjadi pemeran utama begitu disanjung karena prestasinya, namun dibalik itu ada guru yang tak lelah mengajarinya, saudara yang ikut membimbing dan mendisiplinkannya, sampai hal terkecil seperti seorang ayah yang menyiapkan sarapannya. Mereka menjadi tokoh dibalik layar yang mempunyai peran sangat besar bagi kesuksesan si anak meraih prestasi.

Berbicara tentang peristiwa-peristiwa besar di negara kita Indonesia, tentunya kita semua sepakat salah satu peristiwa besar tersebut adalah kemerdekaan negara Indonesia tanggal 17 agustus 1945, dimana setelah bertahun-tahun terbelenggu dalam penjajahan negara asing, Indonesia mampu keluar dari ketidak berdayaannya dan berangsur-angsur mulai tumbuh menjadi negara yang mulai diperhitungkan di dunia Internasional. Peristiwa besar tersebut juga melahirkan tokoh-tokoh besar, tokoh-tokoh utama yang begitu disanjung, sebut saja Presiden pertama kita Bapak Ir. Soekarno yang sampai akhir hayatnya bahkan hingga kini begitu dihormati didalam negeri dan juga tetap disegani oleh negara asing.

Hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, sebuah peristiwa besar yang melahirkan tokoh-tokoh besar ini juga tentunya mempunyai tokoh dibalik layar seperti yang telah admin sebutkan diatas, karena kemerdekaan Indonesia adalah kerja keras seluruh elemen bangsa. Dibalik nama-nama besar yang muncul seperti Ir. Soekarno dan Moh Hatta, banyak nama-nama yang sedikit sekali orang tahu bahwa mereka juga mempunyai peran dan jasa yang besar dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, dan nama-nama yang sedikit diketahui itu salah satunya adalah Wikana, pemuda sekaligus pejuang bernyali singa asal Sumedang.

Ya, tak banyak yang tahu jika pemuda berdarah Sunda asal Sumedang ini cukup disegani pada masanya, karena keberanian dan keenceran otaknya, beliau menjadi salah satu tokoh yang sangat berperan dibalik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Wikana namanya, beliau lahir di Sumedang 18 Oktober 1914, ia begitu berperan pada saat-saat genting menjelang kemerdekaan republik Indonesia.

Bersama para pemuda lainnya ia menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan agar Soekarno dan Hatta bisa segera membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, ia pula yang menjadi tokoh sentral diantara para pemuda yang membujuk, melobi, dan meyakinkan Soekarno untuk mendeklarasikan kemerdekaan dalam proklamasi secepat-cepatnya dengan mempertimbangkan situasi politik saat itu. Saat-saat tersebut tercatat sebagai masa yang genting namun juga memberikan harapan bagi kemerdekaan Indonesia karena pada saat itu Jepang mengalami kekalahan perang dari Sekutu.

Seperti kita ketahui dan tertera juga dalam pelajaran-pelajaran sejarah di sekolah, teks proklamasi 1945 dirumuskan di rumah dinas Laksamana Maeda di daerah Menteng, Jakarta. Mungkin sebagian dari kita ada yang bertanya-tanya kenapa perumusan teks proklamasi tersebut dilaksanakan di rumah Laksamana Maeda? padahal Laksamana Maeda merupakan Laksamana dari angkatan laut Jepang yang merupakan penjajah Indonesia kala itu, aneh bukan? ternyata itu bisa terlaksana karena ada peran besar Wikana dibalik peristiwa tersebut, ya, Wikana adalah tokoh dibalik itu semua, karena ia mempunyai koneksi yang sangat kuat pada Angkatan Laut Jepang, Kaigun.

Selain itu, Wikana juga menjadi salah satu tokoh yang mengatur semua keperluan untuk pembacan teks proklamasi di rumah Bung Karno di jalan Pegangsaan Timur No 56. Ketika Ir Soekarno terkena malaria di detik-detik pembacaan teks proklamasi, beliau adalah orang yang terlihat paling tegang diantara yang lain, ia pula yang membujuk kalangan militer jepang agar tidak mengganggu jalannya pembacaan teks proklamasi.

Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda (sekarang Menteri Pemuda dan Olahraga) yang pertama dengan Masa jabatan 29 Juni 1946 – 29 Januari 1948. Ini tak lepas dari keenceran otaknya dari semasa kecil, ia terlahir dari keluarga menak Sumedang, ayahnya bernama Raden Haji Soelaiman, pendatang dari Demak Jawa tengah. Sebagai anak seorang priyayi, pada masa itu ia mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan, namun ia tak bisa mengenyam pendidikan begitu saja dengan mudahnya, karena untuk masuk sekolah dasar kala itu tidak bisa hanya dengan bermodal anak priyayi atau anak raden saja.

Hal tersebut disebabkan karena sekolah dasar kala itu ELS (Europeesch Lagere School) menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar, dan tentu saja sekolah itu hanya bisa dimasuki oleh mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Wikana kecil memenuhi syarat  tersebut, ia berhasil masuk dan lulus dari ELS. Selepas sekolah dari ELS, Wikana melanjutkan sekolah ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), pada masa-masa inilah Wikana sempat menjadi salah satu dari sekian pemuda satelit Bung Karno di Bandung Jawa Barat.

Note : bagi sobat yang alergi dengan kata "PKI" mungkin lebih baik untuk tidak melanjutkan membaca artikel ini

Wikana, Sosok Dibalik Proklamasi RI
Wikana, Sosok Dibalik Proklamasi RI
Pada masa kolonial, ia menumpang dan berlayar bersama perahu politik PKI guna memfasilitasi perjuangannya, ia bergerak dan menjadi pemimpin PKI bawah tanah di Jawa Barat, selain itu, ia juga tercatat pernah aktif sebagai anggota Partai Indonesia (Partindo). Lalu kemudian pada tahun 1938, ketika Barisan Pemuda Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) didirikan, dia terpilih menjadi ketua pertama partai tersebut. Keyakinannya yang anti-kolonialisme mendorong Wikana aktif mengikuti berbagai organisasi politik yang melawan Belanda secara frontal, dan menjadi tokoh pemuda dari sekian banyak pemuda yang bergerak di pusaran arus revolusi.

Pada masa jayanya, ia begitu dikenal sebagai seorang pembaharu yang penuh dengan gebrakan melawan penindasan asing, bahkan tokoh sekaliber triumvirat DN Aidit, Lukman, dan Njoto pun menjadikan Wikana sebagai tempat rujukan dalam bertindak dan bertukar pikiran (walau pada akhirnya mereka jugalah yang membatasi gerak politik Wikana dengan menempatkannya dalam Comite Central (CC) PKI, dimana Wikana dipandang sebagai golongan tua yang tidak progresif). Namun kemudian, utamanya setelah kemerdekaan RI, semakin lama karier politik Wikana semakin meredup setelah kasus Madiun 1948, terakhir posisinya sebagai Gubernur Militer wilayah Surakarta digantikan oleh Gatot Subroto.
"Bersama dengan pejuang-pejuang dari Nasionalis sayap kiri ia menghilang dan baru kembali setelah DN Aidit melakukan pledoi terhadap kasus Madiun 1948 yang mulai digugat oleh Jaksa Dali Mutiara pada 2 Februari 1955.
Sampai tahun 1950-an dia masih tercatat sebagai anggota Comite Central (CC) PKI yang mulai menggeliat di bawah kepemimpinan triumvirat Aidit, Njoto dan Lukman. Namun praktis Wikana tak memainkan peran penting sebagaimana yang pernah dilakukannya pada era-era awal revolusi. Revitalisasi PKI ditangan DN Aidit membuat Wikana tersingkir dan dianggap bagian dari golongan tua yang tidak progresif. Hal ini sama dengan kasus penyingkiran kaum komunis ex-Digulis oleh anak-anak muda PKI, karena tidak sesuai dengan perkembangan perjuangan komunis yang lebih Nasionalis dan mendekat pada Bung Karno. Terakhir Wikana tinggal di daerah Simpangan Matraman Plantsoen dalam keadaan miskin dan sengsara karena tidak mendapat tempat di PKI dan diisolir oleh Aidit. Pada saat itu Waperdam Chaerul Saleh pada tahun 1965 menarik Wikana menjadi anggota MPRS.
Beberapa pekan sebelum peristiwa G30S 1965 terjadi, Wikana berserta beberapa elemen PKI lainnya pergi ke Peking untuk menghadiri perayaan hari Nasional Cina 1 Oktober 1965. Tapi sontak terdengar kabar dari tanah air tentang insiden penculikan dan pembunuhan para jenderal. PKI disalahkan. Delegasi terceraiberai. Wikana meminta anggota delegasi lain untuk tetap berada di Peking selagi menunggu kepastian dari berita yang simpang siur. Dia sendiri memilih pulang ke tanah air.
Kurang dari setahun setelah peristiwa G30S, dia ditangkap. Sempat bermalam di Kodam Jaya namun dipulangkan kembali. Tak berapa lama kemudian segerombolan tentara tak dikenal datang ke rumahnya di Jalan Dempo No. 7 A, Matraman, Jakarta Pusat. Mereka membawa Wikana dan sampai hari ini, pemuda garang yang sempat membuat Bung Karno naik pitam itu, tak pernah kembali pulang. Dia hilang tak tentu rimbanya."
Tulisan diatas admin kutip dari web historia, yang menggambarkan akhir karier politik dan akhir kehidupan Wikana. Memang, kata tragis seolah sudah menjadi biasa untuk para pejuang pada masa-masa tersebut, ada ungkapan revolusi hampir selalu memakan anaknya sendiri, berapa banyak tokoh-tokoh besar dan hebat dimasa perjuangan dulu tak terdengar dan tak tertulis lagi dalam pelajaran-pelajaran sejarah Indonesia sekarang ini, padahal sejatinya merekalah yang benar-benar pejuang dan juga benar-benar berperan dalam memerdekakan Indonesia, namun setelah Indonesia merdeka mereka disingkirkan hanya karena garis politik dan haluan kepentingan yang berbeda dengan kekuatan politik yang sedang berkuasa.

Tulisan ini mungkin terlalu sederhana untuk menggambarkan bagaimana seorang Wikana sebenarnya, yang mempunyai peran besar dibalik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, maka dari itu bagi sobat yang ingin mengetahui sepak terjang Wikana lebih jauh lagi, salah satunya bisa disimak di Historia : Wikana

Dewasa ini, ada guyonan yang memprihatinkan bahwa katanya orang-orang pintar, cerdas, dan berdaya tak akan pernah terpakai dan akan selalu tersingkirkan dari pusaran kekuasaan di Indonesia, tapi melihat perjalanan hidup Wikana dan juga tokoh-tokoh seangkatannya, sepertinya hal tersebut justru sudah sejak lama terjadi di negera kita Indonesia.

*Sumber gambar : http://historia.co.id

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

56 komentar

Jujur mas..saya kok baru kali pertama ndenger tokoh ini ya..

padahal pelajaran sejarah termsk pavorit sy waktu SD dulu loh.. hehe

Memang sih nama pahlawan ini belum pernah terdengar, setidaknya oleh saya. Tapi saya juga yakin untuk mendirikan negara dan memproklamasikannya tidak cukup 100 orang..

Saya juga baru dengar he....
Namun meskipun begitu kita patut berterimakasih, karena jasanya kita dapat menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini :)

Nama tokoh muda yang berkiprah di balik layar detik-detik proklamasi seperti Wikana, memang kurang diperhatikan mas Jery. Meskipun beliau pernah menjadi menteri pemuda, namun haluan politik membuat beliau seakan menghilang begitu saja. Namun yang berjasa bagi negara tetaplah akan dikenang...

sebenarnya cukup banyak ya mas tokoh-tokoh berjasa yang masih belum dikenal termasuk wikana ini. meskipun tak dikenal banyak orang jasa mereka pun kini dirasakan oleh seluruh warga Indonesia..

Masa lalu menjadi pelajaran yang sangat berharga (k). Keadaan saat ini juga ditentukan dari keputusan masa lalu :d . Keadaan yang akan datang juga ditentukan oleh kebijakan saat ini (h). Keadaan terus berkembang dinamis. Tentu kita berharap saat ini lebih baik dari masa lalu dan yang akan datang lebih baik dari saat ini :o. Artikel yang menarik untuk disimak :>). Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya (f). Salam cemerlang! cheer

kurang bigitu tahu soal sosok yang satu ini, kerena jarang muncul mungkin gak pernah muncul kali ya di sejarah pendidikan. Tapi kita harus memberikan banyak apresiasi terhadap pahlawan ini.

iya kang, tokoh ini sedemikian penting ini belum diakui oleh sejarah bangsa ya. karena sejarah memang kebijakan ya, politis.

baru tahu nama wikana setelah membaca artikel ini mas.sayang banget akhirnya berakhir pahit.padahal salah satu pahlawan nasional

mmm, iya sob...bahkan diakui secara tertulis sebagai pahlawan pun tidak nampaknya

iya mas, beliau nampaknya tidak tertulis sama sekali di buku-buku pelajaran sejarah kita dulu y =))

iya atuh kang pastinya atuh itu mah :))

iya pak, sayang sekali ya, mereka yang berjuang untuk memerdekakan bangsa ini justru disingkirkan ketika bangsa ini sudah merdeka, karena haluan politik yg berbeda

iya mas budi, begitulah...cuma kadang yang merasakan jasa beliau sekarang malah ndak tau dan ndak mencari tau tentang para pejuang seperti wikana ini ya :)

iya kang, begitulah...nah, nanti gimana nasib kita ya kang ??

iya mas akhir hidupnya tragis sekali ya

wah...bener bener tokoh dibalik layar banget ya kang, Pak Wikana inilah justru yang sangat berperan dari perjalanan proklamasi ya, coba kalau ngga ada Pak Wikanan belum tentu kejadiannya seperti sekarang ini ya kang

mungkin iya mungkin juga tidak kang, saya ndak berani komentar soal itu mah ah :-)

satu lagi sisi sejarah yang tersembunyi, bertahun tahun saya belajar sejarah di sekolah tidak pernah mendengar nama ini kang, padahal cukup memberi andil juga ya kang....

iya kang, sepertinya memang ndak pernah tertulis di buku pelajaran sekolah ya

jujur saja sih saya dan pada umumnya orang lebih kenal sama sosok soekarno dan hatta,,,
Jadi saya rada asing juga mendengar sosok ini,,, dulu juga pas pelajarah sejarah, kayaknya gak ada sosok ini heheh,,, sekarang saya jadi tahu ternyata ada juga yah pahlawan yang bernyali hebat yang dilahirkan dari tanah sunda heheh hebring euyyy... :>)

dengan adanya artiel mas saya jadi tau sosok wikana, karna dulu semenjak sekolah belum pernah mengenal sejarah nya

sepertinya pernah dengar namanya,tpi dulu belum pernah tau ceritanya mas :)

Kalau dari ulasan cukup memakau pak, karena detail dalam mengolahnya.

Sayangnya saya tidak melihat dimana sumber referensinya itu. Yang ada sumber gambar. Padahal artikel ilmiah harus jelas dan lengkap sumbernya.

Makasih mas udah mengingatkan saya terhadap jasa beliau.

jadi....jangan minder ya kang kalau jadi orang sunda :)
dan tentunya kita juga bisa mengikuti jejak beliau

kalau di pelajaran-pelajaran sekolah mah ndak ada ya mas tokoh ini...bahkan tidak pernah disebut walau hanya sepintas saja

jadi sekarang sudah tahu kan mas :-#

sama-sama pak...itu diatas ada sumbernya pak, malah saya pasang link hidup, bagi yang ingin mengetahui kisah wikana lebih lanjut tinggal klik saja

selamat Sore Mas... Saya sebagai Guru di SD sering memberikan pelajaran mengenai Sosok Wikana ini, memang beliau berperan penting dalam Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia...

selamat malam mas...wah jadi sekarang tokoh bernama Wikana ini sudah mulai dikenalkan juga dalam pelajaran sejarah di sekolah ya mas ?? keren ya, beda sama jaman kita dulu :)

Memang benar adanya bahwa orang yang berperan dibalik layar tidak begitu dikenal,namun perananya sangat menentukan terbukti dibalik nama-nama besar tersebut Indonesia cukup diperhitungkan oleh negara lain atas kegigihan orang-orang yang ada dibalik layar tersebut sangat luarbisa itu,,,,,

Iya, Mas. Orang-orang cerdas yg nggak sejalan dengan kekuasaan biasanya akan tersingkir, lalu hilang dalam sejarah.... Sayang sekali, Wikana.... :(

malah nama tersebut nyaris tak terdengar dalam pusaran sejarah

saya jg baru denger..perlu di masukkan ke kurikulum sekolah ni biar tambah melek sejarah

Baru tau nih Bang, kalok ada tokoh bernama Wikana ini.. Duh, itu guyonannya makjleb banget ya.. :(

wah bnyak juga ya yang belum kedaftar atau dikenal sebagai pahlawan :) , semoga kedepan lebih banyak lagi pahlawan untuk bangsa ini yang bisa kasih contoh yang baik bagi generasi muda yang kacau balau ini ... :)

Wahh koq aku belum pernah dengar pahlawan ini ya?

sosok spt wikana tdk boleh dilupakan ya mas..

sudah sepantasnya nama wikana selalu dikenang sbg pahlawan bangsa..
visit back ya :)

dunia memang tidak adiiiiillll ya mas hehe :))

iya mas, kalau dipelajaran sejarah kita dul ndak disebut ya nama wikana ini

Sebenarnya, tercatat atau tidak dalam sejarah, saya yakin Tuhan memperhitungkan baktinya ke negara dibanding koruptor yang sekarang beredar luas..

selamat pagi yang cerah kang :-)

saya kogk malah baru denger ya kang nama wikana ini :p
tapi bagaimana pun juga, sebagai generasi muda kita harus mengingat jasa beliau ya kang :p

ternyata bukan hanya saya saja yang ditegur soal 'sumber berita'
(kalau aku waktu itu soal sepakbola)

mungkin pak muhammad tidak fokus atau memang ga baca dibagian yang ini kali ya kang
:d

Tulisan diatas saya kutip dari web historia. bagi sobat yang ingin mengetahui sepak terjang Wikana lebih jauh lagi, salah satunya bisa disimak di : Historia Wikana.

Um Jasa Konsultan, Nama Wikana, para digulis, dan banyak tokoh pergerakan kebangsaan memang tidak pernah muncul dalam berbagai buku sejarah di sekolahan. Mereka bukanlah Pahlawan versinya ini nagara. Mereka adalah pahlawan di hatinya kaum tertindas

artikel diatas bukan saja mengingatkan kita pada sosok wikana yang memang banyak orang belum mengetahui....
tapi juga menyadarkan kita semua,bahwasanya kita semua bangsa indonesia, ya indonesia...dan itu lumrah di indonesia
miris ya nasib bangsa kita.....

tapi tentunya kita tetap bangga jadi warga Indonesia ya kang :D


EmoticonEmoticon