Monday, 26 May 2014

Keris Nagasasra, Saksi Bisu Peristiwa Cadas Pangeran

Keris Nagasasra Peninggalan Pangeran Kornel
Sumber Gambar : www.facebook.com/167976803268413
Bagi sobat yang berdomisili di Jawa Barat, mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa di Kabupaten Sumedang terdapat sebuah ruas jalan yang cukup melegenda di Sumedang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, jalan tersebut bernama Jalan Cadas Pangeran, yaitu sebuah ruas jalan yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda, dimana di tempat jalan ini berada memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan karena mempunyai pemandangan yang indah dan juga mempunyai nilai historis yang tinggi.

Berbicara tentang sejarah Cadas Pangeran, tentunya tidak bisa lepas dari nama tokoh yang diceritakan didalamnya yaitu Pangeran Kornel dan H.W Daendels, diceritakan sang pangeran berani menyalami utusan  Belanda H.W Daendels dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya bersiap menghunus sebuah keris. Ya, gambar diatas adalah keris yang admin maksud, keris tersebut bernama Keris Naga Sasra, ia merupakan peninggalan Pangeran Kusumahdinata IX atau sering disebut juga dengan Pangeran Kornel, keris ini menjadi saksi bisu perlawanan Pangeran Kornel pada kaum penjajah. Ia menjadi saksi keberanian sang pangeran ketika berhadapan dengan H.W Daendels, seorang pemimpin Belanda yang terkenal akan kebengisannya.

Patung Pangeran Kornel
Patung Pangeran Kornel Bersalaman
Dengan H.W Daendels Menggunakan Tangan Kiri
Betapa tidak, ia tak segan untuk menjabat tangan kanan Daendels dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya bersiap menghunus Keris Nagasasra sebagai simbol perlawanan rakyat Sumedang pada kesemena-menaan penjajah kala itu, yang sedang giat-giatnya membangun jalan raya pos yang menghubungkan Anyer - Panarukan dan melewati Sumedang. Pangeran Kornel melakukan hal tersebut sebagai tanda protes pada Belanda yang mempekerjakan rakyat Sumedang secara paksa, untuk mengikis batu cadas dalam pembangunan jalan seperti yang pernah admin ceritakan di artikel berjudul Pangeran Kornel VS H.W Daendels. Moment heroik sang pangeran ini sekarang diabadikan dalam sebuah patung di ruas jalan yang bernama jalan Cadas Pangeran. 


Bisa dilihat pada gambar diatas, Pangeran Kornel menyodorkan tangan kirinya untuk menerima uluran tangan kanan Daendels, sementara tangan kanan Pangeran Kornel bersiap menghunus Keris Nagasasra (sayangnya pada gambar ini kerisnya tidak terlihat dengan jelas). Kisah heroik Pangeran Kornel ini seolah menjadi legenda tersendiri bagi masyarakat Sumedang, ia begitu dikenang dan diingat dibandingkan dengan kisah para penguasa Sumedang yang lain,  nama tempatnya pun mengabadikan peristiwa perlawanan sang PANGERAN dalam menentang kedzaliman penjajah yang membangun jalan ditengah hamparan batu CADAS, sehingga nama tempatnya pun diidentikkan dengan peristiwa tersebut, nama tempatnya menjadi CADAS PANGERAN, ada pula yang mengartikan Cadas Pangeran ini sebagai sikap keras (cadas) sang pangeran dalam menentang kedzaliman penjajah.

Cadas Pangeran
Salah satu Sudut Jalan Cadas Pangeran Dilihat Dari Atas
Berdasar dari hal tersebut, belum lengkap rasanya berbicara tentang Sumedang jika belum mengulas tentang jalan Cadas Pangeran ini. Jalan yang melegenda ini adalah ruas jalan yang menjadi salah satu landmark Kabupaten Sumedang selain Monumen Lingga dan Masjid Agung Sumedang. Kelokan dan rimbunnya pepohonan di sekitar jalan akan menimbulkan kesan tersendiri bagi mereka yang melewatinya, apalagi kalau sempat menoleh ke arah jurang, banyak pelancong yang menghentikan kendaraannya sejenak untuk sekedar melihat-lihat ataupun mengambil gambarnya.

Terlepas dari kontroversi benar atau tidaknya seseorang yang bersalaman dengan Pangeran Kornel tersebut adalah Daendels, ruas jalan ini tetap memiliki sejarah yang telah melegenda di Sumedang pada khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Keberadaannya seolah mempunyai daya tarik tersendiri, kabarnya ruas jalan ini akan dijadikan salah satu objek wisata unggulan di Sumedang, namun nampaknya realisasinya belum terlihat sedikitpun sampai saat ini.

Pemandangan Sawah Terasering
Dilihat Dari Cadas Pangeran
Banyak yang berpendapat bahwa ruas jalan ini sangat layak untuk dijadikan objek wisata karena selain memiliki nilai historis cukup tinggi yang sering membuat para pendatang penasaran dengan kisahnya, pemandangan di sekitar ruas jalan ini pun sangat indah, hutan pinus, sungai, ataupun sawah yang terhampar berundak-undak di areal yang berbukit-bukit memberikan pemandangan yang bisa memanjakan mata para pelancong yang melewatinya.

Dalam perkembangannya, Jalan Cadas Pangeran sekarang menjadi jalan penghubung Kabupaten Sumedang dengan Kota Bandung dan biasanya akan macet pada saat-saat tertentu seperti pada jam-jam kerja atau musim mudik Idul Fitri, jalannya dibangun di atas batu cadas dan satu sisi jalannya diapit jurang, uniknya (menurut penglihatan admin yang awam), jalan tersebut bukan dibangun di atas batu cadas melainkan menempel pada batu cadas seperti bisa dilihat pada gambar berikut :

Cadas Pangeran
Jalan Cadas Pangeran
Bisa dilihat di kejauhan (walau tidak begitu jelas), jalan Cadas Pangeran yang tampak di seberang terlihat menempel pada batu cadas dan bukan berada di atas batu cadas, sebenarnya warga Sumedang sudah sangat mengkhawatirkan kondisi jalan ini, mengingat beban yang harus ditanggung oleh jalan Cadas Pangeran ini sangat berat, ya, setiap harinya mobil-mobil besar bermuatan berat seperti batu bara, pasir, batu, semen cair, dan lainnya hilir mudik melewati jalan ini, angkutan darat seperti bus pun melewati jalan ini, bisa dibayangkan berapa ratus ton beban yang harus ditanggung oleh jalan ini setiap harinya.

Melihat posisi jalannya yang terlihat seperti menempel dan beratnya beban yang melewatinya setiap harinya, banyak kalangan mengkhawatirkan jalan ini akan rusak dan bukan tidak mungkin akan runtuh dan terputus. Perbaikan jalan sesekali dilakukan di tempat ini, namun karena sepertinya jalan ini kurang bisa menahan bebannya, kerusakan pun seringkali muncul kembali. Salah satu solusi untuk melestarikan dan memelihara keberadaan jalan Cadas Pangeran ini adalah dengan membangun jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sehingga mobilitas kendaraan-kendaraan berat tidak akan melewati jalan ini lagi dan beralih menggunakan jalan tol.

Perbaikan Jalan
Perbaikan Jalan Sekitar Cadas Pangeran
Mungkin ada sobat yang bertanya-tanya, admin menceritakan bahwa dalam sejarahnya jalan Cadas Pangeran adalah jalan yang dibuat dengan cara membobok dan mengikis batu cadas, berarti secara otomatis jalan yang dibangun berada diatas batu yang dibobok tersebut, namun kemudian ternyata jika dilihat secara sepintas jalan Cadas Pangeran ini seperti menempel pada batu cadas seperti telah admin sebutkan juga diatas, konstruksinya pun begitu rapi dan telah menggunakan rangka dan beton modern yang tidak mungkin dilakukan dimasa lalu.

Disinilah banyak yang terkecoh, banyak yang mengira bahwa jalan Cadas Pangeran adalah jalan yang setiap harinya dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat dan sudah sangat akrab dengan kemacetan, padahal sebetulnya jalan tersebut bukan jalan Cadas Pangeran yang sebenarnya, hanya masyarakat sudah kadung percaya dan menyangka jalan tersebut adalah jalan Cadas Pangeran, padahal jalan Cadas Pangeran yang sebenarnya berada di atas jalan tersebut.

Prasasti Cadas Pangeran
Prasasti Cadas Pangeran
Ya, sebenarnya jalan Cadas Pangeran terdiri dari dua ruas jalan, ada ruas atas dan ruas bawah. Jalan Cadas Pangeran yang biasa dipergunakan untuk transportasi dan lainnya adalah ruas jalan bagian bawah, dan ruas jalan atasnya biasanya dipakai sebagai jalur alternatif oleh mereka yang tak sabar untuk mengantri di tengah kemacetan, perlu lebih berhati-hati jika melewati jalan Cadas Pangeran bagian atas ini karena jalannya lebih sempit, lebih berkelok, dan tanjakan serta turunannya pun lebih curam daripada jalan Cadas Pangeran bagian bawah.

Nah, sebenarnya ruas jalan bagian atas inilah yang merupakan jalan Cadas Pangeran yang asli/sebetulnya dan tercatat dalam sejarah, yang pembangunannya sangat ditentang oleh Pangeran Kornel dan kisahnya telah melegenda seperti telah disebutkan diatas. Diruas jalan ini kita bisa menjumpai Prasasti Cadas Pangeran yang sedikit mengisahkan tentang cerita tokoh dan tahun pembuatan Jalan Cadas Pangeran ini.

Sekarang, Keris Nagasasra yang digenggam dan siap dihunus oleh Pangeran Kornel dalam menghadapi kesewenang-wenangan penjajah tersebut telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Sumedang dimasa lalu, keris tersebut sekarang tersimpan dengan baik di Museum Prabu Geusan Ulun.

Lihat : Museum Prabu Geusan Ulun

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

67 komentar

Kalo melewati jaln cadas pangeran syka terkagum2 sndri dg perjuangn msyrkn jaman baheula ats kekuatn dn pengorbanannya dlm membngun jln tsb. sehingga skrg kita bs leluasa menikmatinya. Tp kalo lewt situ, satu hal yg tdk bs sy hindari. Mabok kndaraan, hehe...sttt ini rahasia :D

Pemandangan di Jalan Cadas Pangeran sangat indah sekali :)) (k)

konon keris nagasastra miliknya pangeran kornel ini sakti mandra guna kalau diperbandingkan mirip dengan panahnya arjuna di film mahabarata itu tuh...bisa memancarkan cahaya gituh...kata sejarah orang tua sumedang itu ge'....wallahualam

Kerisnya sakti banget ya, Bang.. Orang-orang zaman dulu banyak punya ilmu dan kekuatan ya, lha keris aja bisa hebat gitu.. :D

Btw, aku kagum deh sama pemandangan dari Jalan Cadas Pangeran itu.. Hijau dan masih asri ^^

wah saya maru tahu kang, ternyata jalan cadas pangeran ada dua yah, atas dan bawah..karena memang selama ini yang sering dipakai yang bawah itu kang

wah saya baru tau tentang cerita sejarah keris dan pangeran nya mas.. jujur saja saya awam dengan sejarah. hehehe cuma pernah denger nama keris naga sasra ini di cerita film di televisi itupun saya nggak tau ceritanya benar apa tidak hehehehe :D

Baru tahu Kang kalau ada hubungannya keris nagasasra dengan peristiwa Cdas Pengeran :D

Salam

Ohh, gitu ceritanya. menegangkan sekali tuh kayanya tangan kiri sedang berjabat tangan, tangan kanan lgi megang keris :)

saya pernah melewati jalan cadas pangeran ini dan beuhhh pemandangannya mennnnn sangatt bagusss :D

kalau begitu sama dong mas, yang penting sekarang sudah tahu akan sejarah keris naga sasra :))

pengen liat kerisnya secara langsung [-( , ke aceh yuk om , kita liat rencong :))

keris nagasasra ini yg asli jumlahnya cuma satu ya mas... ternyata pnjang juga ceritanya tentang riwayat keris nagasasra :)

saya suka pemandangan alam di sumedang yang benar2 hijau indah n sedap dipandang mata x-)

Saya menyoroti panorama alamnya mas
memang pemandangan yg keliat indah :)

menarik sekali gan jujur saja saya baru tahu sejarah jl cadas pangeran ini gan... tapi saya belum pernah melewati jalan itu... pengen tahu juga sih... dulu waktu main kerumah teman di congeang malahan gak melewati jalan itu

saya sering mendengar kekeramatan keris ini...keris nagasasra... :D

Pangeran gagah berani. Sampai saat ini menimbulkan kebanggan kita kalau membacanya.
Kang, ikutkan lomba ini, mash bisa lho:

http://www.warungblogger.org/2014/05/3tahunwb-blog-competition.html

Sayang kalo gak diikutkan, mumpung tanggap postingnya sesuai jadwal lomba dan bisa dioprek dikit, sesuaikan dengan kriteria tulisan yang diminta. Tapi kalo dirasa sudah cocok ya didaftarin saja :)

ini sering diangkat jadi tema di ketoprak, Kang. saya sendiri lupa ceritanya, tapi di-refresh melalui tulisan akang ini. makasihh

ketopraknya pake kecap nggak kang...he..he...

mantap, banyak ilmu sejarah yang belum saya etahui,banyak berkunjung kesini bisa-bisa jadi ahli sejarah...bagus kang...lanjutkan.

indah sekali pemandangan sawahnya, betah deh liatnya lama-lama

wah iya mbak saya baru tahu ada lomba tersebut...saya mau ikutan ah, terima kasih mbak atas informasinya :)
siap laksanakan mbak :)

Kekayaan budaya yang harus menjadi kebanggan bukan dieksploitasi saja.. Salam dari Pulau Dollar

Waah... cerita sejarahnya seru.... :O

Keren banget Pangeran Kornel. Berani membela rakyatnya meskipun harus berhadapan dengan penjajah dan membahayakan dirinya. Seandainya pemimpin negeri kita sekarang seperti itu, ya....

Kalo namanya sih gak asing lagi tapi sejarahnya saya batu tau tentang pahlawannya. Yang membawa kedamaian dan kemakmuran daerah sumedang tentunya. Nice info.

Ada tombol KIRIM-nya koq Kang, coba cek baik2, ada yang harus di scroll.
Urutan data yang diisi adalah:
Nama
Jenis Kelamin
E-mail
URL Lomba
Twitter
Facebook
Aamat lengkap
No HP aktif

Nah di bawahnya ada tombol KIRIM :)

keris spt ini biasanya punya kekuatan magis dan bahaya klo dipake untuk niat jahat

biasanya peninggalan keris dimiliki oleh kolektor pribadi atau keturunannya, kalau di sumedang masih tersimpan di musium berarti ini hebat mas

eh iya y mbak hehe, ternyata kemarin saya kurang teliti :))
terima kasih mbak, sekarang saya sudah terdaftar sbg peserta :)
hatur nuhun

@ Teh Sun : iya betul bgt, sekarang mah kita tinggal menikmati keindahannya ya, padahal dibalik itu banyak nyawa yg dikorbankan jaman dulu ktika jalan ini dibangun. kudu sedia minyak angin ya teh :))

@ Mas Teuku : Sok atuh kesini ada kerisnya di Museum :) yuk ah, tapi ongkosin yah ?? :-)

wah kalau saya mah ndak tau tntang hal itu kang :)) ndak tanya2 juga sama guide museum pas berkunjung ke museum....keren ya kala kesaktiannya jiga panah arjuna mah :))

iya mbak...
kalau wajahku asri ndak ?? (m)

iya kang, yang sering macet itu..

tapi kalau tentang ubi cilembu mah sudah tahu kan Mas Nady n Kang Ucup ?? :-#

coba kang sama sayah...mau ndak jaman tangan seperti itu ?? saya yg pegang senjata tapinya (m)

kalau muka saya bagus ndak kang ??

kalau itu saya kurang tau mbak..sepertinya banyak sekali ya keris yang namanya keris nagasasra ini, entah berapa macam hehe...
kalau admin WS ini sedap dipandang mata ndak ?? (m)

terima kasih mas purnomu :)
nyorotnya jangan ke mata saya yah :))

wah memang rumahnya sebelah mana sob ?? pasti dari arah majalengka, indramayu, subang, atau cirebon y?

ah saya jadi malu kang ;-( hatur nuhun :))

iya mas, andai semua pemimpin di negara kita seperti itu ya...pasti keren dah

wah iya kah mas, saya baru tau =))

Namanya kok Pangeran Kornel ya.. Apa dia asli sumedang?..

Menarik sekali kisah keris Nagasasra ini. Saya sudah pernah membaca kisah pangeran Sumedang dan Deandels serta peristiwa yg diabadikan ini, tetapi memang tidak spesifik disebutkan nama kerisnya. TFS ya.

tentu lah...tebang duryudana mah lewat deh.

(k) imbas kecanduan nonton mahabharata

di daerah saya,keris spt ini selalu saja dikeramatkan warga sekitar

wah,menarik juga cerita ttg keris ini,saya jdi tau ttg sejarah lagi,dah lama nggk mempelajarinya lagi hehe..

sepetinya sekarang bakal kecanduan mahadewa juga :-)

beliau asli sumedang mas, namanya agak asing ya kalau untuk orang sunda :))
itu cuma panggilan saja mas karena pangkat beliau adalah kolonel, dan lidah orang sunda waktu iru tidak terbiasa menyebutkan kata kolonel, walhasil kata kolonel tersebut berubah menjadi kornel...jadi kepikiran mungkin nanti saya bikin postingannya juga yang mengulas tentang itu, terima kasih mas sudah memberikan inspirasi

rata-rata memang begitu ya mas

selama ini saya hanya tau cerita keris ini dari acara tv dan radio saja mas

sekarang lagi musim batu, kayaknya kris mulai di tinggal

Di balik sejarah asal-usul nama Cadas Pangeran, memang keindahan hamparan alam di sepanjang jalan ini sangat sayang sekali dilewatkan jika berkunjung ke Kab. Sumedang.

Di museum prabu geusan ulun masih tersimpan rapi benda2 peninggalan sejarah sumedang.


EmoticonEmoticon