Thursday, 1 May 2014

Benteng Pamarisen, Sebuah Nama Sebuah Cerita

Benteng Pamarisen
Lapangan Bola, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada
Judul "sebuah nama sebuah cerita" ini admin maksudkan untuk menggambarkan keadaan Benteng Pamarisen, yaitu benteng peinggalan Belanda yang berada di lingkungan Dusun Pamarisen, Desa Mekarjaya, Sumedang Utara. Jika dulu admin pernah bercerita tentang benteng peninggalan Belanda yang sudah tidak terawat di Sumedang yaitu Benteng Darmaga di lingkungan Darangdan, mungkin keadaan benteng peninggalan Belanda di Pamarisen ini bisa dikatakan lebih memprihatinkan lagi karena sudah tidak ada atau tidak tersisa sama sekali.

Lapangan Bola,
Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada
Hujan baru saja reda ketika admin sampai di tempat ini, sebuah tempat yang menurut beberapa sumber memiliki bangunan bersejarah berupa benteng pertahanan peninggalan Belanda pada masa Perang Dunia I. Namun anehnya, tidak seperti benteng peninggalan Belanda di Sumedang lainnya yang relatif mudah admin jumpai walau harus menaiki bukit, benteng Belanda di Dusun Pamarisen ini sangat sulit admin temukan padahal medan jalannya bisa dikatakan lebih mudah daripada jalan menuju benteng Belanda lainnya. Admin sampai berulang kali bolak balik di jalur jalan yang sama untuk menemukan benteng yang katanya ada di Dusun Pamarisen ini.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Benteng Pamarisen sebagian besarnya memang sudah dihancurkan, dan dilokasi tempat benteng itu berada kini  telah dibangun sekolah dan lapangan sepak bola (sungguh sangat disayangan), namun walau sudah mendapat keterangan seperti itu admin tetap penasaran dan ingin membuktikannya sendiri dengan mendatangi tempat benteng ini berada, karena awalnya admin beranggapan bahwa walaupun bentengnya sudah dihancurkan minimal pasti ada sisa-sisa reruntuhannya yang bisa saya dokumentasikan, dan bangunan SDN Pamarisen menjadi patokan  untuk mencari tempat benteng itu berada, karena seperti telah disebutkan diatas Benteng Pamarisen dihancurkan untuk selanjutnya ditempat yang sama dibangun sekolah dasar dan lapangan sepak bola.

SDN Pamarisen, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada
Namun rupanya admin harus kecewa dengan dugaan semula, karena ternyata benteng Belanda di Pamarisen sudah tidak tersisa bangunannya sedikitpun, itu yang admin lihat di lokasi ketika berkunjung ke Dusun Pamarisen di Desa Mekarjaya ini. Sangat disayangkan, mengingat bangunan bersejarah ini pasti sudah termasuk kedalam cagar budaya yang harus dilindungi jika wujudnya masih ada, dan seperti bangunan cagar budaya lainnya pasti bangunannya tidak boleh dihancurkan untuk suatu kepentingan apapun, bahkan walau itu untuk pembangunan sekolah., dan admin lihat lapangan bolanya pun bisa dikatakan tidak bagus, hanya berupa lapangan bola sederhana yang banyak kita temukan di desa-desa pada umumnya, ini sangat tak sebanding dengan penghancuran sebuah situs atau cagar budaya yang sangat berharga dan bisa menjadi potensi wisata bagi Kabupaten Sumedang sendiri.

Tapi entahlah, mungkin pemerintah setempat kala itu punya pertimbangan lain mungkin semua beranggapan bahwa tempatnya lebih baik diberdayakan daripada hanya untuk seonggok bangunan yang tidak bisa dipakai, dan mungkin banyak pertimbangan lain untuk kemaslahatan masyarakat, baik untuk masyarakat sekitar maupun masyarakat Sumedang secara umum.

Lapangan Bola, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada
Selain dari beberapa sumber artikel, sedikit keterangan admin peroleh juga dari penduduk sekitar ketika berkunjung ke Dusun Pamarisen, mereka mengatakan bahwa memang benar SDN Pamarisen dan lapangan bola yang ada dibelakangnya dulunya merupakan tempat benteng peninggalan Belanda berada, namun sudah sejak lama benteng tersebut dihancurkan untuk selanjutnya ditempat yang sama dibangun sekolah serta lapangan sepak bola. Namun demikian nama "benteng" tetap melekat di Dusun Pamarisen ini, karena sampai sekarang daerah ini masih disebut dengan "Benteng Pamarisen" oleh masyarakat setempat walau sudah tidak ada benteng yang berdiri di tempat ini.

Melihat dari posisinya, sangat masuk akal jika dulu tempat ini dijadikan markas atau benteng yang menjadi pusat persenjataan Belanda, karena dari tempat ini kita bisa melihat dan mengawasi pusat kota Sumedang dikejauhan, bahkan Gunung (bukit) Kacapi yang berada di Kecamatan Cimalaka dan dekat dengan pusat kota pun terlihat dengan sangat jelas, hanya sayang ketika admin berkunjung kesini sedang turun kabut sehingga pemandangan kota Sumedang tidak terlihat dengan jelas, dan admin hanya menggunakan kamera HP sederhana untuk mendokumentasikan gambarnya, yang tentunya kemampuannya untuk menangkap gambar pun terbatas.

Seperti pernah admin sebutkan di beberapa artikel dengan tema benteng Belanda, admin berfikir Belanda memang sangat jenius karena mereka membangun benteng-benteng atau instalasi-instalasi militer di tempat-tempat yang strategis dan bisa mengawasi pusat kota Sumedang secara langsung, jika terlihat ada pergerakan yang mencurigakan sedikit saja, maka moncong-moncong meriam akan langsung diarahkan dan didentumkan ke arah pusat kota, dan habislah kota Sumedang saat itu juga.

Gunung Kacapi Dan Kota Sumedang Terlihat Dari Lokasi Benteng
Berhubung Benteng Pamarisen sudah dihancurkan dan bangunannya tidak tersisa sama sekali, maka admin pun tidak bisa mendokumentasikannnya untuk dishare disini, sayang sekali memang, padahal  dengan melihat saksi bisu peninggalan sejarah itu bisa bercerita lebih banyak daripada hanya sekedar membaca uraiannya di buku-buku ataupun artikel yang bercerita tentangnya.

Namun terlepas dari itu semua, berkaitan dengan Benteng Pamarisen ini pasti pemerintah setempat kala itu mempunyai pemikiran lain yang menghendaki kebaikan (mungkin), karena dalam menjalankan fungsinya melakukan pengawasan pada semua cagar budaya di daerahnya, pemerintah setempat tidak mengizinkan benteng ini dihancurkan dan membiarkannya. Kita hanya bisa berdoa dan berharap mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi pada bangunan-bangunan bersejarah lainnya, jika tidak bisa ikut merawat, minimal janganlah kita merusaknnya, bukan begitu sobat?

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

74 komentar

sayang sekali. masa situs bersejarah kok dihancurkan :p

sayangnya puing2 bentengnya tdk ada yg tersisa ya mas, jika masih ada pasti akan mengundang berbagai studi utk datang ke situs pamarisen ini :)

Selamat malam Kang Jery, Wah tempat Benteng pamarisen kemarin saya
Ke Kota Sumedang gak terkunjungi ni Kang? tapi sayang bener kata Kang Ucup
Dan Mbak Indri diatas. Benteng sejarah itu tidak ada puing puing sebagai
Bukti sejarah jaman dulu yah kang Jery? makasih atas artikel sejarahnya :)

Betul yah Kang Ucup,,? tapi setidaknya masih ada Benteng Pamarisen
Mungkin bisa jadi pengganti sejarah itu yah Kang Jery, salam sukses
Selalu Kang Jery.. :)

Dulu benteng penjajahan Belanda, sekarang lapangan bola kaki....Wah, sungguh ironis mas Jery...

waduh. sayang sekali ya mas peninggalan sejarah itu sekarang sudah tinggal kenangan semata ;(

bentengnya sudah tidak berbentuk ya..dan sudah diganti dengan sekolahan..wah sayang, mungkin ini kurangnya peran pemerintah setempat untuk menjaga warisan bangsa yang merupakan saksi biksu masa-masa perjuangan dulu...hmm.. salam hangat dan hormat dari admin blog jagad kawula untuk bang wewengkon khususon :)

Nambah info lagi nih tentang Sumedang, thanks banget....soalnya belum pernah lihat tempat Pamarisen!

Begitu indahnya ya, sebuah bagunan pasti mempunyai certa atau dongeng mazing2 :D

wah sayang benget ya, padahal itu juga termasuk peninggalan sejarah yang harus kita tahu lho, kalau udah di hancurkan benar-benar sayang banget

Sayang juga sih ya, kek manapun benteng Belanda bisa mengingatkan kita tentang sadisnya penjajah zaman dulu.. Biar bisa selalu bersyukur kalo sekarang uda bebas merdeka dan lagi berusaha buat jadi negara yang maju.. *optimis*

Tapi kalo akhirnya dijadiin sekolah, lapangan bola yang menurut mereka lebih berguna, ya mau kek mana lagi ya, Bang. Heheh..

saya penasaran sekali dengan benteng pamarisen ini tapi sayang sekali yah udah ditiadakan..

Makin lama bukanya makin sadar untuk mempertahankan peninggalan jaman dulu. Malah pada cuek cuek aja ya mas..

Lha jadi ceritanya bentengnya sekarang sudah gak ada ya brow?? waduh...

itu teh masih daerah sumedang lain kang ???

sayang juga sih dihancurin.... tapi nama benteng nya sepertinya tetep abadi, walopun gak ada masih melekat di Dusun Pamarisen.

di kab ane juga ada, sekarang di jadikan tempat wisata. namanya benteng portugis, lokasinya pinggir laut, jadi nampak keren =))

Wa'alaikumsalam. Benar sekali judulnya Kang, Benteng Pamarisen kini hanya tinggal sebuah nama dan cerita saja.

Nice share Kang

Simak kembali sejarah benteng Pamarisen iniKang Jery
Selamat malam saja dan selamat Beristirahat yah kKang?

tuh, benar2 daerah yang sangat kaya situs2 peninggalan sejarah, budaya, dan wisata. top pisan euy

tak bersisa sama sekali, yah,.. ngancurinnya ngga nanggung-nanggung ya

Subhanalloh ya,, sumedang banyak menciptakn sjarah. Mangkanya kalo mau refreshing gak usah jauh2, sumedang aja, hoho....promosi.

Wah, sayang sekali.... :(

Saat itu Belanda memang sudah menguasai ilmu pengetahuan, makanya strateginya untuk menjajah selalu hebat, termasuk dalam membuat benteng-benteng di tempat strategis....

wah sayang sekali gan kalau bangunannya sudah dihancurkan.. jadi tidak bisa melihat sendiri saksi bisu sejarah itu.. :(

Benteng Belanda di Pamarisen sudah tidak ada lagi, sehingga tidak sempat membayangkan seperti apa bentuk dan wujudnya. Sejarah yang terabaikan dan terlupakan.

Sayang ya, kalo bangunan bersejarah seperti itu harus dimusnahkan, hanya untuk menjadi lahan tidur.

mestinya gak di bongkar bisa jadi tepat wisata atau media pembelajan :D

iya kang ucup. sayang sekali =))
kan bentengnya malah sudah ndak ada sama sekali kang karrys

sma2 kang...iya kang, sayang sekali sebenarnya ini benteng dihancurkan sampia ndak tersisa

iya pak uda...lapangannya pun ndak bagus, sangat tidak sebanding untuk penghancuran sebuah bangunan menurut saya

iya kang, benar sekali...sungguh sangat disayangkan, yah mau gimana lagi nasi sudah jadi bubur...

salam hangat dan salam hormat juga buat bang admin jagad kawula :)

kalau masih ada pasti sudah jadi cagar budaya tu ya mas...bisa jadi tempat wisata sejarah dan jadi wisata minat andalan

iya mbak beby...setidaknya sekolah bisa melahirkan kader2 masa depan untuk bangsa ini :))

tapi yang jadi pertanyaan sih, emang gak bisa ya sekolahnya dibangun ditempat lain tanpa menghancurkan bentengnya :-s

kalau bentengnya masih ada mau kesini mas ?? :))

dan apakah kita termasuk salah satunya ?? =))

iya bang...begitulah ending ceritanya

iya kang...di dusun pamarisen

woooww kalau dipinggir laut seperti itu pasti makjleb banget ya mas :))

selamat malam kang...iya kang silahkan :)

top markotop kan kang, cuma harus lebih digencarkan lagi promosinya kang =))

iya mas, sampai ndak tersisa, percis seperti iklan makanan saja

heee iya atuh mbak sok lah ditunggu ya, diantos :))

iya mas, begitulah...belanda sangat pintar mencari letak2 lokasi yg strategis untuk memmbuat instalasi2 militer, ini didukung pula oleh teknologinya yang sudah lebih maju untuk menjajah bangsa kita

menarik sekali mas benteng nya penuh dengan cerita ya, pasti yang bangun benteng tersebut hebat hebat ya. Thanks mas jery atas share nya ya :)

sayang sekali ya..bangunan bersejarah seperti ini harusnya dilestarikan.

kok kayak judul album ya mas,sebuah nama sebuah cerita hehe..

sangat disayangkan peninggalan bersejarah ini diruntuhkan, mungkin mas jery suka sama band yang pakai judul album itu.

kelihatannya iya mas Jery hehehehe :-)

Apakah tidak ada yang terpanggil ya untuk bisa mempertahankan benteng ini sebagai sarana edukasi dan kreatif bagi masayarakat setempat ? sayang sekali kalau sampai terabaikan.

Salam

sayang sekali benteng itu sudah tak ada wujudnya

benteng yang sangat bersejarah ya mas, jadi sebaiknya masyarakat bisa merawatnya agar tetap berdiri kokoh bangunan nya ;)

Peninggalan sejarah tempo doeloe yang telah hilang dari bumi Sumedang 8-) . Apakah bangunannya telah lapuk, rusak, roboh, tidak layak lagi [-( untuk dilestarikan? Kita tahu biasanya bangunan-bangunan lama jaman Belanda begitu kuat dan kokoh (k) . Tahan dari terpaan panas, dingin, dan hujan. Kita tentu berharap pemerintah atau pihak yang berkompeten lebih 'peduli' dan 'perhatian' terhadap situs-situs sejarah masa lalu yang amat berharga bagi generasi kini dan mendatang ;(( . Terima kasih sharingnya yang menarik. Salam cemerlang buat sobat Blogger Jery "WS" Yanuarlan. cheer

Seharusnya membangun tidak perlu dengan menghancurkan. Sayang sekali

begitulah mas...posting ini terinspirasi lagu tersebut hehe

mmm bisa juga dibilang begitu sih mbak...
ndak juga, cuma banyak yang bilang saya mirip vokalisnya :-)

entahlah pak, saya juga ndak mengerti, sangat disayangkan ya...
mmmm...minimal ada yg terpanggil untuk menulisnya sekarang kan pak :))

tuh kan...apa saya bilang :-)

iya mbak, sayang sekali sekarang kan wujudnya sudah ndak ada =))

sama2 pak herdony, terima kasih juga...salam cemerlang :o

iya mbak, saya setuju sekali dengan kata2 mbak, membangun tidak perlu menghancurkan, apalagi menghancurkan situs2 sejarah seperti ini ya mbak...

sayang bener ya sampe dihancurin gitu
mungkin cuma mikir belanda itu musuh jadinya ga kepikiran suatu saat nanti bisa dimanfaatin jadi obyek wisata oleh anak cucunya :D

judul posting nya kok hampir mirip dengan judul album lagu nya noah mas hehehe sebuah nama sebuah cerita :D


EmoticonEmoticon