Friday, 21 March 2014

Menapaki Jejak Sejarah di Benteng Pasirlaja, Gunung Gadung

Benteng Pasirlaja
Benteng Gunung Gadung Blok Pasirlaja
Benteng Gunung Gadung di Pasirlaja., sama dengan benteng peninggalan Belanda lainnya di Sumedang, benteng atau instalasi militer Pasirlaja ini dibangun pada masa Perang Dunia I, atau kira-kira dibangun pada sekitaran tahun 1918-an. Berbeda dengan benteng di Pasirkolecer yang terdiri dari dua bangunan, benteng Gunung Gadung di Pasirlaja ini terdiri dari tiga buah bangunan yang saling berdekatan, berikut kita lihat satu persatu bangunan bentengnya.

Benteng Pasirlaja
Benteng Pasirlaja, Benteng Pertama
Ketiga benteng peninggalan Belanda ini berderet atau berjajar dalam posisi menurun dan  untuk mulai memasukinya tidak ada tanda khusus seperti pagar, pintu masuk atau lainnya, kita hanya perlu meniti jalan menurun setelah menelusuri jalan desa sampai mentok disebuah lapangan bola.

Benteng pertama bangunannya bisa dilihat seperti pada gambar diatas, benteng ini berada di urutan paling atas berbentuk satu benteng tunggal dengan satu pintu, melihat letaknya yang tepat berada dibawah lapangan bola, ruangan didalam benteng ini mungkin berada dibawah lapangan bola tersebut, mungkin. Konstruksi beton bertulang yang dilengkapi dengan anak tangga menuju ke pintunya ini masih tetap kokoh berdiri sampai saat ini walau dindingnya tampak mulai menghitam dan berlumut termakan usia.

Benteng Pasirlaja
Benteng Pasirlaja, Benteng Kedua
Jika kita lanjutkan perjalanan dari benteng yang pertama, sedikit lebih kebawah kita akan menjumpai benteng yang kedua. Benteng yang kedua ini bentuknya sama persis dengan salah satu benteng di Pasirkolecer, hanya bedanya ada sebuah titian anak tangga untuk menuju ke bagian atas benteng atau ke atapnya. Tidak jauh dari benteng ini terdapat saluran air yang berbentuk mirip huruf U, menurut warga sekitar saluran air ini sebagian besarnya sudah tertimbun tanah, dan hal yang sama terjadi pada benteng ketiga seperti bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Benteng Pasirlaja
Benteng Pasirlaja, Benteng Ketiga
Melihat dari posisinya, benteng yang ketiga ini tepat berada dibawah benteng yang kedua tapi karena sebagian bangunan dari benteng ini telah tertimbun tanah kita hanya perlu berjalan beberapa meter saja  untuk sampai ke benteng ketiga ini (tidak menurun). Sangat disayangkan kabarnya benteng ketiga ini tertimbun tanah kurang lebih 1,5 meter tingginya sehingga yang terlihat hanya bagian atasnya saja, sebuah pintu yang terdapat di benteng ketiga inipun jadi hanya tampak seperti sebuah jendela berukuran kecil saja seperti bisa dilihat pada foto diatas.

Dan yang lebih disayangkannya lagi, benteng ketiga ini sudah dikotori oleh ulah tangan-tangan jahil berupa coretan-coretan seperti bisa dilihat pada gambar diatas, sampai sekarang admin masih tak habis pikir, sebenarnya budaya coret-coret itu untuk apa? toh dengan mencoret-coret tak menjadikan sebuah objek menjadi lebih bagus atau lebih indah.

Ketika admin bertanya kenapa benteng yang ketiga ini bisa tertimbun tanah yang tingginya kurang lebih 1,5 meter kepada salah seorang penjaga benteng, admin mendapat jawaban kurang lebih begini ;

 "Benteng ketiga di Benteng Pasirlaja ini tertimbun tanah dari tanah buangan hasil pembuatan jalan, jadi ketika dulu ada pembuatan jalan di desa ini, tanahnya dibuang di tempat benteng ketiga ini berada...katanya sih nanti tanah buangan tersebut akan digali dan dipindahkan lagi ketempat lain oleh pihak terkait untuk mengembalikan keadaan benteng seperti sediakala, namun sampai sekarang hal tersebut belum direalisasikan," sangat disayangkan.

Masih menurut sumber yang sama, untuk mengoptimalkan daya tarik benteng ini bisa dikatakan mudah namun tidak bisa mereka lakukan sendiri. Sejauh ini terlihat keadaan benteng dan sekitarnya sudah dirawat dengan baik dan tampak sangat bersih, hanya untuk memindahkan tanah buangan tersebut perlu tenaga lebih dan mungkin alat-alat berat yang tidak dimiliki oleh warga sekitar atau warga yang merawat benteng ini. Kalau tanahnya sudah bisa dipindahkan, mungkin ceritanya akan lain, begitu katanya.

Gunung Tampomas, Dilihat dari Desa Sukajaya
Benteng ini memiliki beberapa fungsi bagi militer Belanda di masa lampau, selain untuk tempat peristirahatan para perwira, ketiga benteng ini juga dijadikan tempat penyimpanan senjata, dan karena letaknya yang berada di ketinggian, Benteng Pasirkolecer ini juga berfungsi sebagai benteng pengintaian.

Dari Benteng Pasirlaja ini, kota Sumedang bisa dilihat dengan jelas dikejauhan seperti bisa dilihat pada gambar diatas, dengan benteng pengintai ini Belanda bisa mengawasi gerak-gerik di kota Sumedang tempo dulu, jika ada yang mencurigakan maka mereka bisa langsung bergerak. Dari tempat ini pemandangan seputaran kota Sumedaang terlihat sangat jelas, Gunung Tampomas pun tampak berdiri dengan kokoh bak benteng alam yang menaungi kota Sumedang

Untuk menuju benteng ini sama jalurnya dengan menuju Benteng Pasirkolecer, yaitu dari arah alun-alun Sumedang dilanjutkan ke arah jalan Cut Nyak Dien tempat dimana Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien dimakamkan, dari Makam Cut Nyak Dien kita tinggal lurus mengikuti jalur lalu belok mengikuti jalan menuju tempat wisata kampung Toga dan terus dilanjut sampai gapura memasuki Desa Sukajaya. Hanya bedanya setelah sampai ditempat benteng Pasirkolecer, perjalanan masih harus terus dilanjut sampai kira-kira setengah kilometeran lagi, jika kita terus mengikuti jalan maka nantinya akan tiba atau melewati sebuah lapangan bola didekat lapangan bola itu lah Benteng Pasirlaja ini berada. Semoga bermanfaat.

Lihat : Cut Nyak Dien, Dalam Pengasingannya di Sumedang

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

108 komentar

benteng-benteng peninggalan jaman dulu masih terlihat kokoh yah mas bangunannya harus dilestarikan supaya bisa menjadi benda bersejarah yang bisa dinikmati juga oleh generasi berikutnya, makasih sharingnya mas WS.

mantab tuh kalau bisa menapakkan kaki di sana

Wah kalo di kelola lebih serius bisa menjadi tempat wisata terkenal Maz..

Terkesan ada suasana magis juga ya di lokasi ini. Apakah penerangan lampu juga sudah disediakan di bagian dalam GUA tersebut?

lama saya gak berkunjung ke blog ini mas..makin bagus aja blognya

indah sekali pemandangannya mas, ini wisata sambil belajar sejarah
thanks mas :))

Terimakasih infonya Mas. Seru bisa dapat cerita-cerita begini. Jadi nambah pengetahuan meskipun belom bisa kemana-mana.

seharusnya peninggalan ini dipelihara dan dijaga dengan baik agar terus kekal kukuh untuk generasi yang akan datang..

Sayang banget ya bentengnya ditimbun tanah... harusnya peninggalan sejarah dijaga

mesti di jaga dengan baik ya mas,soalnya ini bagian dari peninggalan sejarah juga :)

benar2 menakjubkan akan kekayaan peninggalan bersejarah ya mas di pasiraja ini, ini masih wilayah sumedang kan mas :)

oya, saya mengundang mas jery menulis di http://helofren.com :) makasih sebelumnya x-)

tempatnya sedikit menyeramkan ya mas jery [-(

menelusuri tempat bersejarah emang asik ya gan.. salah satunya bneteng 21 ini pastinya.. :)

dilihat pada benteng yang pertama kelihatannya masih terjaga keasriannya ya

Banyak sekali peninggalan sejarah disana ya mas..jadi pengen kesana

Kok link internal nya masih pakai blogspot mas? Apa domain dot com ini tidak akan diperpanjang lagi? hmmmm :)

Setiap berkunjung ke blognya Kang WS selalu mendapatkan pelajaran dan pengetahuan tempat-tempat bersejarah di Indonesia.

Terima kasih Kang sharenya

dapet pengetahuan baru nih tentang sejarah. mantap Mas....

waduh....para petinggi dan para pengurus kota sumedangudah sangat keterlaluan, khususnya dalam kasus timbunan tanah dibenteng ke 3 dari benteng PasirLaja ini..ngga bisa hanya didengar dan diposting doangan kalu begini mah...harus ambil tindakan yu kang.

mungkin kita harus gali lagi data dan informasi tentang keberadaan tanah urugan bekas pembuatan jalan itu...lalu kita bikin surat beserta dokumentasi lapangannya ditujukan ke dinas terkait...kalau ngga digubris...kita bikin film-nya dan upload ke youtube...biar kebakaran jenggot deh semuanya.
kayanya kita kudu ketemuan deh kang.

paling mudah...kita laporkan ke wartawan yang idialis dan wartawan yang bener bener wartawan untuk mengekpos kondisi ini ke koran nya.
intinya yang beginian ini kudu di heboh kan....kalau udah heboh...pasti bakalan segera dibenahi deh....pemimpin bangsa ini prilakunya kan gituh...bakar dulu jenggotnya...baru deh pada ngeh.

sungguh sebuah peninggalan sejarah yang sangat mengagumkan mas, walaupun usianya sudah tua tapi struktur bangunan bentengnya masih terlihat kokoh dan megah

Setuju saya kang , dengan begitu mudah mudahan akan lebih terkenal di mata masyarakat luas

Kl saya deket sana brgkali bakal sering2 datang, tempat yg bagus bt nulis inspirasi..

bentengnya serem banget ya mas,,
ohya maaf baru bisa nyampe sini, kemaren saya udah bolak balik kesini tapi terus gagal untuk berkomentar. terima kasih informasinya...

luar biasa ya mas bangunan benteng nya sampai sekarang masih berdiri kokoh. Hebat banget orang belanda bisa bangun benteng sekokoh itu ;)

seneng juga kalau bisa lihat-lihat peninggalan sejarah masa lalu yah mas, selain itu bisa menambah wawasan :)

Wah ,,,,, kayanya cerita menarik dari benteng ini. Namun sayang ya kalau situs ini di biarkan terbengkalai oleh pemerintah di daerah. Aturan kan bisa di jadikan obyek wisata ejarah yang memberikan edukasi positis bila di maksimalkan. Hm...... kacau...... 8-)


Salam

Sumedang banyak peninggalan sejarah nya.harus dijaga kelestarian nya

masih banyak tempat menarik yg belu saya kunjungi..

Wah kalau di perbaiki sedikit, pasti lebih keren + jadi tempat wisata deh (k)

Cukup dekat ya dari Benteng Pasirkolecer. Kalau habis dari situ, bisa sekalian lanjut lihat-lihat Benteng Pasirlaja ini....

Berwisata ketempat hiburan dan berwisata ketempat sejarah itu beda ya mas. Lebih bagus ketempat bersejarah. Selain hiburan kita juga dapat tambahan wawasan. Hehehe

nambah lagi wawasan sejarah saya, berwisata sambil belajar di wewengkonsumedang
thanks mas :))

Tempat ini harus dijaga dan bisa juga jadi tempat tujuan wisata sejarah

Peninggalan bersejarah memang harus di lestarikan. Semoga ada perhatian untuk perbaikan.
Luar biasa.

Benteng2 jaman Belanda memang kuat bahannya ya Kang. Bangunan sekarang mah, belum apa2 sudah banyak rusaknya. Itu masih bisa bertahan padahal tidak begitu terawat juga ...

bawa senter dong Kang, masa bawa neon

saya selalu kagum dengan jenis bangunan apapun yang dibuat belanda. selalu kuat, dan akhirnya dikenang.

wah bisa sekalian ke makamnya cut nyak dhien ya kang, kalo pas ke sana

Wah tu benteng sepertinya cocok buat tempat persembunyian gan..

kok sepi gitu ya, apa pada enggak tahu ada tempat kayak gini? [-(
atau kurang sosialisasi dari pemerintah daerahnya.
:>)

bentengnya khas ya kang bergaya kolonial...ditempat saya ga ada benteng

ternyata puing-puing peninggalan sejarah masih banyak ya :)

pemandangan yg menyejukkan...!

yg jauh dr keramaian aja masih bisa dicoret2, kiraain hny anak kota aja yg bs usil trnyata anak desa pun sama usilnya, atw jgn2 itu ulah anak2 kota ya...? hehe...

indonesia memang masih banyak sejarah yang masih belum terungkapkan. unjung kesini makin nambah pengetahuan nih..

banyak sekali ya persembunyiannya belanda ini gan.. hehe jadi gatel pengen jepret sendiri kesana :D

padahal saya orang indonesia tetapi tidak pernah tau tempat beginian gan .. padahal nih aset loh bagi negeri ini sayang tidak pernah dipublish sama pak SBY apa dia jgn2 gk tau jga ya ? hehe

Sayang banget yah Saksi sejarah ini sedikit tertimbun tanah, eh sedikit banyak lagie. Dulu Saat Bangun Jalan Cari yang mudah buang galiannya kayaknyah

nggak ada senter lilinpun jadi kang, masak bawa matahari hehe...

nggak ada habis-habisnya tempat sejarah di sumedang ya mas, jadi banyak tahu

Selamat malam Kang Jery, wah maaf nih Kang saya ketinggalan
Berita dan sejarah yang bermanfaat tentang Menapaki Jejak Sejarah
di Benteng Pasirlaja, Gunung Gadung ini, susul saya bacanya yah Kang
Makasih atas tulisan sejarahnya salam sukses :)

Betul yah Mas Anthonie, bangunan jaman dulu sangat kuat
Pantas saja sampai sekarang ini peninggalan nya bisa jadi sejarah.
Dan Kang Jery mengemas artikel ini dengan bagusnya, salaut saya Kang :)

yuk ah kita semua berusaha merawatnya ya mas eka n kang karrys hehe :)
kalau jaman sekarang mah beberapa bulan aja gampang ambruk ya bangunan2 tu

apalagi kalau bisa mendaratkan pesawat ya sob

bawa cintaku azzaaa, karena cintaku bisa menerangi seluruh dunia :-)

terima kasih mas...iya nih saya juga sudah lama gak berkujung ke blognya mas febri, sudah agak jarang ngeblog nih

sama-sama mas, itulah indahnya berbagi ya :)

iya mbak masih diwilayah sumedang :)
waaah terima kasih sekali mba atas undangannya, saya merasa tersanjung sekali...siap mbak, nanti saya bakal corat-coret disana hehe

ya begitulah teh lazimnya bangunan-bangunan tua :))

iya sob...menambah pengalaman dan ilmu juga kan :)

iya sob benteng2 disini sangat bersih sekali karena dirawat oleh para pengelolanya

kapan2 boleh mbak dicoba kesini :))
sekalian kita kopdar hehe

hee iya mbak, wah mbak teliti sekali :)
link internalnya sengaja pakai yg blogspot, takutnya gak bisa perpanjang domain lagi hehe

aduh saya jadi tersanjung mas hehe terima kasih

huhu ya begitulah nasib sumedang ya kang =))
iya kang hayu, kalau akang ke sumedang kota koling2 aje yah, nanti kalau WS ke cilembu pasti tak koling2 juga kita kopdar

saya juga setuju....kita bakar aja jenggotnya yu kang ?? eh...hehe
iya kang, yah mau dgimanain lagi ung karena kebanyakan sudah kandel kuilit badak mungkin...

iya mas, tentunya harus kita jaga bersama ya mas...

iya pak, kalau banyak waktu sih enak ya hehe

wah kenapa ya mas...apa loading blognya terlalu berat gitu ya ??
heeterima kasih mas, sampai bolak balik gitu buat berkomentar

kita harus banyak belajar dari mereka ya mba :)

iya mbak...bangunan walanda mah memang hebring2 ya :))

iya kang, kalau bangunan sekarang yg dikenang apanya ya ???

iya kang, karena kalau mau kesini pasti lewat makam cut nyak dien

dua-duanya mungkin benar sob hehehe

mmm...saya kurang tau juga mas hehehe

iya sob...kalau saya biasanya kalau gatel itu digaruk sob hehe :))

wah kalau soal itu saya kurang tau sob :))

iya mas, mungkin dulunya begitu...cari yang mudah saja buang tanahnya

selamat sore kang...hee iya kang silahkan, terimakasih salam sukses juga ya

Wah akang ini ternyata pemerhati sejarah budaya ya ...
Kalau liat foto2 diatas, kok sy jadi merinding ya?
nice post kang..

Bagian dari sejarah bangsa, sdah seharusnya dilestarikan.
Tangan jahil coret2 sllu saja ada,
Sayang yah buang tanahnya dsitu...

n3 yg sgt menarik...sejarah mmg harus dipelihara...

Sejarah tentu tidak bisa terlupakan oleh kita ya mas, sama dengan sejarah benteng. salam kenal

Selain mengenal sejarah benteng, kita juga diasyikkan dengan pemandangan yang sejuk ya mas, kalau boleh tahu itu lokasinya di mana ya :D

ini itu tepat nya di kampung halaman saya loh sob.


EmoticonEmoticon