Sunday, 1 December 2013

Cut Nyak Dien, Dalam Pengasingannya di Sumedang

Cut Nyak Dien
Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien
Sumber Gambar : Wikipedia
Selamat siang sobat, bagaimana kabarnya hari ini? lama tidak berjumpa, pada kesempatan kali ini admin ingin mencoba sedikit menuliskan kembali tentang seorang tokoh yang ada kaitannya dengan Kabupaten Sumedang, namun beliau bukanlah tokoh asli asal Sumedang seperti misal Bapak Rd. Umar Wirahadikusumah yang merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-4, beliau adalah seorang pejuang asal Aceh yang diasingkan ke Sumedang yaitu Cut Nyak Dien.

Lihat : Rd. Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden RI Ke-4

Komplek Pemakaman Gunung Puyuh
Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang
Seperti yang telah tercatat dan dituturkan dalam sejarah Nasional Indonesia, Kabupaten Sumedang merupakan tempat pengasingan salah satu Pahlawan Nasional perempuan asal Aceh yaitu Cut Nyak Dien,  istri dari Teuku Umar ini diasingkan dari Aceh ke Sumedang oleh pemerintah Belanda karena kegigihannya dalam melawan penjajahan Belanda di daerahnya, selain itu, ia juga dianggap mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menyatukan masyarakat Aceh untuk melawan Belanda. Menurut beberapa sumber beliau diasingkan dari Aceh ke Kabupaten Sumedang hingga wafat pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh Sumedang.

Makam Cut Nyak Dien
Makam Cut Nyak Dien
Semasa beliau diasingkan ke Sumedang, seluruh hidupnya dibaktikan untuk mengajar ilmu agama pada penduduk sekitar, dan masyarakat Sumedang kala itu pun begitu kagum pada semangatnya, ketulusannya, serta kefasihan beliau dalam ilmu agama, sehingga beliau mendapat panggilan atau sebutan "Ibu Perbu" yang berarti "Ratu". Selama di Sumedang, beliau tinggal di sebuah rumah yang berada di belakang Masjid Agung Sumedang. Rumah tinggal Cut Nyak Dien tersebut berada di daerah Kaum, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan dan berdekatan juga dengan benteng peninggalan Belanda di Gunung Kunci.

Lihat : Masjid Agung Sumedang

Bekas Rumah Tinggal Cut Nyak Dien di Sumedang
Seperti telah disebutkan di atas, selama pengasingannya  di Sumedang beliau diterima dengan baik oleh masyarakat dan dirawat dengan baik pula oleh bupati Sumedang kala itu, Pangeran Aria Soeria Atmadja, beliau hidup dalam kesederhanaannnya, hingga masyarakat kala itu tidak mengetahui bahwa perempuan yang mereka kagumi dan mereka anggap sebagai guru itu adalah Cut Nyak Dien, seorang perempuan bangsawan dari Kesultanan Aceh, pejuang yang begitu gigih berjuang melawan penjajahan di daerahnya. Masyarakat Sumedang baru tahu bahwa Ibu Perbu adalah Cut Nyak Dien justru melalui kabar yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia setelah Indonesia merdeka, lama setelah beliau meninggal.

Lihat : Dawuhan Pangeran Aria Soeria Atmadja

Sekretariat KAMAS
Sekretariat KAMAS
Selain makam dan bekas rumah tinggal Cut Nyak Dien, di Sumedang juga sobat bisa menjumpai sekretariat KAMAS (Keluarga Masyarakat Aceh Sumedang), dimana salah satu tujuan didirikannya KAMAS adalah untuk memelihara dan merawat makam Cut Nyak Dien. Sekretariat KAMAS ini terletak di depan Komplek Pemakaman Gunung Puyuh tempat Cut Nyak Dien dimakamkan, di tempat ini sobat juga bisa menikmati masakan khas Aceh  seperti Mie Tumis Aceh.

Menurut informasi dari salah satu skripsi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (tapi admin lupa lagi nama penulisnya, mohon dikoreksi jika terdapat kesalahan dalam penulisan kembali ini) yang dulu pernah admin catat, KAMAS didirikan pada tanggal 20 Februari 1996 oleh beberapa orang Aceh yang berdomisili di Sumedang, lalu pada 9 April 2008 KAMAS resmi diakui dan terdaftar sebagai Organisasi Kemasyarakatan di Kabupaten Sumedang melalui Surat Keputusan Badan Kesatuan Bangsa Pemerintah Kabupaten Sumedang Nomor 220/136/Org./BKB/2008.

Relief Pada Nisan
Uraian Singkat yang Dipahat Pada Batu Nisan
Makam Cut Nyak Dien
Dari cerita di atas, tentunya kita harus bisa meneladani sifat dan sikap beliau berkaitan dengan sifat dan sikap seorang pahlawan agar kita bisa berguna bagi saudara, bangsa, dan agama, sifat dan sikap seorang pahlawan diantaranya adalah :
  1. Tegas dan keras terhadap para penjajah atau penindas,
  2. Berkasih sayang dan lembut kepada saudara sebangsa, setanah air ,dan tidak mudah diadu domba,
  3. Tidak mudah menyerah, berjuang hingga titik darah penghabisan, baik dari segi fisik maupun pikiran,
  4. Mempelajari Agama, serta mengamalkan dan mengajarkan kembali ilmu agama yang dimiliki, sampaikan walau hanya satu ayat,
  5. Mengefektifkan waktu yang ada, tidak suka berfoya-foya dan membuang-buang waktu percuma.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

193 komentar

saya lihat foto beliau saat di sumedang, koq saya kasihaan banget ngelihatnya tuh Kang. semoga beliau damai di alam sana ya.

betapa menderitanya saat Cut Nya Dien di pembuangan, dalam keadaan tua, sakit dan terbuang

Seluruh hidupnya digunakan untuk menyebarkan agama, wow amazing.

Kalau gak baca postingan ini, sampai tua saya gak bakal tahu kalau Cut Nyak Dien itu istrinya Teuku Umar hehehehe, dasaaaaarrrrrrr :(

salah satu tokoh wanita paling berjasa buat indonesia, sama dengan ki ajeng kartini

waktu masih SMA, sering banget lewat depan rumah cut nyak dien kalau mau main ke rumah temen di regol.
tapi baru tahu kalau di sumedang ada Kamas [-(

Cut Nyak Dien memang keren ea mas. .
Cut Nyak pejuang perang yang tangguh. .:)

cieeehh ,, dapett pertamaxx ni yee :)

ditempat saya ada jalannya malahan mas .. :D

yang patut dicontoh adalah kegigihan dan semangat juangnya yang tinggi

melihat foto di makamnya, ternyata beliau meninggal usia tua, bukan seperti foto yang beredar kebanyakan.
kalau gitu mas ws , silakan mengadopsi gaya kepemimpinan beliau, jangan bolos kerja mulu ah.

Sumedang memang hebring ya kang, banyak tempat bersejarahnya, termasuk pahlawan nasional Cut Nyak Dien ini, ternyata dimakamkan di Sumedang ya kang

Bukti sejarah yang sangat mengesankan sekali. biasanya banyak yang ziarah ya mas..

mash bnyk gk yahyg meniru bisa meniru figur dari Cut Nyk Dien ... :)

dapt premium juga gpp wis, yng penting gak mogok :))

Christin hakim....pas banget ya mas..memainkan tokoh ini..di filmnya :)

setuju sama mas abdul kholiq (k)

keren sob jadi lebih mengenal tentang sejarah apalagi Cut Nyak Dien
:>)

Waktu sosok Cut nyak dien ternyata pernah di buang ke sumedang ya?

waduh akang org sumedang oge gning!hehe
mantap kang

Gambar Cut Nyak Dien yang paling atas di mabil dari uang 10rb jaman dulu ya Kang ? :)

Cut Nyak Dien, pahlawanku yang cantik jelita seperti sembadra dan gagah perkasa seperti srikandi :)
betapa senangnya mas WS bisa berziarah ke beliau almarhumah karena deket rumah ya :D dan saya tahu kalau makam Cut Nyak Dien ternyata di sumedang situ saja :D
berbahagialah orang2 yg tinggal di sumedang karena disana banyak sekali tempat2 bersejarah maupun tempat wisata indah :)

membaca artikelnya WOW banget karena ternyata dalam perjuangannya beliau juga pernah diasingkan sampai tanah jawa...

wah baru tau ane ceritanya Cut Nyak Dien seperti itu. Thanks gan sudah berbagi

Selamat sore Kang WS Maaf saya baru mampir lagi di blog Akang
Yang keren ini x-) Ternyata Cut Nyak Dien pernah juga tinggal di
Kota Sumedang yah Kang WS baru dengar ceritanya nih jadi nambah
Deh pengetahuan saya tentang Tokoh Pahlawan Atjeh ini terima kasih :>)

Ikutan Nice :>) di artikelnya Kang WS akh
Turut serta meramaikan blog dan Artikelnya
Kang WS Salam sukses Kang WS cheer

Semakin kagum dengan Cut Nyak Dien!

pernah di sumedang juga ya Cut Nyak Dien?

wow... baru tau aq kang kalau cut nyak din makamnya ada di sumedang.. krirain ya di Aceh

wah saya malah baru tahu mas kalau sumedang merupakan tempat pengasingan cut nyak dien. Jadi paham sejarah nih. Terimakasih atas share nya ya :)

Ooooo..ternyata di Sumedang rupanya, baru tahu nih, he he...thanks!

Sumedang kayaknya gudang sejarah :D banyak pahlawan yang pernah singgah disana

Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai jasa para pahawannya begitu pula dengan blog yang besar seperti di wewengkonsumedang ini. Terima kasih sudah share wawasan mengenai sejarah Cut Nyak Dien di sumedang

mantep nih sejarahnya, ohiya kunjungan perdana juga nih :)

Salah satu pahlawan indo yang perlu di kenang sejarahnya gan...

Tempat pengasingan Cut Nyak Dien di Sumedang ini merupakan salah obyek wisatasejarah yang bersifat edukatif, semoga apa yang menjadi usaha dari beliau menjadi semangat perjuangan persatuan dan keutuhan masyarkat Indonesia yan tetap menjaga NKRI.

Salam,

wahhh sejarah emang paling dibutuhi sama generasi muda indonesia :D
makasih gan ilmu buat ane

Mampir lagi kang WS Selamat pagi apa Masih malam kaya nya hhh :-)
Cut Nyak Dien Seorang Ibu yang yang Berjuang Antara Mati dan Hidup
Memberantas Kolonial Belanda menurut sejarah sangat besar dan tiadak
Taranya Jasa Pengorbanan Beliu dengan segenap jiwa dan raganya Cut Nyak Dien
Pertaruhkan demi kemerdekaan Bangsa Indonesia yang Tercinta. artikel ini sangat
Besar mengenang Jas Para Pahlawan Indonesia. Acung Jempol buat Kang Admin :>)

Wa'alaikumsalam.
Nambah pengetahuan kami tentang tokohCut Nyak Dien ini Kang.
Makasih telah berbagi

Jadi tahu sekarang sejarah mengenai Cut Nyak Dien waktu masa pengasingannya di Sumedang, makasih mas WS jadi menambah wawasan nih :)

ternyata kota Sumedang banyak peninggalan sejarah yang berharga yah, baru tahu saya :)

menghayati perannya mas jadi cocok sekali memerankan tokoh CND ini :)

wah jauh juga ya mas pengasingannya, dari aceh hingga ke pulau jawa, jadi makin tau sejarah tokoh yang satu ini

informasi baru untuk saya.. ternyata banyak jasa beliau sepanjang beliau hidup..

Mengasingkan Cut Nyak Dien, sepertinya menjadi kesalahan bagi pihaK Kumpeni ya, mas. Virus perjuangan malah semakin menyebar...

Kunjungan sore Kang WS di artikel Tentang sejarah Cut Nyak Dien

Sangat besar perjuangan Cut Nyak Dien untuk Bangsa Indonesia
Kita sebagai Penerus Perjuangan para Pahlawan dengan cara
Mengisi perjuangan dengan perbuatan yang selalu Membangun Indonesia :>)

pejuang yg tidak terhalangi oleh gender, salut

makamnya disumedang ya..

Waduh ?? terima kasih semuanya :) *bingung mau jawab yg mana hehe

Kang jimmy : Iya kang pernah

katanya sih disini dirawat dan dikagumi sob...cuma memang sayang ia terbuang dari keluarga, sanak saudara, dan teman seperjuangannya di aceh

hee Alhamdulillah mbak kalu begitu, berarti artkel WS ada gunanya juga ya hihii :)

@ Aisyah : wah ?? memangnya sobat aisyah tinggal dimana ?? punya teman orang regol toh ?? kenapa gak berteman dengan saya juga waktu itu hehehe
@ Friska : di tempat saya ada apanya ya ?? *bingung :))

ia mas...katanya beliau meninggal ketika sudah menginjak usia tua...
wah...mas Agus buka kartu aja ni :p kan malu

iya kang dimakamkan di sumedang..
entah hebring entah rada hareeng ini teh kang

iya mas pada hari-hari tertentu banyak yg berziarah kesini

pastinya ada sob...dan semoga kita termasuk di dalamnya

iya mas budi n mas eka...keren sekali deh pokoknya christin hakim memerankan cut nyak dien ini :)

iya kang...wah memang akang urang mana ??
nuhun kang

@ Mbak Indri : wah sepertinya mbak indri sangat mengagumi beliau ya, sama dong hehe :) terima kasih mbak :))

@ Mas Eka : hee saya juga baru tau kok :))

iya mbak beliau diasingkan sampai ke tanah jawa...
terima kasih mbak

selamat malam kang karrys...hehe maaf saya telat2 terus jawab komennya ya kang..
sama2 kang :)

hee iya mbak sumedang memang tempat pengasingan Cut Nyak Dien, sama-sama mbak :)

waduh ?? saya jadi malu ini mas dibilang begitu ;-(
terima kasih mas...sama-sama

terima kasih sob sudah berkunjung ke blog ini :)

ini sudah malam berikutnya kang hehe :)
iya kang terima kasih atas tambahannya...duh jadi malu ;-(

sama-sama mbak...terima kasih telah mampir ke blog ini

iya mas beliau memang diasingkan sangat jauh sekali dari daerahnya ;(

iya pak itu mungkin efek sampingnya buat kumpeni...semanagat juang warga aceh katanya malah justru semakin menggelora

setuju sekali kang...terima kasih atas tambahannya :)

setuju sekali mas...iya makam beliau ada di sumedang

Alkhamdulilah hari ini saya menerima pengetahuan baru, ternyata Pahlawan perempuan yang gigih untuk Indonesia yaitu Cut Nyak Dien pernah berada di sumedang.. Bahkan sampai meninggal di kota tahu itu :) Terimakasih atas sharingnya..
Salam sukses..

Pengetahuan baru buat saya kang WS,sebelumnya saya nggak pernah tahu kalau beliu wafatnya di Sumedang,ok kang Haturnuhun sudaah berbagi,,,,,

sam-sama orang aceh yah mas Budi hehe

saya belum pernah ke makam Cut Nyak Dien.... kapan ya saya bisa kesana

hehehe..saya malah tidur saat kerja mas,..habis nagih i sih..enak gitu

Wah luar biasa kesederhanaan seorang pejuang, bangsawan, Ustadzah sampai-sampai masyarakat sekitar tidak mengetahui siapa sebenarnya Beliau. Sebuah kehidupan yang penuh dengan keteladanan yang sangat sulit ditemukan pada pemimpin bangsa saat ini

Bangsawan yang hidup sederhana, menguasai ilmu agama, dan mau turun "ke jalan" untuk berjuang demi negara.... Beda banget sama politisi-politisi kita saat ini....

saya ikut numpang pertamax di bawah mang yono, hehehe :-)

Cut Nyakdin memang pahlawan wanita yang tiada di Indonesia duanya ya mas
ternyata makamnya ada di Sumedang

selamat sore Mas, Kalau Cut Nyak Dien sudah saya kenal namanya sejak saya SD tapi saya baru tahu kalau Kabupaten Sumedang merupakan tempat pengasingan Pahlawan Nasional perempuan asal Aceh yakni Cut Nyak Dien. Terimakasih Mas sudah atas sharingnya..

sejarahnya cut nak dien baru tau saya klau beliau di asingkan ke sumedang dan wafat di sumedang, thanxs kang atas info sejarah pahwlawan nasional RI kita tercinta ini. :))

Kalo saya lihat-lihat, cut nyak dien cantik juga ya sob.. salam kenal

Sumedang memang kota yang kaya akan budaya,peninggalan sejarah nya pun banyak.trims sudah d share tentang cut nyak dien,menambah wawasan saya kang

Wah pertamax .... :) kunjungan perdana sob .. salam kenal and visit back :)

Cut Nyak Dien pernah diasingkan sampai Sumedang. Benar-benar tangguh pejuang wanita Indonesia yang satu ini.

Pejuang Wanita yg gagah berani...
:)

wah saya ketinggalan jauh pertamaxnya ;((

sekarang ada nggak yah wanita seperti Cut Nyak Dien ini [-(

Tenang saja Mas Anthonie masih di tungguin oleh Kang WS nya :)

Selamat Pagi Kang WS Datang lagi dan simak lagi sejarah Cut nyak dien nya
Oh ya Selamat Hari Ibu buat Kang WS dan buat semua Sabat Sahabit blogging semua

perjuangan para pahlawan bangsa memang penuh derita, dibuang dari kampung halaman, akhirnya meninggal jauh di tanah sebrang

saya sakut dengan cut nyak dien...sebagai wanita ia tetap tegar hingga akhir hayatnya demi mengusir penjajah belanda dari negri ini

Kunjungan malam lagi nih Kang WS
Turut meramaikan artikel blog Kang WS
Agar nice blog nya semakin baik dalam segala hal :)

Jangan malu-malu Kang WS Para pahlawan pun sangat bangga
Dengan tindakan Akang yang selalu mengenang Jasa nya dan
Mereka pun bahagia jika Pemuda dan Bangsa Indonesia tetap
Teguh dalammemperjuangkan dan mengisi perjuanganya *salam :)

iya nih saya masih menunggu hehehe :-)

itulah godaannya ya mas...nikmaaattt banget kalau tidur pas jam kerja tu ya :-)

aku malah baru tahucerita ini dari blog ini,,, mantap

iya kah kang ?? hehehe :))
pastinya merekapun bangga sama akang yang selalu antusias mempelajari sejarah dan selalu kritis terhadap peristiwa kekinian :)
salam kang :))

sama-sama kang...salam sukses juga :)

sami-sami kang...WS juga baru tahu kemarin2 kok hehe

iya setuju sekali....
mudah2an kita bisa meneladaninya ya mas pakies

hehehe iya ya sob...salam kenal juga sob...
terima kasih sudah berkunjung ke blog ini

sama-sama kang...heee terima kasih juga kang

saya mah premium aja sob... :))
siap sob

iya bang...mudah2an kita bisa meneladaninya ya

pasti ada tapi entah dimana hehhe :))

selamat malam kang *hehe maaf telat banget :))
selamat hari ibu juga kang karrys....ngado apa ni ke ibu? :)

iya ya...pastinya perjuangan gak ada yang enak ya pak hehe...semoga kita bisa meneladaninya, minimal bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga

heee terima kasih kang karrys sudah sering berkunjung kesini dan meramaikan blog ini...padahal saya entah sedang dimana hehehe

Saya masih punya uangnya, kira kira kalo dijual laku berapa ya :)

Jadi teringat ama buku Bumi Manusia (Pramoedya A.T), yg sdkit mnggambarkan bagaimana prjuangan org Aceh pada masa koloniel, mereka bagai setan, tidak punya rasa takut, meninggalkn anak dan istri, bahkan bnyak para istri pejuang pada saat itu juga ikut brperang.. Thanks Kang sharenya..

menunggu sambil membawa payung mas, kayak ojek payung.
hehehe

turut prihatin deh kang ws, ternyata ada sejarah yang tersisa

sejarah panjang sumedang memang pernah berjaya dengan kerajaan-kerajaannya

:>) Inilah pejuang yang gigih.. rela meninggalkan kemewahan demi Allah..

iya nih mumpung lagi musim hujan ya hehehe

wah klau masih punya mah mending dikoleksi kang...WS juga pengen euy ngoleksi uang lama, ini juga lagi ngumpulin hehe :))

iya ya mas seperti itulah gambarannya...terima kasih atas tambahannya...
sama-sama mas

iya kak setuju sekali, mudah2an kita bisa meneladaninya ya :)

This comment has been removed by a blog administrator.

selamat pgi sobat. trmksih bnyk atas infonya sangat bagus akang.

selamat sore mas...ngopi dulu yuk ?? hehe
terima kasih mas

turut berduka gan..

salam nandarious :)

belom lama saya adu argumen dengan ibuna, gara-gara ada si ATUT diTV, berawal dari ngomongin emansipasi perempuan(Ibu Kartini), menurut saya pahlawan perempuan yang sebenarnya adalah CUT NYAK DIEN, karena beliaulah perempuan yang angkat senjata keluar masuk hutan membela negara....Ibu Kartini.....apaan seh yang udah dilakukannya?...cuman bikin PKBM dan korespondensi sama sahabatnya diBelanda doangan ko' bisa jadi pahlawan seh?...pokoknya mah, saya mah Cut Nyak Dien lah yang paling TOP

Jejak sejarah yang terukir dengan tinta emas :o . Api perjuangan Cut Nyak Dien ini semoga dapat dicerap oleh para generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk membangun negeri ini :>) . Api perjuangan yang tak kunjung padam (h). Membangun negeri yang gemah ripah lohjinawi tata tenteram karta raharja x-) . Salam cemerlang! :>)

iya kang kadang WS juga ngerasa aneh...karena dari perjuangannya mah sepertinya cut nyakdien lebih keras dan lebih banyak cobaannya, sampai berdarah-darah dan diasingkan....tapi kok Cut Nyak Dien ga dibuatkan lagu, atau apalah minimalnya untuk mengingat dan mengapresiasi perjuangan beliau yang diajarkan ke anak2 sejak dini seeperti lagu ibu kartini yg dalam lagunya begitu disanjung-sanjung. Kalau mengenai kisahnya yang difilmkan, WS rasa itu mah gak menembus semua kalangan

aamiin pak...terima kasih atas tambahannya :)

Pejuang wanita yang patut menjadi inspirasi

Saya baru tahu cut nyak dien diasingkan di sumedang, kupikir beliau meningal di aceh

pejuang kita cut nyak dien ternyata dulunya pernah tinggal di sumedang. nice info :)

perlu diteladani sikap-sikap beliau, dalam bersikap sehari-hari

Ternyata Cut Nya Din dikubur di sumedang.. Rupanya ini salah satu strategi belanda, pahlawan nasional itu di buang keluar dari negerinya, biar ga bikin pusing kompeni. Sama seperti Imam Bonjol yang dibuang ke sulawasi, dan Sultan Sentot yang buang ke bengkulu, serta masih bnayak pejuang lainnya..

Bagus artikelnya mas :)

wah, makasih mas.. nambah pengetahuan lg nih tentang sejarah :)

wah baca artikel ini mengingatkan saya dengan pelajaran sejarah ketika SMP dan SMA, sejarah merupakan pelajaran yang paling saya suka waktu itu :)

Baru tahu mas kalau Cut Nyak Dien pernag di asing kan di Sumedang :)

hayooo... siapa yg masih hafal pahlawan" indonesia selain cut Nyak Dien ?? :))

iya sob Cut Nyak Dien meninggalnya di Sumedang bukan di Aceh :)

iya sob...strategi belanda memang seperti itu ya, orang yang berpengaruh selalu diasingkan ke tempat lain untuk memadamkan semangat perjuangan pengikutnya.
Terima kasih sob :)

kalau boleh tau berapa dulu nilai sejarahnya kang ?? kalau suka banget mah pasti 10 atuh ya :))

saya juga baru tau kalau mas nazar baru tau :))

saya gak hapal paaaak *berdiri di pojokan kelas

Ternyata sumedang memiliki sejarah yang luar biasa ya sob, pendekar wanita terhebat sepanjang sejarah indonesia saja memiliki sejarah peninggalan di sumedang. luar biasa

Banyak tempat bersejarah di Sumedang.
Kalo bisa dimanfaatkan buat pendidikan bagus sekali ini.

Dlm pembuanganya apakah kel. Cut nyak dien tau keberadaanya/lokasi,hidup/mati? Kl tdk tau, mengapa belanda hanya membuang?

keluarga tentunya tidak tahu, orang sumedang juga baru tahu bahwa beliau adalah cut nyak dien setelah beliau wafat...jadi selama beliau hidup tidak ada yang tahu bahwa beliau adalah cut nyakdien, dengan demikian keluarga juga akan sulit melacak informasinya,

Masalah Cut Nyak Dien, ada yang bilang dia bukan orang Aceh, tapi dia orang Minang; ada pula yang bilang campuran Aceh-Minang.

Terlepas dari itu semua, sosok Cut Nyak Dien ini adalah sosok yang patut ditiru. "Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijungjung".

Lihat bagaimana Cut Nyak Dien yang merupakan seorang bangsawan kesultanan Aceh, dia tidak merasa sombong, bahkan beliau tidak mengaku-ngaku kalau dirinya adalah seorang bangsawan kesultanan Aceh. Dibuang jauh-jauh dari Aceh ke tanah Sunda, tapi disini beliau dengan ikhlas mengajarkan agama, dan membela kepentingan masyarakat asli sini. Beliau membaur, tidak peduli walau berbeda suku pun.

Meskipun saya laki-laki, tapi sosok Cut Nyak Dien ini benar-benar menginspirasi saya; dan mestinya jadi inspirasi bagi semua masyarakat Indonesia.

Di zaman sekarang ini, sulit untuk menemukan yang seperti Cut Nyak Dien. Malahan, sesama saudara semuslim sendiri saling jajah menjajah hanya karena perbedaan suku; ngomongnya aja "Bhinneka Tunggal Ika", tapi setiap harinya ngejelek-jelekkin suku lain dan mengagung-agungkan suku sendiri.


EmoticonEmoticon