Monday, 4 November 2013

Ikan, Air, dan Sebuah Renungan

Kolam Ikan
Kolam Ikan di Kaki Gunung Tampomas
Berbicara tentang ikan dan kolam ikan, kita semua tahu bahwa daerah-daerah yang dekat dengan pegunungan pasti banyak sumber mata air, yang salah satu pemanfaatan mata air tersebut diantaranya adalah dengan mengalirkannya ke kolam ikan. Begitupun halnya dengan di Sumedang, daerah-daerah yang dekat dengan gunung seperti salah satunya Gunung Tampomas pasti memiliki banyak sumber mata air dan tentunya disitu pula akan banyak ditemui kolam ikan.

Air merupakan salah satu nikmat Tuhan yang paling vital bagi kita manusia dan makhluk hidup lainnya untuk melangsungkan kehidupan, tapi adakalanya dalam keadaan air yang belimpah kita tidak meyadari bahwa itu adalah sebuah nikmat, baru ketika kemarau melanda, kita akan menyadari pentingnya air, dan akan menghargai setiap tetesnya.

Kolam Ikan
Klise memang, tapi begitulah adanya, bahkan mungkin bagi ikan sendiri dia tidak akan menyadari manfaat air disekelilingnya sampai akhirnya ia sekarat karena terbawa kail pancing keluar permukaan air, sama seperti kita yang tidak akan menyadari begitu besarnya nikmat udara yang kita hirup, sampai kita terkena serangan sesak nafas dan tidak bisa bernafas sama sekali.

Admin jadi teringat sebuah kisah yang pernah admin baca di salah satu facebook fanpage yang menceritakan renungan tentang ikan dan air ini, menurut admin ceritanya sarat dengan pelajaran hidup. Kira-kira begini ceritanya :

Suatu hari seorang ayah dan anak sedang duduk berbincang-bincang di tepian danau yang sangat jernih airnya. Sang ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air di hadapan kita begitu jernih dan terlihat menyejukkan, tahukah kamu untuk apa air itu diciptakan?? Ia merupakan salah satu anugerah Tuhan yang sangat penting bagi kehidupan kita, karena tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil yang sedang berenang mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu seketika mendadak gelisah dan ingin tahu benda seperti apakah air itu sebenarnya, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini, sampai manusia berkata semua akan mati jika tidak ada air.

Ikan kecil itu pun langsung bergegas untuk mencari tahu jawabannya, ia terus berenang tanpa lelah, ia  berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu benda apakah air itu dan dimana tempat air itu berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan tidak akan bisa bertahan dan akan mati."

Namun sayang, ternyata semua ikan yang telah ditanya olehnya tidak mengetahui dimana air itu berada dan benda seperti apakah air itu, si ikan kecil itu semakin bingung dan hampir putus asa. Namun rasa penasarannya telah mengalahkan rasa lelahnya...

Ia tetap mencari tahu jawaban tentang air itu, kali ini ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang menurutnya sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Tuan, apakah kau tau apakah air itu ?? dan dimanakah ia berada ?? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan tidak akan bisa bertahan dan akan mati”

Lalu ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Anakku, kau tak usah gelisah dan mencari dimana air itu berada, percayalah...air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya" Ikan sepuh itu lalu melanjutkan, "tapi jika kau masih penasaran dan tetap memaksa bertanya dimanakah air itu berada...cobalah kau berenang sekuat tenaga ke atas sana" kata ikan sepuh itu sambil menunjuk ke atas.

Si Ikan kecil itupun menuruti nasehat ikan sepuh, ia berenang dengan cepat sekuat tenaga ke arah atas, ke permukaan air. Semakin dekat dengan permukaan air ia melihat riak-riak cahaya yang terang benderang dan menyilaukan...dan dengan sekejap ia telah menembus riak tersebut, ia telah menembus permukaan air dan sekejap berada di udara, seketika itu juga ia melihat sebuah hamparan luas yang begitu jernih.

Ketika sekejap berada di udara ia langsung merasa sesak tak bisa bernafas, namun ia juga berkesempatan melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan...ia melihat hamparan luas bak permadani yg begitu jernih dan terlihat menyegarkan, dan dengan mudahnya hamparan jernih tersebut membuatnya rindu untuk memilikinya dan hidup selalu dengan keberadaannya.

Namun ia tak punya kesempatan lama untuk memandangi hamparan bak permadani yang begitu luas dan jernih tersebut, "byurrrr" dirinya jatuh dan berbenturan dengan permadani yang sangat jernih itu...iapun hanya bisa menyesal telah melewatkan sebuah kesempatan berlama-lama memandangi hamparan jernih tersebut...namun iapun lega karena sekarang ia bisa benafas kembali.

Setelah lama merenung, ikan itu pun akhirnya teringat kata-kata si ikan sepuh...dan akhirnya iapun mengerti bahwa hamparan luas yang begitu jernih yang ia lihat tadi itu adalah air, dan kini ia sadar bahwa air mengelilinya dan ia hidup didalamnya hanya saja ia tak menyadarinya. Ia baru tau dan sadar apa itu air dan sangat berartinya air bagi dirinya justru ketika ia berada di udara, di luar air.

Suasana Sekitar Gunung Tampomas
Suasana Sekitar Gunung Tampomas
Itulah sedikit ceritanya sob, kita manusia kadang mengalami situasi yang sama persis dengan ikan kecil dalam cerita di atas, kita mati-matian jatuh bangun mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal tanpa disadari kita sedang menjalaninya. Bahkan kebahagiaan sedang melingkupi kita sampai-sampai kita sendiri tidak menyadarinya, biasanya setelah kebahagiaan itu pergi, barulah kita menyadari bahwa dulu kita berada dalam kebahagiaan dan merindukan hal itu untuk dimiliki kembali, sama persis dengan keadaan ikan yang keluar permukaan air dalam cerita di atas.

Seperti contoh kecil misalnya kesehatan, kita seringkali baru menyadari nikmat dan bahagianya sehat setelah kita jatuh sakit, tapi dimasa sehat kita jarang berfikir bahwa itu adalah sebuah nikmat besar dan kebahagiaan yang melingkupi kehidupan kita. Sekian...semoga bermanfaat.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

125 komentar

cerita yang penuh pelajaran berharga bagi saya, memang tak sedikit orang yang selalu mengabaikan nikmat yang diberikan oleh Allah selama ini

iya kang, jadi suka malu sama Allah kalau sudah begitu ya...

Begitu besar nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita hingga kita tidak menyadarinya :)

Yang pasti menyadarinya itu terkadang susah mas..dan kadang tidak ketemu akal,
kadang kita juga matian2 mendapatkan sesuatu yang di sebut bahagia yang kadang menghalalkan berbagai cara
itulah manusia...

Gambaran realita kehidupan Manusia Yang mana sering manusia sebenarnya menerima nikmat yang luar biasa namun sering juga tidak menyadari tentang nikmat yang telah diterimanya Gitu Ya Shob..

sama halnya dengan manusia yah kang :) Ia baru tau dan sadar apa itu udara dan sangat berartinya udara bagi manusia ketika ia berada di dalam air.. hehehe

Lokasi diatas sangat indah sekali mas dan udaranya pasti sejuk dan betah lama-lama disana ini mas :)

bener banget kang,saya juga sering ngalamin hal seperti yang diceritakan diatas, sering denger alim ulama bilang agar kita selalu bersyukur denganapa yang kita jalani dan miliki saat ini, tapi karena tipis iman, sekedar bersyukur azh juga susah, banyaknya ngeluh mulu....doang.
pas kena musibah/sakit, baru deh nyadar kalau kondisi kita kemaren lebih baik daripada saat sakit....
#tumben keren komentar saya yah?

daleem banget Kang. pantes kalo Mamang Hadi terpukau.

saya mau ikan mujair bakarnya,hehe..

ya,bahkan kita hidup selalu di kelilingi nikmat. Bernapas adalah salah satu nikmat dari Alloh yang ga akan tergantikan..

Benar sekali sobat apa yang diceritakan itu sebenarnya sama dengan kehidupan yang sedang kita alami, padahal kita yang sedang menjalani kadang kurang mensyukurinya sehinga terkadang lupa diri. Saya jadi teringat tentang pesan nabi jaga sehat sebelum sakit, jaga hidup sebelum mati, jaga kaya ssebelum miskin dan jaga kesempatan sebelumnya datangnya kesempitan. Mungkin begitulah kira^...hehe...)
Terima kasih banyak sudah berbagi sobat
salam sukses selalu

iya kang...seringnya memang seperti itu, dan kita baru sadar ketika nikmat itu hilang =))

iya mbak, itulah manusia ya...dan kadang perilaku manusia untuk mendapatkan kebahagiaan itu juga yang ga masuk di akal. Mudah2an kita tidak termasuk golongan manusia yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan ya mbak

iya mas djono, itulah inti dan maksud dari artikel ini :)

iya ya mas, karena kalau tenggelam pastinya sesak juga hehehe :-)

iya mas tempat di atas memang bikin betah untuk berlama-lama, sampai2 bisa bikin ngantuk hehe :))

@ kang lembu : wiiii keren, memang gituh ya kang tabiat hampir keseluruhan manusia mah hehe :) *biasanya komentar2nya juga keren2 kok kang, dan komentar yang ini keren banget sekali pisan

@ kang zach : makan2 mah siaplah kang, asal jangan minum2 ya hehe

terima kasih kang zach :)

takut dicipok basah eung sama kang hadi kalau beliau terpukau teh

boleh mbak, tinggal siapkan kecap dan bumbu2 lainnya :)

setuju sekali mbak, nikmat nafas diambil sebentar saja pastinya kita akan kerepotan, lebih jauhnya bakal meregang nyawa

nah itu mungkin ya pak, lebih mengena lagi...ingat 5 perkara sebelum 5 perkara, terima kasih tambahannya pak...sangat dahsyat

sukses selalu juga untuk bapak

malem malem gk bisa fokus baca sebanyak postingan di atas, hehe

yang penting hadir buat mas wewengkonsumedang

hee terima kasih mas telah menyempatkan diri untuk hadir disini walaupun sudah tidak fokus untuk baca-baca...sebaiknya segera beristirahat mas, semoga esok kita bisa segar kembali :-#

Kadang kita selalu silau dengan kenikmatan yang dirasakan orang lain ya kang, padahal begitu bbanyak nikmat yang kita rasakan juga, tapi kadang kita tidak merasakan dan bahkan kufur terhadap nikmat-Nya..

Renungan yang bermanfaat kang

menyentuh sekali ceritanya (h), dan cara mas Wewengkon menyampaikannya sepp sekali. (k)

Opini yang sangat, mengingatkan antara kita alam dan maha kuasa
Sangat besar sekali nimat Allah untuk umat nya, namun terkadang
Kita sebagai umat nya kadang lalai, bahkan kurang mensyukurinya
Dengan Artikel Kang WS ini, kita semua di ingatkan arti mensyukuri
Nikmat yang tiadak tara ini, terima kasih Kang WS Sudah berbagi.

Diantara nya apa sajah tuh Kang Ucup? hhhhh

Kalau kebanyakan Udara bisa Masuk Angin dong Mas Potret?
Hati-hati Lho..? yang Markotop mah enakan Teh Veti vera
Sedang-sedang saja hhhhhh :-)

air adalah dunianya ikan, tidak ada air menggenang maka tdk ada ikan,,,, cerita yg bermanfaat buat renungan, hmmm...
x-)
btw saya sangat suka pemandangan alam disekeliling gunung tampomas, benar2 hijau dan asri. Rupanya fotografernya suka banget dengan sesuatu yg berhubungan dgn alam. Sama seperti saya, hehehe (ngikut.com)
:>)

hahaha mantap nih kang karrysta becandanya..
waktu komen pasti sambil dangdutan ya :)

itulah kang WS selalu mengingatkan agar kita selalu bersyukur agar tidak lupa :) hehehe sipp artikelnya kang

gak tw mw ngomong paan, karena isinya bener2 mantap dah

betapa banyak nikmat Alloh yang manusia (saya) lalaikan. bahkan dari sesendok nasi pun, kadang kita menyianyiakannya...tidak menghabiskan sarapan kita, kemudian sisa sarapan itu dibuang...tak ingat bahwa di pelosok penjuru dunia sana ada banyak bayi-bayi kelaparan...sungguh arogannya kita...

semoga dibukakan mata hati kita, untuk peka atas segala nikmat-Nya...

meski baru mendengar cerita ini, ada banyak hikmah yang bisa saya serap Kang. Apalagi saya sebagai manusia yang setiap hari berinteraksi dengan banyak orang di pasar, terkadang tanpa disadari bisa menyeret pada pemikiran yang menjauhkan dari rasa syukur atas nikmat yang selama ini mengelilingi kita

kata2 renunang yg bisa membuat saya lebih mensyukuri apa yang telah di berikan oleh Tuhan, bagus banget sob, dan suasana nya disana bagus sekali, mudah2 alam disana tetap terjaga dengan baik ya sob :)
blog nya sdh sy follback sob ^_^

jadi menundukkan kepala saya hina dan penuh dosa

saya jadi merasa hina telah mensiasiakan waktu hanya untuk bersenang-senang , lupa dengan nikmat yang begitu banyak.

cerita yang penuh pelajaran berharga tidaklah pantas kita itu selalu bersenang-senang didunia ini

ayo kang ucup, harus jawab pertanyaan dari mas karrysta

ayolah kita dangdutan, joget2 pagi2 enak nih kayanya (f)

hee terima kasih mas :))
ini hanya menceritakan kembali kok

iya kang, karena tabiat manusia memang senang berkeluh kesah mungkin ya kang...padahal kalau merenung kembali sungguh tak pantas kita mengeluh karena begitu banyak nikmat yg lain yg kadang tak kita sadari...

terima kasih kang

@ mas karrysta : iya mas sama2, terma kasih juga atas tambahannya :)

@ mas andes : aduh mas, WS jadi malu ini, ngumpet ah ;(( WS hanya menyampaikan kembali kok, terima kasih mas :))

hehe iya mbak, mungkin begitu...lebih senang foto yag hijau2, kalau memfoto pemandangan tu serasa nyesssss ke dalam hati :))

aamiin mbak, semoga kita bisa lebih peka lagi terhadap nikmat yg Allah berikan, supaya kita tidak terjerumus dalam kufur nikmat ya mbak...

iya ya mas kalau di pasar itu banyak berjumpa berbagai jenis tabiat manusia, yang salah2 bisa menjerumuskan kita dalam berbagai pengingkaran terhadap nikmat dan pemberian Allah...sampai ada doa masuk pasar untuk meminta perlindungan pada Allah dari gangguan2 tersebut. Terima kasih mas, semoga kita semua bisa menyerap dan mengamalkan intissari dari cerita diatas

aamiin sob, terima kasih :)
terma kasih juga atas follbacknya sob :-#

sama halnya dengan udara, air dan udara adalah satu kesatuan penunjang kehidupan ini. cerita yg sangat bijak sob, ijin aku save ya sob, aku suka dgn cerita2 seperti ini

karena saya ketiduran sambil baca artikel ikan, air, dan renungan...akhirnya saya dengan (paksa) menyebut artikel ini sebagai dongeng :-)
Jangan marah ya mas :))

memang kalau malam2 baca cerita2 malah bikin ngantuk ya mas...ya ga beda jauh dengan baca dongeng. Mungkin cerita diatas memang masuknya ke dalam dongeng binatang atau fabel :-)

hhehe ga marah ko mas (m)
disini mah nyantai saja kaya dipantai kalau kata mang lembu mah :-#

renungan yang mengena banget gan, memang seperti itulah kita, kadang seperti ikan yang digambarkan diatas...

ih mas nya ini berbakat nih jadi fotografer,
itu yang Gunung Tampomas saya suka banget gambarnya,
yah kita memang baru merasa memiliki setelah kehilangang mas,
seperti ikan itu..

iya mas...memang seringnya kita seperti itu ya, semoga secepatnya bisa berubah

hehe ini mah fotografer dadakan dengan peralatan tempur seadanya mas
kalau nemu pemandangan yang bagus difoto saja pakai hape hhe..

iya mas, kebanyakan dari kita memang seperti itu ya, mudah2an secepatnya bisa berubah ke arah yang lebih baik

Nah kalo dah ketemu mas PP cocok banget nie masih saling ada keterkaitan ya mas PP hehehe :D

Kisah cerita yang penuh makna kang semoga kita bisa mengambil hikmah dan manfaat dari artikel di atas :)

bagus tulisanx kang!

jd sumber kebahagiaan itu adalah kehidupan itu sendiri, tinggal bagimana kita memaknai nilai2 kebahagian trsbut! *smile

koreksi:

tinggal bagimana kita memaknai nilai2 kehidupan trsbut! :)

Doanya memang semoga kita terhindar...aamiin

hee iya mas rohis, terima kasih juga mas kevin :)

jadi nyetel n sinkron kan jadinya mas marnes :))

sungguh sangat memprihatinkan sekali kang hiks :(

terkadang saya sendiri juga sering kali mendengar berbagai macam keluhan para petani khususnya apalagi di musim kemarau seperti ini yang panasnya sangat menyengat, dikasih panas ngeluh tak kunjung ujan, sudah dikasih ujan masih saja ngeluh, beh koya ujan, tanaman jadi rusak, kemarau panjang ngeluh tanaman susah tumbuh mau pakai pompa diesel susah cari sumber air, susah bisa ngertiin keinginan manusia, di kasih ngeluh tak di kasih tambah ngeluh, padahal kalau sedikit saja mau merenung, pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian.

sangat terinspirasi,,,,,banyak hal & selalu melupakan nikmat,,, minta dan berharap yg lebih,,,, padahal ALLAH memberi karena kita membutuhkannya

Artikel yang sangat menarik dan memberikan inspirasi untuk kita semua terkait dengan ikan dan air. Ini bisa dijadikan pelajaran yang berharga untuk kita semua, sehingga kita bisa lebih baik dari sebelumnya :)

itulah susahnya manusia ya sob, serba salah terus, dikasih panas ngeluh dikasih hujan ngeluh...ya maunya apa ya, bikin bingung, dan itu hanya contoh kecil saja.

mudah2an kita termasuk dalam golongan orang2 yang slalu bersyukur dan bisa merenungi serta mengambil hikmah dari berbagai kejadian yang terjadi di sekeliling kita

terima kasih mbak ririn :)
semoga kita bisa mengamalkan intisari dari cerita di atas

jadi kangen puncak tampomas :) hehehe

hee hayu atuh kang mendaki tampomas lagi :)

kisah yang sungguh bererti untuk renungan kita semua.. seharusnya kita bersyukur kerana telah diberikan peluang untuk lahir dan hidup di dunia ini..

ya begitulah mas manusia.. bersyukurnya hanya pas waktu dapet sesuatu yang menyenangkan hati saja, itupun kalau ingat bersyukur.. dan tidak pernah bersyukur selama ini sudah di kasih nafas gratis setiap hari nya....

iya kak, seharusnya kita lebih banyak bersyukur ya...

setuju sekali mas, banyak yang ga sadar ya dengan nafas yang gratis ini adalah nikmat yang paling besar...karena kalau terkena sesak nafas itu katanya sangat menderita, belum lagi biaya oksigen dan obat2an lainnya. Hanya dari segi udara atau nafas saja manusia harusnya banyak2 bersyukur ya mas

Banyak pesan dan makna yg dapat di ambil dari cerita di atas

Terima ksh buat pencerahan dan sdh mengingatkan kita kita ya mas WS.. :)

sama2 mas budi, terima kasih kembali :)

yuk ah kang kita introspeksi diri ini sama2

ngeliat ikan itu bikin sejuk mas hehe

Kisah ikan dan air diatas pada dasarnya melambangkan kehidupan yg terjadi pada manusia tentunya ya.

asa apal lur eta gambar nu pang luhurna.hehe

kalau saya liat ikan itu malah lapar mas karena jadi kepengen ikan bakar hehe

pasti apal atuh lur kalau pernah ke Sumedang mah, hehe

terima kasih mas ws selalu mengingatkan saya.
kasih kecup basah ah..niru kang lembu..hehehe

salaam 'alaikum kang... mampir balik ah...
asa kantos aos kapungkur teh dina hiji dalil nu dimana mun lauk di tuang ku cara halal jalmi2 nu nuangna... eta si lauk teh atoheun surnana teh... malah ngado'akeun "mugi saya (lauk) bisa manfaat mun ku silaing di tuang" (pilari deui anu shahihna bilih lepat)... jadi ulah karunya mun ngusep lauk teh :v asal etis sareung teu aya paripaos HARAX

btw kang ieu template ti kang Iskandi nya... langkung sae di rel="nofollow" keun daripada dihapus linkernana mah siah... abi uninga pisan ka kang iskandi, eta template2na pake DCMA malihan pake router premium khusus. nu dimana mun aya nu nganggo teras footerna digentos tiasa di banned siah JS sareung HTML sanes nu aya dina blog ieuna...

minimalna bakal rada sesah naik rangkingna atau ka index googlena... cobi kana statistic teras cek kana sumber link, aya t link masuk anu sumberna ti domain mencurigakan, pami lereus berarti SEO akang tos ka kerangkeng... :p

kunjungan balikna d antos kang, just info :D

iya kang hatur nuhun hadits tentang laukna janten nambih2 pengetahuan hehe.

tah geningan langsung aya nu ngagareuwah hehe, hatur nuhun kang, iya kang, nembe digentos kamari2 ieu teh, wang balikeun deui ka awal we nya, hatur nuhun kang tos ngemutan...

siip kang, antosan sajah

Mari kita sama-sama menghenigkan cipta.
Mengheningkan cipta membaca Doa, dari masing-masing Agama
Mengheninkan cipta Muuuulaiii...!!! Alfatehah..

Kayanya Kang Ucup lagi super sibuk Kang WS
Kalau yang jawabnya Kang WS juga gak apa-apa deh 8-)
Sambil nyantai denger Music (f) sambil ngopi nunggu jawaban akh hhhhh

Datang Lagi di artikel Kang Ws blog yang penuh dengan
Kindahan, keramah tamahan, dan selalu mengangkat harkat
Dan derajat, mahakarya putra anak Daerah Sumedang sabudeuranana.

sakedapnya....saya bade merenungi ikan, dan air nya dulu

gk ada jeligennya kang karris :D

wah jangan sampai banjir air mata ya disini, kata kang intan juga gak ada jerigennya :-)

wah jadi harus WS yang jawab ya hehe :-)
mungkin banyak kang nikmat yang sering tidak disadari itu, mulai dari bernafas, berkedip, dll sampai kentut juga sebuah nikmat kan ?? bener apa bener kang karris ?? :))

waaaa kabuuuurrrr :p
jadi takut juga dikecup sana sini hehee

heee makasih kang karris, WS jadi tersandung...eh tersanjung :))

mangga kang :)

yuk ah sambil kukucuprakan

Nge liat ikan, air dan gunung tampomas serasa hati sejuk dan menyenangkan ^^, betapa nikmatnya yang telah allah berikan. Jadi sejuk ni kang beneran ^^

iya mas mudah-mudahan kita lebih bisa bersyukur ya atas karunia yang telah Allah berikan tersebut

tapi terus mandi tong ngahuleung kitu atuh, mang... :D

betul banget, bro...
aku aja baru tahu rasanya hidup yang indah di jawa setelah ngumbara ke pedalaman kalimantan. hidup diatas sumber daya melimpah tapi tak pernah diberi keleluasaan untuk menikmatinya sebagaimana saat kita di jawa yang serba ada...

sama atuh kang, WS juga pernah seperti itu...ngenes pan jadinya rasanya ya jadi kepingin pulang terus

Air adalah sumber Kehidupan, itulah sebabnya sumur dalam bahasa jawa disebut "sumber". Tak Ada Air, maka Tak ada ikan. Tanaman saya pun akan mati kalau tak ada air.. :D

Alhamdulillah, bisa menikmati panorama diatas walaupun dalam gambar dan tulisan~


EmoticonEmoticon