Wednesday, 16 October 2013

Situs Karamat Inten

Karamat Inten
Karamat Inten
Daerah tatar Sunda sejak dulu dikenal sebagai salah satu tempat yang memiliki banyak situs purbakala peninggalan masa lampau, tak terkecuali dengan Sumedang, dimana situs-situs yang ada di Sumedang sebagian besar merupakan peninggalan masa-masa kerajaan mulai dari Kerajaan Tembong Agung, Himbar Buana, hingga Sumedang Larang. Dari sekian banyak situs yang ada di Sumedang sebagian besar telah terekspose ke luar dan tentunya kita pun mudah untuk mencari referensiya baik melalui buku-buku ataupun melalui mesin pencarian di internet.

Berbicara tentang sebuah situs, situs yang akan admin tulis dipostingan kali ini sepertinya belum pernah terekspose. karena ketika admin cari referensinya di mesin pencarian dan litelatur yang lain ternyata tidak ada uraian atau penjelasan sama sekali mengenai situs yang admin jumpai ini. Situs ini bernama Karamat Inten, berbentuk Sarkofagus kubur batu dengan batu-batu yang disusun sedemikian rupa khas peninggalan prasejarah. Sebenarnya admin tidak sengaja menemukan jalan ke tempat situs ini berada dan pada akhirnya kebetulan menjumpai situs ini, karena pada awalnya admin mencari sebuah air terjun yang katanya disebut dengan curug inten.

Karamat Inten
Karamat Inten
Perjalanan menuju situs ini medannya bisa dibilang cukup sulit, sekedar memberikan gambaran untuk menuju kesini kita akan melewati sebuah jalan setapak berbatu dengan kontur naik turun yang licin, disebelah kanan jalan dimulai dengan hanya gundukan tanah yg ditumbuhi ilalang, tapi makin jauh gundukan tanah makin meninggi dan membuat kita seakan sedang berjalan di pinggiran bukit, sedangkan sebelah kiri jalan adalah gawir (jurang) dan tidak terdapat pagar pengaman. Jalannya pun hanya cukup untuk satu motor saja, jadi jika kita berpapasan dengan seseorang ataupun motor yang lain dari arah berlawanan maka salah satunya harus mengalah.

Untuk menuju ke Situs Karamat Inten ini sebenarnya jalurnya sama dengan jalur menuju Kawasan Agroteknobisnis Sumedang (KAS) di Nangorak Sumedang Selatan, hanya saja nanti ditengah perjalanan menuju KAS kita akan menemui jalan setapak kecil sebelah kiri jalan, jalan inilah yang jika terus ditelusuri maka akan sampai ke situs ini.

Nampaknya, belum ada yang berminat untuk meneliti dan menulis situs ini, entah ini situs peninggalan jaman kerajaan, situs makam pendiri desa atau yang lainnya. Karena letaknya yang bisa dibilang masuk ke dalam hutan, sepertinya jarang sekali orang yang lewat kesini. dan disayangkan juga ketika admin berkunjung kesini pun, tidak ada orang yang bisa admin mintai keterangan tentang situs ini.

Namun sekali lagi, admin pribadi belum menemukan sumber tentang siapa yang dimakamkan di situs ini dan dari masa apa situs ini berasal, entah karena memang belum ada sumbernya karena belum ada yang meneliti dan menulis, atau mungkin memang admin pribadi yang belum menemunkan, maka dari itu apabila ada sobat yang mengetahui tentang situs ini admin mohon pencerahannya dan mohon dikoreksi apabila di tulisan ini terdapat kesalahan, terima kasih.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

115 komentar

Sayangnya akses jalan buat menuju ke sana...rada sulit ya mas
Mudah2 an pemda setempat...bisa memperbaikinya..

Selamat Hari Raya Idul Adha ya mas WS.. :)

ini tugasnya ahli sejarah untuk menguak situs tersebut. keadaan atau gambar curug inten kayak apa ya ?

wah.. ternyata banyak situs yang bisa dicari di Sumedang. Ngomongin jalan kalo keadaannya seperti di atas, lebih baik nyeker alias buka sendal atau sepatu biar tak licin :D hehe

berarti situs ini dikeramatkan ya Kang ?

tulisan berikutnya pasti tentang curug inten kan ?

kalau di google belom ada,berarti sebuah peluang untuk akang lah yang meneliti dan menulis situs tersebut diatas, sebab tahun 2020 saat negara kita menjadi negara adidaya dan menteri budaya dan pariwisatanya udah bukan yang sekarang lagih...bikin buku kang

Wahh., keren nihh mas artikelnya,.
Bisa jadi baha referensi barangkali ada tugas sekolah., :)

wah saya baru tau mas.... ini bagus mas, dengan mas WS mengespos di blog mas WS ini.. maka secara tidak langsung bisa membuka pengetahuan banyak orang, kalau ternyata masih ada situs di sumedang yang belum mereka ketahui....

Hal-hal yang berkaitan dengan sejarah seperti karamat Inten memang menarik untuk di simak dan patut di informasikan mas, biar lebih di kenal orang lebih luas lagi tentunya baik dunia maya dan dunia nyata.

Tampaknya cukup banyak situs seperti ini yang letaknya terpencil, berada di ketinggian, jalan menuju kesana cukup sulit. Tentu membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki jalan menuju ke lokasi Situs Karamat Inten. Perlu diteliti terlebih dahulu siapakah yang dimakamkan disitu? Apakah ada kaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Sumedang? Ataukah tokoh sakti jaman dahulu, waliyullah, kerabat kraton, atau lainnya? Terima kasih sharingnya. Semoga menjadi awal terbukanya daerah tersebut.

Wah sayang ya kang, seperti terputus sejarahnya karena tidak ada yg bbisa menjelaskan sejarah situs ini...

banyak situs-situs keren ya di sumedang. baru tau saya ni karamat inten.. :)

numpang mampir dulu pak..
belum sempat baca-bacaa..

Ternyata di daerah Sumedang banyak sekali situs bersejarah ya mas,,, ada situs bernama keramat inten yg saya baru tahu.
Tadinya saya mengira disana hanya banyak tahu Sumedang saja, hihihi :-)
nice shared!

amiin mas..semoga komentar mas budi ini dibaca ama anggota pemda setempat dan segera terealisasi

Indonesia yg kaya akan peninggalan sejarah tak terkecuali situs2 keramat yg ada di pulau jawa, dan selayaknya untuk tetap dilestarikan agar tidak punah nantinya seiring perkembangan jaman saat ini

ternyata di sumedang ada peninggalan prasejarah juga. Saya kira hanya tahu sumedang yang terkenal enak rasanya itu :-)

:>) Di tempat saya juga banyak mas, tapi sayang tidak terawat :(

Dari namanya situs ini mungkin di keramatkan ya gan

Selamat Hari Raya Idul Adha juga mas Budi :)

Aamiin mas, semoga cepat terealisasi seperti itu ya Mas Budi & Mas Nizam, karena memang jalan menuju ke tempat ini cukup sulit untuk dilewati

iya mas...

nah justru itu mas, curug inten nya malah tidak terabadikan sama sekali ;(

hehehe iya kang, mending nyeker daripada kepeleset (m) tapi harus hati2 juga kalau mau nyekermen karena banyak batu2 runcing n duri2

dilihat dari namanya sih mungkin iya situs ini dikeramatkan mas...dan tentunya dikeramatkan atau tidak sebuah situs pastinya tetap harus dijaga ya hehe...

mungkin bukan mas, karena curug inten nya malah tidak terabadikan sama sekali ;(

wah kalau untuk meneliti sebuah situs mah kayanya gak kesampean kang...tidak punya kompetensi di bidang itu :))

terima kasih mas...

hehe silahkan mas, tapi mungkin bakal jadi referensi yang sangat tidak lengkap hehe :)

iya mas, tapi dunia gaib ga termasuk ya mas hehehe

aamiin pak...sama2 pak :)

iya mudah2an jalan menuju ke tempat ini bisa diperbaiki minimal dibuat nyaman untuk para pelancong agar tidak membahayakan

iya kang, sejarahnya tidak bisa kita cari secara bebas...kalaupun mau mungkin harus tanya kepada sesepuh2 atau warga di tempat ini

hee iya kah mbak ?? WS juga baru tau ketika mengunjungi situs ini

hee kurang lebih begitu mbak...tapi Tahu Sumedang juga tidak kalah banyak kok :D

sayang ya mas, akses menuju kesana rada sulit, di daerah saya juga banyak situs peninggalan jaman dulu as, lagi lagi situs tersebut tidak terurus juga

hee iya lumayan banyak peninggalan sejarah di Sumedang mas...tahu sumedang apalagi, pastinya lebih banyak hehe

iya mungkin itu kendala kebanyakan situs2 di negara kita ya mas... yaitu tidak terawat dengan baik

iya ya mas sayang sekali kebanyakan situs di berbagai daerah di negara kita tidak terawat dengan baik...perlu kpedulian kita semua

iya kang kebanyakan kalo jalan ke tempat2 seperti itu jalannya pasti susah, soalnya kebanyakan sepertinya memang kurang terawat ya kang

biar keramat tetapi pasti bersejarah kan Kang..
itu mestinya sudut yang bisa dieksplorasi

Sudah semestinya Sumedang punya banyak artefak sejarah
Bagaimanapun juga Sumedang merupakan kota kuno yang selalu jadi tempat transit wangsa Galuh yang seneng bolak balik pusat kotanya dari Ciamis ke Bogor

apa kabar bang WS :O mau baca-baca dulu deh lama nggak ngeblog

tempatnya sih asri, tapi kelihatan angker ya serem...
;((

Semoga aja situs tersebut bisa diperbaiki ya mas. Baik dari segi akses jalan menuju ke lokasi TKP ataupun fasilitas yang ada. Sehingga bisa dijadikan obyek wisata bersejarah dan pada akhirnya bisa menyumbang devisa daerah hehe :)

bagus sih tapi medan perjalan menuju tempat itu ngeri,,, hehe


:>)

jadi masih menjadi sebuah misteri ya mas [-(

kenapa tidak dipermudah yah jadi banyak turis yang datang, kan bagus juga buat kemajuan daerah tersebut, semoga kedepannya pemerintah akan lebih memaksimalkan situs-situs seperti ini yah mas WS.

Situs-situs seperti ini, biasanya terdapat di pelosok, dan tempatnya tidak mudah di jangkau dengan kendaraan Dan perlu perjuangan fisik hingga sampai ke tempat tersebut. Hal ini seperti di daerah Goa Rengganis yang pernah saya kunjungi, dan situs batu klade di daerah pangandaran.

Adapun objek wisata seperti ini termasuk digemari para ilmuan dan wisatawan yang gemar petualang. Karena medannya yang mendukung ya Kang. Namun, yang membuat para wisatawan meanrik biasanya isi dari sejarahnya, ini mungkin lebih penting dari pada yang lain. Daerah kawasannya sama persis seperti situs batu kalde yang pernah saya singgahi.


Salam wisata

Membaca artikel sampeyan ini saya berasa jd arkeolog nih...

iya mas...dan mungkin keadaan alamnya juga jadi kendala

nah itu ya kang, yang mesti digarisbawahi dan dieksplorasi yaitu kata "bersejarah" nya

Alhamdulillah kabar baik mbak...

hehe sibuk ya mbak :))

aamiin, tapi kalau untuk itu rasanya masih jauh mbak hehehe

iya sob...harus ekstra hati2 dperjalanan menuju ke tempat ini

aamiin mas, mudah2an seperti itu ya

iya mas, ada ciri khas jaman prasejarahnya ya

Inten itu bahasa Indonesianya Intan. Wah jangan2 banyak intan berlian ya di sana. Siapa pun yang dikuburkan di sana, bisa jadi almarhum adalah sosok yang tidak biasa (orang hebat di masa hidupnya)

iya mas setuju sekali, walaupun lumayan berbahaya tetapi entah kenapa rasanya begitu menikmati dan ada kepuasan tersendiri ketika berjumpa dengan situs ini. Dan memang kebanyakan medan untuk mencapai situs seperti ini agak sulit ya mas...perlu perjuangan lebih

hehe sekali-kali berasa kembali ke masa lampau kan ga apa2 mas pri :))

ga ada intan kok kang hehe...iya kang, pastinya seperti itu

itung2 terapi buat rematik juga ya kang hehehe

This comment has been removed by a blog administrator.

oh itu kemarin kang firman ya...maaf kemarin ga nemu linknya hehe, siap kang a :)

andai ada prasasti yang menjelaskan tempat ini pasti mudah penelusurannya ya mas

naik motor trail enak nih mas ? perlu anggaran lagi buat beli trail selain kamera tentunya,
komporin aja ah, siapa tahu di gol kan anggarannya sama istrinya mas ws, hehehe.

ada juru kuncinya atau tidak mas ? siapa tahu bisa di telusuri jejak makam tersebut.
tapi makamnya sudah seperti makam islam ya mas,

jangan jangan si om ini masih ada darah dari prabu siliwangi..?

Sebetulnya masih banyak juga situs bersejarah yang belum terecspose yah kang? salah satunya yang di atas, kalau mau menelusuri di pelosok jawabarat masih ada yang belum dikenal, termasuk di tempat saya juga begitu.

Memang bener jalan ke lokasinya sangat sulit

kalau denger jalan setapak suka inget lagu... mapay jalan satapak ngajugjug... hehehe... sayang ya kang jalannya gak bisa dilalui roda empat... roda dua pun gak bisa... ini PR buat pemerintah ya...

saya malah takut kang kalau jalan2 ketempat keramat belum terbiasa mungkin saya ke tempat2 seperti itu, kalau medannya sulit berarti harus di tempuh dengan jalan kaki yah kang

Wahh...tempatnya bagus kan? Pingin ke sana

sepertinya ada mas, cuma sayang pas WS datang disini tidak ada siapa2...
sepertinya begitu, tpi ndak tau juga y mas hehe

iya kang, disetiap daerah pastinya ada...
dan perlu kepedulian kita juga ya tentunya..

bade ngalongok mawar bodas ya mang hehehe...
iya mang, PR untuk semua juga tentunya

iya mas, tapi WS dulu ke tempat ini pakai motor hehe, dan kalau pakai motor memang perlu ekstra hati-hati....dibiasakan saja mas nanti juga pasti berani :)

Selamat pagi kak KY wah kemana aja ni baru muncul lagi :)

datanglah kemari kapan-kapan

asiiik dapat dukungan nih, mau lapor istri aaahhh hhehe :)

Kayaknya mampir untuk yg pertama kali di wewengkong sumedang, salam kenal mas.. salam blogger dari indramayu

hatur nuhun mas sudah mampir di wewengkon sumedang ini...salam kenal juga mas, wah dari Indramayu to mas :)

tempat (situs) sejarah sebegitu boleh menjadi tarikan tourist.. harusnya jalan akses ke sana diperbaiki..

bahaya juga kalo jalannya rada licin :p
mampir perdana om :o

wiiii, tempatnya masih asri yah
nanti ah kalau mampir ke sumedang nyoba main kesana (k)

Wih, makam keramat, ya.... Kalau malam, suasana di sana pasti serem banget, ya...

ini bukan yang pernah ditayangkan sama mister tukul jalan2 ya mas?tp kalo dilihat susahnya medan tempuh, kayaknya bukan ini sih yang di sumedang

iya sob memang rada bahaya, terima kasih sob sudah singgah di blog ini :)

dicoba saja sob main kesini, tapi enakan pakai motor trail hehe

mungkin iya sob, karena ga ada lampu penerangan disini

bukan mbak, yang tayang di mister tukul jalan2 itu gunung kunci...
ada di postingan sebelumnya hehe :)

Datang lagi di artikel karamat,. sae Kang Artikel nya
Sukses terus yah Kang..?

mas karista, ada yang ketinggalan ya :-)

wah maaf kang karrysta baru dibalas comentnya, terlewat jawabnya hehe...terima kasih telah berkunjung lagi mas :)

kang ucup : mungkin iya ada yang ketinggalan hehe

bagus kang setiap berkunjung ke situs di posting di blog, jarang bgt situs2 yg kurang terkenal di ekspose di internet.aya baru tau ada situs ini malah :)

terima kasih kang atas suportnya :)

iya kang, memang itu tujuan WS, mudah2an bisa ikut mensosialisasikan situs-situs yang ada di sumedang

artikel yng menambah wawasan kang, saya baru tahu disumedanga ada situs bersejarah.

:>) Mau datang ke keramat inten biar sehebat Kang WS akh hhhh :-)
Ijin nyimak yah Kang,. menarik untuk di baca untuk nambahin pengalaman saya
Terima kasih, sudah berbagi pengetahuan Kang?

Mapay jalan satapak mah mun teu lepat Judul na Rangda Taiwan sanes Mang? 8-)
Ceritanya Mamang Yono, Ngritik saya nih Kang WS. Trima kasih deh Mang :-)

wah kok sampai berpikir kesitu kang :)) berharap pun enggak saya mah dan ga kepikiran sama sekali ;(
tapi kalau iya ya Alhamdulillah, turunan raja berarti hhee

wah itu lagu pengalaman mas karrysta kah ?? hehe :))
saya juga pernah mengalami kaya gitu ;((

iya kah kang...kalau ditelisik lebih lanjut lumayan banyak kok kang peninggalan sejarah di Sumedang

wah ngumpet ah malu :))
terima kasih mas karrysta hehe
sama2

kalau denger namanya keramat bikin merinding juga yah mas, tapi situs ini perlu juga dilestarikan biar menjadi tempat wisata :)


EmoticonEmoticon