Saturday, 7 September 2013

Pacifik Hariring

Gedung Pacifik Hariring Kabupaten Sumedang
Pacifik Hariring, Bertempat di ex Bioskop Pacifik
Berbagai sumber menyebutkan, salah satu syarat sebuah bangunan bisa disebut sebagai cagar budaya adalah bangunan tersebut paling tidak harus berumur 50 tahun. Berbicara tentang Cagar Budaya, tentunya kita berbicara tentang sesuatu yang harus dijaga eksistensinya, dijaga orisinalitas serta keberadaannya sebagai sebuah warisan dari masa lalu untuk generasi mendatang agar mereka mengetahui tentang perjalanan sejarah daerahnya dari masa ke mas melalui Cagar Budaya tersebut.

Pacifik Hariring Tempo Dulu
Pacifik Hariring Tempo Dulu
Source : move-media.blogspot.com
Bioskop Pacifik, atau sekarang disebut dengan Pacifik Hariring, adalah salah satu bangunan tua di Kabupaten Sumedang yang letaknya berada di pusat kota Sumedang. Beberapa sumber menyebutkan, bangunan Bioskop Pacifik ini dibangun pada sekitar tahun 1928-an dan diresmikan oleh Bupati Sumedang kala itu yaitu Dalem Soeria Soemantri.

Melihat rentang waktunya, jika melihat salah satu persyaratan seperti yang tadi telah disebutkan, kita semua mungkin sependapat bahwa bangunan ini sudah bisa dikategorikan sebagai bangunan Cagar Budaya, karena umurnya bahkan lebih tua dari umur Republik Indonesia sendiri, dan itu berarti bangunan ini harus dijaga dan dilindungi, serta dihindarkan dari hal-hal yang semata untuk komersil.

Wewengkon Sumedang : Patung Penari Tarian Tradisional  di Pacific Hariring Kabupaten Sumedang
Patung Penari di Pacifik Hariring
Tapi terkadang, teori dan praktek nyatanya memang berbeda, dan hal tersebut juga nampaknya berlaku bagi bangunan Pacifik Hariring ini. Karena nyatanya sekarang bangunan ini disulap menjadi tempat karaoke, kira-kira apakah pantas sebuah bangunan Cagar Budaya dijadikan tempat karaoke untuk mencari keuntungan semata? dan yang memprihatinkan, selain beralih menjadi tempat karaoke seperti sekarang, dalam perjalannnya, bangunan ini sempat berkali-kali beralih fungsi dan berganti warna serta nama.

Semenjak Kabupaten Sumedang menyandang predikat sebagai Puseur Budaya Sunda, bangunan Pacifik Hariring ini sempat diwacanakan untuk dijadikan tempat pertunjukan budaya, tempat berkumpulnya masyarakat, para budayawan, dan lainnya untuk berdiskusi soal budaya sunda, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan budaya, sayangnya, dalam realisasinya tempat ini malah menjadi tempat karaoke.

Masyarakat Kabupaten Sumedang sendiri banyak yang menyayangkan alih fungsi bangunan ini, karena tentunya semua merasa memiliki bangunan ini sebagai sebuah peninggalan, heritage yang menjadi kebanggaan masyarakat kabupaten Sumedang.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

8 komentar

pangling ningalina, aya robih bagian payun (dikacaan). saya baru tahu tahun berdirinya bioskop pasipik (telinga saya lebih akrab dengan bioskopnya, dibanding yang sekarang jadi tempat hahariringan).
salam baktos Kang

Tiap jalan" ke sumedang saya liat banyak bangunan tua disana,banyak rumah dan toko" d kota sumedang dengan desain klasik,tp saya kurang tau apa bangunan itu benar" klasik atau cuma skedar desainnya,serta dibangun sebelum atau sesudah kemerdekaan

gedung bioskop kuno kalau gak dipakai bisa dihuni hantu ya mas, tapi untungnya msh dipakai sehingga tdk berhantu dan bisa menjadi bangunan bersejarah di sumedang nantinya :)

bangunan pasifik hariring yang penuh pesona dan bersejarah ini tiap hari tak lewati tapi sepertinya karena kepekaan sosialku minus jadi ngga pernah merhatiin keberadaannya, karena memang mungkin tak sempat dibumingkan lagi...merenan eta ge' ceuk sayah mah...:-)

betewe dari beberapa blog yang tak buka bersamaan, blog akang yang paling lama kebukanya...sampe ini selesai diketikpun, lodingnya masih belum tuntas...kenapa ya?

udah alih fungsi,,,,
bagaimana reaksi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini?

sayang banget,,, tempat yang punya nilai budaya berkhir tragis menjadi sebuah tempat karoke -_-

disatu sisi kelestarian cagar budaya diperlukan tapi ada pihak lain yang butuh keuntungan yang banyak demi kelangsungan usahanya y a mas

Syaang sekali bila bangunan seperti ini tidak di lestarikan, sebenarnya pemerintahdaerah harus berani berkreatif, tapi kalau alasan kembali kepada pendanaan ya sudah jangan mau jadi pemimpin ya..... he,, he,, he,,,,

Salam


EmoticonEmoticon