Tuesday, 17 September 2013

Monumen Lingga

Monumen Lingga
Monumen Lingga
Sejenak memandangi Lingga menjelang senja, saat lelah mulai melanda jiwa (halah). Dulu mungkin hampir setiap hari admin melihat Monumen Lingga yang ada di alun-alun Sumedang ini, hal tersebut menjadikannya terasa biasa baik dilihat dari segi bentuk, suasana sekeliling dan lainnya. Namun seiring berlalunya waktu, bertambah padatnya kesibukan, serta berpindah-pindahnya tempat kerja bahkan sampai keluar pulau, membuat admin cukup lama tidak melihat monumen ini, dan dikali pertama admin melihatnya kembali, admin rasa ada yang berbeda, ketika memandangnya secara seksama, admin rasa monumen ini mempunyai keunikan tersendiri.

Monumen ini menjadi Landmark Kabupaten Sumedang, Monumen Lingga namanya, ia terdapat di tengah-tengah alun-alun Sumedang. Orang Sumedang pada umumnya pasti sudah familiar dengan tugu monumen ini, salah satu Landmark Kabupaten Sumedang yang dijadikan lambang daerah ini merupakan tugu peringatan atas jasa-jasa Pangeran Soeriaatmadja dalam mengembangkan Kabupaten Sumedang di masa lalu, ia dibangun pada tahun 1922 dan diresmikan oleh Gubernur Jendral Dir Fock.

Jasa-jasa Pangeran Soeriaatmadja tersebut antara lain di bidang keagamaam, sosial, dan pendidikan. Pangeran Soeriaatmadja sendiri mempunyai sebutan lain yaitu Pangeran Mekah karena beliau meninggal di kota Mekah saat sedang menunaikan ibadah haji.

Lihat : Dawuhan Pangeran Soeriaatmadja

Monumen Lingga ini mempunyai empat sisi dan kubah diatasnya, di setiap sisinya terdapat inskripsi atau ukiran tulisan, pada sisi barat terdapat inskripsi berhuruf cacarakan (huruf jawa), pada sisi utara terdapat inskripsi berhuruf latin berbahasa melayu, di sisi sebelah timur juga terdapat inskripsi berhuruf cacarakan, dan yang terakhir pada sisi bagian selatan terdapat inskripsi berhuruf latin dengan menggunakan bahasa sunda.

Suasana Peresmian Monumen Lingga 
Oleh Gubernur Jendral Dir Fock
Di Sumedang tempo dulu, Monumen Lingga ini memiliki nilai kesakralan tersendiri dimana ia dianggap sebagai sebuah peninggalan sejarah, yang tentu perlu dijaga dengan baik dan bahkan adab ketika berperilaku disekitarnya pun ikut dijaga, karena Lingga ini merupakan sebuah penghargaan bagi sosok pemimpin yang rakyat Sumedang hormati kala itu yaitu Pangeran Soeriaatmadja. Apalagi, dulu berbagai pusaka Sumedang pun kabarnya disimpan di dalam Monumen Lingga ini, hal tersebut membuat Lingga dipandang bukan hanya sebagai seonggok batu berbentuk semata, tetapi tentunya lebih dari itu.

Namun sekarang, seiring berputarnya roda waktu membuat hal tersebut juga ikut berubah. Sekarang sudah tidak aneh lagi jika disekitar Monumen Lingga ini dijadikan tempat melakukan sesuatu yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan pembelajaran sejarah dan yang sejenisnya. Mungkin hal-hal tersebut tidak perlu admin sebutkan satu persatu, karena kita juga sudah sama-sama tahu akan jadi apa biasanya sebuah alun-alun atau pusat keramaian, apalagi di hari sabtu dan minggu. Tapi tentunya hal tersebut bukan berarti tanpa perbaikan dan penertiban yang harus terus kita apresiasi. Mudah-mudahan saja kedepannya suasana sekitar dan "sima"nya Lingga ini bisa dikembalikan seperti dulu, seperti zaman dimana masyarakat masih benar-benar mencintai pemimpinnya sehingga menghargai dan menghormati sekecil apapun peninggalannya.

Monumen Lingga
Monumen Lingga di Alun-alun Sumedang

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

67 komentar

iya mas semoga,
harus dikasih penerangan disekelilingnya mas, karena keadaan gelap dan remang-remang bisa mengundang orang berbuat macam-macam

yg seperti ini nih perlu dijaga dan dilestarikan sob..

waktu jaman suasana peresmian nya banyak banget yang hadir nya

saya juga amat sangat sepakat sekali

rata-rata permasalahan taman-taman semua memang seperti itu. penerangan kurang.. langsung jadi ajang cangkruk dan pacaran.

apalagi kayak taman bungkul ya mas bud,

Monumen lingga nya tentu bernilai sejarah juga pastinya ya gan..

jaman sudah diresmikan juga banyak yang hadir, tuh muda dan mudi sendan memadu kasih

ya jelas dong ah, apalagi kalau di curi pasti malah memilki nilai jual

di alun alun sumedang sana tarif parkir berapa mas ?

abis beli batagor di alun2 sekalian jepret2 monumen yah kang :)

bangunan bernilai sejarah yang patut di amankan, mumpung belom di rebut londo lagi :) kali aja ada londo nyasar kan bahaya kalo di bawa pulang buat oleh2 :D

apalagi di hari sabtu dan minggu, hmmmmm dimana-mana ternyata sama ya.. semua nilai sejarah berubah drastis...

iya jaman dulu pas peresmiannya banyak yang hadir mbak...dan seperti kata mas agus sekarang juga semakin banyak yang hadir hehe

iya mas cik bernilai sejarah

seperti yg dicuri dari museum nasional itu ya mas agus..

sama saja mas dengan di tempat2 lain hehe

wah mas andes kok tau ?? hehe iya mas...paaling enak makan batagor sambil menikmati suasana sore hari =D

hehe pake mobil truk ato fuso ya mas bawanya...mesti pakai buldozer ini ngangkat ke mobilnya :D

wah ternyata d tmpt trsbut rame y sob kalu hari libur

Semoga keberadaannya selalu lestari dan terawat sampai ke anak cucu..ya kang

ternyata sudah lama banget ya monumen lingga. dari jaman belanda hingga jaman milenium sekarang ini, dah masih berdiri kokoh di tanah sumedang. Harus dijaga dan dilestarikan mas monumen nya agar tidak rusak di kemudian hari, karena merupakan peninggalan nenek moyang kita :)

wah sudah lama banget ya mas berdirinya monumen lingga ini.. hmm saya malah baru tau mas.. harus menambah wawasan saya nih mas.. biar nggak bego2 amat hehehehe

Monumen Lingga merupakan peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan dan dirawat dengan baik, tapi saya lihat fotonya di atas sudah tertata dengan rapi, jadi kelihatan indah :)

sebenarnya kurang cocok disebut monumen lingga
emang om mau kalo lingganya bentuknya kayak gitu
pendek amat ya..?
haha...

suasananya nyaman kang, cocok nih buat berdua duaan sama pacar, apalagi dimalam minggu... mantab dah... terus parkirnya berapa mas, bebas parkir kan?

aku paling ra dong klo maslah IPS

Wahhh Monumennya Cantik Bener yahh Gan Saya Jadii Kepengenn Maenn Kesonoh :D hehe

tiketnya berapa itu gan kalo masuk?

iya mas, malah kadang kaya pasar coz emang suka ada pasar mingguan hehe

iya mbak ririn setuju sekali...semoga kita generasi muda selalu bisa menjaga dan merawat peninggalan2 sejarah ya..

aduh WS juga sama mas...kadang suka malu suka ketinggalan berita n teknologi jadi gaptek n cupu deh hehe. Mari kita sama2 belajar yu mas :)

terima kasih mas =D
iya mungkin baru saja dibersihkan hehe

kebanyakan parkirnya di mesjid agung mang jadi di alun2 ga bayar parkir

wah mengenang masa muda ni ya mang hhehe

bentuknya unik ya monumen lingga nya..hehehe

Ini salah satu warisan yang mungkin mahal harganya, semoga terus terjaga dan terawat keberadaannya ya kang

Berarti peninggalan sejak pemerintahan belanda ya patut di lestarikan.

tapi pas dulu lihat setiap hari mah keunikannya th ga terlihat mas hehe, serasa biasa aja =D
wah mas KS baru muncul lagi nih kemana aja

sampai cicit-cicit juga mas, aamiin

Okee Insyaa Allah Gan Klo Saya Udahh Punyaa Uang Sndiri Tapi hehe :D

Akhirnya bisa masuk juga heheehe :D
Padahal 7 tahun ke belakang saya selalu lewat ke Sumedang ketika bekerja di daerah Lembang. Kebetulan selalu pada hari Jum'at dan selalu Jum'atan di Mesjid Agung, tapi ga pernah tahu ada monumen ini hadeueueuhhh padahal terlewati. Yang tahu dari Sumedang hanyalah Patung Kuda, Makam Cut Nyak Dien, dan Tahu hehehehe :D

hehe memang dari kemarin error terus ya kang masuk kesini :-?
wah lama juga ya kang 7 tahun yang lalu...ko kita ga ketemu ya (y iyalah belum kenal hehe)...padahal monumennya deketan loh kang kalau dari masjid agung ko tidak lihat...
hehehe suka makan tahuu atuh kang di mesjid agung :))

Betapa asyiknya jika saya bisa main ke sana, ke monumen lingga di alun-alun sumedang, hmmm :)
nice sharing

masuk ke dalam monumennya kira2 ada tarifnya gak gan ? :)

wew dari masa ke masa nih monumen

Menurut cerita yg tdk bisa saya sebutkan namnya katanya ada ruang bawah tanah yg terhubung dengan gedung Negara dan gunung konci...benarkah???


EmoticonEmoticon