Sasakala Gunung Tampomas

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalamua'laikum sobat-sobat semuanya

Gunung Tampomas
Gunung Tampomas, Dilihat Dari Desa Wargaluyu
Rasanya ingin kembali menceritakan sesuatu tentang Gunung Tampomas, walaupun sebetulnya dalam setiap postingan yang terkait dengan Gunung Tampomas ini saya hanya ingin share foto atau gambar Gunung Tampomas yang bisa dikatakan sebagai landmark Kabupaten Sumedang dari berbagai sudut kota Sumedang ataupun desa-desa yang mengelilinginya.

Foto atau gambar Gunung Tampomas yang diatas adalah yang saya lihat dari arah desa Wargaluyu, Tanjungmedar. Dengan melihat Gunung Tampomas yang menjadi salah satu saksi bisu perjalanan sejarah Sumedang pada khususnya dan tanah Sunda pada umumnya, kabarnya bagi sebagian orang akan terasa suasana mistis yang cukup kuat, oleh karenanya Gunung ini banyak dijadikan tempat bertapa, semedi, atau ngelmu, karena kabarnya dulu Prabu Siliwangi juga pernah bertapa di gunung ini.

Dilihat dari tempat-tempat tertentu pun suasana mistik bisa terasa, seperti halnya tidak tahu kenapa ketika mengambil foto atau gambar diatas dari kawasan hutan di Wargaluyu saya merasakan hawa mistik yang lumayan kuat (sudah seperti paranormal saja nih), ah terlepas dari itu semua saya jadi teringat sebuah cerita rakyat tentang Gunung Tampomas dengan judul Sasakala Gunung Tampomas, yang menceritakan asal muasal nama Gunung Tampomas. Sasakala sendiri artinya adalah mitos atau dongeng, jadi ini bukan cerita sejarah ya sob...berkaitan dengan Sasakala Gunung Tampomas sendiri kurang lebih begini ceritanya :

Sasakala Gunung Tampomas

Diceritakan, Gunung Gede yang ada di Sumedang mengeluarkan suara yang menyeramkan.

Suaranya bergemuruh, dari puncaknya keluar asap bercampur debu yang menyala-nyala, dan sepertinya gunung ini akan meletus. Rakyat Sumedang ketika itu sangat-sangat kaget dan ketakutan melihatnya dan berfikir bagaimana jadinya jika Gunung Gede itu benar-benar meletus ?

Tidak diketahui siapa Bupati yang menjabat waktu itu, tapi yang pasti bupati tersebut sangat sayang dan welas asih kepada rakyatnya serta bijaksana. Walau belum ada rakyat yang melapor, sebenarnya beliau telah mengetahui bagaimana kedaan rakyatnya yang diliputi kegelisahan saat itu, dan beliau tidak berhenti memutar otak dan berpikir keras agar bisa menyelamatkan rakyatnya.

Didorong oleh rasa sayang kepada rakyatnya itu, beliau lalu menyepi di satu kamar, bersemedi memohon petunjuk dari paradewa, siapa tahu dengan begitu beliau bisa menghadap ke Yang Tunggal, diberi petunjuk untuk menyelamatkan rakyatnya.

Dengan kesungguhannya berdoa, Alhamdulillah, maksud Kanjeng Bupati kesampaian. Pada suatu malam, Kanjeng Bupati bermimpi didatangi seorang kakek, kakek-kakek tersebut memakai pakaian serba putih dan berbicara dengan sangat jelas "Cucuku yang tampan dan gagah, Eyang sudah tahu bagaimana kebingungan serta kegelisahanmu, Eyang ingin membantu agar rakyat cucuku bisa lepas dari ketakutan dan kekhawatirannya. Gunung Gede harus ditumbal oleh keris pusaka kepunyaan Cucuku yang terbuat dari emas. Dan Eyang titip, cucu jangan merasa sayang dan menyesal (telah menumbalkan keris emas), nah begitu saja dari Eyang".

Setelah berkata demikian, kakek tersebut langsung menghilang dari mimpi Kanjeng Bupati...setelah diterimanya ilapat atau wejangan tersebut, Kanjeng Bupati bergegas keluar dari kamar dan membawa keris pusaka miliknya.

Beliau langsung berangkat menuju ke puncak Gunung Gede, beliau sigap dan terlihat terburu-buru karena takut Gunung Gede keburu meletus...walaupun rakyatnya saat itu sedang dilanda kebingungan, tapi ketika menyaksikan Bupatinya berangkat ke puncak gunung  mereka tidak berdiam diri, mereka tidak tega Bupati pergi seorang diri...dan akhirnya mereka pun  meyertai kepergian Bupati ke puncak Gunung Gede.

Setibanya di puncak Gunung Gede, Kanjeng Bupati tidak berlama-lama...keris emas yang digenggamnya langsung dilemparkannya ke kawah Gunung Gede, rakyat yang dari tadi mengikutinya hanya bisa melongo dan tidak percaya, karena mereka tahu keris tersebut adalah keris kesayangan Kanjeng Bupati. Ketika keris tersebut sudah berada dalam kawah Gunung Gede, seketika itu juga suara yang tadinya menggelegar angker menakutkan langsung hilang seketika. Bumi yang bergetar seolah gempapun langsung hilang tak terasa lagi getarannya. Seketika rakyat langsung bersorak bersuka cita dan langsung sujud kepada Kanjeng Bupati sebagai tanda terima kasih dan semua berikrar akan setia kepadanya, ikrar tersebut diterima oleh Bupati dengan haru dan sikap rendah hati...hatinya gembira karena bisa menghindarkan rakyatnya dari bencana.

Semenjak saat itu, Gunung Gede tersebut disebut dengan nama Gunung Tampa Emas (menerima emas) oleh penduduk sekitar, dan seterusnya pengucapannya berubah jadi "Gunung Tampomas".

Begitulah dongengnya sob tentang asal muasal nama Gunung Tampomas, mungkin sobat-sobat juga pernah ada yang membaca tentang Sasakala Gunung Tampomas ini tapi berlainan versi ?? memang cerita tentang Sasakala Gunung Tampomas yang berkembang di masayarakat Sumedang kabarnya ada beberapa versi, ada juga kisah yang titik ceritanya di daerah Cipanas Buahdua, dan dengan nama Bupati yang diketahui...tapi alur ceritanya kurang lebih sama dengan diatas, menceritakan tentang Gunung Gede yang akan meletus, dan kebetulan cerita di atas lah yang saya sedikit hapal dan saya coba ceritakan kembali pada sobat-sobat semuanya...semoga bermanfaat ya...

View Gunung Tampomas

Gunung Tampomas,
Dilihat Dari Lingkungan Karapyak

Gunung Tampomas,
Dilihat Dari Desa Mandalaherang

Gunung Tampomas,
Dilihat Dari Desa Tanjungkerta

Gunung Tampomas,
Dilihat Dari Desa Cikoneng

Gunung Tampomas,
Dilihat Dari Desa Rancamulya

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين
Demikian sedikit uraian atau dokumentasi mengenai Sasakala Gunung Tampomas yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.



86 komentar:

  1. oh jadi awal mula cerita gunung tampomas teh begitu nyah kang, saya selama ini belum pernah tahu, sangat menambah wawasan saya...hatur nuhun tos berbagi sejarah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sami2 kang, hatur nuhun kembali :D
      iya kang, kurang lebih begitu cerita sakakala nya

      Delete
    2. Sekarang jadi Tau cerita gunung Gede yang jadi Gunung Tampo mas.. Walau belum sempet melihat itu gunung dan baru melihatnya di peta. Jadi pingin kepuncaknya Saja..

      Delete
    3. yuk kapan2 kita kepuncaknya mas ?? saya juga belum pernah kok kalau ke puncaknya, gkuat hehe...katanya dipuncaknya pemandangan akan kelihatan indah sekali mas

      Delete
  2. Dongeng yang belum pernah saya dengar nih bang ws ... dibikim cerita anak2 seru yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru dijadiin dongeng sebelum bobo hehehe

      Delete
    2. dongeng apaan tu mang..

      Delete
    3. do ngengek itu podo BAB, hehe

      Delete
  3. hahaii, saya jadi tambah pengetahuan di sini. mantepp, tanpa emas tapinya nih, hehe

    ReplyDelete
  4. ternyata sejarah gunung tampomas cukup panjang ceritanya gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang :)
      bisa bikin murid sekelas pada tidur kalau diceritakan di kelas hehe

      Delete
  5. Gunung Tanpa Emas berubah jadi kata Gunung Tampomas...kayak lafal bahasa jawa saja, tampo berarti tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, memang hampir sama...
      malah dalam catatan Bujangga Manik kabarnya dulu nama gunung ini adalah gunung Tompo Omas...
      hampir sama dengan bahasa jawa ya, mirip2 gitu

      Delete
  6. kunjungan pertama gan :D

    nice artikelnya gan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih gan udah mampir kesini :)
      heee tengkyu yaaa :D

      Delete
  7. pengorbanan memang harus memilih ya mas, antara rakyat dan pusaka, semua kesayangan tapi harus memilih dan bijaknya bupati lebih sayang rakyatnya. coba presiden Indonesia lebih sayang rakyat dari pada partainya,huh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mas, andai pembesar-pembesar negara kita bisa menerapkan sikap bupati di atas wah mantep tuh, dijamin mungkin ga akan ada lagi bencana alam dll yang diakibatkan ketamakan manusia...ikutan huh ah mas :D

      Delete
    2. dan juga musim panas hujannya jelas, gak seperti sekarang, hehe

      Delete
    3. iya neh sekarang musim panas apa musim ujan ga jelas ya mas...
      bikin drooop body aja :(

      Delete
    4. ya di sykuri aja mas dari pada sakitlah lebih parah ya mas

      Delete
  8. Kok bisa beda ya nama yang diberikan dengan kisah ceritanya. Seharusnya bupatinya yang tampomas, hehehe.. Orang keris emas emas bupati di berikan pada gunung Gede gitu, Harusnya kan gunung Krismas. Gunung dengan keris emas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti ya mas WS tanyakan sama pengarang ceritanya hehehe...
      kalau dipikir-pikir iya juga sih ya...kan dikasih emas, tapi namanya jadi tanpa emas :O

      Delete
    2. Maap akang akang sadayana, perasaan tadi di cerita bukan tanpa tapi tampa, kan tampa dalam b. Sunda menerima. Cuman memperbaiki, hehe

      Delete
    3. iya kang...kan dicerita tertulis tampa emas ya :))
      maklum lagi error ni hehe

      Delete
    4. hatur nuhun kang koreksinya :)

      Delete
  9. saya salah satu penyuka dongeng...tapi beneran baru tau..cerita ini
    trims ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas Budi,saya juga baru tahu cerita ini hehe,,,

      Delete
    2. terima kasih juga mas budi :)

      wah berarti pas dong y kang dede n mas budi kalau WS menyebarkan dongeng ini hehe, asal jangan nyebarin gosip kan :D

      Delete
    3. apalagi saya yang jarang baca dongeng

      Delete
    4. seringnya baca2, meneliti, n mengamati blog ya mas :D

      Delete
  10. shooting position pas banget kang WS ( foto pertama )tapi hanjakal langitnya kurang cerah hehehe,lagi mendung yah,,,mantap kang WS,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun kang dede :)
      iya nih kang....Sumedang mendung terus ni beberapa waktu belakangan ini, jadi susah mau potoh2 teh

      Delete
  11. ternya indonesia ini banyak sekali ya sejarah yang belum terungkap maksut ane dari kalangan daerah ane sendri tentang ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang harus banyak digali lagi ya sob sejarah ataupun cerita2 rakyat tu, biar lestari sampai akhir nanti hehe

      Delete
  12. ketinggalan komentar saya gan..jadi nomor 27

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga apa2 sob, ga ada bedanya ko :)
      terima kasih sob udah ikutan komentar :D

      Delete
  13. Saya malah baru tahu ini Kang WS, terima kasih telah berbagi kang., ternyata ada ceritanya ya kang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. negeri dongeng akan tercipta nih yee, posting MLM dongeng

      Delete
    2. Mas Boku : iya mas ada ceritanya :) terima kasih kembali mas boku

      Mas Agus : hahaha, siiipp lah, di piramid MLM nya WS paling atas nih paling banyak dapet untung :D

      Delete
  14. weh saya sama dengan sobat bokunoblog, baru tau cerita ini hehehe makasih dah berbagi sob.. ngeblog memang menambah wawasan ya sob..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kembali Mas Nady
      iya mas, jadi bisa tukeran wawasan lewat postingan kan hehe,
      tapi kalau WS mah baru bisa tukeran cerita ama dongeng aja nih mas :D

      Delete
    2. ntar di buku kan ya kak dongeng nya

      Delete
    3. iya nih mbak lagi nunggu n nyari dulu pemborong yang bersedia menerbitkan (loh ??!!)

      Delete
  15. Baru tahu saya tentang asal muasal gunung tampomas, saya sendiri belum pernah kesana juga.. kalau dilihat dari foto diatas pemandangan gunungnya sendiri kurang bisa saya bayangkan, apa karena kabut.. malah suasana desa Wargaluyu, Tanjungmedar terlihat hijau dan menyejukkan hati mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas di tempat saya mengambil foto tersebut memang sangat sejuk, karena memang di pinggiran hutan juga hhe...
      saya juga kalau ke puncaknya mah belum mas, ga kuat mendakinya :D
      kapan2 main mas ke Sumedang :)

      Delete
  16. ternyata begitu ya asal muasalnya gunung tampomas.. baru tahu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mang dongengnya begitu katanya :)

      Delete
  17. jadi nambah wawasan kak,,,,
    cerita yang melegenda,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. WS juga baru kemarin2 mbak tahu cerita ini :)
      cerita2 rakyat yang ada di setiap daerah memang harus banyak digali lagi ya mbak..

      Delete
  18. menginsiprasi kisahnya mas, seharusnya pemimpin yang bijak harus rela berkorban untuk rakyatnya, bukan malah sebaliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas mungkin itulah pelajaran yang bisa kita petik dari cerita di atas, tapi pada kenyataannya jarang ya pemimpin yang seperti itu

      Delete
  19. Ahhh merinding bacanya kang. Oh iya kang, soal gunung Tampomas, waktu nyong dulu masih di komplek 301 (masih anak kecil) ada pertambangan pasir disana. Dan setelah nyong dapat kabar, sekarang gunungnya kelihatan miring gitu (karena pertambangan pasir). apa bener itu kang ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pernah tinggal di yonif 301 Sumedang mas ???
      iya mas, di dekat situ memang ada pertambangan pasir n baru2 ini katanya dibuka lagi blok tambang pasir yang baru di daerah itu (makin rusak aja niy gunung tampomas)...
      kalo kerusakannya memang sudah sangat parah mas (pernah WS posting juga di postingan tentang gunung tampomas sebelumnya), tapi kalau sampai miring sih kayanya enggak, msih tetap kokoh berdiri hehe

      Delete
  20. saya datang untuk meninggalkan komen saja mas. sudah sehat kembali kan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas agus atas kedatangannya...
      wah feeling nya hebat ni mas agus, tau aja kalo dari kemarin2 WS selimutan terus hehe..
      Alhamdulillah mulai pulih mas..

      Delete
  21. Duh asa ku waas kang.. emut ka lagu na kang doul sumbang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang komo kalau lagi dipanyabaan ya...

      Delete
  22. assalam bang,, :)
    lama tak dengar kabar ni,,

    kira2 seberapa dingin yea di gnung itu,, ?? :)
    hehe pengin cuba ni,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam mas bustan...
      iya ni mas lama tak jumpa kemana aja ?? :D

      dicoba aja mas, kapan2 main ke sumedang y hehehe
      kalo dipuncaknya pasti dingin banget mas :)

      Delete
  23. di sebalik sesuatu ada sejarahnyakan? sebagai anak muda kena tahu juga ni..

    ReplyDelete
  24. owh jadi gitu thanks ya gan :)
    kunjungan pagi :D

    ReplyDelete
  25. Info yang bagus mas buat nambah pengetahuan tentang sasakala gunung tampomas. terimkasih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mas Ripki, terima kasih kembali :)

      Delete
  26. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah asik nih kang...dalam rangka acara apa nih kang ???
      hayu ah ngikuuuut :D

      Delete
  27. mantap kang caritana urang sumedang ulah poho kana lemah caina..abdi oge kantos 4x naek ka gunung tampomas hayu ah naek deui taun baru kang sok rame..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang taun baru mah sok rame nya...hoyong ngiringan eung mudah2an tiasa...
      hatur nuuhun kang :)

      Delete
  28. Asa waas ningal tampomas teh kang... Simkuring kantos 5x ka puncak tampomas teh.terakhir ka tampomas teh 15 thn kapungkur

    ReplyDelete
  29. Asa waas ningal tampomas teh kang... Simkuring kantos 5x ka puncak tampomas teh.terakhir ka tampomas teh 15 thn kapungkur

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah tos lami atuh nya kang ?? ayeuna mah tos teu sapertos kapungkur deui kang tampomasna, seuseur karesakan nu diakibatkeun pertambangan pasir tampomas

      Delete
  30. Lu pade kudu nyobaik daki brad... asyik banget soalnya....

    ReplyDelete
  31. Tiris lah ka Tampomas teh

    ReplyDelete
  32. Saya ke tampomas lewat jalur padayungan banyak bonus (jalan datar hutan pinus) dan lebih cepat,, mau kesana lagi lewat jalur cibereum sekalian mau liat pemandangan luar biasa miris,, ada lubang yg smakin besar karna penambangan pasir dan tempat pembuangan sampah yg terus berjalan sampai detik ini,, sebenernya oleh bupati yg kemarin (sudah alm) penambangan ini mau di tutup, ayo lah para pecinta alam gimana caranya kita ngejaga tampomas supaya ga rusak,, mungkin ga akan ada lagi kalimat TAMPOMAS NU MATAK WAAS!! #savetampomas

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget teh, hal tersebut sudah saya coba tulis juga di artikel masih adakah tampomas esik hari...sangat disayangkan ya

      Delete
  33. aduh cuuuuu sy banggaaa skli ada seorang muda yg msh mau berbagi cerita entah benar atau tdk tp sebaiknya semuuua pemuda pemudi hrs cinta dan bangga dgn asal daerahnya. Ayo ank muda yg lain dari slrh tanah air banggalah dgn kebudayaan daerah msg" jgn so' luar negri laaah Ok semangat ya Cuuuuu ohok ohok aduh jd batuk ni nenek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih nek, siap laksanakan hehe...semangaaaatt

      Delete