Wednesday, 29 May 2013

Mari Berbagi, Jangan Takut Tak Kembali

Gunung Tampomas
Gunung Tampomas Dilihat Dari Desa Licin
Melihat pohon-pohon jagung yang sedang berbunga seperti tampak diatas, admin jadi teringat sebuah cerita yang berkaitan dengan jagung dari James Bender dalam buku "How To Talk Well" atau mungkin bisa kita artikan "Cara Untuk Berbicara Dengan Baik" atau "Bagaimana Cara Berbicara Yang Baik", atau kurang lebih begitulah artinya :D kurang lebih begini ceritanya :

Pada suatu ketika, ada seorang petani yang memenangkan penghargaan dalam menumbuhkan jagung. Setiap tahun ia mengikutsertakan jagungnya dalam perlombaan nasional dan dia senantiasa memenangkan perlombaan tersebut.

Suatu ketika seorang wartawan mewawancarai dia untuk mempelajari cara dia menumbuhkan jagungnya. Wartawan tersebut menemukan bahwa petani itu senantiasa berbagi benih jagungnya dengan tetangganya.
"Bagaimana anda mampu berbagi bibit jagung terbaik anda dengan tetangga anda, sedangkan mereka juga ikut serta dalam perlombaan dengan anda setiap tahunnya?" tanya wartawan.

"Kenapa tidak pak ??" kata si petani, "Tidakkah anda tahu? angin mengambil serbuk sari dari jagung yang matang dan menyebarkannnya dari sawah ke sawah. Jika tetangga saya menanam jagung lebih jelek, penyerbukan silang tersebut akan menurunkan kualitas jagung saya.

Jika saya ingin agar jagung yang saya tumbuhkan itu baik hasilnya, maka saya harus menolong tetangga saya untuk menumbuhkan jagung yang baik pula", kata si petani. Petani itu sangat menyadari hubungan antar kehidupan, dimana jagungnya tidak akan semakin baik hasilnya kecuali jika jagung tetangganya juga semakin baik.

Itulah sedikit ceritanya sobat...sebuah cerita yang membuat kita merenung sejenak, tentang kata-kata bijak si petani jagung yang berkata "Jika saya ingin agar jagung yang saya tumbuhkan itu baik hasilnya, maka saya harus menolong tetangga saya untuk menumbuhkan jagung yang baik pula", kata-kata tersebut menurut admin pribadi mengandung banyak hikmah. Admin sendiri mengambil beberapa pelajaran dari cerita diatas diantaranya :
  • Kebahagiaan yang sesungguhnya sebenarnya adalah ketika kita bisa membahagiakan orang lain, dengan cara dan tangan kita sendiri
  • Jika kita ingin jadi lebih baik, maka bantulah orang-orang disekeliling kita untuk bisa hidup lebih baik lagi
  • Dalam sebuah persaingan sekalipun, status manusia sebagai makhluk sosial membuat kita tidak akan bisa menonjolkan diri sendiri saja sebagai pemenang...karena kita tentunya pasti memerlukan bantuan orang lain dalam mencapai hal tersebut
  • Nilai kehidupan seseorang dapat diukur dari kehidupan sesamanya yang disentuhnya, atau ditolongnya
  • Dengan berbagi, justru akan mendatangkan keuntungan dan keberkahan bagi diri kita sendiri...bahkan Allah menjanjikan pahala bagi yang mau berbagi dengan saudara-saudaranya baik itu berupa infak, sodaqoh, ilmu pengetahuan dan lainnya : Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “ Sesiapa bersedekah seberat biji kurma dari usaha yang baik, dan tidak naik (sampai) kepada Allah melainkan yang baik, maka sesungguhnya Allah menyambutnya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Allah memelihara itu untuk pemiliknya, sebagaimana seorang kamu memelihara anak-anak kudanya sehingga menjadilah sedekah itu setinggi gunung.” (al-Bukhari dan Muslim)
Admin yang masih hijau ini hanya mampu memetik sedikit hikmah lewat poin-poin diatas setelah membaca cerita tersebut, apa sobat ada yang mau menambahkan? semoga  bermanfaat.

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

47 komentar

tangkuban perahu ada
perahu tampomas juga ada.
sepertinya gini ya mas, ada orang kaya tapi tetangganya miskin maka orang kaya tersebut jaatuh miskin karena hartanya dirampok dan dicuri tetanganya yang miskin.
maka berbagilah , bersedakahlah agar sama sama kaya jangan sama sama miskin

banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik di sini kang,
terima kasih

MasyaAlloh indah sekali pemandangannya...tanaman jagungnya sangat subur..

Kota leutik camperenik... Najan leutik tapi resik....Ngaliwat Cadas Pangeran...Mmmh, kota Sumedang....Dipapaes ku Cipeles...Tampomas nu matak waas...Cimalaka pamandian...Ngagenyas caina herang...Jajaka sareng nyi mojang....Indit mawa sari asih... teu apal deui kaditunaaaaaaaa.... endah pisan euy......

saya setuju dengan poin poin di atas sob.. namun ya begitulah, sangat sulit menerapkan dalah kehidupan kita sebenarnya...

wah, meni alus kitu pemandangan teh

saya sangat tertarik sama 4poin diatas kang,,

hatur nuhun :)

Terima kasih Kang Pencerahannya, kita harus berbuat baik kepada siapa saja, Kita bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita dengan ikhlas, akan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa.

gunung tampomas, sudah saya dengar sejak lama kang, tapi tau secara mendalam baru sekarang, hatur tengkyu kang, nais inpoh pokonamah....

pagi -pagi gini lagi apa mas ?

ya mungkin begitulah mas kira-kira :D
intinya mau ilmu ataupun harta mesti dibagi, ama yg terdekat dulu dibaginya mungkin coz hasilnya pasti balik lagi sama kita...mungkin gitu ya mas inti cerita di atas ?? :O

terima kasih juga mas :)
jagungnya juga bisa dipetik ko hehe

Indah ya mbak ciptaan Allah yang Maha Sempurna :)

ehehe mang yono meni dugi ka apal molotok laguna doel sumbang...
hatur nuhun mang :)

iya sob...secara teori mah gampang ya, tapi prakteknya susah sekali :(
karena ego kita pasti maen

hatur nuhun lur...nuhun tos mampir kadieu, terima kasih uda mampir ke blog ini :)

hatur nuhun juga kang :)
yuk ah kita praktekan mudah2an bisa ya kang...coz da prakteknya mah suka susah hehe

sama2 n terima kasih juga mas :)
amiiiin :)

hatur nuhun pais inpo na kang...engke urang diangge botram nya :D

lagi ngelamun mas :)
enaknya ngooopi ya jam segini...hemmm

Kalo di Bogor Gunung Salak tuh, oh begitu ceritanya jagung sumedang sudah punya kelas uey hebat lah...

sangat setuju, kita memang tidak bisa untuk egois dan mementingkan diri sendiri, karena kita pasti merasa kesulitan bila kita mengandalkan hal tersebut.

kelas terbang, kelas bulu, sama kelas berat kang...
hehe emangnya kelas dlm olah raga tinju y...

setuju sob :)
kalau kita ga nolong, pastinya kita juga ga akan ditolong ktika butuh ya...

Pemandangannya bagus banget, mesti di jaga dan dirawat to...

Kunjungan pgi, Kang..., selamat pgi, selamat beraktifitas!

selamat pagi dan selamat beraktifitas juga mas boku :)

padahal kan sumbang ya mang tapi banyak yg suka heee

kang, saya belum pernah gunung tampomas. berapa jam perjalanan menuju puncak dari desa terakhir ya?

lho kok mungkin mas, kan yang punya cerita mas ws hayoo

wah blognya keren kang euy , ngomong2 ngga posting Curug Cinulang nih ? soalnya saya kangen sama itu Curug , semenjak pindah ke bandung , jarang kaditu deui , hehehe

Ameng atuh kateun abdi di Daerah Stasiun Bandung deket ka pasar baru

salam kenal kang admin , saya masih baru ngeblog , belum sampai 1 minggu jadi cuma baru bisa blogwalking aja sambil baca pengalaman2 menarik kawan2 blogger , dan kebetulan nemu masalah seputar sumedang , kayaknya kang admin luas banget pengalamannya , salut deh , hehehe

This comment has been removed by a blog administrator.

karena dunia penuh dengan berbagai kemungkinan kan mas hehehe

desa terakhir yang paling dekat n biasanya dimulai sebagai jalur pendakian biasanya dari desa mandalaherang kang, naik mulai melalui bukit nyampai...kalo ke bukit nyampai nya mah 2 jam-an juga jalan santai nyampai kang...tapi kalau sampai puncak mah ga tau berapa jam coz WS belum pernah sampai puncak juga hehehe

salam kenal juga kang :)
sama atuh WS juga masih baru kok ngeblognya baru beberapa bulan belakangan ini hehe
iya kang, pengetahuannya luas, seluas nyiruan paranti moe opak mentah hehe (sempit banget berarti)...

ke curug cinulang WS belum sempat kang, tapi memang udah ada rencana mau kesana, ke curug sabuk, n curug2 yg laennya juga di sumedang...mudah2an nanti nemu waktu yang pas
:D

wah caket atuh...iya kang, main juga atuh kesini kang, di seputaran sumedang kota :)

hee sama WS jg masih newbie banget mas :)
siap meluncur ke lokasi mas...

wah pinter ngeles nih, hehehe

gak enak mas kalau jam segini ngopi enaknya ngeblog

iya kalau sore2 gini mah enaknya nge-blog ya mas heheh

maklum cita-citanya jadi politikus mas hehehe

kalau mau mendaki jangan lupa perbekalannya ya mbak :)

tiasa kang...tinggal ngaleungit we...tring !!!
engke ujug2 aya di gunung tampomas hehe


EmoticonEmoticon