Friday, 26 April 2013

Peminta-minta, Haruskah Kita Memberi ??

Peminta-minta
Peminta-minta
Ketika berjalan-jalan hari minggu pagi di sekitaran Alun-alun Sumedang, admin melihat pemandangan seperti di atas, salah satu drama kehidupan yang bisa mengundang berbagai ekspresi dari kita semua, mungkin dari kita ada yang terenyuh, empati, atau mungkin juga ada yang jengkel atau merasa terganggu ketika berhadapan dengan situasi seperti di atas yaitu....DIDATANGI PEMINTA-MINTA.

Melihat pemandangan diatas admin jadi terinspirasi untuk menulis sedikit tentang peminta-minta ini. Peminta-minta, atau banyak dari kita menyebutnya dengan pengemis, sebetulnya tidak ada bedanya dari kedua kata tersebut, artinya kurang lebih adalah seseorang yang "selalu" menengadahkan tangan kepada orang lain untuk menyambung hidupnya. Kenapa admin pakai tanda petik "selalu" ?? karena admin pikir  tidak setiap orang yang menengadahkan tangan itu adalah pengemis atau peminta-minta, karena tentunya setiap manusia juga membutuhkan bantuan atau uluran tangan dari sesamanya selaku makhluk sosial.

Dalam mindset kita, seseorang baru dikatakan pengemis adalah ketika ia menjadikan "meminta-minta" sebagai mata pencaharian hidupnya dan ia seperti tidak mau mencari pekerjaan lain selain meminta-minta, banyak dari kita yang tidak senang ketika ada seorang pengemis yang datang meminta recehan dan menyepelekannya, bahkan tak jarang dari kita ada yang membentaknya (seperti di sinetron-sinetron).

Mungkin pembelaan kita dalam melakukan hal tersebut adalah seperti "kalo dikasih, nanti dia keenakan, terus nantinya dia datang lagi datang lagi sama kita", "jangan dikasih, biar dia belajar bahwa untuk menyambung hidup adalah dengan bekerja", dan lain-lain lagi pembelaan lainnya, benar begitu bukan ?? Kebetulan admin punya sedikit cerita yang akan admin tuliskan kembali disini, mudah-mudahan bisa sedikit merubah pola pikir kita tentang peminta-minta yang pasti ada mondar mandir di kehidupan kita, yang sampai kapanpun kita pasti menemukannya. Berikut cerita tentang percakapan seorang Guru dengan santri-santrinya :

HARUSKAH MEMBERI PEMINTA-MINTA ??

Disebuah pengajian salah seorang santri bertanya kepada gurunya :

"Guru, mengapa kita perlu bersedekah ?? haruskah kita memberi kepada peminta-minta yang sering mendatangi rumah kita ?? padahal kita tidak yakin apakah mereka itu layak atau tidak untuk diberi sedekah...?"

Sang Kyai yang bijak tersebut sambil tersenyum menjawab...

"Anakku, jika kita ingin mengirim sesuatu ke tempat yang jauh lewat ekspedisi, kira-kira perlu biaya mahal nggak ya ??"

"Oh iya Guru...biayanya pasti mahal karena alamat yang dituju pasti sangatlah jauh" jawab salah seorang santri.

"Hmmm bagus, kita sepakat bahwa itu harus bayar dengan biaya mahal ya ?! nah sekarang  Guru tanya, jika ternyata ada orang yang datang ke rumah kita dan dia bersedia mengantarkan paket kita ke tempat jauh tersebut dan sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis, ada yang mau nggak ??" tanya pak Kyai tersebut kemudian.

"Ya tentu kita semua mau Guru" jawab semua santri hampir berbarengan.
"Kita pasti mau guru, sudah gratis, dan kita tidak perlu susah-susah lagi" timpal seorang santrinya lagi.

"Nah, begitulah seharusnya...paket itu bisa kita umpamakan sedekah kita...kita semua disini meyakini untuk ke alam akhirat kita yang kekal nanti, kita memerlukan banyak bekal, sedangkan sedekah termasuk salah satu bekal penting untuk kita meneruskan perjalanan ke akhirat kan ??...nah sekarang anak-anakku ini ada yang tahu nggak, akhirat itu persisnya dimana ?? jauh apa dekat ya ??" tanya sang Guru lagi.

Semua santri terdiam...karena memang tidak ada yang tahu jawabannya...

"Nah...peminta-minta tersebut bisa kita samakan dengan orang yang datang ke rumah kita, dan dia mau mengantarkan paket atau sedekah kita ke akhirat yang kita sendiri tidak tahu berapa jauh dan dimana akhirat itu...secara gratis lagi, tidak dipungut biaya sepeserpun...dan hanya peminta-minta itulah yang tahu persis dimana alamatnya, bahkan dia menjamin paket tersebut pasti sampai loh kalau kita ikhlas...nah, gimana ?? masih ada yang tidak mau menitipkan paketnya ??" Jelas pak Kyai tersebut sambil tersenyum pada murid-muridnya.

Para santri terlihat mulai mengangguk-nganggukan kepalanya tanda mulai menyimak dan mengerti maksud kiasan yang disampaikan oleh Guru mereka.

"Masalah apakah peminta-minta tersebut layak atau tidak untuk diberi sedekah, janganlah kita jadikan alasan untuk tidak memberi" lanjut pak Kyai.

"Tidak ada orang yang mau menghinakan diri untuk meminta-minta kalau memang ada pilihan yang lebih baik...yang jelas kita berniat untuk bersedekah, biarlah Allah yang menilai keikhlasan dari sedekah kita, bukankah perbuatan baik atau tidak seseorang tersebut dinilai dari niatnya ??" kata pak kyai tersebut memperjelas ceramahnya.

Seorang Ulama besar, Syaikh Abdul Qadir Jailani pernah berkata :

"Jangan menolak dan mengusir peminta-minta, sementara engkau sanggup memberikan sesuatu baik sedikit ataupun banyak"

"Sukailah kebiasaan memberi kepada orang lain, karena Allah sangat senang 'memberi'...dan bersyukurlah, karena Allah telah menjadikanmu mampu untuk memberi"

"Celakalah jika engkau menolak peminta-minta, sementara peminta-minta itu adalah hadiah dari Allah dan engkau mampu untuk memberinya"

Setelah mendengar wejangan sang Guru secara panjang lebar, akhirnya para santri mulai paham betapa pentingnya bersedekah...dan tentunya mereka senang dan bangga memiliki guru sebijak pak Kyai yang selalu bisa menjelaskan setiap pertanyaan yang diajukan secara sederhana dan contoh yang jelas, sehingga sangat mudah diamalkan.

Begitulah sedikit ceritanya sobat, setuju sobat apa setuju ? tapi entahlah, apa tulisan ini benar atau salah, karena nyatanya sekarang pemerintah memberlakukan denda bagi siapa saja yang memberi uang pada pengemis, karena disinyalir sebenarnya banyak diantara para pengemis itu malah lebih kaya dari orang yang memberi sedekah. Dan juga dengan memberi pengemis itu mengajarkan hal yang tidak baik yaitu semakin menumbuh suburkan mental pengemis atau peminta-minta di negara kita, tapi terlepas dari itu semua, tentunya kita harus ingat Filosofi Tanaman Jagung yang dulu pernah admin ceritakan di blog ini.

Lihat : Filosofi Tanaman Jagung

Cinta itu katanya butuh bukti, jadi mungkin, blog ini semacam ekspresi cinta dari Admin dan generasi muda Sumedang lainnya; mencintai Sumedang dengan coba ikut memperkenalkan segala sesuatu tentangnya pada dunia.

32 komentar

memberi sah2 saja,tp harus ada kreteria mana yg berhak di beri mana yg ndak perlu di beri.

iya mbak saya juga setuju...karena ternyata banyak juga pengemis yang justru lebih kaya dari kita ya, banyak pengemis yang justru rumahnya megah, ya hasil dari mengemis itu...
tapi saya juga pernah diberi sebuah nasihat yang kurang lebih begini bunyinya "ketika kita memberi kepada orang yang memang membutuhkan yang keadaannya dibawah/sama dengan kita, kita adalah orang biasa...tapi ketika kita bahkan mampu memberi kepada orang yang segala sesuatunya berada di atas kita, baru kita bisa dikatakan sebagai orang yang luar biasa", gitu katanya mbak...agak bingung juga sih hehe

iya setuju.. mau mereka menipu atau tidak yg penting niat kita membantu... :D

pengemis jaman ayeuna kadang meragukan keasliannya, kadang ada pengemis yang sesungguhnya hidupnya lebih beunghar dari kita...tapi saya mah suka ngga ambil pusing, kalau hati udah tergerak pengen ngasih...ngasih we, soal latar belakngnya sabarodo teuing..resiko tanggung sendiri.

iya mang., benar sekali.,
tapi kalau menurut saya sih., tidak ada salahnya untuk memberi, entah pengemis itu palsu atau tidak yang penting kita sudah niat.,

saya sendiri tidak pernah memberikan apa2 jika mereka meminta2 seperti itu. bukan apa2 , iri atas mudahnya mendapat uang atau apa. saya lebih seneng menjalin sikaturohim kepada tetangga saya yang tidak mampu plus memberi bantuan sekedarnya.
kalau masalah meminta2 mojokerto juga banyak peminta2nya mas.
link sudah saya pasang ya mas

memberi bukan kepada yg kurang mampu saja mas, kita bisa memberikan sedekah kpd orang yg kaya. tapi bukan dengan harta, tetapi dengan ilmu yg mereka tidak punyai

yuuup, kalau mereka nipu...y urusan mereka sama allah ya ?? :D

jaman sekarang mah ada yg ngemis teh sambil ngudud y kang, kalau buat beli rokok bisa mah ya berarti dia udah cukup atuh ya ?? hehe...iya

iya mas...setuju juga, kata akang cilembu urusan nantinya pengemis palsu ato tidak urusan belakangan, urusan dia sama Allah mungkin y kang Cilembu ??

iya mas, harus kita usahakan bantu yang terdekat dulu kan. terima kasih sudah pasang link nya mas :)

saya sepakat, kehadiran mereka memberi kesempatak kita untuk beramal.
cuma kalo di jakarta, ada perda yang ngelarang ngasih pengemis di tempat umum loh, hehe

iya y mas..karena kalau terus dikasih, si pengemis ini jumlahnya bakal makin merajalela, karena mungkin 'keenakan" dan mentalnya adalah mental peminta-minta...serba salah juga sih ya jadinya hehehe

iya bener,,
sedekah itu urusan kita sama Allah,
mau dia layak atau ga layak dikasih sih ga perlu di pikirin :)

aku juga cenderung lebih setuju pendapat yg gt :)

iya kang ci.... mamang ge gaduh tatangga kontrakan berangkat pakai baju rapih seperti pekerja kantoran sepatu di semir.... pas udah di tempat sunyi sepi ganti kostum pakai baju compang camping dan jadi pengemis.... tapi sabarodoteuing lah etamah urusan anjeuna heheheh

postingan mantep nih.... iya kang kalau sudah niat mau memberi pengemis mah ndak boleh harus tahu asal usulna nya...

ahaha tos araneh-aneh nya mang yono ayeuna mah jalmi teh :D

sekarang susah untuk bisa "ikhlas" memberi pada pengemis, bukannya mau berprasangka buruk sih, cuman ya apa iya mereka tidak mendapat anggaran dari negara lewat pemerintah agar bisa hidup lebih layak tanpa mengemis

wejangan dari sang kiai cocok sama kondisi sekarang ini, udah susah2 didatengin sampe depan rumah

heheh tapi iya sih ragu mas kalau mengandalkan negara mah, katanya orang miskin dan jompo kan ditanggung negara ya...tapi tetep aja yg miskin hidup dgn usahanya sendiri dan bahkan banyak yg mengemis

yuuuk ah mari kita laksanakan y mas :)

cerita motivasi diri ni, kalau kita punya sedikit kesenangan dan kelebihan tiada salah kita bersedekah, itukan amalan yg baik, cuma kadang2 ada yg mengambil peluang di atas kesenangan orang lain..

Iya kak KY, seperti itulah kira2 :)

entah kenapa saya lebih ikhlas ngasih ke pengamen daripada ke peminta-minta, soalnya kalo pengamen setidaknya dia berusaha melakukan apa yang dia bisa, beda jauh sama peminta-minta yang mendapatkan uang dengan begitu mudahnya.. -_-
terimakasih ilmunya kang, saya pelajari lagi.

emmmm iya mungkin itu tadi mbak seperti yg dibahas m tmen2 y, intinya kita lihat juga ttg si peminta uang itu entah pngemis ato pngamen, harus jeli karena trnyata banyak yg tipu2...mungkin kalau pngamen harus dilihat juga, karena banyak juga kan pngamen yg hasil ngamennya dipakai mabok, yg ngamen sambil mabok pun banyak -__-


EmoticonEmoticon