“Marhaban Yaa Ramadhan”
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan, untuk memohon maaf atas segala kekhilafan
Saya, admin Wewengkon Sumedang mengucapkan
"Selamat menunaikan ibadah shaum 1435 H,
semoga kita selalu diberkahi di bulan yang penuh mahrifah ini...aamiin."

Continue Reading →

Mahkota Binokasih Sanghyang Pake

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalamua'laikum sobat-sobat semuanya

Mahkota Binokasih
Mahkota Binokasih
Selamat pagi sobat semua...pada postingan kali ini, saya ingin mencoba menceritakan sekilas sejarah mengenai Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, atau biasa juga disebut "Mahkota Binokasih" saja, sebuah mahkota yang menjadi lambang kebesaran kerajaan-kerajaan di tanah sunda pada masa lalu. Sebelum diwariskan/diberikan kepada Kerajaan Sumedang Larang dan menjadi pusaka Sumedang,  Mahkota Binokasih merupakan lambang kebesaran Kerajaan Padjadjaran, kita flashback sejenak kenapa mahkota kebesaran Kerajaan Padjadjaran ini bisa berada di Sumedang dan seolah menjadi legitimasi menjadikan Kerajaan Sumedang Larang sebagai penerus kekuasaan Kerajaan Padjadjaran (tapi maaf kalau cerita sejarahnya banyak kekurangan, maklum bukan ahlinya, hanya mencoba menceritakan kembali garis besarnya).

Tempat Mahkota Binokasih Kabupaten Sumedang
Dari beberapa sumber dikatakan bahwa Mahkota Binokasih ini dibuat atas prakarsa Sanghyang Bunisora Suradipati, yaitu seorang raja dari Kerajaan Galuh, Kerajaan Galuh sendiri merupakan sebuah kerajaan besar  pecahan dari Kerajaan Tarumanagara. Singkat cerita, dikisahkan ketika Kerajaan Padjadjaran dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja (atau dalam berbagai litelatur kita lebih familiar dengan sebutan Prabu Siliwangi), Kerajaan Padjadjaran diserang oleh gabungan pasukan Islam dari Cirebon, Banten, dan Demak, saat itu Kerajaan Padjadjaran terdesak dan hampir jatuh akibat serangan tersebut. Sebelum Kerajaan Padjadjaran benar-benar runtuh, Prabu Siliwangi mengutus 4 orang Kandaga Lante kepercayaannya untuk membawa Mahkota Binokasih beserta perlengkapannya ke Sumedang Larang dengan harapan Sumedang Larang dapat meneruskan kejayaan Kerajaan Padjadjaran. Karena pada waktu itu Sumedang Larang merupakan sebuah kerajaan bawahan dari Kerajaan Padjadjaran, jadi mungkin bisa dikatakan bahwa kekuasaan Kerajaan Padjadjaran ini diturunkan atau diwariskan kepada Sumedang Larang, dari atasan kepada bawahan. Alasan kenapa dipilih Sumedang Larang sebagai penerus adalah karena pada waktu itu Kerajaan Sumedang Larang telah menganut agama Islam dan tidak ikut diserang oleh pasukan gabungan Islam, selain itu Sumedang juga dipimpin oleh seorang pemuda yang dikenal cerdas dan berwibawa bernama Pangeran Angkawijaya (atau kita lebih familiar dengan nama Pangeran/Prabu Geusan Ulun), yang dikemudian hari Pangeran Angkawijaya ini menjadi seorang raja yang fenomenal karena berkat kepemimpinannya beliau mampu menjadikan Kerajaan Sumedang Larang disegani hingga dikenal ke semua penjuru.

Empat orang Kandaga Lante yang diutus oleh Prabu Siliwangi adalah Eyang/Embah Jaya Perkosa (Sanghyang Hawu), Embah Terong Peot, Embah Kondang Hapa (Pancar Buana), dan Embah Nangganan, dikisahkan dari keempat orang Kandaga Lante tersebut Embah/Eyang Jaya Perkosa lah yang paling hebat ilmu silatnya. Ketika ke empat orang Kandaga Lante utusan Prabu Siliwangi tiba di Sumedang, keempat orang Kandaga Lante tersebut menyerahkan Mahkota Binokasih dan menyampaikan amanat atau titah dari Prabu Siliwangi agar Sumedang Larang meneruskan kekuasan Kerajaan Padjadjaran yang tengah terpojok saat itu, dan kemudian keempat orang Kandaga Lante ini pun mengabdikan diri kepada Sumedang Larang serta berperan penting dalam membantu Prabu Geusan Ulun mencapai kejayaan Kerajaan Sumedang Larang dikemudian hari.

Pada tanggal 22 April 1578, Prabu Geusan Ulun dinobatkan menjadi Prabu Sumedang Larang penerus Kerajaan Padjadjaran, dan tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang. Mahkota Binokasih dengan segala perlengkapan perhiasan kerajaan yang dibawa dari Kerajaan Padjadjaran tersebut kini tersimpan rapi di Museum Prabu Geusan Ulun, menjadi salah satu saksi bisu perjalan panjang sejarah Kabupaten Sumedang, dari dulu...hingga saat ini. Hari ini bertepatan dengan tanggal 22 April 2013, yang berarti Kabupaten Sumedang memperingati hari jadinya yang ke-435...dirgahayu Sumedangku, semoga semakin maju, motekar, dan berprestasi, amin.

Lihat : Museum Prabu Geusan Ulun

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين
Demikian sedikit uraian atau dokumentasi mengenai Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.



27 komentar:

  1. Wilujeng ulang tahun kabupaten Sumedang.
    Kebetulan punya kakek di daerah Cisambeng, Situraja.
    Jadi inget 2 kali nyasar hampir ke Tomo, hehe..
    eh, maaf ga nyambung ma postingan, salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga gan...terima kasih udah mampir kesini :)
      wah kakek di situraja ya ?? kalau saya mah nenek yg disituraja teh :D
      wah jauh amat gan nyasab nya ? hehe...kade atuh ah

      Delete
  2. Terima kasih share artikelnya sobat, jadi menambah pengetahuan. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga ya sob uda mampir ke blog ini...salam kenal

      Delete
  3. baru KY tahu, ini khazanahlah dikatakan, barang peninggalan entik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap betul sekali KY, peninggalan dari masa kerajaan

      Delete
  4. saya seneng baca sejarah seperti ini mas,
    Oh iya kerajaan galuh itu sama dengan galuh pakuan ya mas,kalau sekarang jadi padepokan disumedang larang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah mampir ke wewengkon sumedang mas :)
      kalau dari sumber2 yang sudah saya baca Kerajaan Galuh dan Galuh Pakuan itu berbeda mas walau tempatnya masih sama di jawa barat, beda masa. Seperti yang diceritakan di atas bahwa Kerajaan Tarumanegara pecah, pecahannya adalah Kerajaan Galuh (ibukota sekitar ciamis) dan Kerajaan Sunda (ibukota sekitar bogor) dengan batasnya sungai citarum...sedangkan Galuh Pakuan adalah sebuah kerajaan yang lahir setelah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda dipersatukan kembali oleh Jayadewata (jadi wilayahnya sama seperti Kerajaan Tarumanegara kembali) dan beribukota di Pakuan (sekitar bogor), jadi mungkin pada masa itu Kerajaan Galuh adalah bagian dari Kerajaan Galuh Pakuan....Sumedang Larang sendiri baru muncul jauh setelah masa Kerajaan Galuh, dulunya Sumedang Larang bernama Kerajaan Tembong Agung...dan Sumedang Larang baru mencapai masa keemasan setelah Galuh Pakuan/Pakuan Pajajaran runtuh seperti yang telah diceritakan di atas. itu mungkin sedikit yang saya tahu mas, mohon maaf kalau banyak kekurangan, barangkali ada masukan dari sobat-sobat yg lain

      Delete
    2. lengkap sekali mas,saya sering mengikuti tulisannya mas cech gentong tentang sejarah di sunda,khususnya kerajaan galuh pakuan yang sekarang menjadi padepokannya,tinggalan pusaka pun masih lengkap mas

      Delete
    3. iya mas...katanya pusaka2 Galuh Pakuan masih terhitung lengkap, yang ada di Sumedang pun mungkin ada peninggalan Galuh Pakuan juga, seperti mahkota binokasih diatas beserta perlengkapannya kan aslinya dari Galuh Pakuan...hanya dulu dibawa ke Sumedang oleh Kandaga Lante

      Delete
  5. kunjungan perdana nih, kang.
    salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih gan sudah mampir di wewengkon sumedang :)
      salam kenal juga ya gan :)

      Delete
  6. nah nah raos ari baca sajarah sunda asa dipepende.... nuhun ah infona. wilujeng milangkala kota sumedang ke-435 Tahun mun teu lepat mah ti mamang orang subang ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. muhun mang hatur nuhun
      hehehe asa tunduh nya mang ari didongengan sejarah mah :D

      Delete
    2. muhun mamang bade prasmanan heula ya kang hehehe... eta gamelanna mani waas ehheheh

      Delete
    3. ehehe pan gamelan na nu matak nineung teh mang...komo mun nuju di panyabaan mah, hayu atuh ah urang ngaralas sangu heula mang heheh

      Delete
  7. wah denger musiknya, bawaannya langsung pengen ambil piring n nasi aja nih .. hahaaha *kaya lagi kondangan gtuh :D


    owh jadi gtuh yah ,,
    aku malah baru tau, aduh gawat nih anak indonesia ga tau sejarah.
    hehe ,,

    maksih ya infonya :)
    oia udah aku follback yah,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe iya yup hayu atuh kita prasmanan bareng, tapi maaf lauknya ga ada dagingnya, maklum wewengkon sekarang lagi diet hehe.
      terima kasih uda di follback y :)

      Delete
  8. Makasih udh share mas, hobi sy ni baca2 sejarah apalagi sejarah dlm negeri,,,muantep dhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mas fian...saya juga lagi belajar sedikit ngorek2 tentang sejarah ni.
      makasih juga uda mampir di wewengkon sumedang y mas :)

      Delete
  9. :>) Kunjungan Malem yeuh Kang, di Blog na Kang WS Nu sae pisan
    Tentang sejarah Kerajaan cheer saya suka sekali dengan sejarah Indonesia
    Hatur nuhun yah Kang WS Sudah berbagi pengetahuan pada saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun kang sudah berkunjung ke blog ini malam2 :)

      terima kasih kembali & sama2 kang, WS juga masih belajar

      Delete
  10. mahkota yang sangat cantik, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sob...salam kenal juga :)

      Delete