“Assalamua'laikum”
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan, untuk memohon maaf atas segala kekhilafan
Saya, admin Wewengkon Sumedang mengucapkan
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H,
mohon maaf lahir dan bathin."

Continue Reading →

Pangeran Kornel VS H.W Daendels

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalamua'laikum sobat-sobat semuanya

Patung Pangeran Kornel
Pangeran Kornel Menjabat Tangan Daendels
Dengan Tangan Kiri
Sobat...ada yang tahu patung apa dan siapa ini ?? bagi sobat yang sering melakukan perjalanan arah Bandung-Cirebon ataupun sebaliknya pasti sudah sering pula melihat patung yang cukup fenomenal ini, yup betul !! ini adalah patung perlawanan Pangeran Kornel terhadap H.W Daendels, patung yang mengisahkan sebuah moment heroik perlawanan sang Pangeran dalam melawan penjajah kala itu. Patung ini sendiri adalah patung yang baru, menggantikan patung yang lama yang kabarnya dipindahkan ke Universitas Winaya Mukti dan sedang diusahakan untuk dipindahkan kembali ke Gedung Negara.

Cerita yang diabadikan dalam patung ini terjadi pada masa penjajahan Belanda. Memasuki masa kolonialisme, kadipaten (kabupaten) Sumedang berada dalam genggaman penjajah kolonial Eropa, dan seperti halnya daerah lain pada umumnya kala itu yang berusaha keras melawan penjajah, pada masa ini rakyat Sumedang juga menorehkan kisah tersendiri dalam riwayat perlawanan, dan kisah mengenai Cadas Pangeran ini adalah kisah perlawanan yang paling terkenal di Sumedang. Hal tersebut adalah alasan kenapa saya katakan patung ini begitu fenomenal dan melegenda karena memang mengisahkan cerita yang fenomenal dan melegenda pula.

Cadas Pangeran merupakan jalan raya sepanjang kira-kira 3 Km yang dibangun oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendels sebagai penghubung Sumedang dengan Bandung sebagai bagian dari pembangunan jalan raya post Anyer-Panarukan, dimana dalam proses pembuatannya menelan banyak korban jiwa rakyat sumedang yang dipaksa mengerjakan proyek pembuatan jalan tersebut. Bupati Sumedang kala itu yaitu Pangeran Kusumahdinata IX atau dikenal juga dengan nama Pangeran Kornel marah melihat rakyatnya diperlakukan dengan semena-mena demi mewujudkan ambisi H.W Daendels yang berniat membangun jalan raya post yang menghubungkan Anyer-Panarukan dan melewati Kabupaten Sumedang tersebut.

Kisah jabat tangan yang begitu fenomenal ini berawal ketika pangeran kornel datang dan menemui H.W Daendels ditengah proses pembuatan jalan Cadas Pangeran, dikisahkan ketika sang Pangeran datang Daendels mengulurkan tangan kanannya untuk mengajak Pangeran Kornel berjabat tangan, namun yang terjadi adalah Pangeran Kornel mengulurkan tangan kirinya untuk menjabat tangan Daendels tersebut sementara tangan kanannya bersiap menghunus keris pusaka, sikap Pangeran Kornel tersebut membuat Daendels terkejut dan merasa kagum atas keberanian sang Pangeran.

Sikap Pangeran Kornel ini menjadi sebuah isyarat, sebuah perlawanan simbolik bahwa ia begitu marah rakyatnya diperlakukan dengan semena-mena. Nah, moment tersebutlah yang diabadikan dalam patung ini, sebuah kisah yang bisa menginspirasi kita mengenai keberanian, kebijaksanaan dan kecintaan seorang pemimpin terhadap rakyatnya....karena kalau kita mau jujur, apakah ada pemimpin seperti itu di zaman seperti sekarang ini ??

Oh ya di sekitaran tempat patung ini berada banyak yang menjajakan oleh-oleh khas Sumedang yaitu Ubi Cilembu, ubi yang terkenal juga dengan sebutan ubi madu karena rasanya yang manis.

Lihat : Ubi Cilembu, Si Ubi Madu

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين
Demikian sedikit uraian atau dokumentasi mengenai Pangeran Kornel VS H.W Daendels yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.



16 komentar:

  1. wah . ingin rasanya pergi kesana kawan . penuh dengan nilai perjuangan dan sejarah.

    lagu blognya sangat klasik kawan . membuat nuansa membaca desa semakin terasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kapan2 main kesini ya mas...kalau pas main ato lewat Sumedang jangan lupa hubungin kita...Terima Kasih mas, sya juga rajin ke blognya mas karena saya suka pelihara ikan :D

      Delete
  2. saya mah sering banget lewat dibawah patung itu teh, da ai ti cilembu mah ngan sepelemparan batu jauhna.

    salam sehat selalu, mangga disuruput heula kopina kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. muhun nya kang caket pisan ti cilembu mah, etah gening kios nu icalan hui na ge dugi ka baris palih dinya, caket patung na...
      salam sehat selalu juga kang, mangga kang mangga...hatur nuhun, duh raos pisan wayah kieu nyuruput kopi bari nyantey nya

      Delete
  3. Pasti kalau lewat2 saja nggak merhatiin nggak tahu ya Kang,,
    dan pasti itu dibuat juga ada arti dan maksud tersendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, karena tempatnya dibuat didekat pohon-pohon besar juga, jadi kalau lagi anteng jalan kadang ga keperhatiin...tapi kalau sekarang sudah dibuat lebih ngejreng lagi katanya sebagai tanda simpul wisata sumedang...

      iya mas :)

      Delete
  4. iya waktu kecil pernah diceritain ini sama bapakku :)
    pengen di foto disitu, tapi belum sempat, heheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe malu sama tukang ojek eung teh kalau mau foto2 di patung ini th...
      padahal keren ya teh kalau difoto latarnya pangeran kornel :D

      Delete
  5. belum pernah lihat patungnya secara langsung, rasanya pengen banget kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an kapan2 bisa main n mampir ke sumedang ya mas...
      biar bisa lihat patungnya n berpetualang di sumedang :)

      Delete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an suatu saat bisa ke sumedang ya mas untuk melihatnya.. :)
      slam kenal kembali

      Delete
  7. Kang patung Pangeran Kornel yang sekarang nya kok hampir sama tinggi nya sama Herman Willem Daendels ya??? kalo gak salah ni ya yang saya tau Pangeran kornel malah dijuluki pangeran alit yang artinya emang badannya relatif lebih kecil dan lebih pendek... sedangkan orang Belanda kan badannya relatif lebih tinggi, malah patung lama menurut saya lebih presisi dibandingkan dengan yang baru....punten kang kalo lepat.....mungkin bisa di check ke Yayasan untuk pastinya....kalo ternyata emang batul mungkin bisa dijadikan masukan buat disbudparpora untuk koreksi dan perbaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pak saya juga setuju sekali dengan pendapat bapak, menurut saya patung pangeran kornel yang terdahulu karya bapak caltim lebih pas dan sesuai realita, dari segi postur, dedegan, sampai pakaiannya pun lebih mengena...kalau patung yang sekarang sepertinya hanya mengejar "gagah" nya saja ya...Insya Allah pak mudah2an nanti bisa ditanyakan kalau ada kesempatan, dan mudah2an juga dari Instansi terkait ada yang baca postingan dan komentar bapak ini sebagai koreksi bagi instansi tersebut tentunya. Hatur nuhun pak atas koreksi dan kunjungannya...

      Delete
  8. wah keren ya ternyata Sumedang termasuk salah satu kota bersejarah,, senang banget baca2 artikel di blog ini,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. heee Sumedang sama seperti kota-kota lainnya kok mbak :)
      terima kasih mbak...jangan bosan2 berkunjung kesini ya hehehe

      Delete