Saturday, 18 June 2016

Berkunjung ke "Pantai" Cisema

Tepian Waduk Jatigede di Kampung Cisema
Tepian Waduk Jatigede di Dusun/Kampung Cisema
Sobat warga Sumedang, pernah bermimpi atau berkeinginan Sumedang punya tempat wisata berupa pantai? Kalau admin pribadi, pernah. Dan admin yakin, yang lain juga demikian. Tidak sedikit orang Sumedang, khususnya anak usia sekolah, yang mungkin pernah terlintas dipikirannya “Kenapa kalau piknik (ke pantai) selalu ke Pangandaran? Memang di Sumedang enggak ada pantai ya? Yah, andai Sumedang punya pantai..”, dan ungkapan-ungkapan sejenis.

Pantai Sumedang sebetulnya memang ada, tapi itu bukan di Sumedang melainkan di Kecamatan Ranah Pesisir, Sumatera Barat. Kabupaten Sumedang sendiri termasuk salah satu daerah Priangan yang tidak mempunyai objek wisata berupa pantai. Adapun objek wisata yang ada, kebanyakan mengusung konsep wisata alam (wana wisata) dan wisata sejarah yang kurang menyedot animo wisatawan.

Itu sebabnya, beberapa dekade ke belakang sampai akhir tahun lalu, warga Sumedang hanya bisa bermimpi daerah tempat tinggalnya ini bisa memiliki pantai. Tapi sekarang, angan tersebut sedikitnya sudah bisa terwujud, Sumedang punya pantai! Tapi bukan pantai dalam artian sebenarnya tentunya, melainkan “pantai” yang terbentuk dari tepian/pinggiran Waduk Jatigede.

Ya, Waduk Jatigede, walaupun waduk penuh kontroversi ini belum diresmikan sebagai objek wisata, dan sampai saat ini pengisian airnya bahkan belum selesai, keberadaannya sudah menjadi daya tarik baru bagi Sumedang. Itu terbukti setiap harinya waduk yang jika sudah terisi penuh akan menjadi waduk terbesar ke dua di Indonesia ini, tepian-tepian waduknya yang menyerupa pantai selalu ramai dikunjungi.

Di sana, objek-objek wisata baru banyak bermunculan bak jamur di musim penghujan. Tapi tentu, objek wisata yang dimaksud bukan dikelola oleh swasta ataupun pemilik modal besar, melainkan oleh penduduk setempat yang coba memanfaatkan moment. Salah satu objek wisata seperti yang dimaksud adalah tempat wisata menyerupai pantai di dusun/kampung Cisema, yang bisa dibilang merupakan tempat wisata dadakan seiring tergenangnya area waduk.

Dusun/kampung Cisema di Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, sebagai salah satu tepian Waduk Jatigede, tempat ini ramai dikunjungi pada hari-hari libur. Mereka yang datang biasanya menghabiskan waktu di lokasi dengan memancing atau sekedar makan-makan, ada juga yang penasaran ingin menyusuri beberapa sudut Waduk Jatigede dengan berlayar, menyewa perahu.

Sebagai objek wisata dadakan di pinggiran genangan, tempat wisata ini belum permananen. Air waduk yang terus meninggi setiap harinya membuat warung-warung makan yang ada harus siap bergeser ke tempat yang aman, kapan saja. Sayang, kegiatan “bongkar pasang” warung dan kurangnya sarana kebersihan seperti toilet menjadikan tempat ini terkesan kumuh. Pohon-pohon menjulang tinggi yang belum terendam air sepenuhnya juga mengganggu pemandangan “pantai” yang ada.

Oh ya, di Cisema terdapat salah satu situs sejarah berupa sarkofagus kubur batu peninggalan dari masa Kerajaan Sumedang Larang, situs Cisema Landeuh namanya. Berhubung situs Cisema Landeuh ini berada dalam area genangan dan akan terendam seiring membengkaknya genangan waduk, situs tersebut menurut beberapa sumber akan direlokasi ke komplek situs Cisema Tonggoh (Puncak Damar) yang luput dari genangan.

Cisema hanya salah satu dari sekian banyak "pantai" yang terbentuk dari genangan Waduk Jatigede, seperti Puncak Damar dan Karang Pakuan. Tapi semua hampir sama, belum tertata dengan baik sebagai objek wisata, karena memang belum diperuntukkan/dikhususkan untuk itu. Kedepan, seiring pembenahan kawasan setelah Jatigede selesai digenangi, mudah-mudahan Cisema dan tempat-tempat wisata lain di pinggiran waduk bisa ikut ditata guna kenyamanan pengunjung.

Tuesday, 14 June 2016

Curug Cikidang dan Potensinya

Curug Cikidang di Desa Bangbayang, Situraja
(instagram : @subhanmldi)
Selamat pagi, siang, sore, malam para pecinta alam. Pada artikel sebelumnya, admin coba mengajak sobat untuk mengeksplore salah satu air terjun di Desa Bangbayang yang mempunyai keunikan tersendiri, dimana air terjunnya tidak tercurah tapi menyusur batu, Curug Cipelah namanya. Nah, pada kesempatan kali ini, admin ingin mengajak sobat untuk mengeksplorasi “tetangga” dari Curug Cipelah tersebut, ya, di lokasi tersebut memang ada dua air terjun yang bisa dikatakan cukup berdekatan.
Masih di lokasi yang sama yaitu di Desa Bangbayang Kecamatan Situraja, tidak begitu jauh dari Curug Cipelah kita bisa menemukan air terjun lainnya, Curug Cikidang namanya. Curug Cikidang, berbeda dengan Curug Cipelah yang mempunyai aliran air cenderung slow, pelan, Curug Cikidang ini berbentuk air terjun tunggal dengan guyuran air yang deras. Deburan suara khas di dasar air terjun akan sangat terasa di curug ini. Bonusnya, sama dengan di Curug Cipelah, jika beruntung di lokasi curug ini berada sobat akan ditemani burung-burung liar dengan suaranya yang khas. Jika dikembangkan, bukan tidak mustahil kedua curug tersebut menjadi daya tarik atau potensi wisata Desa Bangbayang.

Sobat berminat datang ke lokasi? Rutenya cukup mudah, dari arah kota, dari jalan utama menuju Kecamatan Situraja, sebelum sampai di pusat kecamatan sobat akan menemukan belokan ke arah kanan, belokan tersebut jadi jalan ke Ambit, hingga ke Desa Bangbayang. Patokannya, belokan tersebut menjadi tempat mangkal ojek, jalannya sedikit menanjak. Setelah sampai Bangbayang, untuk memastikan sobat bisa bertanya pada warga dimana letak Curug Cikidang.

Menuju air terjun yang dimaksud, setelah sampai Bangbayang sobat terus saja melanjutkan perjalanan hingga jalan yang bisa dilalui kendaraan mentok. Nanti akan ada dua jalan, nah di sini sobat akan mengambil rute yang berbeda dengan jalan menuju Curug Cipelah. Ya, seperti admin pernah ceritakan sebelumnya, jika kita mengambil jalan sebelah kiri kita akan sampai ke Curug Cipelah, sedang untuk sampai ke Curug Cikidang ini, sobat harus mengambil jalan yang sebelah kanan.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Cikidang di Desa Bangbayang ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

Sunday, 12 June 2016

Curug Cipelah, Air Terjun Menyusur Batu

Curug Cipelah di Desa Bangbayang, Situraja
Selamat berakhir pekan para pecinta alam. Kebanyakan dari kita sepakat, bahwa mengunjungi air terjun lebih mengasyikan di musim penghujan daripada di musim kemarau, bukan begitu? ya, apalagi alasannya jika bukan karena debit airnya. Di musim penghujan, sudah dapat dipastikan debit air terjun yang tercurah lebih besar, menjadikannya lebih menarik untuk dilihat.

Dengan debit air yang besar, gemuruhnya air di dasar air terjun akar terdengar lebih melenakan, ataupun jika air terjunnya berbatu-batu, maka benturan air pada batu-batu tersebut akan lebih banyak membuat cipratan, dimana selanjutnya, itu akan lebih mudah juga memunculkan pelangi pada saat-saat tertentu.

Berbicara tentang air terjun yang berbatu-batu, atau air terjunnya turun menyusur bebataun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, di Sumedang ada air terjun yang serupa dengan ilustrasi tersebut, Curug Cipelah namanya. Curug Cipelah, berlokasi di Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja, merupakan curug atau air terjun yang airnya tidak jatuh tercurah secara langsung seperti air terjun pada umumnya. Dari ketinggian sekitar dua puluh meter, air curug ini jatuh menyusur bebatuan yang disusun rapi oleh alam.

Mau menaiki bebatuan itu satu persatu hingga sampai ke atas, ke puncak air terjun? Mungkin bisa saja kalau sobat berani, tapi admin sarankan jangan lakukan itu, karena sangat berbahaya. Meski sepintas terlihat mudah, batu-batu yang ada tentunya sangat licin, berlumut, itu membahayakan keselamatan. Selain itu, dengan menaikinya bukan tidak mustahil pondasi batu yang ada bisa rusak, yang itu berarti akan merusak keindahan curug itu sendiri.

Sobat berminat datang ke lokasi? Rutenya cukup mudah, dari arah kota, dari jalan utama menuju Kecamatan Situraja, sebelum sampai ke pusat kecamatan sobat akan menemukan belokan ke arah kanan, belokan tersebut jadi jalan ke Ambit, hingga ke Desa Bangbayang. Patokannya, belokan tersebut menjadi tempat mangkal ojek, jalannya sedikit menanjak. Setelah sampai Desa Bangbayang, untuk memastikan sobat bisa bertanya dulu pada warga dimana letak Curug Cipelah.

Menuju air terjun yang dimaksud, setelah sampai Desa Bangbayang sobat terus saja melanjutkan perjalanan hingga jalan yang bisa dilalui kendaraan mentok. Nanti akan ada dua jalan, ke kanan ke arah Cikidang, sedang yang ke kiri ke Curug Cipelah. mengambil jalan ke arah kiri, nanti akan ada jembatan, dan jalannya sedikit berbukit, itu (jembatan dan sedikit berbukit) bisa kita jadikan patokan. Jika sobat menemukan ciri tersebut berarti jalan yang diambil sudah benar.

Sepeda motor atau kendaraan yang sobat gunakan bisa dititipkan di rumah-rumah warga terakhir yang bisa ditemui, selanjutnya tinggal melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua puluh menit, maka sobat akan sampai di lokasi. Pesan admin, karena air terjun ini masih jarang ada yang mengunjungi, banyak-banyaklah bertanya pada warga tentang akses jalannya.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk berkunjung ke Curug Cipelah di Desa Bangbayang ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

*special thanks to instagram @pancacitranugraha

Thursday, 9 June 2016

Rossa, Sang Diva Indonesia

Rossa. Image By showbiz.liputan6.com
Rossa, siapa tak tahu diva asal Sumedang yang satu ini, paras cantik dan suara merdunya tak pernah absen mengisi layar kaca, baik sebagai penyanyi, host, bahkan pernah juga sebagai pemain sinetron. Tutur katanya yang santun, dan rona wajah yang selalu ramah berseri saat bertatap muka dengan penggemar, makin memantapkan posisinya sebagai idola. Hebatnya, predikat itu tak hanya tersemat di Indonesia saja, tapi juga di negara tetangga.

Sri Rossa Roslaina Handayani atau akrab dipanggil Rossa, yang juga selalu membawa titel "Sumedang" dalam setiap kegiatannya, tentunya menjadi kebanggaan bagi warga Sumedang sendiri. Ini menginspirasi, apalagi ketika ditanya dan diminta, dirinya sama sekali tak keberatan berbagi tips suksesnya. "Teh Ocha", menjadi salah satu inspirator bagi anak-anak muda Sumedang. Berikut sekelumit perjalanan hidup dan deretan prestasi sang diva, yang admin copas dari Wikipedia - Rossa

***

Rossa yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani atau juga disebut Dato' Rossa (lahir di Sumedang, 9 Oktober 1978) merupakan penyanyi berkebangsaan Indonesia yang melejit lewat tembang-tembang sendunya seperti Nada-Nada Cinta, Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar, Takdir Cinta, Memeluk Bulan, Ku Menunggu, Tak Sanggup Lagi, Hijrah Cinta dan One Night Lover.

Ia adalah mantan istri Yoyo, anggota band Padi. Rossa bernaung di bawah label rekaman Trinity Optima Production (dulu bernama Dian Records), Jakarta. Rossa sendiri telah menjual lebih dari 5 Juta copy album di Indonesia, belum termasuk negara lainnya seperti di lingkup Asia Tenggara, dan yang terakhir album "Love, Life and Music" dipasarkan sampai Jepang. The Best of Rossa (2011) merupakan salah satu album terlaris sepanjang masa di Indonesia.

  • Karier
Nama Rossa mulai dikenal setelah merilis album pertama bertajuk Nada-Nada Cinta (1996) tepatnya dirilis pada tanggal 27 Januari 1996 dengan lagu andalannya Nada-Nada Cinta dan Sebening Embun Dihatiku. Keberhasilan "Nada-Nada Cinta" diikuti album kedua yang berjudul Tegar (beredar awal tahun 1999) yang semakin melambungkan nama Rossa.

Lagu "Tegar" juga menjadi lagu tema untuk sinetron Suami, Istri, dan Dia arahan Putu Wijaya produksi Star Vision yang ditayangkan RCTI. Rossa juga tampil sebagai wakil Indonesia di festival musik Vietnam My Love, 26-29 Oktober 2000 di Hanoi. Pada tahun 2000 Rossa kembali merilis album "Hati Yang Terpilih" yang mejadi soundtrack sinetron dengan judul yang sama, yaitu "Hati Yang Terpilih".

Meski sibuk menyanyi dan manggung, Rossa berhasil menyelesaikan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada Februari 2002. Pada tahun yang sama, Rossa merilis album Kini (2002) yang masih didominasi lagu-lagu sendu seperti pada album-album sebelumnya. Pada album Kini, Rossa menyanyikan sembilan lagu karya sembilan pencipta lagu, termasuk Iszur Muchtar, Yovie Widianto, dan Melly Goeslaw. Pada tahun 2003, Rossa kembali merilis repackaged album Kini dengan lagu baru "Malam Pertama" ciptaan Melly Goeslaw yang mendapat double platinum pada tahun 2004.

Pada September 2004, Rossa merilis album bertajuk Kembali. Dalam album ini, terdapat sembilan lagu dan masih dengan konsep musik pop progresif. Ada sejumlah musisi yang terlibat di antaranya Icha Jikustik dan Lucky Element. Tidak ketinggalan sang suami, Yoyo juga ikut membantu dalam mengaransemen lagu "Wanita Pilihan". Sebelum album dirilis pada bulan September 2005, dua lagu dalam album tersebut telah dijadikan soundtrack sinetron. Yang pertama lagu "Pudar" menjadi OST sinetron Doiku Beken (produksi MultiVision Plus untuk RCTI).

Yang kedua, "Bicara Pada Bintang", untuk OST sinetron Pura-Pura Buta (produksi Soraya Intercine Films untuk Indosiar). Album ini mengandalkan lagu "Aku Bukan Untukmu" dan "Pudar". Baru tiga bulan dirilis, album Kembali telah mendapat plakat Platinum. Enam bulan kemudian, Rossa kembali diganjar double platinum untuk album Kembali. Bahkan single keduanya, "Pudar" yang diciptakan oleh adik bungsunya, Hendra Nurcahyo, membawa Rossa melanglang negara tetangga, Malaysia. Album tersebut kemudian dirilis di Malaysia pada 23 Mei 2005, dan Rossa juga mengadakan pertunjukan di Planet Hollywood Malaysia dalam rangka promosi albumnya.

Selama masa kehamilan Rizky, Rossa membuat album kompilasi bertajuk Yang Terpilih yang dirilis pada bulan Desember 2006. Dalam album kompilasi tersebut, Rossa memasang kembali hits-hits lawas seperti "Nada-Nada Cinta" karya Yongky Suwarno (1996), "Tegar" ciptaan Melly Goeslaw (1999), "Hati Yang Terpilih" dari kompilasi soundtrack Hati Yang Terpilih (2000), "Kini" ciptaan Yovie Widianto (2003), dan "Kembali" (2004). Tidak lupa Rossa juga menyertakan tiga hits baru, "Cinta Tak Termiliki", "Terlalu Cinta" karya Yovie Widianto dan "Atas Nama Cinta" ciptaan Melly. Meski rumah tangganya dirundung masalah, Rossa tetap bekerja profesional dengan merilis album Yang Terpilih di Malaysia pada 16 Mei 2007.

Kiprah Rossa selalu fenomenal, pada akhir tahun 2007 Rossa mengeluarkan single OST. Ayat-Ayat Cinta yang berjudul sama yakni Ayat-Ayat Cinta, lagu tersebut dengan cepat mencapai Penghargaan Platinum pada bulan Maret 2008. OST. Ayat-Ayat Cinta adalah album musik kompilasi yang dirilis akhir 2007 oleh Trinity Optima Production dan menjadikannya sebagai album Soundtrack dari Rossa. Lagu yang dibawakannya menghasilkan 3 hits, yaitu Ayat-Ayat Cinta, Takdir Cinta dan Tercipta Untukku (duet bersama UNGU). Sampai hari ini Album Ayat-Ayat Cinta terjual hampir 220.000 copy. Tahun 2008 lagu ini telah menjadi nominasi soundtrack film terbaik dalam Indonesia Movie Award 2008 serta mengantar Rossa meraih penyanyi luar Negara terbaik di Anugerah Industri Musik di Malaysia untuk kedua kalinya.

Akhirnya, impian Rossa untuk menggelar konser menjadi nyata. Pada 26 November 2008, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), ia menggelar konser dengan judul "Persembahan Cinta". Di dalam konser ini, Rossa dibantu oleh Erwin Gutawa dan Jay Subiakto sebagai komposer. Penjualan tiket pun ludes/sold out jauh sebelum hari H dan penonton pun terhanyut dengan suasana konser yang diaransemen oleh Erwin Gutawa Orchestra, mampu menghipnotis lebih dari 6000 penonton yang memadati Jakarta Hall Convention Center (JHCC) dan disiarkan oleh stasiun televisi SCTV pada hari Jumat 28 November 2008.

Setelah hampir tiga tahun tidak mengeluarkan album, maka pada 14 Januari 2009, Rossa kembali merilis album terbarunya, self title Rossa. Yang menarik di album kelimanya ini, Yoyo, sang suami menyumbangkan satu lagu, “Terlanjur Cinta”. Lagu ini dijadikan sebagai lagu andalan yang dinyanyikan secara duet dengan vokalis band Pasha Ungu.

Dalam rangka promosi album barunya self title Rossa; Rossa mengadakan konser mini, "Konser Cerita Cinta". Konser ini diadakan di 7 kota di Indonesia, Bandung (30 Mei 2009), Surabaya (6 Juni 2009), Palembang (13 Juni 2009), Bandung (20 Juni 2009), Padang (11 Juli 2009), Batam (17 Juli 2009) dan Medan (25 Juli 2009). Rossa secara eksklusif menampilkan 16 lagu pilihannya yang bercerita tentang pahit manisnya cinta lewat tembang-tembang hits seperti Nada-nada cinta, Tegar, Wanita Yang Kau Pilih, Pudar, Atas Nama Cinta, dan tentu saja Ayat-Ayat Cinta yang mencatat sukses luar biasa. Hits terbarunya Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, dan Tega dibawakan dengan apik dan tentunya kehadiran bintang tamu seperti Delon, Bams Samson memberikan nilai tersendiri pada pertunjukan Rossa kali ini.

Di antara sela-sela waktu konser mini yang berlangsung dari 30 Juni 2009 s.d 25 Juli 2009, Rossa juga mengadakan konser mini di Kuala Lumpur pada tanggal 27 Juli 2009 yang sukses ditonton 3000 orang penggemarnya. Sebelumnya, pada tanggal 26 Juli 2009 di Berjaya Mega Mall, Pahang Kuantan, Rossa mengadakan jumpa fans.

Untuk Karier selanjutnya, Rossa pada tahun 2010 mengadakan konser tunggal di Malaysia. Bertempat di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada tanggal 29 Mei 2010, Rossa menamakan konsernya, "Konser Melodi Cinta Rossa". Konser yang akan berlangsung 2 jam ini (mulai dari pukul 20.00 s.d 22.00) ditemani Ungu, ST12 dan bintang Malaysia, Aizat. Juga didukung oleh Permata Seni Choir, Permata Seni Muzik Tunas Budaya. Untuk pengarah musiknya, Rossa mempercayakan kepada Yovie Widyanto Orkestra dan tata tari oleh Jay Subiyakto. Rossa menjanjikan konser ini akan berbeda dengan konser Persembahan Cinta di Indonesia sebelumnya. Konser tersebut berhasil menjual tiket sebanyak 12.000 tiket & disiarkan di stasiun televisi TRANS TV Kamis, 17 Juni 20.00 WIB.

Rossa kembali merilis album "Harmoni Jalinan Nada dan Cerita" di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (30/8/2010). Telah banyak lagu-lagu Rossa yang ikut menghiasi film dan sinetron Indonesia dan tak sedikit yang menjadi box office. Album "Harmoni : Jalinan Nada & Cerita" merupakan kompilasi soundtrack asli dan lagu tema untuk sinetron yang pernah dinyanyikan oleh Rossa. Dalam album kompilasi ini, terdapat 3 lagu baru, yaitu : ‘Memeluk Bulan’ diciptakan oleh Enda Ungu, digarap apik oleh Anto Hoed. Terdapat pula lagu ‘Jagad Khayalku’ ciptaan Titi DJ dengan Andi Rianto sebagai aransemen musiknya. Serta ‘Ku Menunggu’ karya composer muda Mery L.C

Pada tahun 2011 Rossa menggelar konser tunggal bertajuk "Harmoni Cinta" di Esplanade, Singapura pada 14 Oktober. Tempat ini adalah salah satu tempat prestisius di dunia, setiap musisi memimpikan bisa tampil di sana. Konser tunggal bertajuk Harmoni Cinta Rossa juga menuai sukses lantaran seluruh tiket konser habis terjual. Sejumlah selebritas Indonesia pun tampak hadir untuk menyaksikan penampilan wanita asal Sumedang, Jawa Barat itu. Rossa tampil memukau dengan membawakan sejumlah single andalannya seperti Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar, Memeluk Bulan, dan Ku Menunggu yang disiarkan antv pada tanggal 29 oktober 2011 pukul 22.00-23.00.

Pada tanggal 30 November 2011, Rossa meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul The Best of Rossa. Dengan album berisikan 14 lagu terbaik sepanjang kariernya itu, Rossa siap kembali menyapa fans yang sudah lama menunggu album tersebut. Lagu-lagu yang ada di album tersebut adalah lagu yang dipilih secara pribadi dan menjadi nomor satu di radio Indonesia. Peluncuran album tersebut di KFC Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Rabu 30 November 2011.

Lagu-lagu lama seperti 'Atas Nama Cinta', 'Ayat-Ayat Cinta', 'Tegar', 'Kini' bisa dinikmati kembali lewat album itu. Di antara 14 lagu itu, Rossa juga menaruh tiga lagu duet masing-masing 'Jangan Ada Dusta di Antara Kita' (duet dengan alm. Broery Marantika), 'Tak Sanggup Lagi' (ciptaan Icha 'Jikustik') dan 'One Night Lover' (hasil pertemanan Rossa dengan Joe Flizzow 'Too Phat'). Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan meraih plakat "Million Award" untuk penjualan lebih dari satu juta keping dalam waktu tujuh bulan. Rossa juga termasuk musisi yang sukses menjual albumnya di gerai KFC seperti Cinta Laura, Indah Dewi Pertiwi, Agnes Monica dan SM*SH.

Pada tahun 2012, Rossa dikabarkan go internasional setelah posting fotonya bersama Russell Simmons. Seorang jutawan mantan suami dari Kimora Lee Simmons ini, merupakan bos besar dari Def Jam, sebuah label rekaman yang menaungi Justin Bieber, Rihanna, Jennifer Lopez, Ne-Yo, dan masih banyak lagi musisi terkenal. Foto kedua yang juga diposting adalah foto dirinya bersama dengan Maxwell, seorang penyanyi beraliran R&B.

  • Kehidupan pribadi
Rossa menikah dengan Yoyo, anggota band Padi pada tanggal 18 Maret 2004. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Rizky Langit Ramadhan (lahir 3 Oktober 2006).

Pernikahan mereka mendapat cobaan ketika di bulan April 2007 berhembus kabar Yoyo kepergok sedang bermesraan dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai model di kota Surabaya. Bahkan meski sempat berdamai di bulan Juni 2007, namun belum ada tanda-tanda keluarga ini bakal bersatu lagi. Malah anak semata wayang mereka, Rizky dititipkan di rumah orang tua Rossa di Sumedang.

Pernikahan Rossa dan Yoyo tidak bisa diselamatkan lagi. Pada 22 Juni 2009, Rossa mantap mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Yoyo. Sidang pertama dilakukan pada 30 Juni 2009. Mereka dinyatakan bercerai pada 14 Juli 2009.

  • Diskografi
Rossa mengeluarkan album perdananya yang berjudul "Gadis Ingusan" pada tahun 1989, tapi sayangnya penjualannya tidak memasuki hasil yang maksimal. Album kedua Rossa adalah Nada-Nada Cinta yang dirilis pada tahun 1998, dan mengeluarkan Hits singel Nada-Nada Cinta. Tahun 1999, album ketiga Rossa yang berjudul Tegar pun dirilis dengan single yang sama seperti albumnya, Tegar. Kini dirilis pada tahun 2002, dan album Kembali juga dirilis pada tahun 2006.

Dari kelima album tersebut, Rossa mengeluarkan banyak Hits. Tahun 2008, Rossa menjadi lead-artist di album kompilasi Ost. Ayat-Ayat Cinta, dan menjadikannya album kedelapan dari Rossa. Terakhir, pada tahun 2009, Rossa mengeluarkan album kesembilannya yang berjudul Rossa atau Self-Titled. Dari kesembilan albumnya (satu terbaik dan satu bersama artis lain), Rossa sangat banyak mengeluarkan hits single. Lagu tersukses dari Rossa adalah Nada-Nada Cinta, Malam Pertama, Pudar, Ayat-Ayat Cinta, Hati Yang Kau Sakiti, Terlanjur Cinta (feat. Pasha Ungu), dan Ku Menunggu. Di antara semua lagu tersebut, Nada-Nada Cinta adalah lagu tersukses dari Rossa yang mendapatkan plakat Diamond Awards.

  • Album studio anak-anak
  1. Gadis Ingusan (1989)
  2. Untuk Sahabatku (1990)

  • Album studio
  1. Nada-Nada Cinta (1996)
  2. Tegar (1999)
  3. Hati Yang Terpilih (2000)
  4. Kini (2002)
  5. Kini (Repackaged Edition) (2003)
  6. Kembali (2004)
  7. Yang Terpilih (2006)
  8. Rossa (2009)
  9. Harmoni Jalinan Nada & Cerita (2010)
  10. The Best of Rossa (2011)
  11. The Best of Rossa (Malaysia Edition) - 2012
  12. Platinum Collection (2013)
  13. Love, Life and Music (2014)

  • Album soundtrack
  1. OST. Ayat Ayat Cinta (2007)
  2. OST. Cinta Fitri (2010)
  3. OST. Sang Pencerah (2010)
  4. OST. Soekarno (2013)

  • Album kompilasi
  1. From Us To U (Tribute To Titiek Puspa) - 2005
  2. Sinar Lebaran (Malaysia Edition) - 2010
  3. Takbir Raya (Malaysia Edition) - 2011
  4. Bebi Romeo Materpiece "Bebi Romeo album" (2012)
  5. KFC Adu Bintang (2013)
  6. Havoc (Malaysia Edition) "Joe Flizzow album" - 2013
  7. Melodi Melankolik (Malaysia Edition) - 2014

  • Konser Tunggal
Rossa adalah penyanyi Indonesia yang kerap kali menggelar konser tunggal bukan hanya di negerinya saja, tetapi juga di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura & Brunei Darussalam. Bahkan Rossa berhasil mengukuhkan namanya di Malaysia sebagai artis Indonesia pertama yang menggelar konser tunggal yang dipenuhi oleh 12.000 penonton di Stadium Bukit Jalil, Malaysia pada tahun 2010 yang dihadiri para petinggi negara seperti Datin Sri Rosmah Mansor (Malaysia), Ibu Linda Gumelar (Menteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia) & Bapak Agum Gumelar (Indonesia). Konser tunggalnya yang bertema "Malam Keajaiban Cinta" di Panggung Kehormatan Istana Budaya, Malaysia pada tahun 2015 semakin memperkuat pamor DIVA nya bahwa ia bukan saja menjadi salah satu DIVA nomor wahid Indonesia, namun juga Malaysia.

Tiket konsernya mencatat rekor sebagai artis Indonesia dengan bayaran tiket konser termahal di luar Indonesia dengan harga tiket mencapai RM518 dan terjual tidak kurang dari 2 jam saja. Konser tunggalnya ini banyak dihadiri oleh para Petinggi Kerajaan Malaysia.

  • Solo Konser
  1. Konser Persembahan Cinta (Jakarta Convention Centre, Indonesia) - 2008
  2. Konser Mini Cerita Cinta (Roudtour Indonesia & Malaysia) - 2009
  3. Konser Melodi Cinta Rossa (Stadium Bukit Jalil, Malaysia) - 2010
  4. Konser Harmoni Cinta Rossa (Esplanade, Singapore) - 2011
  5. Konser K-20 Special Rossa (Kompas TV) - 2013
  6. Konser Malam Keajaiban Cinta (Istana Budaya, Malaysia) - 2015
  7. Konser Pesona Cinta Rossa (Persada Convention Center, Malaysia) - 2015

  • Sinetron
  1. Dua Sisi Mata Uang (2000)
  2. Perisai Kasih (2000)

  • Juri Ajang Pencarian Bakat
  1. Juri Indonesian Idol Musim Ke-6 (2010)
  2. Mentor X-Factor Indonesia Season 1 - 2013 (Pemenang)
  3. Mentor X-Factor Indonesia Season 2 - 2015 (Pemenang)

  • Acara TV
  1. A Night To Remember (Trans TV) (2016)
  2. Brand Ambassador
  3. Lulur Mandi & Sabun Daun Sirih Sumber Ayu (2006)
  4. Shampoo Zink (2007)
  5. Pantene Indonesia (2011 - Sekarang)
  6. Kintakun (2012)
  7. Oriflame Indonesia (2013 - Sekarang)

  • Bisnis
  1. Diva Family Karaoke (40 outlet)
  2. House of Rossa

  • Penghargaan
  1. Juara I Bahana Suara Pelajar II, TPI, Tingkat Provinsi Jawa Barat (1993)
  2. The Best Female MTV Indonesia (2000) atas lagu "Tegar"
  3. Bintang Yang Menyihir Publik, Cek & Ricek (2000)
  4. The Best Female Singer, Kategori Pop Progresive Anugerah Musik Indonesia (AMI) Sharp Awards 2002 atas lagu "Kini"
  5. Nominasi Penyanyi Pop SCTV Award
  6. MTV Exclusive Artist January 2005
  7. Penyanyi Ngetop SCTV Awards 2008
  8. Lagu Bahasa Melayu Terbaik Dipersembahkan Oleh Artis Luar Negara - "Terlalu Cinta" (Anugerah Industri Muzik 15)(Malaysia)
  9. Lagu Bahasa Melayu Terbaik Dipersembahkan Oleh Artis Luar Negara - "Ayat-Ayat Cinta" (Anugerah Industri Muzik 16)(Malaysia)
  10. Penyanyi Pop Solo Wanita Terbaik AMI Awards 2001 atas lagu "Hati Yang Terpilih"
  11. Penyanyi Pop Solo Wanita Terbaik AMI Awards 2005 atas lagu "Aku Bukan Untukmu"
  12. Penyanyi Pop Solo Wanita Terbaik AMI Awards 2008 atas lagu "Ayat-Ayat Cinta"
  13. Album Wanita Solo Terbaik 2010 dalam "SCTV MUSIC AWARD 2010"
  14. Artis Wanita Terbaik dalam "Anugerah Planet Muzik 2011" Album Harmoni Jalinan Nada&Cerita di Singapore,Malaysia&Indonesia
  15. Lagu Bahasa Melayu Terbaik yang Dipersembahkan oleh Artis Luar Negara - "Ku Menunggu" (Anugerah Industri Muzik 18 – Malaysia)
  16. Karya Produksi Kolaborasi Terbaik AMI Awards 2012 atas lagu "Jangan Ada Dusta Di antara Kita"
  17. Best Collaboration / Kolaborasi Terbaik dalam "Anugerah Planet Muzik 2012" di Singapura atas lagu "Aku Bersahaja"
  18. Duo/Kumpulan Terbaik dalam "Anugerah Planet Muzik 2014" di Singapura atas lagu "Salahkah" yang dinyanyikan bersama Hafiz
  19. Lagu Bahasa Melayu Terbaik yang Dipersembahkan oleh Artis Luar Negara - "Salahkah" (Anugerah Industri Muzik 21 – Malaysia)
  20. Duo/Kumpulan Terbaik dalam "Anugerah Planet Muzik 2015" di singapura atas lagu "Kamu Yang Kutunggu" yang dinyanyikan bersama Afgan
Bagaimana sobat? murudul banyak sekali ya prestasi Teh Rossa ini? dan tentunya apa yang disajikan di atas masih akan terus bertambah mengingat Teh Rossa masih terus berkarya sampai sekarang, dan nanti. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kita semua, tidak ada yang tidak mungkin selagi kita mau berusaha, dan berdoa. Oh ya, bagi yang ingin mengunjungi website Teh Rossa, bisa klik saja link berikut ini :  www.pecintarossa.com

Monday, 6 June 2016

Asal Mula Nama Desa Jatihurip

Kantor Kepala Desa Jatihurip, Sumedang Utara
Kantor Kepala Desa Jatihurip, Sumedang Utara
Desa Jatihurip merupakan salah satu desa di Sumedang yang secara administratif masuk dalam lingkup Kecamatan Sumedang Utara, dengan kantor kepala desa beralamat di Jalan Desa Jatihurip no.72, desa ini berada sangat dekat dengan pusat kota Sumedang. Jatihurip, kira-kira kenapa ya desa ini dinamakan "Jatihurip"? Selalu ada cerita di balik setiap nama, bukan begitu?

Ternyata, memang ada cerita rakyat dibalik terbentuknya nama desa tersebut, ya, langsung saja kita simak cerita turun temurun asal mula nama Desa Jatihurip berikut ini.

Asal Mula Nama Desa Jatihurip

Sebelum ada nama Jatihurip, dulunya, daerah dimana desa Jatihurip sekarang berada merupakan hutan belantara. Hutan tersebut banyak ditumbuhi semak dan berbagai macam jenis pohon, mulai dari yang berukuran kecil, hingga yang besar. Di antara pohon-pohon yang ada, pohon bambu dan pohon jati adalah yang paling banyak jumlahnya.

Meski masih berupa hutan belantara, ada satu keluarga yang berani tinggal mengasing di hutan tersebut. Keluarga itu beranggotakan kakek nenek beserta cucu-cucunya. Sudah cukup lama mereka tinggal di hutan yang banyak ditumbuhi pohon bambu dan jati itu, merasa nyaman mereka walau tinggal dalam rumah bilik/gubuk.

Pada suatu hari, sang cucu yang bungsu pergi masuk lebih dalam ke belantara untuk mencari kayu bakar. Di sebuah tempat di hutan itu, ia melihat pohon jati yang amat besar dan amat tinggi, takjub ia melihatnya. Walau ragu dan takut karena pohon itu teramat besar, dengan jenggot yang merumbai, gagah dengan cabang-cabang kokoh dan akar-akar yang kuat menyembul dari tanah, ia coba mendekatinya, Benar saja, bulu kuduknya berdiri meski baru beberapa langkah saja mendekati.

Bergegas pulang ia, langkah cepatnya hampir terbirit, langsung ditemuinya sang kakak. Dengan tersengal, ia bercerita pada si cikal tentang apa yang dilihatnya tadi di dalam hutan. Setelah mendengarkan dengan seksama, tanpa berani mendatanginya langsung, si cikal setuju dengan apa yang diceritakan adiknya, bahwa pohon itu angker, menyeramkan.

Sedang asyik keduanya berbincang tentang keangkeran yang ada, kakek neneknya datang menghampiri, hingga sampailah cerita si bungsu di telinga kedua sepuh itu. Ternyata bukan hanya sang kakak, mereka pun, kakek neneknya, mengamini cerita si bungsu. Tak ada dari mereka yang berani mendekati pohon jati yang dimaksud.

Tidak lama setelah cerita itu jadi santapan bersama, ada gempa besar terjadi. Bumi seperti bergoyang karenanya, kerusakan pun melanda hutan itu, banyak pohon yang tak lagi bisa tegak berdiri. Dahan-dahan yang patah, akar-akar yang tercerabut, terlihat di sana-sini. Untunglah gubuk keluarga itu aman, tak tertimpa pohon yang runtuh, pun tak tersambar retakan tanah.

Selesai gempa, kakek nenek dan cucu-cucunya itu penasaran, bagaimana nasibnya pohon jati yang angker itu? bergegas mereka mencarinya ke dalam belantara yang tak lagi utuh. Dan benar saja, sesuai dugaan, pohon jati yang besar dan tinggi itu tumbang, dahan-dahan kokohnya berserak, tak kuat ia melawan ganasnya alam, gempa itu begitu hebat.

Waktu terus berlalu sejak saat itu, hari berganti mingu, minggu berganti bulan, keluarga itu tetap menjalankan keseharian mereka di hutan yang mereka tinggali. Alam begitu lambat memulihkan lukanya, pohon-pohon hijau yang tumbang tak bisa berganti seketika.

Si bungsu dan kakaknya harus tetap mengumpulkan kayu bakar, tiap hari mereka menyusuri hutan seperti biasa. Hingga pada suatu waktu, beberapa bulan setelah terjadinya gempa tempo hari, mereka kembali sampai ke tempat dimana pohon jati angker itu berada, yang dulu mereka saksikan sendiri pohon itu telah rubuh dihantam gempa.

Tapi kali ini mata mereka terbelalak, banyak tunas-tunas kecil dengan pucuknya yang rimbun tumbuh dari sisa batang dan akar jati yang masih menancap kedalam tanah. Itu akan jadi penerus pohon jati yang hilang lantak dilibas ganasnya gempa. Alam yang lambat memulihkan luka tak terlihat di tempat itu.

Karena hal itu lah, tempat pohon jati angker yang rubuh itu berada dikemudian hari dikenal dengan nama "Jatihurip", yang berasal dari kata Jati (pohon jati) dan hurip yang berarti hidup, tempat dimana pohon jati bisa tumbuh dengan mudah.

Narasumber : Sesepuh desa, Ibu Enar (04 Desember 1937)
*digubah dari liesganesti.blogspot.com

Wednesday, 1 June 2016

Curug Cimayani, Berwarna Biru?

Curug Cimayani, Sumedang
Curug Cimayani, Sumedang
Selamat pagi, siang, sore, malam para pecinta alam. Kebanyakan dari kita sepakat, bahwa mengunjungi air terjun (atau dalam bahasa Sunda disebut curug) lebih mengasyikan di musim penghujan daripada di musim kemarau, ya, apalagi alasannya jika bukan karena debit airnya. Di musim penghujan, sudah dapat dipastikan debit air terjun yang tercurah lebih besar, menjadikannya lebih menarik untuk dilihat.

Tapi bagaimana jika air terjun itu terbentuk dari sebuah sungai? Agak bingung juga ya pastinya, air terjun memang lebih greget dikunjungi pas musim penghujan, sedang sungai? Di musim hujan kan caah (meluap, banjir)? Akan berbaya jika kita bermain-main di sana saat musim penghujan, bisa-bisa hanyut terbawa aliran sungai. Tapi, tapi, memang ada air terjun yang terbentuk dari sungai? Jawabanya adalah, ada.

Setiap air terjun sebenarnya memang bermula dari aliran air yang awalnya membentuk sungai, hanya saja kondisi geografis berupa perbedaan tinggi dataran pada suatu titik di tempat mengalirnya lah, yang akhirnya mengharuskan si air meluncur jatuh ke tempat dimana ia akan meneruskan alirannya, yang kemudian itu disebut dengan air terjun. Biasanya, saking kentara perbedaan tinggi datarannya, seringkali kita hanya bisa memandangi air yang berdebur berjatuhan, tanpa bisa melihat dari mana air itu berasal (puncak air terjun).

Nah, di Sumedang, ada sebuah air terjun yang jelas sekali terlihat puncak dan dasarnya, dengan tinggi kurang lebih tiga meter malah jelas juga terlihat kalau air terjun itu terbentuk dari aliran sungai. Curug Cimayani namanya, berada di Desa Jembarwangi, lembur Cibengkung, Kecamatan Tomo, karena karakteristiknya itu malah jarang dikira sebagai sebuah air terjun, karena memang terlihat seperti aliran air biasa saja.

Admin kurang tahu sungai apa yang membentuk Curug Cimayani tersebut, tapi katanya nama sungainya sama dengan nama air terjunnya, Sungai Cimayani, dan ada pula warga yang menyebutnya Sungai Cimayang. Udara di daerah ini masih sangat segar, sangat cocok untuk refresh menenangkan pikiran.
Sungainya berwarna biru. Image By instagram @pancacitranugraha
Katanya, sungai di daerah ini seringkali terlihat berwarna biru mirip Sirah Cilembang, tapi itu sulit ditemui jika di musim penghujan, semakin deras airnya, semakin hilang juga warna birunya. Itu pula yang terjadi pada air terjunnya, deras dan memecahnya air di titik tercurahnya, menghilangkan warna birunya. Tapi siapa tahu sobat bisa berjodoh, bisa melihat air terjun yang berwarna biru ketika berkunjung ke sini.

Bagaimana, sobat? Tertarik untuk mengunjungi Curug Cimayani di Lembur Cibengkung, Desa Jembarwangi ini? Jika iya bolehlah langsung dijajal, tapi jangan lupa sopan santun pada alam dan penduduk sekitar, jangan dirusak dan dikotori, kita jaga bersama keindahan alam Sumedang ini sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan pemilik semesta alam. Jangan corat-coret, jangan buang sampah sembarangan, kalaulah tak mau dibilang kampungan.

*special thanks to instagram @srirahayuu